- 7 months ago
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00Welcome back to Chakradiva
00:30Hisap retakan ruang tersebut
00:31Namun bukan hanya ketigianya yang masuk ke dalam retakan
00:34Para murid lain yang sudah sampai tahap jiwa baru lahir juga
00:38Tidak bisa berbuat banyak setelah retakan ruang tersebut muncul
00:42Bahkan saat mereka berusaha menyatukan kekuatan untuk membuka pintu teleportasi
00:46Energi misterius yang menyedot mereka jauh lebih kuat
00:49Usut punya usut, kekuatan tersebut semakin meningkat drastis
00:53Karena karena kemunculan, jiwa-jiwa gentayangan yang jumlahnya tak terbatas
00:58Di sisi lain Wang Lin yang baru saja mendapatkan tubuh fisik Mali
01:03Masih duduk bersimpu di antara puing-puing batu meteor alam ruang angkasa
01:07Dengan memanfaatkan tubuh Mali
01:09Ia bisa memahami bahwa raga yang dirasukinya hampir mati
01:13Tetapi memiliki bakat tersemunyi yang masih bisa dimaksimalkan
01:17Selain itu Wang Lin bisa lebih leluasa
01:19Untuk melawan jiwa-jiwa gentayangan yang berniat untuk menghabisinya secara keroyokan
01:24Melihat Wang Lin sudah mampu merebut tubuh seseorang
01:27Temannya si pemakan jiwa datang menghampiri dan memperingatkannya bahwa
01:31Alam sekitar tempat tersebut telah hancur kacau balau
01:34Maka dari itu, pemakan jiwa mengajak Wang Lin untuk tetap tinggal di sana selama ribuan tahun ke depan
01:40Sambil menunggu retakan ruang terbuka dari dunia luar
01:43Tapi, eh, tapi...
01:46Wang Lin ngeyel ingin kembali ke dunia nyata melalui pintu teleportasi
01:50Yang entah kapan bisa muncul dan terbuka
01:53Akibatnya sisa-sisa ruh mali di dalam tubuh fisiknya masih bisa dikendalikan
01:57Memberitahu bahwa Wang Lin tidak mungkin bisa semudah itu keluar
02:01Karena roh spiritualnya tertahan
02:03Sama seperti jiwa gentayangan yang berkeliaran
02:06Wang Lin akan terjebak dalam meda pertempuran asing tersebut
02:09Bahkan meski ia bisa memakai esensi spiritual jiwa yang baru lahir
02:13Kalaupun Wang Lin bisa membebaskan diri dari tempat tersebut
02:17Maka ia akan dianggap iblis oleh penduduk dunia luar
02:20Sehingga ia pasti akan dibasmi tanpa ampun
02:23Akan tetapi, Wang Lin bersikeras ingin menunggu pintu teleportasi terbuka secara normal
02:29Dan dengan cara menjaga tempat tersebut tidak runtuh dan hancur
02:33Sejurus kemudian, teman seperguluan mali mencoba terbang
02:38Menghindari kejaran jiwa-jiwa gentayangan
02:41Untuk menemukan pintu teleportasi yang bisa menyelamatkan mereka
02:44Akan tetapi, rombongan tersebut sedikit was-was
02:47Karena mali belum juga kelihatan batangnya saja terpisah
02:51Sehingga ia meyakini anak muda tersebut telah meninggoy
02:55Entah batang apa ya
02:56Hingga kemudian Wang Lin yang saat itu berpura-pura menjadi mali muncul dari belakang
03:00Sehingga membuat teman-temannya merasa pelong karena masih hidup
03:04Sampai pada akhirnya rombongan itu hampir saja ditangkap oleh jiwa-jiwa gentayangan
03:08Namun beruntung mali alias Wang Lin mampu menghindarinya
03:11Pertolongan yang dilepaskan Wang Lin nyatanya tidak disadari oleh ketiga rekannya
03:17Yang masih belum sadar kalau roh yang ada di tubuh mali adalah dirinya
03:21Mereka malah menganggap mali memiliki tingkat kultivasi paling rendah
03:25Yang menyebabkan ia harus berada di belakang dalam perjalanan mencari pintu teleportasi
03:30Wang Lin yang juga tak mau langsung menjelaskan identitas aslinya
03:34Terpaksa mengikuti skenario yang dijalankan oleh ketiga senior dari mali tersebut
03:39Mereka sadar bahwa medan pertempuran asing sangat berbahaya
03:43Sehingga harus segera menemukan pintu teleportasi untuk bisa membebaskan diri
03:47Nah, sesaat sebelum berjalan lanjut
03:50Wang Lin diberi sebutir pil spiritual oleh nona seniornya
03:53Agar tubuh fisik mali tersebut bisa selamat dari bahaya
03:57Dua hari berselang, rombongan Wang Lin masih belum bisa menemukan pintu teleportasi
04:02Meski sudah mencari ke titik yang paling terdekat
04:05Menurut hemat mereka, teleportasi tidak bisa cepat ditemukan
04:08Karena medan peperangan asing tersebut entah mengapa kehancurannya mengalami keterlambatan
04:13Jadi, keruntuhan medan perang memang sengaja ditunda oleh Wang Lin
04:17Dengan bantuan pemakan jiwa sahabatnya yang sebelumnya telah berjanji ingin memberikan bantuan
04:22Akan tetapi dalam perjalanan itu, Wang Lin meminta pemakan jiwa untuk mencari keberadaan Geyang dan Su Hao
04:28Yang telah membunuh mali secara keji dan mengerikan
04:32Sebab di tangan dua orang jahat itulah
04:34Token spiritual yang bisa dipakai untuk memasuki teleportasi bisa didapatkan oleh Wang Lin
04:40Mendapat instruksi tersebut, pemakan jiwa bergegas untuk mencari keberadaan dua anak dajal itu
04:45Sementara Wang Lin secara mengejutkan malah menyelamatkan seniornya Nona Zihong
04:51Keanehan yang terjadi kepada Mali Ang seketika membuat para seniornya terkejut bukan kepala
04:57Karena murid tersebut sebelumnya dicap paling payah di antara mereka
05:01Namun kini segalanya berubah karena Mali bahkan mampu mengusir jiwa-jiwa gentayangan hanya dalam satu kedipan mata
05:08Yang lebih membagongkan lagi adalah
05:10Wang Lin bisa mengendalikan jiwa-jiwa gentayangan menjadi tunduk dan patuh terhadap segala perintahnya
05:16Dalam hatinya ia ingin menggunakan jiwa-jiwa tersebut dengan segenap kesadaran
05:20Sehingga bisa membantunya untuk mengumpulkan harta karun sebelum memasuki pintu teleportasi
05:26Sementara itu seniornya yang merasa kalau Mali sudah berbeda
05:29Diam-diam ingin kabur melarikan diri
05:32Namun segera ditangkap oleh jiwa gentayangan yang dikendalikan oleh Wang Lin
05:36Perubahan mengerikan yang terjadi pada diri Mali membuat murid tersebut rela memberikan kesadaran ilahinya
05:43Asalkan tidak jadi dihabisi dan diselamatkan ke dunia nyata
05:47Begitu juga dengan senior yang lain mereka mau tidak mau menuruti apa kata Wang Lin
05:52Meski sebelumnya memandang murid tersebut sebelah mata
05:55Hingga kemudian senior Zihong memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang sebenarnya telah terjadi
06:01Pada junior Mali sebelum tubuhnya diambil alih oleh Wang Lin
06:05Dengan tegas Wang Lin menjelaskan kalau Mali telah meninggoy
06:08Yang sontak membuat nona Zihong merasa sangat terpukul
06:12Dalam perjalanannya menuju pintu teleportasi
06:17Pemakan jiwa kembali menggoda Wang Lin agar tidak usah kembali ke dunia nyata
06:21Melainkan menetap di tempat tersebut jauh lebih lama
06:24Akan tetapi Wang Lin bersikeras ingin menebus teleportasi
06:27Demi membalaskan dendam kepada si kakek dajal yang telah membuat orang tuanya meninggoy
06:33Tak jauh dari tempat Wang Lin terbang
06:35Para murid dari sekte tarian jiwa sedang ketakutan di dalam tirai pelindung
06:39Karena jiwa-jiwa gentayangan semakin banyak beranak pinak
06:43Murid-murid sekte dengan ciri khas berjubah emas tersebut
06:46Ternyata sedang menunggu teleportasi terbuka
06:49Namun harus menghadapi masalah jiwa gentayangan yang mengeroyoknya
06:53Beruntung tirai tipis yang mengelilingi mereka
06:56Sedikit banyak mampu melindungi dari serangan jiwa gentayangan
06:59Dari kejauhan Wang Lin memerintahkan tiga seniornya untuk lebih dulu mendekati tirai pelindung yang menghalangi serangan-serangan jiwa gentayangan
07:09Hingga kemudian pintu teleportasi mulai nampak sedikit terbuka ketika tiga senior Wang Lin bergerak mendekat
07:16Namun sama sekali tidak dihadang oleh jiwa-jiwa gentayangan
07:20Tentu saja keistimewaan yang didapat ketiganya berkat pertolongan Wang Lin yang memang telah menjelma jadi sosok pemakan jiwa di alam pertarungan asing
07:29Semua orang yang ada di dalam tirai pelindung tak mampu menyemunyikan keheranan mereka karena jiwa gentayangan malah memberi jalan pada tiga senior Wang Lin
07:38Sementara itu Wang Lin yang berusaha menembus tirai pelindung demi masuk ke teleportasi dikasih paham sama pemakan jiwa
07:44Bahwa ia tidak mungkin bisa menghancurkannya
07:48Hingga pada akhirnya
07:50Monster-monster jiwa gentayangan yang ingin menghancurkan tirai pelindung
07:57Jelas membuat murid-murid yang ada di dalamnya sangat ketakutan
08:00Mereka was-was kalau seandainya serangan itu datang tidak ada henti
08:03Maka bukan tidak mungkin tirai pelindung akan benar-benar hancur
08:07Akan tetapi ribuan jiwa gentayangan yang menyerang di bawah komando Wang Lin
08:11Senyata-nyatanya bisa lenyap seketika saat menyentuh tirai pelindung berkekuatan spiritual tersebut
08:16Bahkan Wang Lin sampai geregetan dan menyatukan jiwa-jiwa gentayangan jauh lebih gila lagi
08:22Meskipun ujungnya kalah juga sama tirai tersebut
08:25Hingga pada akhirnya Wang Lin memaksa salah satu dedengkot monster untuk menyerang
08:29Setelah ia membekalinya dengan kekuatan kesadaran ilahi
08:33Meski sukses menembus tirai tersebut
08:37Jiwa gentayangan yang memiliki energi kesadaran spiritual
08:40Belum bisa berhasil menaklukkan tempat tersebut
08:43Dari jarak yang lumayan jauh
08:45Wang Lin lantas diberitahu oleh pemakan jiwa bahwa
08:48Tirai tersebut bisa menembus hukum kesadaran ilahi yang dimiliki oleh Wang Lin
08:53Mau tak mau ia pun harus mencari cara
08:55Agar bisa segera menaklukkan tirai pelindung
08:57Demi bisa memasuki teleportasi untuk keluar
09:00Dari medan pertempuran asing
09:02Alhasil Wang Lin mencoba memurnikan harta karun
09:05Dari beberapa kantong spiritual yang telah didapatkan pemakan jiwa
09:09Setelah ia diam-diam bisa menaklukkan
09:11Menaklukkan geyang dan suhao
09:13Sebab Wang Lin tahu betul kalau geyang dan suhao
09:16Adalah perampok harta karun selama ribuan tahun
09:19Sehingga ia yakin bisa mendapatkan ramuan spiritual
09:22Yang bisa meningkatkan formasi pertahanan tubuhnya
09:25Dan benar saja beberapa saat kemudian
09:28Tubuh Wang Lin dibekap oleh arbor pertahanan berkilauan emas
09:31Yang menjadikannya yakin bisa menembus tirai pelindung
09:34Sementara itu pintu teleportasi akhirnya terbuka
09:37Yang menyebabkan murid-murid di dalam tirai satu persatu tersedot keluar
09:41Meninggalkan medan pertempuran asing yang dianggap bagaikan neraka
09:45Tiga senior Wang Lin yang sudah ada di dalamnya pun
09:48Dipersilakan untuk masuk lebih dulu
09:50Sementara ia akan menyusul mereka secepat mungkin
09:53Meski sadar bahwa roh spiritualnya tidak mungkin bisa masuk teleportasi
09:57Wang Lin tetap nekat melakukannya dengan mengendalikan
10:00Fisik Mali yang sebenarnya biasa-biasa saja
10:03Akibatnya Wang Lin harus kewalahan memasuki
10:06Tirai pelindung karena sutra hitam ilahi yang tersebar
10:09Berusaha menerkam Wang Lin
10:11Perjuangan Wang Lin menjadi bahan tertawaan para pemakan jiwa
10:18Yang menganggapnya sebagai sesuatu yang gila
10:20Dan tidak mungkin bisa menandingi kekuatan sutra hitam dari tirai pelindung
10:24Akan tetapi Wang Lin berkeyakinan bahwa
10:27Berkat energi pertahanan yang dimilikinya
10:29Ia pasti bisa menembus tempat itu
10:31Meski harus mempertaruhkan nyawanya
10:33Terlebih lagi Wang Lin memegang token spiritual dari dunia luar
10:37Yang memang berfungsi menjadi kunci untuk memasuki teleportasi yang jarang terbuka
10:42Dalam keadaan tertekan karena rohnya ditolak oleh teleportasi
10:45Wang Lin menunjukkan token miliknya sambil berteriak bahwa
10:48Ia tidak akan mati untuk yang kesekian kalinya
10:52Dasyatnya ledakan energi yang berasal dari perjuangan Wang Lin
10:58Memaksa para jiwa gentayangan yang membantunya sedikit mundur ke belakang
11:02Mereka meragukan kekuatan Wang Lin meski yang dilakukan anak muda tersebut
11:05Begitu luar biasa tak bisa dicerna oleh akal sehat
11:09Terlebih lagi sisa-sisa berkat kecerdasan Wang Lin dari dunia nyata
11:12Membuatnya bisa menemukan titik lemah dari teleportasi
11:16Dengan mengandalkan token yang ia genggap dengan sangat kuat
11:19Hingga pada akhirnya Wang Lin benar-benar membuktikan ucapannya
11:22Dengan sukses menembus teleportasi
11:24Untuk melakukan balas dendam kepada kakek dajal dan keluarganya
11:28Akan tetapi ia harus bisa mengendalikan sisa-sisa pemakan jiwa yang ada di tubuhnya
11:33Agar tidak berbuat sembarangan saat hidup lagi di dunia nyata
11:37Murid-murid kuil dewa perang sudah sangat menantikan kepulangan senior
11:43Zhou Zihong, Lin Tao, Yang Xiong, dan juga Mal Yang dari medan perang asing
11:49Dan tak bersang lama mereka yang telah ditunggu akhirnya muncul juga
11:52Tepat di depan altar dewa perang namun kurang satu orang
11:55Yakni junior Mali
11:57Kedatangan Zihong, Lin Tao, dan Xiong seketika membuat murid lainnya
12:01Penasarin dengan hasil pengembaraan di medan perang asing
12:04Terutama dalam misi mencari harta karun yang langka
12:07Akan tetapi obrolan dalam pertemuan di siang itu
12:11Justru terfokus pada keberadaan Mali yang menurut Zihong akan pulang belakangan
12:15Sebagai haters Mali tak menyangka jika junior lemah tersebut masih bisa selamat di medan pertempuran asing
12:22Padahal kepulangannya ke kuil dewa perang ternyata tidak terlalu diharapkan lagi
12:27Hingga eh tiba-tiba Mali yang sebenarnya telah meninggoy namun tubuhnya dipinjam oleh Wang Lin
12:36Muncul di hadapan mereka dengan pancaran energi yang sangat luar biasa
12:40Murid-murid kuil dewa perang seketika membisu seakan tak menyangka jika Mali yang ranah kultivasinya biasa-biasa aja
12:46Telah menjelma menjadi sosok yang begitu membagongkan
12:49Dengan langkah gagahnya Mali langsung memberi salam kepada tetua Huo yang ingin mengajaknya untuk ngopi bareng
12:56Sembari melepas lelah setelah Mali pergi ke medan perang asing selama bertahun-tahun
13:01Hanya saja Mali menolak ajakan tersebut dengan memberikan oleh-oleh dari medan perang asing berupa bahan senjata ajaib langka yang cukup berharga
13:10Mali berjanji akan menyelesaikan urusannya yang lain terlebih dahulu sebelum nantinya kembali ke kuil dewa perang
13:17Segera setelah memberikan oleh-oleh yang berharga
13:21Wang Lin langsung pergi ke wilayah negeri terbakar di mana terdapat tiga anak kecil yang sedang asyik bermain petak umper
13:28Kedatangannya secara dadakan kaya tahu bulat itu disambut gembira oleh anak-anak tersebut yang menganggap Wang Lin sebagai dewa abadi pelindung tanah mereka
13:36Sampai kemudian tiga anak itu dipanggil oleh ibunya untuk pulang dan makan dulu baru boleh main lagi
13:42Sedangkan Wang Lin secara eh tiba-tiba memuntahkan seonggok darah
13:47Nah kejadian tersebut disadari Wang Lin sebagai tanda kalau tubuh siplitualnya perlu menyesuaikan diri dengan dunia nyata
13:53Sehingga ia harus menepi untuk bermeditasi dengan cepat untuk memulihkan tubuhnya
13:59Hal pertama yang harus dilakukan Wang Lin adalah memahami segala rahasia yang tersimpan di dalam tubuh fisik dari Mali
14:06Berbekal teknik meditasi siplitual yang dikuasainya
14:09Wang Lin kemudian beralih ke dalam lautan kesadaran di mana ia kembali bertemu dengan pedang Xiao Jian dan Mutiara Tiani
14:16Anehnya di lautan kesadaran tersebut Wang Lin menemukan petir merah dengan level kekuatan ekstrim
14:22Yang bisa bergerak liar melawan hukum jika tidak segera ia murnikan
14:26Jadi kekuatan petir merah tersebut tidak bisa diremehkan dan bahkan bisa membangkitkan Mutiara Tiani dan pedang Xiao Jian
14:35Lebih gila lagi jika petir merah mampu tubuh sebesar lautan-lautan kesadarannya
14:41Maka hukum di dunia bisa menjadi pucat saat menghadapi Wang Lin
14:45Semakin dalam Wang Lin bermeditasi untuk memulihkan lukanya
14:50Ia lantas memasuki alam Mutiara Tiani untuk bertemu dengan roh kedua orang tuanya
14:55Berhubung Wang Lin sedang dalam mode Mali
14:57Ia memperkenalkan diri kepada roh kedua orang tuanya dengan menegaskan bahwa
15:02Ia adalah Tizu, sang putra mereka tercinta
15:05Kesedihan mendalam jelas mendekap jiwa dan hati Wang Lin
15:09Seraya bergumam bahwa ia pasti akan kembali ke keluarga Zhou
15:12Hingga menemukan keberadaan Teng Hua Yuan
15:15Baginya dendam harus dibayar tuntas
15:17Ibarat kalau ia kehilangan mata
15:19Maka harus pula dibalas dengan menghilangkan mata
15:22Proses meditasi yang dilakukan Wang Lin terus berlanjut ketika ia membuka sepotong besi berkualitas tinggi yang diamankannya dari tas penyimpanan murid Geyang dan Su Hao
15:33Sayangnya Wang Lin menyadari bahwa ia tidak bisa membuat pedang dengan besi berkualitas tersebut sehingga hanya mampu memundikan energinya saja
15:41Dengan cara tersebut ranah kultivasi Wang Lin kini meningkat ke tahap tengah pembangunan fondasi dan langsung menceritakan kepada Abah Situnan
15:50Bermodal ranah kekuatan yang sudah mengalami banyak peningkatan
15:54Wang Lin mengaku bisa merekrut bisu manapun hingga mengendalikan jiwa-jiwa spiritual selama di ruang pertempuran asing
16:01Sementara itu di wilayah negara terbakar, tiga orang praktisi sedang terbang menuju pegunungan Jinsan untuk mencari buah emas terbakar alias jujin
16:13Buah tersebut memiliki khasiat untuk menetrakan udara yang masuk ke dalam tubuh
16:17Karena wilayah negara terbakar yang penuh dengan gunung berapi tidak baik untuk kesehatan
16:23Buah jujin nantinya bisa memunikkan pil peleburan roh yang bisa dimanfaatkan setiap orang
16:28Agar bisa menjaga kondisi tubuh selama tinggal di wilayah negara terbakar yang ekstrim
16:33Akan tetapi keberadaan buah tersebut tidak mudah untuk dijangkau karena berada di dalam kawah berapi yang sangat berbahaya
16:41Tiga praktisi yang pada akhirnya mendarat di titik kawah gunung Jinsan
16:45Tidak langsung bergerak turun karena sadar akan resiko yang harus dihadapi
16:49Tapi eh tapi
16:51Bunga emas terbakar yang mereka cari ternyata keburu diambil oleh Wang Lin yang nekat mencabut hingga ke akar-akarnya
17:01Perbuatan Wang Lin lantas membuat tiga musuh tersebut marah besar
17:04Karena ia dianggap terlalu berlebihan mengambil bahan spiritual yang langka
17:08Biasanya setiap sekte hanya berani memetik maksimal 10 buah emas terbakar
17:13Demi menjaga kelestariannya agar bisa diwariskan ke anak cucu
17:18Akan tetapi Wang Lin malah mengambil semuanya sehingga ia harus mendapatkan serangan keroyokan dari tiga praktisi negara terbakar
17:26Menariknya dari tiga praktisi yang sukses dihancurkan Wang Lin seketika dengan petir merah muncul satu orang penyusup yang nyaris mampu mengelabuinya
17:35Namun karena Wang Lin bisa mengetahui gerak-gerik penyusup tersebut
17:39Ia langsung menangkapnya dan mengetahui bahwa anak muda itu adalah Su Ligo
17:44Seorang murid dari sekte Tianggang negara budidaya tingkat keempat
17:49Dalam keadaan semacam itu Wang Lin teringat dengan pesan pemakan jiwa
17:52Bahwa ketika ia berhasil keluar dari medan perang asing dan kembali ke dunia nyata
17:57Maka pasti akan dianggap sebagai iblis
18:00Wang Lin yang melihat Ligo banyak omong dan banyak cincong itu menjebaknya di dalam gua meditasi untuk dimurnikan
18:09Jadi sebenarnya Ligo ini merupakan jiwa pengembara yang dahulu saat masih hidup berada di ranah kultivasi jiwa yang baru lahir
18:16Maka dari itu Ligo mengancam Wang Lin akan menghabisinya saat itu juga apabila ia masih saja ditahan dengan sangat menyebalkan
18:23Akan tetapi Wang Lin memilih diam saja sambil meracik bunga emas terbakar yang membuat Ligo semakin berisik
18:29Sampai pada akhirnya Wang Lin ingin melahap jiwa pengembara Ligo agar ia bisa menemukan Teng Huayuan dengan cepat dan menghabisinya
18:37Tak butuh waktu lama bagi Wang Lin untuk menyerap esensi energi Ligo hingga menghilangkan kesadaran aslinya sehingga anak muda tersebut hilang ingatan
18:47Wang Lin lantas berjalan menuju bunga emas terbakar untuk memunikannya dengan bantuan energi dari mutiara Tiani yang tersimpan di dalam tubuhnya
18:55Wang Lin paham betul kalau Ligo sebenarnya memiliki bakat luar biasa sehingga ia segera mengujinya dengan mengeluarkan sejumlah hewan spiritual seperti beruang
19:04Hewan-hewan tersebut diperintahkan Wang Lin untuk memaksa Ligo agar kekuatan rahasia dalam jiwa pengembara itu bisa dikeluarkan lalu kemudian diserap olehnya
19:14Ligo yang dikurung oleh Wang Lin benar-benar tak bisa kabur kemanapun sehingga terpaksa ia memamerkan keterampilan bela dirinya
19:25Hewan spiritual yang bergerak di bawah kendali Wang Lin berhasil dihabisi oleh Ligo meski ia harus rela kehilangan kesadaran iblisnya
19:32Sejurus kemudian bunga emas terbakar milik Wang Lin berhasil dimunikan ke dalam mutiara Tiani sedangkan Ligo masih berada dalam keadaan marah besar
19:41Wang Lin yang sudah bisa mengendalikan kesadarannya lantas memasukkan Ligo ke dalam kepingan besi yang dibawanya dari medan pertempuran asing
19:49Proses pemulihan tubuh Wang Lin tidak berhenti sampai disitu karena ia kembali melanjutkan perjalanan ke sebuah tanah yang tanpa gersang
19:59Disanalah ia bertemu dengan tiga anak buah yakni Zihong, Lin Tao, dan Xiong yang sebelumnya ditugaskan untuk mencari harta karun di dunia nyata
20:08Kedatangan Wang Lin jelas membuat mereka semakin terkejut karena kekuatan yang dipancarkan jauh lebih gila dari sebelumnya
20:15Dan keadaan sedikit takut, Zihong kemudian memberikan sepotong batu giyok dari aula pemunian senjata yang begitu berharga bagi kuil dewa perang
20:25Karena berisi metode pemunian yang terperinci
20:28Sementara itu Lin Tao melaporkan bahwa ia gagal mengambil peta yang dibutuhkan Wang Lin karena tersimpan di lantai atas pavilion sutra
20:36Lin Tao yang melihat sorot mata Wang Lin jelas ketakutan dan berjanji akan menyelesaikan tugasnya dengan baik jika ia diberi waktu 10 hari lagi
20:46Akan tetapi Wang Lin yang sudah menyandra darah jiwa ketiga murid tersebut tidak mau tahu dengan alasan mereka
20:53Pokoknya harus bisa membantu mencari harta karun di dunia nyata
20:57Dan ketika giliran Zihong berbicara ia melaporkan bahwa teknik rahasia Sinto di kuil dewa perang juga belum bisa didapatkannya
21:05Nona Zihong lantas menyarankan agar Wang Lin mengambilnya sendiri karena kuil dewa tersebut akan menganggapnya sebagai maliang
21:13Nah mendengar saran dari Zihong tersebut Wang Lin sepakat untuk terbang ke kuil dewa perang asalkan semua tugasnya berhasil diselesaikan
21:20Jika gagal ia mengancam tidak akan pernah mengembalikan darah jiwa dari ketiganya
21:25Tapi eh tapi Wang Lin tidak semudah itu dibodohi oleh tiga anak buahnya
21:32Karena ia tahu perjalanan masuk ke dalam kuil dewa perang pasti penuh dengan tantangan
21:37Jika Wang Lin nekat menerobos tempat itu
21:39Maka dikhawatirkan penyamarannya sebagai mali akan ketahuan dan bisa menimbulkan malapetaka
21:45Dalam perjalanan tersebut Wang Lin juga menjadi sadar kalau Lin Tao, Zihong, dan Xiong pasti bisa melakukan kong kali kong
21:53Hingga pada akhirnya Wang Lin dicegat oleh seorang dewi dari kuil dewa perang
21:58Yang mendesaknya agar segera mengembalikan darah jiwa tiga muridnya
22:02Setelah sebelumnya pergi menjauh dari kuil dewa perang karena takut ketahuan identitas aslinya
22:10Wang Lin tak menyangka kalau di tengah perjalanan ia dicegat oleh seorang dewi
22:14Dialah Feng Luan, leluhur kuil dewa perang yang ranah kultifasinya berada di tahap awal jiwa baru lahir
22:21Wanita tersebut sejatinya merupakan guru dari salah satu murid kuil dewa perang
22:26Sehingga ia sangat kesal saat tahu kalau Wang Lin mengambil darah jiwa mereka
22:30Murid yang dimaksud Feng Luan adalah senior Zou Zihong
22:34Yang darah jiwanya disantra oleh Wang Lin yang kini diminta untuk dikembalikan
22:39Meski sedikit berat untuk menurutinya
22:41Namun Wang Lin tak mau harus mengembalikannya karena ia sadar kalau Feng Luan punya ranah kultifasi yang sulit ditaklukan
22:48Di balik kemarahannya terhadap Wang Lin
22:52Leluhur Feng Luan tak lupa mengucap terima kasih terlebih dahulu
22:55Karena Zihong dan murid kuil dewa perang lainnya telah diselamatkan dari medan perang asing
23:01Wang Lin lantas bersedia mengembalikan darah jiwa milik Zihong
23:04Asal dengan syarat ia dibebaskan tanpa harus dihukum karena dianggap telah melakukan kesalahan
23:10Wang Lin meminta syarat agar ia dipersilakan pergi sejauh seribu mil
23:14Baru ia mau mengembalikan darah jiwa milik senior Zihong
23:18Tanpa banyak pertimbangan leluhur Feng Luan
23:21Menyempakati permintaan Wang Lin sehingga ia langsung terbang secepat buruk sehingga sejauh ribuan mil
23:27Wang Lin rupa-rupanya tak mau berurusan lebih jauh dengan Feng Luan
23:33Karena ia sadar ranah kultivasinya sama sekali belum sepadan
23:36Di sisi lain Feng Luan yang akhirnya menerima darah jiwa milik Zihong
23:40Cukup heran dengan Wang Lin
23:42Karena meski baru sampai di tahap tengah pembangunan fondasi
23:45Namun sudah punya hati yang sangat bijaksana
23:48Di waktu yang bersamaan sejumlah murid perempuan kuil dewa perang
23:52Sedang berada di dalam bangunan
23:54Untuk memurnikan esensi api obat mujarab
23:57Yang diakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit
24:00Akan tetapi tungku raksasa yang memasak ramuan tersebut
24:03Mampu memberontak dengan sangat keras
24:05Sehingga memaksa murid laki-laki untuk ikut turun tangan
24:09Usut punya usut reaksi mengerikan dari dalam tungku tersebut
24:14Terjadi karena adanya pencuri yang berniat ingin mengambil alih ramuan mujarab dari sana
24:18Ramuan yang dikenal dengan istilah
24:20Dain lidan bertmutu tinggi
24:23Harus selalu dijaga oleh murid-murid kuil dewa perang
24:26Karena mempunyai rahasia dasyat yang tersembunyi
24:29Beruntung senior muan datang di saat yang tepat
24:32Sehingga bisa memberikan bantuan untuk mengendalikan tungku obat mujarab
24:36Tapi eh tapi
24:37Masalah besar tidak berhenti sampai di situ
24:40Karena salah satu murid terbaiknya yakni
24:42Nona Wan Er diduga sedang dalam bahaya karena mengejar pencuri
24:47Kita bergeser ke keadaan Wang Lin yang kabur dari pertemuannya dengan Feng Luan
24:53Ia terbang menyusuri hutan wilayah negara api sambil merancang rencana yang akan dilakukan
24:59Dia sadar kalau melawan praktisi dari tahap jiwa baru lahir
25:03Maka akan sangat membahayakan dirinya
25:04Belum lagi ia masih menunggu Lin Tao
25:08Menemukan peta wilayah dunia bawah
25:10Agar ia bisa lebih leluasa menemukan cara untuk membalaskan dendam terhadap Huayuan
25:15Sampai pada akhirnya Wang Lin
25:17Yang menggunakan memori ingatan mali yang kepikiran bahwa
25:21Ia harus pergi ke kota Sigufang
25:23Yang merupakan pasar lelang di negara api
25:26Jika ia pergi ke sana maka kemungkinan peta yang dibutuhkannya
25:29Bisa dengan cepat ditemukan tanpa harus menunggu upaya yang dilakukan Lin Tao
25:34Tanpa pikir panjang Muan dan kawan-kawannya menuduh Wang Lin
25:39Sebagai pencuri yang telah nekat menerobos ke wilayah yang terlarang
25:43Bahkan Wang Lin dianggap sebagai penyamar handal
25:46Sehingga Muan meminta anak buahnya agar tidak mudah terkecoh dengannya
25:50Hingga eh tiba-tiba nona manis Wan Er muncul dari arah belakang
25:54Untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi
25:56Dia menegaskan bahwa pencuri yang mereka cari bukanlah Wang Lin
26:00Karena ia sendiri sudah mengantongi ciri-cirinya
26:03Muluntung Wang Lin juga tidak mudah terprovokasi
26:06Dengan serangan dadakan yang sempat dilepaskan oleh Muan dan yang lainnya
26:10Kesalahpahaman diantara mereka segera bisa diselesaikan
26:15Dengan hati yang bijak dari seorang Wang Lin
26:17Meski sudah dituduh jadi pencuri namun bisa memahaminya
26:20Di sisi lain nona cantik Wan Er malah berharap bisa berjumpa lagi dengan Wang Lin
26:24Terutama di konvensi kota Gowgubu
26:28Yang akan digelar sebentar lagi
26:30Aduh agak susah ya penyebutannya
26:32Nah harapan itu seketika membuat Wan Er salah tingkah
26:36Karena seakan-akan begitu ngar banget bisa bersama Wang Lin lebih lama
26:40Nah mungkinkah Wang Lin udah mulai punya fans ciwi-ciwi?
26:43Nah sejurus kemudian Wan Er, Muan dan yang lainnya
26:47Langsung melanjutkan proses perburuan pencuri
26:50Sedangkan Wang Lin merasakan ada sesuatu yang mencurigakan
26:53Tengah bersemunyi di belakangnya
26:56Lelaki bertopi toga tersebut merupakan Sun Yogu
27:01Dari sekte setan jahat yang sebelumnya telah membututi Wang Lin kemanapun ia pergi
27:07Yogu menjelaskan kalau ia sedang dikejar-kejar oleh murid-murid dari negara api
27:11Yang memaksanya untuk selalu bersembunyi
27:13Berhubung Yogu melihat Wang Lin punya potensi yang sangat luar biasa
27:17Sambil menjahit kata-kata rayuan maut yang diplomatis
27:21Ia mengajak Wang Lin untuk bekerja sama
27:23Sebaliknya mata batin Wang Lin
27:25Mengetahui kalau Yogu berasal dari tahap akhir pembangunan fondasi
27:29Sehingga ia berharap bisa mendapatkan senjata ajaib
27:32Kekuatan ilahi dari sekte setan jahat
27:35Yogu yang merupakan seorang penjahat
27:40Diam-diam memperhatikan kekuatan tersemunyi Wang Lin yang sulit untuk ditebak
27:44Sebab meski Wang Lin berada di tahap tengah pembangunan fondasi
27:48Namun kekuatan anak muda itu memancar lebih besar daripada Yogu
27:52Pertemuan tak sengaja itu lantas dimanfaatkan Wang Lin untuk meminta Yogu
27:56Agar mengajaknya bertemu dengan ketua sekte setan jahat
28:00Yang mungkin bisa diajak kerjasama
28:03Tentu saja permintaan Wang Lin langsung disambut licik oleh Yogu
28:06Yang mengarahkannya untuk menuju ke pintu teleportasi
28:10Namun untuk membuka teleportasi yang dimaksud Yogu
28:12Maka Wang Lin harus memberikan batu spiritual berkualitas tinggi
28:16Tanpa menaruh curiga sedikit pun Wang Lin langsung menyutujinya
28:19Sehingga Yogu segera melempar satu keping batu ilahi ke udara
28:22Yang dikirim ke salah satu temannya
28:24Sejurus kemudian keduanya terbang menuju titik teleportasi yang dijanjikan Yogu
28:31Meski sebenarnya ia memiliki niatan jahat terhadap Wang Lin
28:34Lelaki bertoga ala sarjana tersebut meminta Wang Lin untuk tetap tenang
28:38Meski harus melewati pegunungan berapi yang sangat panas dan berbahaya
28:42Hanya saja mata batin Wang Lin tidak bisa dibohongi oleh kata-kata manis Yogu
28:46Karena ia mampu melemparkan sindiran monohok kepada Yogu
28:50Jadi Wang Lin sebenarnya tahu kalau Yogu seorang pencurian penuh tipu daya
28:55Sehingga ia saat itu terbang dalam keadaan sangat waspada
28:59Hingga eh tiba-tiba Wang Lin dicegat oleh seniornya Yogu
29:04Yang menganggapnya kalau kedatangannya bisa mengacaukan rencana menguasai negara api
29:09Yang akan tetapi Yogu mencoba menjelaskan siapa Wang Lin sebenarnya yang bisa dimanfaatkan mereka
29:15Untuk melawan Mu Wan, Wan Er dan yang lainnya
29:19Sempat melepaskan serangan ke arah Wang Lin dengan sangat mengagetkan
29:22Senior Yogu pada akhirnya mulai paham dengan rencana adiknya yang ingin Kong kali Kong dengan anak muda tersebut
29:28Tapi eh tapi Wang Lin jelas tak tinggal diam saat mengetahui kalau ia ingin dimanfaatkan oleh orang lain
29:35Melihat seniornya terbunuh, Yogu langsung menggunakan teknik pelarian di dalam bumi yang membuat Wang Lin kehilangan jejak
29:43Akan tetapi Wang Lin mencoba mengambil hikmah dari pertarungan tersebut
29:46Dengan meminta Ligo untuk menelan kabut hitam yang ditinggalkan senior Yogu
29:51Semper ragu bisa menahan kabut tersebut
29:53Ligo ternyata bisa melahapnya yang membuat ia merasa punya kekuatan lebih untuk bisa kabut dari Sandra Wang Lin
30:00Namun kenyataannya teknik petir Wang Lin tetap bisa menangkap Ligo yang sempat berusaha kabut
30:05Sehingga harus selalu menjadi bawahannya
30:08Sementara itu Yogu berlari kencang di dalam perut bumi sambil memikirkan
30:12Siapa sebenarnya Wang Lin mengapa bisa punya kekuatan yang sangat mengerikan
30:17Wang Lin berusaha untuk segera menangkap Yogu karena ia ingin merebut teknik pelarian di dalam bumi
30:25Yang bisa bermanfaat di kemudian hari
30:27Akan tetapi yang terjadi sebenarnya Yogu malah tidak bisa memaksimalkan kealiannya
30:32Sehingga ia malah terjebak di dalam lautan magma pegunungan negara api
30:37Adapun Wang Lin yang terbang bersama Ligo dikasih kabar
30:40Kalau di dalam magma tempat Yogu muncul terdapat kekuatan rahasia yang sangat mencurigakan
30:45Oleh sebab itu Wang Lin tidak gegabah menyerang Yogu
30:48Melainkan mengintai dari kejauhan hingga makhluk misterius di dalam magma melahap Yogu
30:53Seberes mengambil harta karun milik Yogu
30:57Wang Lin berniat untuk pergi menjauhi tempat tersebut karena sadar akan bahaya besar yang mengancam
31:02Akan tetapi makhluk misterius itu keburu muncul dan mengepungnya
31:06Sehingga ia harus berjuang lebih keras lagi untuk menyelamatkan diri
31:10Monster yang menghuni magma pegunungan negara api wujud menyerupai singa
31:14Namun bertanduk layaknya kambing
31:16Kekuatan makhluk tersebut sangat dasyat
31:19Yang membuat Wang Lin sampai harus mengeluarkan mutiara api pelindung
31:22Agar bisa lepas dari terjangan monster singa api
31:25Berbekal kemampuan kultifasinya yang bisa menembus ruang dan waktu
31:33Wang Lin sukses memasuki ruang kesadaran monster api yang penuh dengan para praktisi
31:38Monster api memakan begitu banyak master
31:40Karena bisa membuat mereka bertahan hidup lebih lama
31:43Serta kekuatannya yang gila bisa selalu dipertahankan
31:47Akan tetapi monster-monster menyerap esensi energi para master
31:50Bukan dengan tubuhnya sendiri
31:52Melainkan dengan memanfaatkan bola-bola api
31:55Benda itulah yang kemudian memancing mutiara Tiani milik Wang Lin aktif
31:59Secara etiba-tiba untuk memberikan reaksi terhadap kemunculan puluhan bola api
32:05Kekuatan bola api yang terus disuntikan energi berbahaya dari para monster
32:12Semakin besar memancarkan energi yang sulit dipahami oleh Wang Lin
32:16Akan tetapi pada akhirnya mutiara Tiani bisa mengalahkan bola api tersebut
32:21Bahkan menyerap esensi energi yang terkandung di dalamnya
32:24Alhasil mutiara Tiani yang semula berwarna hijau
32:27Kini berubah warna seperti api
32:29Lengkap dengan ukiran unik yang menjalani permukaan benda spiritual tersebut
32:34Meski sudah berhasil menaklukkan salah satu bola api
32:37Namun masalah Wang Lin belum selesai saat itu juga
32:40Karena monster api masih berusaha untuk menangkapnya
32:44Mendapati mutiara Tiani dapat melahap Raja Roh Binatang Api secara brutal
32:52Wang Lin terlihat sangat terkejut sekaligus mengalami kebingungan sendiri
32:55Apakah ia harus berterima kasih karena mutiara itu telah menyelamatkan nyawanya
33:00Ataukah ia harus membencinya karena mutiara itu telah menempatkan diri Wang Lin dalam bahaya besar
33:06Terlepas dari kebingungan tersebut Wang Lin masih harus menghadapi serangan monster api yang diarahkan kepadanya
33:12Sehingga ia pun dengan cepat kabur dari tempat tersebut sampai menembus formasi sege
33:17Yang otomatis membuat para monster api itu tidak bisa mengejar Wang Lin lagi
33:22Melihat segel formasi itu tidak bisa ditembus oleh kumpulan monster api
33:28Wang Lin buru-buru meninggalkan tempat itu sembari memutuskan akan menunggu lintau
33:32Memberikan peta yang diinginkannya
33:35Pada saat yang sama peninggalan Wang Lin para monster api itu berusaha sekuat tenaga
33:40Mereka untuk mendobrak segel penghalang sehingga perlahan formasi segel itu pun
33:44Mulai hancur dan terjadilah ledakan besar di tempat tersebut
33:48Yang auranya sampai bisa dirasakan oleh para tetua di negeri api
33:52Untuk mengatasi insiden tersebut para tetua kemudian
33:55Berdiskusi tentang cara penanganan yang harus dilakukan
33:58Dimana saat itu tetua kepala yang berwenang memberikan putusan
34:02Bahwa para tetua diharuskan memperkuat segel dan menutup gunung berapi di perbatasan wilayah masing-masing
34:08Beralih ke tempat lain di salah satu dataran negeri api
34:15Telah ditemukan banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat terkena dampak buruk dari serangan para monster api
34:21Yang berhasil merusak segel formasi gunung berapi
34:24Di antara mayit-mayit itu tampaklah seorang bocil yang sedang ketakutan sendiri
34:29Yang kemudian tertiba-tiba dihampiri jiwa piaraan Wang Lin
34:32Yang siap menerkam menjadikannya mangsa
34:34Akan tetapi tindakan jiwa piaraan Wang Lin itu dapat digagalkan seketika
34:39Karena ternyata jiwa piaraan itu malah keburu tertangkap kekuatan Wang Lin
34:43Hingga menariknya kembali ke dalam cengkraman sang tuan
34:46Begitu kembali ke hadapan Wang Lin
34:50Jiwa piaraan itu dibuat tanda tanya terhadap tindakan Wang Lin yang bisa menemukannya dengan cepat
34:56Sehingga aksi pelarian dirinya lagi-lagi gagal dan harus kembali bertuan kepada Wang Lin
35:01Seketika itu juga jiwa bernasib malang itu langsung memohon ampun kepada Wang Lin atas upaya pelarian dirinya
35:08Sehingga membuat Wang Lin memperingatkan jiwa piaraannya itu untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama
35:14Namun meski dalam mulut jiwa piaraan itu mengucapkan maaf jauh di dalam hatinya
35:19Ia mempertanyakan bagaimana Wang Lin bisa menemukannya padahal sudah kabur sangat jauh
35:25Setelah beberapa saat mendapatkan ampunan Wang Lin
35:29Jiwa piaraan itu tampak dikejutkan dengan dua catatan teknik bela diri rampasan Wang Lin
35:34Yang saat itu menjelaskan bahwa ada enam tingkat Great Freedom Shura
35:38Dimana untuk melatih teknik tersebut Wang Lin diharuskan untuk membunuh satu orang setiap harinya
35:44Nah mendengar penjelasan seperti itu
35:47Jiwa piaraan Wang Lin langsung tersenyum senang karena itu artinya
35:50Dia bisa punya kesempatan untuk melahap jiwa baru juga
35:54Oleh sebab itulah jiwa piaraan itu langsung melontarkan kalimat pujiannya
35:58Terhadap Wang Lin dengan harapan bahwa Wang Lin akan sungguh-sungguh melatih teknik tersebut
36:03Mendengar ucapan selamat seperti itu
36:07Wang Lin kemudian mematakan harapan jiwa piaraannya
36:09Yang seketika itu juga memberitahukan bahwa teknik bela diri tersebut berasal dari Master Sun Yu Cha
36:14Yang jiwanya telah dilahap oleh piaraan Wang Lin duluan
36:18Tidak hanya itu, Wang Lin juga menilai bahwa teknik tersebut tidak terlalu bagus untuk dipraktekan
36:25Sehingga otomatis membuat jiwa piaraan Wang Lin itu berubah jadi kecewa dan tidak berapi-api lagi
36:30Ia pun jadi sependapat dengan Wang Lin tentang kualitas teknik tersebut ketika Wang Lin memeriksa salah satu catatan itu
36:37Dan mendapati adanya keanehan
36:39Meskipun jiwa piaraan Wang Lin sekarang sudah menilai kalau teknik tersebut kurang berkualitas
36:46Wang Lin sendiri tampak penasarin dengan catatan itu yang seketika mengingatkannya
36:51Pada ucapan Abba Situnan yang pernah memberitahukan bahwa
36:5410 teknik melarikan diri termasuk diantaranya
36:575 elemen teknik melarikan diri pada zaman dulu pernah dianggap sebagai kekuatan goib super hebat yang tak tertandingi
37:05Sehingga hal itu pun lantas membuat Wang Lin jadi berkesimpulan
37:08Bahwa meskipun catatan teknik melarikan diri yang didapatkannya tidak terlalu bagus
37:13Tetapi memiliki kekuatan yang sebanding dengan teknik pelarian diri lainnya
37:17Kesimpulan Wang Lin ini pun pada akhirnya membuat dia langsung ambil posisi untuk melatih teknik pelarian diri tersebut
37:24Setelah melatih teknik tersebut
37:29Wang Lin merasa sedikit bangga terhadap tubuh barunya
37:31Karena dapat melatih teknik pelarian diri bumi semu tanpa mengalami kecanggungan sama sekali
37:37Sementara itu di sisi lain sejumlah kultifator
37:40Tampak sedang bekerja sama memperkuat segel gunung berapi
37:43Supaya monster api yang berada di dalamnya tidak keluar dan menciptakan bahaya yang lebih besar
37:48Setelah mengarahkan seluruh kemampuan terkuatnya
37:51Para kultifator itu pun berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka
37:54Namun tanpa diduga sesaat kemudian
37:56Mereka tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan sekelompok monster api yang berhasil merusak segel formasi
38:02Dan naik ke permukaan gunung
38:04Sehingga menyebabkan negeri api jadi makin kacau balau
38:08Akibat dari kekacauan itu negara api jadi porak-poranda
38:13Sehingga tempat tersebut berubah menjadi tempat yang tidak layak tinggal yang ujung-ujungnya
38:17Membuat para penduduk negeri harus mengungsi ke negara tetangga
38:20Situasi ini pun memancing perhatian dua kultifator sekte lohe
38:25Yakni Limuan dan kakaknya yang saat itu merasa sangat prihatin terhadap kesengsaraan umat manusia
38:31Yang disebabkan oleh munculnya monster api
38:34Ketika sedang mengungkapkan rasa perhatiannya itu terhadap semua warga negara api
38:39Limuan dan kakaknya kemudian mendapatkan panggilan whatsapp dadakan dari salah satu tetua
38:44Yang mengharuskan mereka untuk segera berkumpul di sekte
38:48Setibanya di sekte lohe
38:53Tetua yang tadi memanggil segera mengumumkan berita panting tentang sekte lohe
38:58Yang telah bergabung dengan sekte-sekte lainnya
39:00Dan membentuk sebuah aliansi untuk mengatasi permasalahan
39:04Tentang bencana yang disebabkan oleh monster api
39:07Dimana hasil dari penggabungan sekte-sekte ini
39:09Kemudian sampai pada suatu keputusan
39:12Bahwa semua kultifator diharuskan untuk mengungsi bersama-sama ke negara Suanwu
39:17Supaya bisa melanjutkan kehidupan sebagaimana mestinya
39:21Nah, mendapati pengumuman tersebut
39:23Pro dan kontra dari para kultifator pun mulai terdengar di sana-sini
39:27Termasuk limuan yang mengkhawatirkan nasib para manusia biasa
39:31Yang kemudian membuatnya bertanya langkah apa yang harus para manusia itu lakukan
39:35Dan karena tetua pemberi pengumuman menjelaskan bahwa manusia punya nasibnya sendiri
39:41Maka ia pun meminta para kultifator untuk segera mengikutinya alih-alih mengkhawatirkan keadaan para manusia-manusia biasa
39:48Kembali kepada Wang Lin, kini ia tampak sedang disibukan dengan kegiatan melatih pedang terbangnya di dalam goa
39:56Supaya suatu saat nanti dia bisa pergunakan untuk melawan para musuh
40:01Setelah berhasil melatih pedang tersebut Wang Lin yang merasa tidak punya banyak waktu
40:05Lantas segera meminta jiwa piaraannya untuk merasuki pedang tersebut
40:09Dan dia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat yang dia tuju sebelum bertemu monster api
40:15Namun karena situasi di negara api sedang kacau balok oleh kelakuan para monster api
40:19Wang Lin pun tidak semudah itu untuk bisa mencapai tempat tujuannya
40:23Bahkan keberadaannya yang diam-diam pergi itu terdeteksi oleh para monster
40:28Sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran dan baku hantam antara Wang Lin dan para monster
40:33Di tengah-tengah pertempuran melawan monster api
40:37Wang Lin tiba-tiba dikejutkan dengan tindakan jiwa piaraannya yang mendadak keluar dari pedang
40:41Sembari mengajukan protesnya dengan raut wajah panik
40:44Melihat kepanikan jiwa piaraannya itu Wang Lin kemudian memikirkan
40:48Sebuah solusi jitu untuk menghadapi sekumpulan monster api yang menyerangnya
40:52Sehingga didapatlah ide bahwa Wang Lin harus meminjam kekuatan kultifator lain
40:57Yang bisa membuat dirinya aman untuk sementara waktu
40:59Tanpa membuang banyak waktu lagi
41:02Wang Lin pun segera menuju tempat berkumpulnya para kultifator
41:05Namun sesampainya di sana dia malah dipersulit murid sekte lain
41:08Yang langsung mencurigainya sebagai orang bermasalah
41:11Mendapat perlakuan seperti itu
41:16Wang Lin kemudian mengungkapkan identitasnya sebagai maliang murid kuil dewa perang
41:21Sehingga murid yang mencegatnya itu pun langsung menyuruh satu rekannya
41:25Untuk meminta konfirmasi dari murid-murid kuil dewa perang
41:28Apakah benar Wang Lin adalah bagian dari mereka atau bukan
41:32Meskipun pada saat pembuktian identitas Wang Lin sempat dipersulit oleh satu murid kuil dewa perang
41:38Pada akhirnya pembuktian identitas tersebut terbukti benar
41:41Setelah bawahan Wang Lin yang ada di perguruan tersebut
41:44Mengkonfirmasi identitasnya
41:46Dan karena identitas Wang Lin sudah dijamin
41:49Maka ia pun bisa terbebas dari tawanan murid sekte tetangga yang mencurigainya
41:53Tidak berselang lama bawahan Wang Lin yang sudah menjamin keamanan identitasnya itu
42:00Lalu mengabarkan bahwa Wang Lin diminta untuk datang menemui tetua Feng Luan di kediamannya
42:06Sembari menuju tempat Feng Luan
42:08Wang Lin juga diberi info tentang keadaan Lintau
42:11Yang hingga detik ini belum juga menunjukkan batang hidungnya
42:15Di depan Wang Lin untuk menyerahkan sebuah peta
42:18Dan ternyata sosok Lintau itu kedapatan Feng Luan sedang menyalin peta yang diminta Wang Lin
42:25Sehingga membuat dia terpaksa harus menjalani hukuman
42:28Atas tindakan penjiplakan itu
42:30Sesaat kemudian tibalah Wang Lin di tempat Feng Luan
42:33Yang seketika itu juga langsung memberi hormat layaknya seorang murid kepada gurunya
42:38Namun di tengah sesi pertemuan itu
42:40Eh tiba-tiba
42:42Eh tiba-tiba saja
42:46Datang tetua lainnya langsung melancarkan sebuah serangan kepada Wang Lin
42:49Untuk memberinya sebuah pelajaran
42:51Hal itu dikarenakan tetua tersebut telah mengetahui bahwa
42:54Kerusuhan yang ditimbulkan oleh monster api itu dipucu oleh Wang Lin
42:58Sekaligus mengetahui kalau Wang Lin mengambil alih tubuh maliang di medan perang asing
43:03Untuk kepentingannya sendiri
43:05Tapi tanpa diduga
43:06Kesalahan Wang Lin itu malah dibela oleh Feng Luan
43:09Yang dengan tegas menyatakan perlindungannya terhadap Wang Lin di depan tetua tersebut
43:14Bahkan Feng Luan sampai menawarkan Wang Lin
43:16Untuk jadi murid resminya
43:18Supaya keberadaannya tidak lagi dipermasalahkan oleh tetua itu
43:22Berhubung Wang Lin bersedia untuk menjadi murid resmi dari Feng Luan
43:28Tetua penyerang itu pun akhirnya terpaksa harus mundur
43:31Dan tidak lagi mempermasalahkan tentang keberadaan Wang Lin
43:34Yang menggunakan identitas sebagai maliang
43:37Selepas kemunduran tetua itu dari tempat tersebut
43:40Wang Lin kemudian diminta untuk hidup sebagai maliang
43:44Lalu dia pun dihadiahi
43:46Sebuah jimat yang merupakan senjata ajaib tingkat jiwa baru lahir
43:50Yang disempurnakan sendiri oleh ayah Zi Hong
43:53Dimana hadiah tersebut merupakan
43:55Tanda terima kasih karena Wang Lin telah menyelamatkan Zi Hong
43:59Tidak lama setelahnya
44:00Wang Lin diberi info penting lainnya oleh Feng Luan
44:03Lalu diminta undur diri dari tempat kediamannya
44:06Para tetua dari empat sekte besar tampak sedang berdiskusi untuk mencari solusi dalam mengendalikan bencana besar yang ditimbulkan oleh segrombol monster api
44:18Pada saat itu salah satu tetua yang paling senior mengusulkan untuk segera melakukan lockdown di wilayah mereka
44:25Karena jika tidak
44:27Maka monster api itu dikhawatirkan akan ikut mengejar sampai ke wilayah pengungsian
44:32Yaitu negara Suan Wu
44:34Setelah semua tetua setuju
44:36Tetua senior itu pun langsung mengeluarkan perintah untuk seluruh kultifator
44:41Supaya mereka segera keluar dari perbatasan
44:43Dan bersiap menuju negara Suan Wu setelah upaya lockdown berhasil
44:47Sementara itu situasi di perbatasan sendiri sedang dalam kondisi genting-gentingnya
44:54Dimana para kultifator dari gabungan sekte-sekte besar itu
44:58Masih berjuang bersama melawan sekumpulan monster api yang terus menyerang
45:02Tidak hanya itu
45:04Para kultifator ini juga dikejutkan dengan bermutasinya sejumlah monster api
45:08Yang tentu saja menyebabkan kepanikan luar binasa di antara mereka semua
45:14Karena setelah bermutasi monster api itu jadi bertambah kuat
45:19Para kultifator itu pun cepat-cepat berusaha kabur dari perbatasan
45:23Tapi sayangnya upaya mereka malah dibuat kacau oleh para monster
45:27Sehingga terjadilah baku hantam di antara para kultifator dengan monster-monster itu
45:33Akibat dari baku hantam kali ini
45:38Beberapa kultifator harus gugur dalam pertempuran termasuk kakak Limuan
45:43Yang harus bernasib malang karena dia gagal menghindari serangan-serangan monster api yang begitu ganas
45:49Sehingga menyebabkan dirinya terluka parah sampai akhirnya meninggal dunia
45:54Meninggalnya kakak Limuan ini tentu saja menciptakan kesedihan yang mendalam
45:59Bagi Limuan yang sekarang tinggal sebatang kara di dunia kultifator
46:04Sementara di sisi lain para tetua dari gabungan sekte besar kini mulai ambil tindakan
46:09Dengan membuat formasi penguncian di wilayah mereka
46:13Begitu formasi penguncian mulai diaktifkan
46:18Para kultifator di perbatasan mempercepat langkah mereka
46:22Supaya sekumpulan monster api itu tidak bisa menyusul lagi
46:26Dan untungnya upaya mereka kali ini berjalan dengan mulus
46:29Dimana tepat ketika formasi penguncian itu selesai dibuat
46:33Sekumpulan monster api yang sejak tadi mengejar pun auto terhalang formasi tersebut
46:39Nah mendapati situasi ini para kultifator merasa tenang dan lega
46:43Karena akhirnya mereka bisa terbebas dari keganasan monster api
46:48Namun di sisi lain Limuan tampak sangat sedih meratapi kematian kakaknya
46:52Yang seketika langsung dihibur dan disemangati oleh rekan seperguruannya
46:57Berpindah ke tempat lain
47:01Tepatnya di negara Suwanwu
47:02Orang-orang sekte Jing Xin
47:04Tampak sedang bersantai bersama
47:06Sembari mengobrol banyak hal tentang perkembangan sekte mereka
47:10Tapi sesaat kemudian obrolan santai orang-orang ini pun
47:13Lantas terhenti karena eh tiba-tiba
47:16Mereka dikejutkan dengan kemunculan romongan pengungsi dari negara api
47:20Yang begitu datang langsung bertindak seenak jidat
47:23Dengan mengusir orang-orang pribumi untuk secepatnya
47:26Angkat kaki dari negara Suwanwu
47:28Karena tetua sekte Jing Xin
47:30Tidak lantas menuruti permintaan para pengungsi
47:33Dia pun diberi kejutan lain
47:35Yakni sebuah serangan tanda peringatan bahwa
47:38Dia dan orang-orangnya harus segera pergi
47:41Mendapat serangan kejutan seperti ini
47:46Tentu sekte Jing Xin
47:47Langsung sadar situasi bahwasannya
47:49Rombongan pengungsi ini berniat mengambil alih negerinya
47:52Untuk dikuasai
47:53Sadar betapa bahayanya situasi mereka
47:56Tetua itu pun segera memberikan instruksi kepada semua muridnya
47:59Supaya mereka cepat-cepat melarikan diri
48:02Dari sekte dan mencari bantuan
48:04Untuk menghadapi para pengungsi negeri api
48:06Melihat tindakan orang-orang sekte Jing Xin
48:08Rombongan pengungsi dari negeri api pun
48:11Langsung melakukan tindak kekerasan
48:12Dimana akhirnya terjadilah baku hantam
48:15Antara kubu pribumi dengan kubu pengungsi
48:18Yang juga sekaligus menewaskan
48:19Tetua sekte Jing Xin
48:21Singkat cerita wilayah sekte Jing Xin
48:25Telah berhasil dikuasai
48:27Dimana menurut Wang Lin
48:28Hal semacam itu merupakan sesuatu yang dianggap lazim
48:31Di dunia kultifator
48:33Yakni kekuatan pihak lemah
48:34Yang dibuat tunduk pada kekuatan yang jauh lebih kuat
48:38Setelah menguasai wilayah baru
48:39Para tetua aliansi empat sekte besar
48:42Lantas memberikan sebuah pengumuman penting
48:44Kepada para muridnya
48:45Dimana selama masa pembangunan
48:47Yayasan itu setiap orang akan diberi pil sebagai hadiah
48:51Dan selama periode pembentukan mereka
48:54Akan diberi senjata ajaib tingkat jiwa baru lahir
48:58Pengumuman ini pun disambut sorak gembira oleh para murid
49:02Tapi tidak dengan Wang Lin yang malah berpikir
49:05Untuk mencari kesempatan untuk kabur
49:07Ketika terjadi bentrok
49:08Atau peperangan antara dua negara terjadi nanti
49:12Selagi Wang Lin tenggelam dalam
49:16Pemikirannya sendiri
49:17Tetua Feng Luan ikut melengkapi pengumuman barusan
49:20Dimana dia memberitahukan bahwa
49:22Selain mendapat senjata ajaib
49:23Para murid juga akan mendapat sebuah jimat giyok
49:26Yang nantinya akan berfungsi untuk mencatat jumlah musuh
49:29Yang mereka habisi
49:31Bagi para murid yang berhasil membasmi ratusan murid
49:34Di tahap kondensasi ki tingkat lima
49:36Mereka akan mendapatkan balok kering
49:38Batu sip ritual tingkat menengah
49:40Sedangkan jika berhasil membasmi 20 orang
49:43Dalam tahap pembangunan fondasi
49:45Maka akan dihadahi 10 botol ramuan
49:48Nah setelah menyampaikan pengumuman itu
49:50Feng Luan kemudian membagikan jimat giyok itu
49:53Kepada para para murid
49:55Selain Feng Luan
49:58Masih ada tetua dari sekte Luauhe
50:01Yang juga turut menyampaikan pengumuman
50:03Dimana dia mengatakan bahwa
50:05Siapapun yang membasmi musuh paling banyak di setiap bulannya
50:09Maka orang tersebut berhak untuk menerima
50:11Tian Li Dan
50:12Atau pil surga jarak jauh
50:15Pengumuman ini pun tentu membuat para murid
50:17Semakin bersemangat untuk membasmi musuh
50:19Sebanyak-banyaknya
50:20Termasuk Wang Lin yang seketika bertekad dalam hati
50:23Untuk mendapatkan pil tersebut
50:25Sekaligus memastikan bahwa
50:27Dirinya akan menjadi orang pertama
50:29Yang naik tingkat ke tahap jiwa lahir
50:32Berhubung semua pengumuman penting telah disampaikan
50:37Para tetua pun menyatakan bahwa
50:39Waktu peperangan resmi dimulai
50:41Yang seketika langsung membuat para murid
50:43Bergegas ke lokasi perang
50:44Sesuai pembagian wilayah yang didapat
50:46Sementara murid-murid lain menuju titik tujuan mereka
50:50Wang Lin tampak masih berdiam diri
50:51Ketempat mereka kebetulan saat itu
50:54Dia menerima pesan dari gurunya alias Peng Luan
50:57Yang memberitahukan bahwa
50:58Petah yang disalin lintau
51:00Untuk Wang Lin ada di tangannya
51:02Dan baru bisa Wang Lin dapatkan
51:05Jika dia mampu membasmi musuh
51:07Di tahap pembentukan fondasi
51:08Sebanyak 150 orang
51:11Sebelum perang berakhir
51:13Meskipun Wang Lin tampak begitu
51:17Tidak begitu senang dengan persyaratan
51:19Yang diajukan oleh Peng Luan
51:21Ia tidak punya pilihan lain
51:22Selain mencoba memenuhinya
51:24Demi bisa mendapatkan peta
51:25Yang disalin lintau untuknya
51:27Beberapa waktu kemudian
51:28Sampailah Wang Lin di medan peperangan
51:30Dimana saat itu dia bergabung
51:32Dalam sebuah kelompok yang dipimpin
51:34Oleh seorang kultifator senior
51:36Dari sekte roh jahat
51:38Yang seketika mengupdate situasi terkini
51:40Lalu memerintahkan Wang Lin dan yang lainnya
51:43Untuk berpencar mencari musuh
51:45Setelah Wang Lin dan anggota lainnya
51:47Berpencar ketua kelompok yang bernama Zhang Zili itu pun
51:50Mengeluhkan tugasnya yang ternyata
51:52Tidak sesuai dengan harapannya
51:54Selang beberapa waktu
51:58Wang Lin yang tengah berjaga
51:59Menunggu kedatangan musuh ke wilayah tersebut
52:01Eh tiba-tiba
52:02Dikejutkan dengan kemunculan
52:04Kelompok murid sekte Jing Xin
52:06Beserta bala bantuannya dari negeri Suan Wu
52:09Yang saat itu tampak sangat berapi-api
52:12Untuk melawan rombongan pengungsi dari negeri api
52:15Menyadari kedatangan mereka
52:16Wang Lin dan rekan-rekan satu
52:17Kelompoknya langsung sigap
52:19Untuk menghadang sehingga terjadilah
52:20Baku hantam di antara dua kubu itu
52:23Namun yang mengejutkan
52:24Baku hantam itu ternyata
52:26Berhasil membuat Zhang Zili terkurung
52:28Dalam formasi musuh
52:29Sehingga membuat Wang Lin melakukan
52:31Tindak penyelamatan
52:32Dengan membasmi para musuh secara brutal
52:35Melihat rekan-rekan seperjuangannya
52:39Meninggoy secara mengenaskan
52:41Orang-orang negeri Suan Wu
52:42Lari tunggang langgang
52:43Meninggalkan medan pertempuran
52:45Karena merasa ada yang salah
52:46Dengan teknik penyerangan lawan barusan
52:48Tapi pada waktu yang bersamaan
52:51Pemimpin kelompok Wang Lin yang sedang terkurung itu
52:53Kini berhasil membebaskan dirinya
52:55Dari formasi musuh
52:56Sehingga begitu bebas
52:58Dia langsung memburu
52:59Orang-orang negeri Suan Wu
53:01Yang berusaha melarikan diri
53:02Dan membasmi sebagian besar dari mereka
53:04Dalam waktu sesingkat-singkatnya
53:07Dan berhubung orang-orang
53:08Yang melarikan diri itu
53:09Tersisa dua orang
53:10Maka Wang Lin kembali bertindak
53:12Dengan membasmi sisa musuh itu
53:14Secepat mungkin
53:15Melihat bagaimana Wang Lin membasmi musuh
53:20Segampang itu
53:21Zhang Zili lantas menaruh curiga
53:23Terhadap Wang Lin bahwa
53:24Dia menyemunyikan tingkat kultifasinya
53:26Yang sesungguhnya
53:27Sesaat kemudian Zhang Zili diberitahu Wang Lin
53:30Tentang keberadaan musuh lain yang hendak datang
53:32Sehingga dia buru-buru meminta anggotanya yang lain
53:35Untuk segera ikut meluncur mengikuti Wang Lin
53:38Tidak berselang lama
53:39Sampailah Wang Lin dan rekan satu timnya
53:42Di lokasi munculnya para musuh yang saat itu
53:44Sedang terlibat baku hantam
53:46Dengan orang-orang negara api
53:48Mendapati situasi itu
53:50Wang Lin dan yang lain pun langsung saja
53:52Bahu-membahu
53:53Membasmi para musuh
53:55Sehingga sebagian orang anggota musuh
53:57Mulai bertumbangan
53:58Tindakan pembasmian
54:02Anggota musuh yang dilakukan oleh Wang Lin
54:04Dalam sekejap
54:05Tentunya membuat tetua kubu musuh
54:07Menjadi penasarin dengan kemampuan Wang Lin
54:09Yang bisa secepat itu
54:10Menghabisi orang-orang
54:12Padahal tingkat kultifasinya
54:13Baru dirana pembentukan fondasi
54:16Situasi ini pun lantas membuat orang tersebut
54:18Memerintahkan sejumlah bawahan terkuatnya
54:20Untuk memburu Wang Lin
54:22Sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran
54:24Di antara mereka
54:24Tapi yang mengejutkan tepat ketika Wang Lin diserang secara bersamaan
54:30Oleh sekelompok musuh itu
54:31Eh tiba-tiba saja para musuh itu pun bertumbangan
54:35Karena gugur duluan di tangan Wang Lin
54:37Sehingga hal tersebut
54:39Membuat jiwa piaraan Wang Lin menjadi sangat bahagia
54:42Melihat banyak mangsa
54:43Di sisi lain gugurnya
54:47Sekelompok pemburu Wang Lin ini
54:49Membuat tetua pihak musuh semakin geram
54:51Dan mendendam
54:52Sehingga dia langsung mengutus kaki tangannya
54:54Yang lain untuk memburu Wang Lin
54:56Sampai dapat
54:57Akan tetapi gerakan Wang Lin yang tidak kalah cepat
55:00Dari sebelumnya itu
55:01Membuat si pengejar harus merasakan juga
55:04Bagaimana capeknya
55:05Kejar-kejaran hucu-kucu hotahi dengan Wang Lin
55:08Apalagi saat ini Wang Lin menggunakan teknik melarikan diri ke dalam bumi
55:13Sehingga membuat si pengejar cukup kesulitan
55:16Untuk menangkapnya
55:17Dan tepat setelah kejar-kejaran itu berlangsung cukup lama
55:21Pada akhirnya Wang Lin dilempari sebuah serangan
55:24Mematikan oleh pihak musuh