00:00Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia tidak mempermasalahkan kader Golkar tidak lagi menduduki kursi Menpora.
00:07Sebelumnya ada delapan kursi menteri yang sudah diisi oleh kader partai berlambang pohon beringin ini dalam Kabinet Prabowo-Giwran.
00:15Sejak beberapa waktu lalu ya Pak Prabowo melakukan reshuffle kabinet ini,
00:20kami sudah menyampaikan bahwa salah satu pertimbangan utamanya adalah untuk bagaimana meningkatkan kinerja atau performance dari Kabinet yang diperlambangkan oleh Pak Prabowo ini.
00:32Jadi pasti selama ini Pak Prabowo sudah punya rapor, punya penilaian terhadap semua jajaran-jajaran menterinya,
00:41mana yang perlu, mana yang kemudian perlu dipertahankan, mana yang perlu dievaluasi dan kemudian diganti.
00:47Itu pasti sudah ada dalam pertimbangan Pak Prabowo.
00:51Di dalam pemerintahan politik di Indonesia, tidak kita bisa juga mengabaikan tentang pertimbangan kekuatan atau perimbangan politik ya.
01:02Karena memang pada saat Pilpres selalu tidak pernah ada seorang presiden yang didukung oleh satu partai politik,
01:10tapi didukung oleh beberapa partai politik yang memang koalisi.
01:12Nah kami di partai Golkar selama ini sudah diberi kepercayaan kepada Pak Prabowo sebagai presiden,
01:19ada delapan pos kementerian yang diisi oleh kader-kader yang berasal dari partai Golkar.
01:26Nah tentu itu juga tetap pada pertimbangan kinerja yang paling utama.
01:32Nah kemarin pada resavel sebelum ini, itu ada satu pos kementerian yang selama ini di,
01:39yaitu di Menpora ya, dijabat oleh Saudara Adi Pedito.
01:44Itu kemudian diganti.
01:49Dan kalau kita bicara tentang komposisi jumlah perimbangan,
01:52nah kader partai Golkar ada Pak Mukhtarudin yang kemudian diberi kepercayaan sebagai menteri.
01:58Jadi artinya partai Golkar tidak masalah karena sudah terakomodir seperti itu dengan lapan kursi menteri di Kabinet Merah Putih?
02:07Ya tentu tidak ada masalah, karena sekali lagi semua kita sama-sama paham bahwa
02:12apa namanya, penyusunan kabinet atau pergantian kabinet segala macam itu adalah prerogatifnya seorang presiden.
02:19Tentu kita harus hormati dan terima keputusan dari presiden itu.
02:22Ya saya kira, saya pernah juga menyampaikan resavel kali ini ketemu tiga hal dalam satu momentum ya.
02:31Yang pertama adalah, apa namanya, tentu saya katakan tadi, ini tidak ujuk-ujuk ya, sudah dipersiapkan.
02:40Saya kira dalam 10-11 bulan terakhir ini pasti Pak Prabowo juga sudah punya penilaian terhadap menterinya masing-masing gitu.
02:47Nah yang kedua adalah, tidak bisa juga dipungkiri.
02:52Saya kira peristiwa kemarin adanya dinamika ya, adanya penyampaian aspirasi oleh masyarakat dan ada di mahasiswa
03:00yang kemudian banyak menuntut, apa, menyampaikan tuntutan ya, 17 pers 8, eh 17 pers 8 itu.
03:09Nah itu saya kira juga menjadi pertimbangan.
03:12Nah yang ketiga adalah bahwa seperti janjinya atau pernah yang disampaikan Pak Presiden,
03:18sebetulnya kan tahun kedua tentu harus ada peningkatan kualitas kerja atau kinerja yang harus disiapkan oleh pemerintahan ini
03:26di bawah kemimpinan Pak Presiden, itu kan tinggal satu bulan lagi.
03:30Jadi sebetulnya ini persiapan untuk memasuki tahun kedua, setelah satu tahun pertama ini tentu ada capaian-capaian yang sudah diraih,
03:40tetapi juga mungkin ada juga PR-PR yang harus disiapkan dengan peningkatan kinerja itu.
03:45Nah apalagi kemarin kan juga sekaligus ada juga ketemu momentum, lahirnya undang-undang tentang haji ya,
03:54yang merekomendasikan adanya Kementerian Haji dan Umroh sebagai Kementerian Baru,
03:59nah itu juga saya kira menjadi salah satu momentum kenapa ini diambil resafol itu.
04:04Oke.
Komentar