Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 bulan yang lalu
Jakarta: Di balik hutan yang rindang, sering terdengar suara ketukan berirama di batang pohon. Suara itu bukan berasal dari tukang kayu, melainkan dari seekor burung kecil yang dikenal dengan nama burung pelatuk. Burung ini memiliki kebiasaan unik: mematuk batang pohon dengan paruhnya yang kuat. Aktivitas sederhana itu menyimpan banyak kisah menarik tentang cara mereka bertahan hidup di alam.
Transkrip
00:00Halo semuanya, kembali lagi bersama aku, Kaisa.
00:03Teman-teman pernah dengar suara ketukan di hutan?
00:06Bukan tukang kayu, tapi seekor burung kecil dengan kemampuan luar biasa.
00:11Inilah burung pelatuk, si ahli pemahat alam.
00:14Kali ini kita akan menyimak kehidupan burung pelatuk,
00:17mulai dari cara mencari makan, sampai perannya menjaga keseimbangan hutan.
00:21Yuk, simak baik-baik!
00:22Burung pelatuk punya paru tajam dan kuat yang bisa mematuk kayu ratusan kali per menit.
00:31Lidahnya panjang, bisa menjulur sampai tiga kali ukuran kepalanya.
00:35Dengan itu, mereka bisa menjangkau serangga yang bersembunyi di balik batang pohon.
00:39Ketukan pelatuk bukan sekadar mencari makrak.
00:41Itu juga cara mereka berkomunikasi, menandai wilayah, bahkan menarik perhatian pasangan.
00:47Jadi, suara tok-tok-tok itu sebenarnya bahasa alami mereka.
00:53Menariknya, lubang yang dibuat pelatuk gak cuma bermanfaat buat dirinya.
00:57Hewan lain seperti tupai, kelelawar, atau burung kecil sering menjadikannya tempat tinggal.
01:03Pelatuk adalah arsitek hutan yang ikut menjaga keseimbangan ekosistem.
01:07Sayangnya, populasi burung pelatuk terancam karena hilangnya hutan.
01:12Penebangan dan perubahan iklim membuat habitat mereka menyempit.
01:14Karena itu, konservasi hutan dan reboisasi penting banget untuk memastikan mereka tetap hidup berampingan dengan kita.
01:22Burung pelatuk mengajarkan kita tentang ketekunan dan keseimbangan alam.
01:26Selama hutan terjaga, suara ketukan mereka akan terus menjadi musik alami yang menghidupkan rimba raya.
01:32Kalau begitu, sampai jumpa di konten berikutnya ya.
01:35Dadah!
01:36Sampai jumpa di konten berikutnya ya.
Komentar

Dianjurkan