- 6 months ago
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00Setibanya di depan pintu masuk alam tantangan pertama, Wang Ling terus mendapati banyak bahaya di mana batu pilar yang mengapung di sekitarnya mulai mengalami kehancuran.
00:09Situasi tersebut lantas membuat Wang Ling segera memeriksa kondisi pintu masuk alam tantangan pertama dengan menggunakan sebilah pedang terbang yang disisipi kesadaran ilahinya.
00:19Begitu pedang terbang itu memasuki pintu masuk alam tantangan pertama, Wang Ling dapat menyaksikan bahwa tempat dibalik pintu masuk berupa lautan api yang dipenuhi magma sehingga dia segera menarik kembali pedang terbangnya dari tempat tersebut.
00:35Tak lama setelah itu Wang Ling segera mengeluarkan jiwa iblis piaraannya di mana seketika iblis piaraan itu langsung terlihat antusias untuk memangsa orang dan mempertanyakan siapa yang harus segera dihabisi.
00:47Tapi sesaat kemudian iblis piaraan itu mendadak terkejut ketika mendapati pintu masuk alam tantangan pertama yang membentang di hadapannya.
00:56Iblis piaraan itu lebih terkejut lagi ketika Wang Ling malah menyuruhnya untuk masuk ke dalam sana sehingga hal tersebut membuat dia langsung melakukan penolakan dan malah mengajak Wang Ling untuk mati sama-sama di tempat ini.
01:09Karena iblis piaraan itu menolak pergi ke pintu masuk, Wang Ling akhirnya mengeluarkan bendera jiwa dan mengiming-imingi iblis suligau dengan jiwa-jiwa yang ada di dalamnya.
01:21Akan tetapi iblis suligau ini masih tetap menolak pergi dan berusaha untuk tidak tergoda sekumpulan jiwa yang ditawarkan oleh Wang Ling.
01:30Karena iblis suligau tidak juga menurut, Wang Ling akhirnya memberi sedikit serangan kecil sebagai peringatan hingga akhirnya jiwa iblis suligau pun terpaksa sepakat untuk pergi masuk ke pintu masuk dan diperbolehkan untuk melahap jiwa setelah kembali dari tempat itu.
01:47Iblis suligau
02:17Dan ia hanya bisa memasuki alam tantangan yang sesuai dengan teknik pelarian bumi.
02:26Sedang di sisi lain, iblis suligau yang ketagihan melahap jiwa mulai berinisiatif menawarkan diri kepada Wang Ling untuk memeriksa kondisi di balik pintu masuk sekali lagi.
02:37Setelah Wang Ling setuju dengan penawarannya, suligau segera meluncur ke pintu masuk sekali lagi tetapi saat ini yang dimasukinya berupa dunia es yang seketika membekukan tubuhnya.
02:50Bolak-balik pintu masuk alam tantangan pertama pun berlangsung hingga berkali-kali di mana setiap masuk ke pintu itu, iblis suligau akan mendarat di sebuah tempat yang berbeda-beda.
03:02Setelah bolak-balik berkali-kali, iblis suligau pun akhirnya tiba di sebuah gurun pasir di mana tempat tersebut sangat memungkinkan bagi Wang Ling untuk menggunakan teknik pelarian bumi.
03:14Mendapati tempat tersebut, Wang Ling pun segera menyusul iblis suligau ke alam tantangan tersebut.
03:20Setibanya di alam tantangan gurun pasir, Wang Ling melihat banyak sekali menara hitam dan menduga bahwa ia hanya perlu sampai ke menara-menara itu dengan selamat.
03:32Tapi sesaat kemudian, Wang Ling dan suligau dikejutkan dengan munculnya tornado yang mendekat sehingga hal itu lantas membuat iblis suligau ketakutan dan langsung pasrah jika harus mati di tempat tersebut.
03:44Saat sedang pasrah-pasrahnya menghadapi serangan tornado, iblis suligau tiba-tiba ditarik Wang Ling yang seketika membawanya melarikan diri dengan teknik pelarian bumi.
03:55Saat melarikan diri di bawah tanah, suligau tampak terkagum-kagum dengan kemampuan Wang Ling dan langsung memuji bahwa teknik pelarian buminya sangat hebat dan sama bagusnya seperti berjalan di atas tanah.
04:08Namun di sisi lain, pujian suligau itu dianggap terlalu berisik oleh Wang Ling sehingga ia langsung melempar jiwa suligau kembali ke dalam tendon naga.
04:18Pada waktu yang sama, iblis suligau juga meminta Wang Ling untuk memberinya makan sejumlah jiwa lagi dan permintaan itu pun langsung dikabulkan Wang Ling untuk membuatnya diam.
04:28Setelah beberapa waktu menggunakan teknik pelarian bumi, Wang Ling mulai mendapati serangan kuat hingga ke dalam tanah sehingga ia memutuskan untuk menyudahi teknik pelarian buminya dan muncul di atas daratan.
04:43Begitu keluar dari dalam tanah, Wang Ling langsung diserbu oleh sekumpulan tornado sehingga ia buru-buru melarikan diri untuk menghindarinya.
04:51Sembari melarikan diri, Wang Ling juga mengedarkan kesadaran ilahinya untuk memeriksa apa yang tersembunyi di balik tornado dan terkejutlah ia ketika mendapati bahwa dalam tornado itu terdapat monster mengerikan.
05:04Wang Ling pun mulai melakukan penyerangan untuk menghabisi monster-monster kelelawar itu.
05:09Setelah menghabisi beberapa monster-monster kelelawar, Wang Ling lagi-lagi dibuat terkejut karena ternyata kematian monster barusan malah memancing kemunculan monster-monster lainnya.
05:22Situasi tersebut lantas membuat Wang Ling mengutus Iblis Suligau untuk bantu menghabisi monster-monster itu.
05:29Tetapi hal tersebut tidak membuahkan hasil bagus dan justru malah memperparah keadaan.
05:35Dimana tornado dan monster-monster itu malah semakin banyak dan bersama-sama menyerang ke arah Wang Ling.
05:42Alhasil Wang Ling pun hanya bisa membawa Suligau untuk melarikan diri secepatnya sembari menyerang monster-monster itu sekali lagi.
05:49Saat melarikan diri, Wang Ling mencoba mengedarkan kesadaran ilahinya dan ia pun menemukan menara hitam terdekat yang mungkin bisa dipergunakan untuk bersembunyi.
06:01Akan tetapi bersamaan dengan itu, Wang Ling juga menyadari akan adanya keanehan dengan menara tersebut sehingga dia menggunakan jimat pemberian limuan untuk melindungi diri sambil mempercepat untuk sampai di menara hitam.
06:15Sesampainya di sana, Wang Ling kemudian menyadari bahwa menara tersebut memang dirancang untuk melarang tornado dari monster kecil yang mengejarnya sedari tadi.
06:26Saat di menara hitam, Iblis Suligau diam-diam mengutuk Wang Ling bahwa suatu hari nanti akan tiba waktunya dia akan menelan jiwa Wang Ling.
06:35Tapi sesaat kemudian Suligau tiba-tiba dikejutkan dengan panggilan Wang Ling yang seketika menyuruhnya melahap sekumpulan jiwa lalu meminta dia untuk memeriksa keadaan di luar menara hitam.
06:47Tanpa banyak protes, Iblis Suligau pun segera memakan sekumpulan jiwa dan dengan senang hati bergegas memeriksa kondisi di luar menara meskipun tubuhnya harus terkena serangan tornado yang begitu ganas.
06:58Selagi Iblis Suligau dihantam oleh makhluk-makhluk dalam tornado, Wang Ling kini akhirnya mengetahui bahwa di atas langit dekat menara juga terdapat sebuah larangan.
07:10Hal tersebut lantas dibenarkan oleh Suligau yang melaporkan bahwa ada larangan terbang di atas langit yang membuatnya tidak bisa melihat lebih banyak kondisi di luar.
07:19Tapi kabar baiknya, Suligau sempat menerobos tornado dan bisa melahap monster-monster dalam tornado itu, dimana kini ia telah menelan sebagian besar dari mereka tanpa adanya perlawanan dari mereka sedikitpun.
07:36Mendengar laporan ini, Wang Ling kemudian mempertanyakan apakah jika Suligau terus menelan monster itu, mereka tidak mengucilkannya.
07:43Pertanyaan tersebut lantas membuat Suligau menyadari ada suatu keanehan, sementara Wang Ling malah terpikir untuk menaklukkan salah satu monster terkuat di antara mereka supaya bisa mengendalikan monster-monster lainnya.
07:57Tanpa banyak berpikir lagi, Wang Ling kemudian menyuruh Iblis Suligau untuk memuntahkan setengah jiwa monster yang baru ditelannya, sehingga hal itu membuat Suligau jadi kecewa, tetapi tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan Wang Ling.
08:13Setelah jiwa-jiwa itu dimuntahkan, Wang Ling segera bertindak untuk menciptakan Iblis kedua.
08:20Melihat Wang Ling membuat Iblis kedua, jiwa Iblis Suligau tentu terkejut-kejut dan mulai berpikir untuk segera mencerna 250 bola jiwa yang baru ia telan.
08:31Suligau berpikir jika dia tidak segera mencernanya, maka suatu hari nanti dirinya akan dijadikan mangsa bagi Iblis kedua.
08:39Di tengah pemikiran itu, Suligau tiba-tiba dikejutkan oleh perintah Wang Ling yang seketika memintanya untuk pergi keluar dan menangkap jiwa monster-monster sebanyak 300 jiwa.
08:51Meski merasa berat, Iblis Suligau pun segera bergegas untuk menangkap 300 jiwa, sementara Wang Ling meneruskan pekerjaannya dalam membuat Iblis kedua.
09:00Setelah beberapa waktu, proses penciptaan Iblis kedua piaraan Wang Ling pun akhirnya telah selesai,
09:09di mana sekarang Wang Ling langsung melakukan uji coba terhadap Iblis tersebut untuk bisa mengendalikan monster-monster dalam tornado.
09:16Saat uji coba Iblis kedua, Wang Ling dapat menarik monster-monster yang lebih lemah untuk menyatu,
09:21sekaligus juga membuat badai tornado yang jauh lebih kuat.
09:25Dengan adanya Iblis kedua ini, Wang Ling tidak perlu khawatir akan diserang monster-monster dalam tornado lagi
09:31karena sekarang pergerakan monster-monster itu sudah ada di bawah kendalinya.
09:35Dengan segera Wang Ling pun melanjutkan perjalanan menuju alam tantangan berikutnya,
09:40tapi di tengah perjalanan ia dikejutkan dengan banyaknya monster serupa yang mati berserakan.
09:48Mendapati bangkai monster-monster itu, Wang Ling tentu dapat menebak bahwa di depan sana ada seseorang
09:53yang juga memasuki alam tantangan gurun pasir.
09:56Melihat dari tanda-tanda kematian para monster,
09:59serta dari jejak yang tertinggal di tempat itu,
10:02Wang Ling akhirnya dapat menyimpulkan bahwa orang yang telah melakukan pembantaian terhadap sejumlah monster itu
10:08merupakan seorang kultifator transformasi jiwa yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ming Tauzi.
10:15Dan benar saja, jauh di depan sana, sosok Ming Tauzi sedang sibuk menebar racun
10:21untuk menghabisi sejumlah monster yang tersemunyi dalam tornado.
10:27Meski sudah menebar banyak racun mematikan dan menghabisi monster dalam jumlah banyak,
10:32upaya Ming Tauzi tampaknya sangat sia-sia,
10:35karena semakin banyak monster yang dia habisi,
10:38justru makin banyak juga mendatangkan monster-monster lainnya.
10:42Situasi tersebut lantas membuat Ming Tauzi mengajak katak litian piaraannya
10:47untuk memeriksa kondisi di luar menara,
10:50di mana seketika Ming Tauzi pun melihat banyak tornado yang mengarah kepadanya
10:55dan mendapati bahwa kultifasi monster tersebut berada di tingkat formasi inti dan jiwa lahiria.
11:02Menyadari hal ini, Ming Tauzi pun semakin tertantang untuk menghabisi monster-monster itu dengan racun miliknya.
11:08Sesaat setelah menemukan jejak-jejak peninggalan racun Ming Tauzi,
11:15Wang Lin meminta iblis Suligau untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus menyuruhnya untuk memeriksa lokasi dari Ming Tauzi.
11:22Mendapati perintah ini, iblis Suligau memastikan sekali lagi apakah tuannya itu benar-benar ingin mengejar sosok Ming Tauzi
11:29yang kultifasinya jauh di atasnya.
11:32Nah, pertanyaan tersebut lantas ditanggapi oleh Wang Lin yang meminta supaya iblis Suligau tidak banyak cincong
11:38dan melakukan perintahnya saja tanpa banyak protes.
11:42Nah, mendengar ini, si iblis pun langsung bergerak melaksanakan tugas
11:46walaupun sembari diam-diam menggerutuk membicarakan Wang Lin yang takut pada kekuatan Ming Tauzi seperti biasanya.
11:53Sementara iblis Suligau mencari tahu keberadaan dari Ming Tauzi,
12:00Wang Lin tiba-tiba merasakan adanya tanda-tanda bahaya dari dalam tornado
12:04sehingga ia pun segera mengedarkan kesadaran ilahinya untuk memeriksa apa yang ada dalam tornado tersebut.
12:11Begitu diperiksa Wang Lin menemukan adanya sesosok makhluk besar yang merupakan raja
12:16dari sekumpulan makhluk dalam tornado,
12:18di mana makhluk tersebut ternyata mematah-matahi lokasi Wang Lin sedari tadi.
12:24Tidak berselang lama makhluk raja dalam tornado itu pun melemparkan serangannya kepada Wang Lin,
12:29tapi untungnya serangan itu berhasil ditangkis oleh Wang Lin.
12:33Dan karena keberadaan makhluk raja itu dirasa sangat membahayakan,
12:38maka Wang Lin segera menyuruh iblis kedua untuk menghabisinya.
12:42Mendengar perintah Wang Lin,
12:46iblis kedua itu pun langsung menurut dan terlihat enggan untuk melawan makhluk raja dalam tornado.
12:52Akan tetapi karena Wang Lin langsung mengancamnya dengan mantra kematian,
12:56mau tidak mau iblis kedua itu pun segera bergerak untuk menghadapi makhluk raja dalam tornado.
13:02Namun tanpa diduga,
13:03serangan iblis kedua itu ternyata tidak mempan untuk mengalahkan makhluk raja,
13:08sehingga Wang Lin terpaksa turun tangan sendiri untuk menyerangnya dengan mengandalkan kekuatan pedang pusakanya.
13:14Alhasil pertarungan antara Wang Lin dan makhluk raja pun berlangsung menegangkan.
13:22Setelah berhasil mengalahkan makhluk raja dalam tornado,
13:25Wang Lin mengambil posisi kultivasi dan menyadari bahwa batas kultivasi musuh yang bisa dilawannya adalah ranah jiwa lahir ya semu.
13:33Wang Lin juga menyadari bahwa tornado yang menyerangnya bukan merupakan satu-satunya,
13:39sehingga masih memungkinkan adanya makhluk raja lainnya yang tersemunyi dalam tornado-tornado lain.
13:46Beberapa waktu kemudian,
13:48Wang Lin kembali mengedarkan kesadaran ilahinya dan sekarang dia bisa melihat sebuah pusaran besar
13:53yang tentunya merupakan pintu masuk menuju alam tantangan kedua.
13:57Dengan adanya pusaran tersebut, Wang Lin menyadari bahwa tantangannya di Gurung Pasir akan segera berakhir.
14:06Tidak lama setelah menemukan pusaran itu,
14:09Wang Lin dikejutkan dengan kedatangan iblis Suligau yang seketika memberitahukan tentang lokasi dari Meng Tauzi,
14:15di mana ternyata Meng Tauzi sedang berupaya melawan makhluk raja dalam tornado lainnya,
14:21tetapi mengalami kesulitan dalam mengalahkannya.
14:23Pada saat ini, Meng Tauzi yang sudah mulai kewalahan itu hampir saja dihabisi oleh makhluk raja yang sangat kejam,
14:31tapi untungnya dia segera membuat segel pertahanan yang mampu melindungi dirinya dan katak litian dari serangan makhluk raja itu.
14:42Selagi Meng Tauzi berusaha keras menghadapi makhluk raja itu,
14:45iblis Suligau justru terlihat sangat puas menertawakan penderitaan yang dialami oleh Meng Tauzi,
14:51yang tampaknya masih belum menyadari alasan kenapa dirinya bisa menarik makhluk raja itu.
14:58Lain halnya dengan iblis Suligau,
15:00Wang Lin justru mulai menyadari bahwa kekuatan makhluk raja dalam tornado bisa sekuat yang dihadapi oleh Meng Tauzi.
15:07Mengetahui hal ini,
15:09Wang Lin kini merasa cukup beruntung karena sebelumnya dia tidak bertindak terlalu gegabah ketika menghadapi makhluk raja.
15:16Jika saja Wang Lin bertindak lebih gegabah sebelumnya,
15:20maka kemungkinan dia pun akan berakhir seperti Meng Tauzi.
15:26Sementara itu segel pertahanan yang dibuat oleh Meng Tauzi akhirnya mampu diluluh lantakan oleh makhluk raja,
15:32di mana seketika situasi itu pun membuat Meng Tauzi bergerak cepat untuk membuat formasi pertahanan lain dengan harta pusakanya.
15:39Tapi yang mengejutkan, formasi pertahanan dari pusaka berharga Meng Tauzi ini juga mampu dihancurkan oleh kekuatan makhluk raja,
15:48hingga akhirnya tubuh Meng Tauzi pun hampir terkena serangan dari makhluk tersebut.
15:53Namun yang lebih mengejutkan lagi,
15:55pada saat yang sama,
15:57kata kelitian peliharaan Meng Tauzi berinisiatif melindungi tuannya,
16:01sehingga dialah yang terkena serangan itu.
16:04Mendapati kata kesayangannya jadi korban,
16:06Meng Tauzi segera membawanya pergi untuk berlindung dalam menara.
16:13Melihat Meng Tauzi kabur dari pertarungannya,
16:16Iblis Suligao lantas segera mengajak Wang Ling untuk secepatnya menuju pintu masuk alam tantangan kedua.
16:22Namun pada saat itu,
16:23Wang Ling memutuskan untuk tidak terburuk-buruk menuju ke sana.
16:27Terlebih saat ini,
16:28dia mendapati makhluk raja yang tadi dilawan Meng Tauzi,
16:32mulai mendekat ke menara persembunyian Meng Tauzi.
16:35Situasi tersebut lantas membuat Wang Ling mengajak kedua Iblis piaraannya untuk menonton lebih dekat
16:41supaya bisa melihat lebih jelas apa yang bakal terjadi kepada Meng Tauzi.
16:46Meski awalnya Iblis kedua tidak setuju dengan keinginan itu,
16:50pada akhirnya mereka pun mendekat posisi mereka terhadap lokasi Meng Tauzi dan makhluk raja yang dilawannya.
16:57Sementara itu,
17:01Meng Tauzi yang sedang bersemunyi di dalam menara hitam terlihat sangat kesal dan frustasi
17:06karena beberapa harta pusakannya dihancurkan begitu saja oleh makhluk raja dalam tornado.
17:12Sesaat kemudian Meng Tauzi tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan makhluk raja yang menyusulnya,
17:17di mana seketika makhluk raja tersebut menyuruhnya keluar dari dalam menara hitam sekaligus melemparinya dengan sebuah serangan.
17:26Mendapati situasi ini Meng Tauzi yang masih ingin hidup lebih lama itu,
17:30lantas mengorbankan kata klitian yang sudah menemannya selama seribu tahun
17:35untuk kemudian diambil inti jiwanya supaya bisa mengalahkan makhluk raja.
17:41Setelah mendapatkan inti kataknya,
17:43Meng Tauzi pun segera menelan inti tersebut sehingga wujudnya mulai berubah.
17:48Alhasil ketika dia mendapat serangan dari makhluk raja lagi,
17:51eh tiba-tiba...
17:52Eh tiba-tiba saja Meng Tauzi mendadak kuat sehingga dia bisa menahan serangan mematikan dari makhluk raja.
18:01Situasi tersebut jelas membuat makhluk raja dan rombongan waling terkenjot-kejon
18:05tidak menyangka bahwa Meng Tauzi akan berubah kuat dalam sekejap.
18:09Pada saat itu, makhluk raja juga tidak menyangka bahwa Meng Tauzi akan tega menelan inti katak klitian
18:16hanya demi meningkatkan level kultifasinya.
18:19Namun ketidakmenyangkaan makhluk raja itu lantas mendorong Meng Tauzi untuk menjelaskan
18:25bahwa katak yang dia besarkan selama seribu tahun itu
18:28hampir menjadi binatang buas terkuat tetapi terpaksa ia korbankan
18:33karena terdesak oleh makhluk raja.
18:35Oleh sebab itulah Meng Tauzi yang sekarang sudah mencapai rana transformasi jiwa sempurna itu pun
18:41segera menguji coba kekuatannya terhadap makhluk raja.
18:47Akibat dari penyerangan Meng Tauzi, tubuh makhluk raja itu berhasil dilukai
18:51tetapi sesaat kemudian, makhluk raja tersebut langsung membuat perlawanan
18:56dengan menghadang balik Meng Tauzi.
18:58Sebagai akibatnya sosok Meng Tauzi yang tidak rela kalah dalam pertarungan itu pun
19:02akhirnya meledakan racun sembilan neraka ke arah makhluk raja
19:07sehingga makhluk tersebut pun merasakan kesakitan.
19:11Namun yang mengejutkan rasa sakit yang dialami makhluk raja itu
19:15membuat dia memanggil kekuatan rakyatnya untuk bersatu
19:18hingga akhirnya kekuatan itu pun berubah wujud menjadi sebuah senjata pusaka
19:23yang digunakan untuk melawan Meng Tauzi.
19:26Wah ajan guys bentar ya, kita tunda dulu.
19:31Di sisi lain Meng Tauzi yang tidak mau kalah pun
19:34segera mengeluarkan kuali hijaunya untuk melakukan perlawanan
19:37tapi sayangnya, harta pusaka itu harus berakhir terbelah dua bagian
19:42akibat beradu dengan senjata makhluk raja
19:44dan karena saat ini harta pusaka Meng Tauzi sudah rusak parah
19:49maka makhluk raja segera mendekat untuk menghabisi Meng Tauzi saat itu juga
19:53tapi tanpa diduga, tindakan makhluk raja itu ternyata tidak membuat Meng Tauzi merasa takut sedikit pun
20:00dan justru malah membuatnya bersikap sombong seolah bisa mengalahkan makhluk raja
20:05dan benar saja, tidak lama setelah makhluk raja mendekat
20:09Meng Tauzi segera meledakan racun yang paling mematikan
20:12sehingga tubuh makhluk raja itu pun meledak dan berhamburan kemana-mana.
20:16Mendapati kejadian itu, Wang Ling dan dua iblis piaraannya terkejut-kejut
20:21tidak menyangka bahwa Meng Tauzi akan berhasil mengalahkan makhluk raja dengan racunnya
20:27Situasi ini pun lantas membuat iblis Suligau lagi-lagi mengajak Wang Ling
20:31untuk bergegas menuju pintu masuk alam tantangan kedua
20:35Menurut Suligau, jika mereka tidak segera pergi dari tempat itu
20:39maka dikhawatirkan sosok kejam bernama Meng Tauzi itu akan menemukan keberadaan mereka
20:45dan mempersulit perjalanannya
20:48Akan tetapi ajakan iblis Suligau ini malah ditolak oleh Wang Ling
20:52yang seketika meminta para iblisnya untuk lebih mendekat ke arah Meng Tauzi
20:56Setelah posisi mereka lebih dekat dengan posisi Meng Tauzi
21:02Wang Ling mencoba meradar tas penyimpanan harta pusaka milik Meng Tauzi
21:07lalu mengatakan bahwa dirinya berniat mencuri benda pusaka kultifator
21:12transformasi jiwa milik Meng Tauzi
21:14dimana harta pusaka itu akan dijadikan sebagai senjata tambahan
21:19bagi Wang Ling dalam menghadapi ujian tantangan di alam tantangan kedua
21:25Niat Wang Ling ini pun lantas di komentari iblis Suligau
21:28yang khawatir kalau rencana tersebut akan gagal
21:31dimana menurutnya sosok Meng Tauzi itu
21:34masih memungkinkan untuk bisa menghabisi Wang Ling dengan sisa-sisa kekuatannya
21:40Akan tetapi Wang Ling mengabaikan kekhawatiran itu
21:43dan nekat menyuruh iblis kedua
21:45untuk mengendalikan makhluk-makhluk dalam tornado
21:48supaya menyerang Meng Tauzi
21:50Ketika makhluk-makhluk dalam tornado mulai menyerang
21:56Meng Tauzi segera bergegas menuju pintu masuk alam tantangan kedua
22:00dan bersamaan dengan itu dia menyadari bahwa makhluk-makhluk dalam tornado
22:04dengan kultivasi, formasi jiwa, dan formasi inti sedang berniat menghabisinya
22:09dia pun segera mempercepat laju terbangnya
22:12tapi sesaat kemudian Meng Tauzi eh tiba-tiba dikejutkan dengan seutas tali yang mencengkram kakinya
22:18dimana tali tersebut ternyata berasal dari Wang Ling
22:22Mendapat perlakuan ini, Meng Tauzi tentu menjadi marah
22:26sekaligus terkejut tidak menyangka akan ada Wang Ling di tempat itu yang masih hidup
22:32Meng Tauzi lebih terkejut lagi ketika Wang Ling menarik tubuhnya hingga ke bawah
22:37dan terjebak dalam kerumunan makhluk-makhluk tornado yang menyerangnya
22:41Tepat ketika Meng Tauzi diserang sekumpulan makhluk dalam tornado
22:47Wang Ling segera memanfaatkan situasi tersebut
22:49untuk secepatnya merebut tas penyimpanan harta pusaka milik Meng Tauzi
22:54Sementara itu setelah tas penyimpanan harta pusaka direbut
22:58secara perlahan tubuh Meng Tauzi pun meledak di udara
23:02Namun yang mengejutkan, sesaat setelah tewasnya Meng Tauzi
23:05makhluk-makhluk dalam tornado yang menyerang Meng Tauzi itu
23:09akhirnya bisa menemukan lokasi Wang Ling
23:12sehingga kini sekumpulan makhluk dalam tornado itu pun
23:15segera berbalik arah untuk menyerang Wang Ling
23:18Sesaat setelah keberadaan Wang Ling dan kedua iblisnya diketahui
23:25iblis Suligau langsung panik sejadi-jadinya
23:27dan menilai kalau sebentar lagi mereka akan menemui kematian
23:31Berbeda dengan Suligau, Wang Ling justru masih tampak tenang
23:35dan berusaha melindungi diri mereka dengan formasi pelindung
23:38Setelah membuat pelindung Wang Ling kemudian
23:41meminta iblis kedua untuk menggerakkan tornado
23:44dan menghindari dari makhluk raja yang akan menyerang mereka
23:47Namun berhubung aksi penghindaran itu dinilai terlalu lambat
23:51maka Wang Ling segera menggunakan jimat pemberian dari pacarnya Limuan
23:57untuk lebih memperkuat formasi pelindung
23:59sekaligus mempercepat upaya penghindaran mereka dari makhluk raja
24:04Berkat jimat pemberian Ayang Mbebnya
24:09Wang Ling dan kedua iblisnya berhasil menghindar dari makhluk raja
24:13dan akhirnya menerobos pintu masuk alam tantangan berikutnya
24:16bersama beberapa makhluk tornado yang sengaja ia bawa
24:19untuk dijadikan alat pertahanan
24:22Setibanya di alam tantangan itu Wang Ling menyimpan kembali jimat naga pemberian Limuan
24:27sehingga otomatis makhluk-makhluk tornado yang dibawanya menjadi tercerai berai
24:32Tak hanya itu
24:33Wang Ling juga membuat iblis kedua melahap jiwa salah satu makhluk dalam tornado
24:38lalu menyimpan sisanya ke dalam tas penyimpanan
24:42Setelah mengamankan makhluk-makhluk tersebut
24:46Wang Ling kemudian mengeluarkan iblis suligau
24:48lalu memintanya untuk melindungi Wang Ling selama beberapa waktu ke depan
24:52dimana selama waktu tersebut Wang Ling akan memeriksa tas penyimpanan yang dirampasnya
24:56dari Meng Tauzi untuk mencari harta pusaka yang bisa digunakan di alam tantangan ini
25:02Nah, begitu tas penyimpanan itu diperiksa
25:05Wang Ling tidak menemukan adanya segel spiritual pelindung
25:09sehingga hal itu membuat dia dapat menebak bahwa Meng Tauzi sudah meninggal di gurun pasir
25:14Tidak adanya segel pelindung juga membuat Wang Ling dapat memeriksa seluruh isi tas penyimpanan
25:20dimana ternyata isi tas tersebut terdiri dari banyak batu spiritual
25:25kualitas tinggi dan harta-harta berharga lainnya
25:29Di antara sekian banyak harta itu
25:33Wang Ling menemukan kuali hijau beracun yang sebelumnya
25:36sempat dipergunakan Meng Tauzi untuk melawan makhluk raja
25:39Setelah diperiksa kuali beracun yang kondisinya terbelah dua bagian itu
25:44ternyata merupakan harta pusaka dari negara kultifator tingkat tiga
25:49dan disebut dengan kuali raja obat
25:51dimana kuali itu awalnya merupakan milik guru Meng Tauzi
25:56tetapi Meng Tauzi sengaja menghabisi gurunya
25:59untuk bisa mengambil alih benda tersebut
26:02kuali itu pun dijadikan Meng Tauzi sebagai pusaka hidupnya
26:05yang disempurnakan dengan menggunakan api tubuh selama ribuan tahun
26:10dan berubah menjadi kuali raja racun yang mengandung banyak racun mematikan
26:15Meskipun kuali raja racun itu merupakan benda pusaka yang sangat berbahaya untuk dimiliki
26:22Wang Ling meyakini satu hal bahwasannya
26:24kuali racun itu bisa sangat bermanfaat jika dipergunakan dengan benar
26:29Wang Ling sangat yakin kuali beracun itu akan bisa membantunya melarikan diri
26:34dari tempat berbahaya seperti alam tantangan saat ini
26:37Nah, Wang Ling pun mulai mengotak-atik kuali beracun tersebut
26:41hingga akhirnya roh dari kuali itu dapat keluar
26:44lalu ia gabungkan dengan pedang terbang miliknya sendiri
26:48Alhasil penggabungan dua benda pusaka itu pun
26:51menjadikan pedang terbang Wang Ling sebagai pedang beracun yang tentunya sangat mematikan
26:56Melihat pedang beracun itu, Iblis Suligo tampak sangat terkagum-kagum
27:02lalu memuji Wang Ling atas keberhasilan upayanya
27:05Terlebih lagi, pedang beracun itu sekarang sudah memiliki kemampuan yang lebih mematikan
27:10yakni bisa membuat mati kultifator di tingkat jiwa lahirnya
27:14Tersaat kemudian Wang Ling menyimpan pedang beracun itu ke dalam tas penyimpanan
27:18lalu mengeluarkan Iblis kedua dan beberapa mahluk tornado yang tadi sempat disimpannya
27:23dan karena Iblis kedua itu tampak sedang bersantai sambil dipijat para mahluk tornado
27:29maka seketika Iblis Suligo langsung menunjukkan rasa irinya
27:33dan berharap bahwa di masa depan dirinya juga akan memiliki beberapa pendamping
27:40Terlepas dari rasa iri yang ditunjukkan Iblis Suligo
27:46Wang Ling kemudian menyuruh mahluk-mahluk tornado dan kedua Iblisnya
27:49untuk berpencar memeriksa keadaan sekitar lalu ia pun dapat menemukan adanya
27:54sebuah batu besar bertulisan jalan tanpa jalan kembali
27:59menyadari kalau tulisan itu merupakan jejak yang ditinggalkan oleh pengunjung terdahulu
28:04Wang Ling segera menghampiri batu besar itu yang ternyata di dekatnya ada sebuah jembatan batu
28:11setibanya di tempat itu Wang Ling mulai memikirkan pesan-pesan yang ditinggalkan si pembuat jejak
28:16dan ia pun akhirnya dapat menyimpulkan bahwa untuk keluar dari tempat tersebut
28:20Wang Ling hanya perlu melangkah maju melewati jembatan tanpa pernah berpikir untuk kembali
28:26Setelah memahami itu Wang Ling kemudian meminta Iblis Suligo untuk memeriksa kondisi jembatan hitam
28:34dan hasilnya menunjukkan kalau jembatan itu aman untuk dilewati
28:38akan tetapi Wang Ling tidak segera melangkah ke jembatan dan malah mengutus
28:43satu makhluk tornado untuk lewat kesana duluan sebagai uji coba
28:47dan yang mengejutkan ketika makhluk tersebut berbalik arah di tengah jembatan
28:53eh tiba-tiba saja tubuhnya terhisap energi misterius yang membuatnya menghilang tanpa jejak
28:58kejadian tersebut lantas membuat Wang Ling semakin yakin bahwa
29:02segala makhluk spiritual yang menapaki jembatan hitam itu
29:06benar-benar tidak akan pernah bisa kembali ke posisi awal
29:11karena sudah cukup paham dengan cara kerja dari jembatan itu
29:16Wang Ling kemudian mulai melangkah untuk melewati jembatan
29:19diikuti kedua Iblis piaraannya yang berjalan di belakang
29:23namun baru beberapa langkah kedua Iblis piaraan itu
29:26eh tiba-tiba menghilang sehingga Wang Ling cukup terkejut
29:30namun tetap berusaha untuk bersikap tenang tanpa menoleh ke belakang
29:34tak lama dari itu Wang Ling kembali dikejutkan
29:37dengan munculnya sosok naga merah
29:39sehingga hal itu membuat Wang Ling mempercepat langkah dengan cara berlari
29:44namun secepat apapun Wang Ling berlari
29:46naga merah itu akhirnya berhasil mencegah tepat di depan Wang Ling
29:49meski naga sudah di depan mata
29:53Wang Ling tetap bersikap tenang dan melangkah maju
29:56seperti tidak terdapat apapun di hadapannya
29:59hal ini dikarenakan Wang Ling telah menyadari adanya beberapa kejanggalan
30:04dari munculnya naga merah dan juga menyadari
30:07kalau naga itu hanya merupakan ilusi saja
30:10dan benar saja ketika Wang Ling terus berjalan ke depan
30:13tanpa berpikir untuk kembali
30:15maka naga merah itu pun menghilang tanpa jejak
30:18namun tidak berselang lama Wang Ling kembali
30:21dilanjutkan dengan kemunculan sosok lain
30:23dimana yang mengejutkannya ternyata
30:26sosok itu merupakan kedua orang tuanya yang memanggilnya di belakang
30:31begitu bayangan orang tuanya muncul Wang Ling sempat tergoda untuk menoleh ke belakang
30:38sebagai anak yang baik hati dan tidak sombong
30:41tapi untungnya dia langsung mengingat bahwa
30:43semua penampakan yang muncul di jembatan tidak lebih dari sekedar ilusi penggoyah keyakinan
30:49Wang Ling pun terus berjalan tanpa menoleh sekalipun
30:52menampakan musuh bubu yutannya alias
30:55Teng Hua Yuan si kakek dajal ikut muncul
30:58dan seolah meyakini kedua orang tuanya
31:01bahkan ketika ibunya mengatakan bahwa mandik yang diberikan Wang Ling sudah dihancurkan
31:06keteguhan Wang Ling tetap tidak tergoyahkan
31:08dan justru membuatnya semakin sadar
31:11kalau semua drama yang ditampilkan di atas jembatan itunya
31:15hanyalah ilusi itunya
31:17tanpa diduga keteguhan hati Wang Ling untuk tidak menoleh ke belakang itu pun
31:23akhirnya membawa dia ke penghujung jembatan
31:25dimana seketika kedua iblis piaraannya pun muncul kembali dengan secara tiba-tiba
31:30tanpa membuang waktu lagi Wang Ling dan kedua iblisnya pun langsung menerobos ke pintu
31:35masuk alam tantangan
31:36yang berikutnya yang setibanya di sana
31:39Wang Ling segera mengedarkan kesadaran ilahinya
31:41serta menguji tempat tersebut dengan menggunakan
31:44beberapa makhluk kecil dari tornado
31:47namun yang mengejutkan
31:48ketika makhluk-makhluk kecil itu melintas beberapa meter
31:52eh tiba-tiba saja tubuh mereka terjebak oleh sebuah larangan yang sangat kuat
31:57merasa belum cukup untuk memeriksa tingkat bahaya di tempat itu
32:02Wang Ling kemudian mengeluarkan beberapa makhluk kecil lagi
32:05untuk mencari tahu bahaya apa lagi yang kemungkinan muncul lagi
32:09nah dan yang tidak kalah mengejutkan
32:12makhluk-makhluk kecil itu lenyap tak berbekas sehingga Wang Ling dapat menyimpulkan
32:16bahwa di tempat tersebut ada lebih dari satu larangan yang dipasang
32:20tak hanya itu Wang Ling juga menyadari
32:23bahwa tempat itu bukan merupakan alam tantangan ketiga
32:27melainkan alam tantangan kedua yang sesungguhnya
32:30berdasarkan pengamatannya Wang Ling kemudian menduga bahwa
32:33untuk bisa keluar atau lolos dari alam tantangan kedua
32:37maka ia harus bisa melewati setiap larangan
32:39atau jebakan yang ada di sepanjang perjalanan
32:44ketika Wang Ling memahami cara kerja alam tantangan kedua
32:49ia tiba-tiba diberitahukan Suligau untuk mengikuti arah tertentu
32:53dimana hal tersebut membuatnya langsung tersadar bahwa
32:56ada seseorang yang telah melewati alam tantangan kedua sebelum dirinya
33:00dan benar saja
33:02jauh di depan Wal Ling ada Raja Iblis 6 keinginan
33:05dan pengikutnya sedang berusaha menerobos setiap larangan yang ada di alam tantangan kedua
33:11pada saat itu Raja Iblis 6 keinginan menggunakan harta pusaka berharganya
33:15sehingga ia mampu melewati setiap larangan dengan begitu mudah
33:21setelah penerobosan larangan yang kesekian kalinya
33:28Raja Iblis 6 keinginan tiba-tiba teringat pada masa seribu tahun lalu
33:33ketika ia pertama kalinya datang ke alam tantangan kedua bersama dengan gurunya
33:38dimana pada seribu tahun lalu gurunya pernah memberitahukan tentang kondisi alam tantangan kedua
33:44yang ternyata dinamakan gunung terlarang
33:47karena di sepanjang jalannya dipenuhi oleh berbagai larangan
33:51selain itu guru tersebut juga memberitahukan bahwa
33:55larangan di tempat itu menyerupai semacam formasi sihir
33:58hanya saja bisa mengikuti pikiran orang yang mengeluarkan tekniknya
34:03dan lebih condong pada pemikiran spiritual
34:06guru tersebut juga menambahkan bahwa
34:08kultifator dengan kekuatan besar juga
34:11bisa membuat larangan asalkan pemikiran spiritualnya tidak sampai padam
34:16dan jika pikiran spiritualnya rada-rada kotor
34:19yang muncul bukan rusak
34:21tapi ya tahulah kalian sendiri kan
34:24disamping itu guru dari raja iblis enam keinginan juga memberitahukan tentang cara mematahkan larangan di tempat tersebut
34:34yakni dengan menghancurkannya secara paksa
34:37akan tetapi kelemahan dari metode tersebut membutuhkan tingkat kultifasi yang sangat kuat
34:42ada pun cara mematahkan larangan yang lainnya
34:45yakni dengan mempelajari setiap larangan terlebih dahulu
34:49hingga didapatkan cara mematahkan dengan sendirinya
34:52setelah mengingat apa yang dikatakan gurunya itu
34:55raja iblis enam keinginan pun langsung mempraktekan pengetahuan tersebut
34:58yakni mengubah larangan yang baru dilewatinya
35:01sesaat setelah memberitahu ada celah yang bisa dilewati
35:07iblis suligau segera menyarankan kepada waling supaya tuannya itu melewati jalan tersebut
35:12dan tidak perlu repot-repot berupaya mencari jalan yang lain
35:16waling pun tentu mengikuti saran tersebut
35:19namun setelah beberapa langkah dia mulai merasakan
35:22adanya suatu kejanggalan
35:24sehingga akhirnya waling terpaksa melakukan pemeriksaan terhadap sepetak rumput
35:28yang akan ia lewati di jalan tersebut
35:31begitu diperiksa waling akhirnya mengetahui bahwa
35:34di dalam sepetak rumput tersebut
35:36ternyata ada sebuah larangan
35:38sehingga dia segera mengirim suligau
35:41dan beberapa makhluk kecil untuk mencoba menghancurkan larangan itu
35:44tanpa diduga larangan yang ada pada sepetak rumput itu
35:50ternyata gagal dihancurkan secara paksa
35:53dan justru malah melenyapkan makhluk-makhluk kecil yang dikirim wanglin
35:56bahkan suligau yang pada dasarnya tidak punya tubuh fisik pun
36:01harus terkena larangan tersebut
36:03sehingga dirinya benar-benar kesakitan
36:05dan karena suligau telah berkorban untuk jadi objek uji coba wanglin
36:10dalam menghadapi larangan
36:12maka dia segera meminta imbalan kepada wanglin
36:15supaya diberi sejumlah jiwa untuk dilahap
36:18wanglin pun segera memberikan sejumlah jiwa
36:21lalu setelahnya dia mulai mempelajari larangan yang terpasang dalam rumput
36:26saat mempelajari larangan wanglin akhirnya mengetahui bahwa
36:31jika dia menggunakan pembentukan pil untuk memperkuat larangan
36:35maka dipastikan dirinya akan berakhir mati dengan mudah
36:39wanglin juga memahami bahwa
36:40pada setiap larangan yang dipasang
36:42pasti ada sesuatu yang menarik perhatian
36:45dan bisa dipecahkan setelah mempelajari cara kerjanya
36:49nah disamping itu wanglin juga akhirnya menyadari
36:52bahwa larangan yang sedang dipelajarinya saat ini cukup rumi
36:55dan diprediksi dibuat oleh seorang ahli larangan
36:58setelah memahami beberapa info penting terkait larangan tersebut
37:02wanglin segera mencatatnya pada batu giok
37:0510 hari berlalu
37:09iblis suligau mulai merasakan bosan dengan wanglin
37:12tidak juga bergerak maju untuk melewati larangan
37:15sementara itu wanglin sendiri masih tanpa huisyuk mempelajari larangan
37:20hingga tak lama setelahnya dia pun berhasil menemukan beberapa letak formasi
37:24yang terlarang tersebar di beberapa pohon kecil
37:27tak hanya itu
37:29wanglin juga dapat memprediksi bahwa
37:31larangan tersebut dibuat oleh raja iblis 6 keinginan
37:35sehingga info tersebut langsung membuat suligau jadi khawatir
37:39terlepas dari kekhawatiran suligau
37:41wanglin tampak memuji larangan yang dibuat raja iblis 6 keinginan
37:45yang telah melampiaskan aura kepanikan di atas larangan aslinya
37:49sehingga larangan itu jadi lebih kuat
37:52setelah memahami cara kerja larangan tersebut
37:57wanglin kemudian mencoba mengdobrak larangan dengan kekuatan spiritualnya
38:01tetapi upaya itu dinilai terlalu lambat untuk berhasil
38:05di sisi lain suligau terus merangek kepada wanglin
38:09dan mempertanyakan tindakan apa yang harus mereka ambil
38:13untuk menghadapi raja iblis keinginan di masa depan
38:17nah mendapati pertanyaan seperti ini
38:19wanglin meminta suligau untuk tidak khawatir
38:22karena menurutnya peluang bertemu raja iblis 6 keinginan itu sangatlah kecil
38:27mendengar ini suligau pun berhenti khawatir
38:30tetapi ia lanjut bertanya
38:31apakah raja iblis 6 keinginan merasakan
38:34jika larangan yang dibuatnya telah dilanggar wanglin
38:37mendapat pertanyaan semacam itu
38:42wanglin kemudian memberitahukan bahwa
38:44setiap larangan yang berhasil dilanggar
38:46sudah pasti akan bisa dirasakan oleh pembuatnya
38:49hanya saja kemungkinan besar
38:51raja iblis 6 keinginan itu tidak akan memprediksi
38:54bahwa wanglin lah yang berhasil menerobos larangan buatannya
38:58dan benar saja
38:59jauh di depan sana raja iblis 6 keinginan
39:02ternyata bisa merasakan
39:04kalau larangannya telah dilanggar seseorang
39:06hanya saja dia tidak bisa menebak
39:08apakah orang tersebut adalah duan muji
39:11ataukah ahli racun mengtozi
39:13yang sudah pindah alam
39:15namun meski demikian raja iblis 6 keinginan
39:18tidak terlalu khawatir
39:19dan malah mengirim energi spiritual yang begitu kuat
39:22untuk mempersulit orang di belakangnya
39:25sementara itu setelah berhari-hari
39:30wanglin akhirnya menghadapi larangan kedua
39:32dimana saat ini
39:33dia menggunakan iblis suligau
39:35untuk mencoba menyeberangi sungai api
39:37dan memeriksa tingkat bahaya di dalamnya
39:40setelah mengamati pergerakan iblis suligau
39:43dalam larangan sungai api
39:45wanglin akhirnya mengetahui
39:47bahwa mata formasi yang dipasang dalam larangan tersebut
39:50merupakan ciptaan kesadaran ilahi
39:53dimana jika dia menghancurkannya dengan kesadaran spiritual secara langsung
39:58maka itu akan menimbulkan pemberontakan
40:02alhasil demi bisa menerobos larangan tersebut
40:06wanglin lantas mencoba menggunakan cara lain
40:08yakni menutupi mata formasi
40:09dengan menggunakan kesadaran spiritual
40:12tanpa diduga cara yang dipergunakan wanglin ini
40:17berhasil mematahkan larangan tersebut
40:19dimana seketika sungai api yang semula dipenuhi dengan energi panas
40:23ini berubah wujud menjadi sebuah jembatan
40:26dengan pemandangan yang cukup menyegarkan
40:28keberhasilan tersebut lantas membuat suligau
40:31segera mengucapkan selamat kepada wanglin
40:34sementara itu wanglin sendiri mulai sibuk kembali
40:37untuk mempelajari larangan berikutnya
40:40dan tanpa terasa seiring berjalannya waktu
40:43wanglin telah menghabiskan waktu bertahun-tahun
40:45hanya untuk mempelajari berbagai batasan yang harus ia lewati
40:50bahkan saat ini rambut wanglin mulai memuti
40:53menunjukkan bahwa energi mentalnya sangat terkuras
40:56untuk mempelajari larangan
40:58namun meski demikian wanglin mulai merasa yakin
41:02bahwa dia bisa membuat larangan yang tidak kalah kuat
41:05dengan buatan Raja Iblis 6 keinginan
41:08jauh di belakang wanglin sosok Duan Muji
41:13baru tiba di alam tantangan kedua
41:15dimana seketika dia langsung berkata-kata
41:17bahwa meskipun dirinya menghabiskan
41:19begitu banyak waktu di alam tantangan pertama
41:22dia tidak terlalu menyesal
41:24karena memiliki sekantong senjata ajaib
41:27yang bisa dipergunakan di alam tantangan kedua
41:29perlahan Duan Muji mulai segera menggunakan senjata ajaibnya
41:34untuk menghancurkan larangan pertama
41:36namun tak lama setelahnya dia menjadi kesal
41:38lantaran menemukan larangan lain yang dianggapnya terlalu berbelit-belit
41:43namun meski demikian
41:45Duan Muji tetap yakin bisa melewati setiap larangan ditantangan kedua
41:49karena seribu tahun lalu dia pernah berpengalaman datang ke tempat tersebut
41:54kembali kepada Wang Lin
41:58saat ini dia juga merasakan bahwa sejumlah larangan yang dibuat telah dipatahkan seseorang
42:03yang berdasarkan kecepatannya
42:05Wang Lin dapat memprediksi bahwa orang tersebut adalah Duan Muji
42:09mendengar ini Iblis Suligo lagi-lagi menjadi panik
42:12dan khawatir berakhir mati
42:14sementara Wang Lin sendiri masih menunjukkan sikap tenang
42:17sembari memikirkan cara untuk memperlambat gerakan Duan Muji
42:21setelah beberapa saat Wang Lin pun mulai membuat larangan yang jauh lebih kuat dan rumit
42:26yang bisa memungkinkan Duan Muji untuk kehilangan kultivasinya satu level
42:31tepat ketika Duan Muji telah tiba di area larangan yang dibuat Wang Lin barusan
42:38Duan Muji langsung dikejutkan dengan formasi angin dan guntur
42:42sehingga dia segera menggunakan senjata pusaka
42:44berupa sebuah cambuk untuk menghalau angin dan guntur tersebut
42:48namun sesaat kemudian Duan Muji kembali dikejutkan dengan hancurnya cambuk tersebut
42:54sehingga dia buruk-buruk mengeluarkan benda pusaka lain untuk melindungi diri dari serangan guntur
43:00dalam waktu yang bersamaan Duan Muji seketika
43:03menyadari bahwa larangan angin dan guntur seribu tahun lalu tidak seperti saat ini
43:08hal ini pun lantas membuat dia berpikir bahwa ada seseorang yang telah mengubah larangan tersebut
43:14setelah menyadari adanya perubahan dalam larangan
43:19Duan Muji segera bertindak untuk menghancurkan larangan tersebut dengan pusaka-pusaka lainnya
43:24dan bersamaan dengan itu juga
43:26menyadari bahwa hasil otak-atik larangan angin dan guntur
43:29tergolong ke dalam trik yang cukup licik
43:32berdasarkan penilaian itu Duan Muji kemudian menyimpulkan
43:35bahwa orang yang telah mengotak-atik larangan tersebut
43:39adalah Raja Iblis 6 Keinginan
43:41karena dia belum tahu kalau misal Wang Lim masih hidup
43:45setelah berjuang cukup lama
43:47Duan Muji akhirnya berhasil melewati larangan tersebut
43:50meskipun dia harus kehilangan
43:52labu pusaka andalannya
43:54saat dipergunakan untuk melindungi diri
43:57sementara Duan Muji telah berhasil menerobos larangan angin dan guntur
44:03jauh di depan sana Wang Lim sedang menyembuhkan diri
44:06untuk membuat sejumlah larangan lagi
44:08yang jauh lebih sulit dari sebelumnya
44:10alhasil ketika Duan Muji sampai pada larangan-larangan yang dibuat Wang Lim
44:15dia semakin merasa kesulitan
44:17dan perlu menghabiskan banyak waktu serta energi untuk dapat melewatinya
44:21situasi tersebut lantas membuat Duan Muji menjadi semakin kesal
44:25dan bertekad untuk membalaskan dendam kepada si pembuat larangan
44:29dendam Duan Muji itu pun dapat terdeteksi oleh Ibu Suligau
44:34sehingga dia menjadi semakin panik
44:36dan menjadi sangat khawatir
44:38bahwa Wang Lim akan tersusul oleh Duan Muji
44:42mendapati situasi ini
44:46Wang Lim terus segera bertindak
44:47dimana seketika dia langsung mengedarkan kesadaran ilahinya ke dalam kabut merah
44:52sehingga memicu larangan di dalamnya untuk menyerang Wang Lim
44:56tapi untungnya Wang Lim berhasil menghadang serangan tersebut
44:59lalu secepat mungkin membawa Iblis Suligau menerobos ke dalam kabut tersebut
45:04dan karena selama dalam kabut itu Wang Lim hampir tersusul oleh Duan Muji
45:08maka ia memutuskan untuk bersemunyi dalam kabut
45:12nah dengan segera Wang Lim pun mempercepat langkah kakinya
45:15untuk menemukan area persemunyian dan bersamaan dengan itu
45:19dia menemukan beberapa info terkait larangan dalam kabut
45:22lalu mencatatnya sembari berlari
45:25melihat Wang Lim masih sempat-sempatnya mempelajari larangan
45:30sambil menghindari Duan Muji
45:32Iblis Suligau langsung mengomentari Wang Lim
45:34tidak habis pikir dengan tindakan yang diperbuat oleh Wang Lim
45:38namun di sisi Wang Lim sendiri
45:40tampak tidak terganggu dan terus menjalankan semua rencana
45:43yang ada di kepalanya
45:45hingga pada satu titik Wang Lim akhirnya berhenti berlari
45:48dan menumbangkan semua senjata yang hampir menyerangnya
45:51tak lama kemudian
45:52Wang Lim meminta Suligau untuk memuntahkan beberapa jiwa
45:55yang telah dimurnikan dalam perutnya
45:57dengan patuh iblis Suligau pun
46:00segera memuntahkan beberapa jiwa yang diberikan kepada Wang Lim
46:03agar Wang Lim dapat meningkatkan nilai spiritualitasnya
46:07dan menjadi kamuflase di dalam kabut itu
46:10setelah memuntahkan beberapa jiwa dari tubuhnya
46:16Suligau yang penasaran pun lantas mempertanyakan untuk apa
46:19tujuannya meminta jiwa-jiwa yang telah dimurnikan
46:22pertanyaan tersebut lantas dijawab oleh Wang Lim
46:25bahwa dia akan mempergunakan jiwa-jiwa itu
46:28untuk bisa memblokit beberapa trik dari larangan yang dibuat
46:32oleh seorang kultifator transformasi jiwa
46:35hal tersebut dikarenakan kesadaran ilahi dari kultifator transformasi jiwa
46:39seperti Raja Iblis 6 Keinginan dan Duan Muji sangatlah kuat
46:44sehingga hanya jiwa-jiwa itulah yang bisa memblokir dan mengelabawi trik mereka
46:49tidak berselang lama Duan Muji kini telah sampai di dalam kabut merah
46:54namun saat itu kesadaran ilahinya tidak mampu mendeteksi keberadaan Wang Lim
46:59sehingga ia menjadi bertanya-tanya trik-trik macam apa yang sedang dipermainkan oleh Wang Lim
47:06selamat menikmati
Comments