00:00Timsar berhasil mengevakuasi dua korban dari runtuhan bangunan musolapon pas buduran yang ambruk.
00:07Salah satunya adalah Syahlendra Haikal Raka Aditya yang sempat berkomunikasi dengan Timsar.
00:14Gambar amatir memperlihatkan detik-detik Haikal dievakuasi dalam keadaan selamat.
00:33Haikal langsung dilarikan ke SUD Sidoarjo.
00:35Ayah korban bersyukur anaknya dievakuasi dalam keadaan selamat.
00:44Alhamdulillah sekarang walaupun anaknya masih lemes, ternyata dengan semangat anaknya masih kuat lah.
01:03Kuat semangatnya itu ingin sembuh mungkin gitu.
01:14Timsar terus berpacu melawan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih tertimbun di runtuhan bangunan Pompas.
01:23Kompas TV sodara mendapatkan video amatir dari Timsar yang memperlihatkan detik-detik penyelamatan salah satu korban yang tertimbun.
01:32Korban pun berhasil keluar dari lorong sempit di antara runtuhan.
01:38Terima kasih telah menonton!
02:08Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bantuan untuk korban bangunan amruk di penuh pesantren Buduran di Sidoarjo terus berjalan selain bantuan pengobatan korban selamat.
02:20Mensos juga akan memberikan bantuan bagi keluarga korban meninggal.
02:25Menurut Mensos, di masa kedaruratan pihaknya juga memberikan dukungan shelter dan logistik untuk santri, keluarga santri, dan warga sekitar yang terdampak.
02:38Kita akan berkolaborasi dengan provinsi dan kabupaten kota, kita akan kolaborasi, kita akan dukung sampai tuntas pengobatannya.
02:52Ada yang luka ringan, ada yang luka sedang, ada yang luka berat, semuanya akan diberikan dukungan.
02:57Yang meninggal dunia pun juga diberikan santunan.
03:01Jadi sudah ada indek-indeknya yang nanti akan kita serahkan pada waktunya, tentu ini melalui proses asismen.
03:07Ya, saudara, hari ketiga ini tim SAR telah berhasil mengevakuasi lima korban selama.
03:15Tapi masih ada keluarga yang terus menanti keberbaik dari proses pencarian korban amruknya penuh pesantren Buduran.
03:23Kami, saudara, saat ini sudah bersama dengan Ibu Listiani, keluarga dari korban atas nama Rafi Catur Okta Mulia.
03:32Assalamualaikum, selamat malam, Ibu List.
03:35Waalaikumsalam, warahmatullahi wabarakatuh.
03:42Bulis, tentu kami mengucapkan turut berbelas hungkawa, turut berduka dengan isiden yang terjadi.
03:48Sudah ada informasi, Bulis, bagaimana kondisi Rafi, apakah berhasil ditemukan, bisa berkomunikasi dengan tim SAR atau seperti apa, Bulis?
03:59Belum ada kabar sama sekali.
04:08Sampai saat ini.
04:12Yang disampaikan pihak pesantren dan juga tim SAR kepada keluarga seperti apa, Bu?
04:18Intinya ponakan saya belum ada kabar.
04:27Sama sekali.
04:31Kalau keluarga yang ada di lokasi yang ikut melihat pencarian, siapa saja, Bulis?
04:38Ada banyak. Ini kakaknya, anak-anak saya, Pak D-nya semua ikut.
04:47Kecuali orang tua, nggak ke sini.
04:51Orang tua korban, nggak bisa ke sini.
04:54Jadi keluarga masih terus berada di lokasi di pondok pesantren untuk ikut mencari.
05:00Tapi sejauh ini, Bulis, yang keluarga lihat, bagaimana upaya pencarian, apakah titik yang kemungkinan Rafi ada di situ, itu ditemukan tidak, Bulis?
05:18Belum tahu. Belum ada kabar sama sekali.
05:21Belum tahu.
05:24Kalau dari keluarga upaya untuk mencari...
05:27Belum ada kabar sama sekali.
05:28Dari keluarga sempat bertanya tidak pada teman-teman Rafi yang selamat saat itu, Rafi berada di sebelah mana?
05:37Sudah.
05:39Terus gimana kata teman-teman Rafi, Bulis?
05:45Nggak ada yang ditanya. Tanya siapa? Nggak ada.
05:49Nggak ada sama sekali yang ditanya.
05:54Oh, tidak ada yang...
05:55Saat ini belum ada kabar sedikitpun.
05:58Bulis, mohon maaf, bisa diceritakan ketika kejadian, bagaimana keluarga pertama kali mendapatkan kabar, kemudian langsung mendatangi pondok pesantren, Bulis?
06:10Seperti apa saat itu, Bulis?
06:11Ya, katanya sih abis sholat asar, terus ada gempah itu, ada reruntuhan itu.
06:27Berita selanjutnya saya juga nggak paham. Saya kan dua hari baru ke sini.
06:31Pertama kali keluarga dapat informasi dari siapa, Bulis?
06:44Informasi ya dari pesantren.
06:46Setelah keluarga langsung datang ke pesantren untuk bertanya keadaan Rafi, itu ada pihak pondok pesantren yang memberitahu Bulis bagaimana, satu kondisinya, kemudian Rafi ada di mana-dimananya?
07:04Tidak ada sama sekali pemberitahuan, sama sekali.
07:13Ya Allah.
07:15Jadi selama keluarga berada di buduran?
07:18Kami semua, kami semua di sini terlantung-lantung di sini, nggak tahu kabar.
07:27Dari tim SAR juga belum mendapat informasi, Bulis?
07:33Belum.
07:36Bulis, bisa diceritakan kepada kami, sosok Rafi itu seperti apa, Bu? Usianya berapa tahun sih, Rafi, Bu?
07:41Anaknya usianya sudah 17 tahun, anaknya pintar, Pak Jin.
07:54Sudah berapa lama, Rafi mondok di buduran?
08:01Baru dua bulan, baru dua bulan.
08:06Bulis, keluarga akan terus berada di buduran, sampai mendapatkan kabar, tentu kita mendoakan Rafi, bisa segera ditemukan, bisa selamat, Bulis.
08:24Iya, terima kasih atas doanya, terima kasih sekali.
08:27Saat ini upaya dari keluarga, seperti apa, Bulis, untuk tentu juga membantu, berdoa juga, seperti apa saja upaya yang dilakukan oleh pihak keluarga, agar Rafi bisa segera ditemukan, Bulis?
08:45Ya di sini menunggu, terus mencari-cari informasi, tapi ya gini-gini saja, belum ada.
08:53Ini jelas, intinya keponangan saya belum ketemu.
09:03Ini kan, sebagai keluarga tentu memiliki hak juga ya, Bulis, untuk bisa mendapatkan informasi soal pencarian, soal kondisi.
09:11Ada yang ingin disampaikan, Bulis, agar didengar juga oleh pemerintah, oleh pihak produk pesantren, apa yang ingin Bulis dan juga keluarga sampaikan, Bulis?
09:23Ya, saya mohon, secepatnya, hanya itu, saya tidak bisa ngomong apa-apa.
09:34Saya cuma ingin keponakan saya ketemu apapun, bagaimanapun keadaannya, secepatnya ketemu.
09:42Hanya itu, saya tidak bisa ngomong apa-apa.
09:45Baik, Bulis, terima kasih di tengah kedukaan juga, Bulis, meluangkan waktu untuk Kompas TV.
09:55Kami semua mendoakan agar Rafi dan juga teman-temannya yang masih tertimbun bisa segera diselamatkan, bisa segera ditemukan.
10:03Terima kasih, Bulis. Sehat selalu, Bulis.
10:05Assalamualaikum.
10:07Iya, iya, iya, iya, sama-sama.
Komentar