- 7 months ago
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00Oh
00:12I'm sorry
00:14I'm sorry
00:16It's true
00:18It's a dream
00:20It's a dream
00:22It's a dream
00:24It's a dream
00:30Check check check check
00:34Welcome back to Cakradiva
00:36Tempat pembahasan alur cerita Donghua
00:38Yang paling keren sampai ke nenek moyangnya
00:42Kali ini Cakradiva bakal bahas Donghua
00:44Terbaru yang berjudul
00:46Renegade Immortal atau dalam bahasa
00:48Aslinya disebut Siani
00:50Donghua satu ini pastinya gak bakal
00:52Kalah seru lah sama Donghua-Donghua lainnya
00:54Yang udah kita bahas gitu ya
00:56Nah karena ini tuh ada kultifasinya
00:58Ada reinkarnasinya
01:00Seru lah pokoknya mah ya
01:02Nah secara garis besar nih
01:04Donghua ini tuh bercerita tentang
01:06Perjalanan kultifasi seorang pemuda
01:08Bernama Wang Lin
01:10Yang dikenal sebagai anak cerdas yang tumbuh
01:12Di tengah keluarga sederhana
01:14Namun penuh dengan limpahan kasih sayang
01:16Meskipun Wang Lin dan kedua orang tuanya
01:18Dijauhi dan dipandang
01:20Sebelah mata oleh anggota keluarga besarnya
01:22Namun orang tua Wang Lin selalu menaruh harapan yang tinggi
01:26Bahwa pada suatu saat nanti
01:28Wang Lin bisa menjadi
01:30Orang hebat yang akan menaikkan
01:32Derajat keluarga kecil mereka
01:34Sehingga suatu hari
01:36Tanpa disangka-sangka Wang Lin eh tiba-tiba
01:38Mendapatkan sebuah kesempatan untuk menempuh
01:40Jalan keabadian
01:42Sekte Hang Yu
01:44Namun betapa terkejutnya
01:46Dia ketika mendapati fakta
01:48Bahwa dirinya hanya memiliki bakat yang
01:50Biasa-biasa saja
01:52Tapi meski begitu Wang Lin tidak menyerah
01:54Dengan kondisi yang dia miliki
01:56Dan berusaha keras untuk menerobos
01:58Kekurangannya di jalan keabadian
02:00Nah berhubung emang
02:02Donghua-donghua baru itu tuh
02:04Openingnya agak panjang
02:06Karena Cakra Diva itu
02:08Harus menjelaskan sinopsisnya
02:10Nah buat
02:12Tingkatan-tingkatan kultifasinya
02:14Itu udah Cakra Diva cantumin
02:16Di kolom deskripsi ya
02:18Nah tanpa lama-lama
02:20Langsung aja kita terobos
02:22Di awal cerita kita diperlihatkan dengan
02:32Terjadinya peperangan di masa lalu
02:34Yang memperebutkan Mutiara Tiani
02:36Yang merupakan salah satu harta karun dari
02:38Domain Dao yang secara tidak sengaja
02:40Jatuh ke tangan Situnan
02:42Yakni orang terkuat dari
02:44Kerajaan Zuku
02:46Menurut kabar yang beredaan Mutiara tersebut
02:48Bisa menembus ke alam abadi kuno
02:50Peradaannya selalu saja diperuburkan oleh
02:52Orang-orang yang mengincar keabadian
02:54Hingga pada suatu hari
02:56Peperangan itu memaksa Situnan
02:58Untuk menyerahkan Mutiara tersebut
03:00Tapi sayangnya
03:01Sampai titik darah penghabisan Situnan
03:03Tidak bersedia menyerahkannya
03:05Dan lebih memilih untuk mati
03:07Daripada menghancurkan tubuhnya
03:09Sehingga Mutiara itu pun terlempar jauh
03:11Dan tidak menjadi milik siapapun
03:14Beralih ke masa sekarang
03:20Kita diperlihatkan bagaimana kehidupan
03:22Toko utama kita yang bernama Wan Lin
03:24Yang dikenal sebagai pemuda pintar
03:26Karena kegemarannya membaca buku-buku pengetahuan
03:29Pemuda yang punya nama panggilan Tizu ini
03:32Juga sangat senang membantu pekerjaan ayahnya
03:35Yang merupakan seorang tukang kayu
03:37Namun di tengah kebahagiaan keluarga kecil Wan Lin
03:40Suatu hari mereka dikejutkan dengan kedatangan para penagi hutang
03:44Yang datang tanpa sopan santun sama sekali
03:47Bahkan para penagi hutang itu
03:49Sengaja mengambil sisa harta berharga milik keluarga Wan Lin
03:53Yang diperuntukkan bagi keberlangsungan
03:55Masa depan Wan Lin dalam mengikuti ujian
04:02Melihat tindakan para penagi hutang
04:04Ibu Wan Lin memohon kepada mereka
04:06Agar hartanya itu tidak dijadikan sebagai alat bayar hutang
04:09Tapi sayangnya para penagi hutang itu tidak mau peduli
04:12Dan tetap mengambil harta tersebut dari tangan orang tua Wan Lin
04:16Alhasil kejadian ini pun membuat kedua orang tua Wan Lin sedih
04:20Dan meratapi ketidakberdayaannya dalam membayar hutang
04:23Serta dalam memenuhi semua kebutuhan Wan Lin
04:26Melihat kedua orang tuanya sedih
04:29Wan Lin pun mencoba membesarkan hati mereka dengan mengatakan
04:32Bahwa ia hanya perlu menunggu satu tahun lagi
04:35Jika tahun ini tidak bisa ikut ujian
04:38Tidak lama setelah itu paman keempat Wan Lin mengunjungi rumah mereka
04:44Dan membawa kabar baik
04:45Yakni memberitahukan tentang kuota masuk ke sekte Heng Yu
04:49Yang didapatkan oleh keluarga besar Wang
04:51Dimana keluarga besar Wang mendapat tiga kuota mengikuti seleksi
04:55Yang salah satunya akan diberikan kepada Wan Lin
04:59Untuk itulah paman keempat Wan Lin sangat berharap
05:02Agar Wan Lin bisa memanfaatkan kesempatan langkah itu dengan baik
05:06Namun di sisi lain kabar ini justru membuat kedua orang tua Wan Lin bekercil hati
05:11Karena merasa bahwa mereka tidak akan sanggup
05:14Membuat Wan Lin menempuh jalan keabadian di sekte Heng Yu
05:17Karena dinilai terlalu berbahaya
05:19Mereka pun lebih memilih mempersiapkan diri lebih keras lagi
05:23Agar Wan Lin bisa mengikuti ujian daerah tahun ini
05:29Berbeda dengan pemikiran orang tuanya
05:31Wan Lin justru tergerak untuk mengikuti saran paman keempatnya
05:34Dalam memanfaatkan kesempatan langkah yang datang kepadanya
05:38Dimana saat itu juga Wan Lin memutuskan
05:40Untuk mengikuti seleksi sekte Heng Yu
05:42Agar keluarganya tidak ditindas lagi seperti yang terjadi sebelumnya
05:47Ia pun segera memohon kepada orang tuanya
05:49Supaya ia diizinkan dalam mengikuti seleksi itu
05:52Melihat permohonan Wan Lin yang sangat sungguh-sungguh
05:55Kedua orang tuanya jadi tersentuh
05:57Dan akhirnya memberikan izin kepada Wan Lin untuk mengikuti seleksi masuk sekte Heng Yu
06:02Hal ini pun lantas membuat Wan Lin berjanji
06:05Bahwa ia tidak akan memberikan hasil yang mengecewakan mereka
06:11Selang beberapa hari Wan Lin dan kedua orang tuanya datang ke kediaman keluarga besar Wang
06:15Yang menjadi tempat penjemputan calon peserta seleksi sekte Heng Yu
06:19Sesampainya di tempat tersebut Wang Lin dan orang tuanya
06:22Disambut baik oleh sanak saudara mereka yang kini tidak memandang rendah mereka lagi
06:27Karena Wan Lin mendapatkan kesempatan untuk masuk ke sekte Heng Yu
06:32Kedatangan Wang Lin pun juga disambut baik oleh sepupunya yang bernama Wang Hao
06:36Yang juga merupakan salah satu peserta seleksi dari keluarga Wang
06:40Lain halnya dengan Wang Hao
06:42Sepupunya yang bernama Wang Zhou justru sangat merendahkan Wang Lin
06:46Karena menilai bahwa Wang Lin tidak punya bakat sama sekali untuk menempuh jalan ke abadian
06:52Melihat sikap Wang Zhou seperti itu
06:56Wang Lin tidak terlalu ambil pusing dan lebih memilih untuk mengabaikan perkataannya
07:00Perhatian Wang Lin kemudian teralihkan kepada kerabat yang lain yaitu
07:05Ayah Wang Zhou yang tengah berbangga diri karena anaknya direkomendasikan langsung oleh salah satu tetua di sekte Heng Yu
07:12Sehingga menyebabkan keluarga Wang mendapat 3 kuota untuk seleksi
07:16Sesaat kemudian semua orang di kediaman keluarga besar Wang
07:20Lantas dikejutkan dengan kedatangan satu sosok penting yang merupakan utusan dari sekte Heng Yu
07:26Dimana orang tersebut akan menjemput Wang Lin, Wang Zhou, dan Wang Hou
07:31Untuk segera pergi menuju sekte Heng Yu dan menjalani proses seleksi
07:36Setelah semuanya siap, utusan yang bernama sangsian itu pun
07:40Mengeluarkan 4 pedang yang akan dipergunakan sebagai kendaraan menuju sekte Heng Yu
07:46Sebelum pergi, Wang Lin meminta sedikit waktu kepada penjemputnya
07:50Untuk sekali lagi-lagi berpamitan dengan kedua orang tuanya
07:53Setelah mendapat izin Wang Lin pun segera berpamitan kepada kedua orang tuanya
07:57Sambil mengatakan bahwa ia akan berusaha keras dalam mengikuti seleksi itu
08:02Supaya terpilih dan tidak mengecewakan keluarga mereka
08:05Mendengar hal tersebut, kedua orang tua Wang Lin yang tidak ingin anaknya merasa terbebani oleh harapan terdalam mereka itu
08:12Lantas mengatakan bahwa apapun hasilnya
08:15Nanti mereka akan tetap menerima Wang Lin sebagaimana mestinya
08:19Yang bahkan jika Wang Lin gagal dalam seleksi itu
08:22Mereka tetap meminta Wang Lin untuk kembali ke rumah tanpa rasa khawatir
08:27Usai berpamitan, Wang Lin dan kedua sepupunya pun pergi menuju sekte Heng Yu
08:32Sesampainya di sekte Heng Yu, semua peserta seleksi dikumpulkan di sebuah aula terbuka
08:39Untuk kemudian dilakukan pemeriksaan satu persatu terkait bakat yang mereka miliki
08:44Dimana bagi orang yang terpilih dan dinyatakan memiliki bakat
08:48Harus berdiri di sisi kanan para tetua
08:50Sedangkan bagi mereka yang tidak terpilih alias gagal seleksi
08:54Maka diharuskan berdiri di sisi kiri
08:57Pada saat itu banyak peserta yang dinyatakan tidak terpilih sehingga memenuhi sisi kiri dari para tetua sekte Heng Yu
09:03Sampai tibalah giliran Wang Zhou yang diperiksa oleh salah satu tetua
09:08Dan hasilnya membuat semua orang terkajot
09:10Karena Wang Zhou bisa lolos dengan bakat alami yang dimilikinya
09:15Sesaat setelah Wang Zhou dinyatakan lolos
09:19Tibalah giliran Wang Hou untuk diperiksa pada saat itu
09:22Wang Hou menunjukkan kepiawainnya dalam mengambil hati sang penguji
09:26Dimana saat itu Wang Hou memuji tetua yang memeriksanya
09:30Bahkan menyarankan agar tetua itu beristirahat sejenak sebelum memeriksa bakatnya
09:35Akan tetapi tetua lebih memilih segera memeriksa bakat Wang Hou yang kemudian diketahui bahwa
09:41Ternyata Wang Hou tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi murid sekte Heng Yu
09:45Namun meski begitu Wang Hou bisa membuat tetua itu menerima dirinya dengan memberikan suap berupa barang hangka
09:52Yaitu Ling Xi berumur 300 tahun
09:56Alhasil peri pun bisa disogok gak kita doang ya guys ya
10:00Alhasil Wang Hou pun diterima tetua itu sebagai pembantunya yang akan bertugas untuk mengurusi pembuatan pil
10:08Singkat cerita tibalah giliran Wang Ling untuk diperiksa
10:13Dan ia pun sangat terkejut ketika mendapati bahwa dirinya tidak memenuhi
10:17Memenuhi kualifikasi untuk menjadi murid sekte Heng Yu
10:22Astagfirullahaladzim
10:24Dengan penuh rasa kecewa Wang Ling pun berjalan menuju barisan orang gagal
10:28Dan pada saat bersamaan ingatan tentang kedua orang tuanya bermunculan di kepala Wang Ling
10:33Terlebih lagi ingatan tentang kedua orang tuanya yang selalu ditindas karena tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan
10:40Namun sesaat kemudian seseca harapan di hati Wang Ling pun tumbuh lagi
10:44Ketika mengetahui bahwa ia masih punya kesempatan untuk menjadi murid sekte Heng Yu
10:49Karena ternyata masih ada ujian tahap kedua yang harus diikuti oleh para peserta yang sebelumnya gagal
10:55Tidak berselang lama ujian tahap kedua pun dimulai dimana semua peserta diminta untuk melewati akar spiritual
11:03Dan menaiki tangga spiritual serta harus sampai di puncaknya sebelum matahari terbenam
11:09Jika sampai matahari terbenam mereka belum dapat menyelesaikan ujian itu
11:13Maka otomatis mereka gagal dalam seleksi kedua
11:16Tanpa membuang waktu semua peserta pun mulai memanjat akar spiritual dan bergegas untuk segera menyelesaikan ujian tersebut
11:24Begitu juga dengan Wang Ling yang merasa bahwa ujian tahap kedua ini adalah
11:29Merupakan satu-satunya kesempatan terakhir yang ia miliki untuk bisa diterima di sekte Heng Yu
11:35Pada saat ujian tahap kedua itu berlangsung banyak dari para peserta mengalami kesulitan
11:42Mulai dari terbakar api hingga tersambar oleh petir yang entah datang dari mana
11:47Alhasil banyaknya mereka yang berjatuhan dan dinyatakan gagal dalam seleksi kedua itu
11:52Di sisi lain ada juga para peserta yang menyerah karena tidak sanggup lagi melewati rintangan
11:57Sehingga mereka pun secara sukarela menyatakan diri mundur dari proses seleksi itu sebelum nyawa mereka dalam bahaya
12:04Dan yang menabjubkan ketika para peserta itu menyatakan diri mereka menyerah
12:10Maka dengan cepat bantuan dari panitia seleksi langsung datang menghampiri
12:14Sementara itu Wang Ling tampaknya belum menyerah dan masih berjuang keras
12:19Meskipun kini kondisi tubuhnya sudah berdarah-darah
12:22Meskipun banyak rekan seperjuangannya telah gagal
12:26Wang Ling tidak terpengaruh sama sekali dan tetap berusaha mati-matian supaya bisa lolos dalam seleksi itu
12:32Hingga pada satu titik Wang Ling yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan itu
12:37Terjatuh dari atas tebing ke sebuah lembah yang dipenuhi oleh api-api
12:41Pada saat itu Wang Ling menganggap fenomena tersebut sebagai ilusi sehingga mendorongnya untuk terus maju menuju puncak
12:49Walaupun api itu melahap tubuhnya
12:52Setelah berjuang cukup lama Wang Ling akhirnya berhasil keluar dari lembah berapi itu
12:57Dan dengan segera ia pun berlari menuju ke puncak tangga spiritual di gunung siang-siang
13:02Pada dengan tekad yang kuat serta ketekunannya dalam melewati segala rintangan dalam ujian tahap kedua
13:09Wang Ling berhasil melewati beberapa anak tangga spiritual
13:12Sehingga membuatnya yakin bahwa kali ini ia akan lolos ujian
13:17Namun yang mengejutkan di tengah perjalanannya menaiki tangga spiritual itu
13:22Wang Ling tiba-tiba terhenti karena ternyata waktu ujian yang disediakan telah habis
13:27Yang otomatis membuatnya gagal untuk kedua kalinya
13:30Dua kali gagal berturut-turut tentu saja membuat Wang Ling kecewa berat
13:36Terlebih ketika mendapati bahwa dirinya benar-benar hanya punya bakat di level rata-rata
13:41Yang jauh berbeda dari sepupunya yang bernama Wang Zhou
13:45Karena kesal Wang Ling pun terbawa emosi sesaat dan melampiaskannya dengan memaksa
13:49Untuk masuk ke dalam area puncak
13:51Tapi tanpa diduga tindakan itu malah membuat dirinya celaka dan terlempar dari atas puncak tebing
13:57Akibat terlempar dari atas tebing
14:01Wang Ling kini terdampar di sebuah goa dan sempat kehilangan kesadaran selama beberapa waktu
14:06Namun begitu kesadarannya kembali
14:09Wang Ling menemukan harta karun yang amat berharga yakni
14:12Mutiara Tiani yang sempat jadi rebutan sejak ribuan tahun yang lalu yang ada di episode 1
14:18Emang si inget kan?
14:21Karena penasarin Wang Ling kemudian meraih mutiara itu dan tanpa diduga keejeban pun mulai terjadi kepadanya
14:28Dimana saat itu Wang Ling eh tiba-tiba pindah ke dimensi lain
14:32Yakni sebuah tempat yang dinamakan ruang alam mimpi yang tepatnya berada dalam mutiara itu
14:38Dalam dimensi itu Wang Ling bertemu dengan jiwa situnan yang ternyata selama ini terkurung di dalam mutiara itu
14:47Pada saat itu tubuh Wang Ling hampir saja diambil alih oleh situnan
14:52Yang sangat terobsesi merasakan kembali kebebasan dan hidup sebagai manusia melalui tubuh fisik orang lain
14:59Namun yang mengejutkan ternyata tubuh Wang Ling gagal diambil alih sehingga membuat situnan kebingungan sekaligus merasa kesal
15:07Tapi meski begitu situnan yang masih penasarin terus mencoba lagi dan berkali-kali untuk bisa mengambil alih tubuh Wang Ling
15:14Tapi sayangnya berkali-kali ia mencoba berkali-kali juga ia harus gagal menguasai tubuh itu
15:21Karena usahanya sia-sia akhirnya situnan berhenti mencoba dan mulai berpikir serta mempertahankan tentang bagaimana
15:31Bisa orang yang dipilih oleh mutiara itu merupakan seorang pemuda yang kualifikasinya sangat buruk seperti Wang Ling
15:38Di tengah pemikirannya itu ia kemudian diajak negosiasi oleh Wang Ling yang berusaha membujuk supaya situnan mau membantunya dalam berkultivasi
15:49Akan tetapi negosiasi itu tidak membuahkan hasil karena situnan menolaknya dan mentah-mentah menolaknya hanya karena kualifikasi Wang Ling yang sangat buruk
16:00Alhasil pertemuan ajaib di antara mereka pun harus berakhir dengan dikeluarkannya Wang Ling dari ruang mutiara hingga kembali ke dunia nyata
16:08Setelah dikeluarkan dari dimensi ajaib itu Wang Ling eh tiba-tiba mendengar suara tangisan yang sangat familiar dan terdengar tidak jauh dari gua tempatnya terdampar
16:19Dengan segera ia pun menghampiri asal suara itu dan betapa terkejutnya ketika Wang Ling mendapati bahwa sosok yang menangis sambil memanggil namanya itu ternyata adalah ibunya sendiri
16:31Selain ibunya Wang Ling juga mendapati keberadaan ayahnya yang ditemani oleh orang-orang sekte Heng Yu yang kemudian membawa pergi Wang Ling dari dalam goa
16:41Dan ternyata jatuhnya Wang Ling dari atas tebing ketika gagal seleksi telah menyebabkan semua orang mengira bahwa Wang Ling melakukan percobaan bunuh diri sehingga membuat pihak sekte Heng Yu terganggu dan akhirnya membantu dalam upaya pencarian Wang Ling
16:56Bahkan tanpa diduga kesalahpahaman itu membuat Wang Ling mendapat pengecualian hingga akhirnya diterima sebagai murid di sekte tersebut
17:06Meskipun Wang Ling diterima sebagai murid sekte Heng Yu karena kesalahannya
17:13Ia tidak lantas membuang kesempatan itu dan justru dengan senang hati mengambil kesempatan tersebut sambil bertekad dalam hati
17:21Bahwa pada suatu hari nanti ia akan membuktikan diri bahwa dirinya pantas menjadi murid sekte Heng Yu
17:28Karena sudah membuat keputusan saat itu juga Wang Ling kembali berpisah dengan kedua orang tuanya dan mengikuti tetua Sun serta senior Zhang untuk kembali ke sekte Heng Yu secepatnya
17:40Sesampainya di sekte Heng Yu, Wang Ling diberi penjelasan oleh senior Zhang tentang berbagai aturan dasar yang berlaku di sekte Heng Yu
17:50Dimana salah satunya terkait warna pakaian yang mewakili status atau tingkatan murid yang ada di sekte itu
17:56Yang mana warna merah dan kuning menandakan murid dalam sekte Heng Yu
18:01Sedangkan untuk warna abu-abu menandakan murid kehormatan yang levelnya paling rendah di sekte tersebut
18:08Ya kayak babu lah gitu ya
18:09Usai menyampaikan hal itu Wang Ling kemudian dibawa menuju habitat barunya yakni
18:14Sebuah tempat dimana murid berpakaian abu-abu menyandang status sebagai murid sekte Heng Yu
18:20Dan pada saat tersebut Wang Ling dipertemukan dengan senior Liu yang punya julukan sebagai musang kuning karena warna pakaiannya
18:28Setibanya di tempat itu Wang Ling diminta untuk membereskan barang-barangnya serta diminta untuk menyiapkan barang keperluannya sendiri
18:38Pada saat yang sama kedatangan Wang Ling ini memancing ejekan dari murid-murid lain yang membahas-bahas tentang Wang Ling masuk ke sekte Heng Yu
18:47Karena mencoba menghabisi nyawanya sendiri
18:50Akan tetapi Wang Ling tidak memperdulikan ejekan mereka dan lebih memilih untuk segera membereskan barang-barangnya
18:57Pada saat tersebut Wang Ling dibantu oleh seorang murid bernama Zhang Hu yang menjadi satu-satunya rekan baik di habitat barunya itu
19:08Tidak berselang lama musang kuning atau senior Liu membagikan kartu tugas kepada para murid yang berisi tentang tugas-tugas yang harus dikerjakan pada keesokan harinya
19:18Dimana kertas tugas itu memiliki warna yang bermacam-macam yang tentunya mewakili jenis pekerjaan yang berbeda-beda
19:26Pada saat tersebut Wang Ling mendapatkan kartu tugas berwarna merah yang menandakan bahwa Wang Ling harus mengangkut air sebanyak 10 tong setiap harinya
19:35Usai pembagian tugas itu dengan polosnya Wang Ling kemudian bertanya kepada senior Liu terkait kapan waktu mereka untuk melakukan latihan atau berkultivasi
19:46Dan ternyata waktu untuk melakukan latihan sama sekali tidak ada karena tentunya semua murid berpakaian abu-abu akan selalu disibukkan dengan pekerjaan rumah
19:58Malam harinya Wang Ling yang masih penasarin dengan lingkungan barunya itu kemudian bertanya-tanya kepada Zhang Hu tentang mengapa banyak murid yang tidak menginginkan kartu tugas berwarna merah
20:11Seperti yang dia dapatkan alih-alih memberitahu Zhang Yu hanya mengatakan bahwa Wang Ling akan segera mengetahui alasannya ketika mulai bertugas besok
20:23Dan betapa terkejutnya Wang Ling ketika keesokan harinya menyadari bahwa ternyata yang disebut mengisi air 10 tong itu adalah 10 tong berukuran super jumbo
20:33Tapi meski begitu Wang Ling tidak punya waktu untuk protes dan hanya bisa menjalankan tugas itu seperti yang telah diperintahkan
20:41Setelah berhari-hari menjalani profesi baru sebagai tukang angkut air di sekte Heng Yu
20:49Wang Ling merasa sangat kelelahan karena gentong raksasa yang ia isi
20:53Airnya itu belum penuh juga terlebih lagi sekarang
20:56Tangan Wang Ling juga mulai kapalan dan dipenuhi oleh luka-luka yang menyakitkan
21:02Untuk sesaat Wang Ling pun memutuskan beristirahat sejenak
21:06Dan pada saat tersebut Wang Ling teringat pada mutiara Tiani yang sempat menyembuhkan lukanya ketika berada di dalam goa
21:13Ia pun terpikir untuk menjadikan mutiara itu sebagai obat
21:17Untuk menyembuhkan luka-luka yang ada di tangannya dengan cara merendam benda tersebut ke dalam air
21:23Sejak penemuan ajaib itu Wang Ling lebih giat lagi dalam menjalankan tugasnya
21:29Sambil diselingi dengan melakukan uji coba lain terkait keajaiban mutiara Tiani
21:34Di mana saat itu Wang Ling mulai menyimpan air rendaman mutiara ke dalam labu
21:38Agar sewaktu-waktu bisa ia minum ketika tubuhnya mulai merasa kelelahan
21:43Alhasil dengan adanya air mujarab ini
21:46Wang Ling dapat melakukan pekerjaannya dengan lancar
21:49Bahkan bisa menyelesaikan pekerjaan itu dengan lebih cepat
21:52Tapi di sisi lain situasi ini justru memancing kecurigaan senior Liu
21:57Yang ternyata eh diam-diam selalu membutuhkan Wang Ling untuk mengawasi pekerjaannya
22:03Karena adanya kecurigaan itu
22:07Suatu hari Wang Ling sampai diserang oleh senior Liu
22:10Tepat ketika ia sedang melakukan tugasnya sebagai tukang angkut air
22:14Di mana saat itu senior Liu merebut labu berisi air rendaman mutiara Tiani
22:20Dan menuduh Wang Ling telah menyemunyikan sesuatu di belakangnya
22:24Meskipun sebenarnya Wang Ling mengetahui kemana arah pembicaraan senior Liu
22:28Yang pastinya menyangkut soal keberadaan mutiara itu
22:31Tapi pada waktu itu
22:33Wang Ling lebih memilih pura-pura tidak tahu supaya kerahasiaan tentang mutiara itu tetap terjaga
22:39Di sisi lain kejadian ini membuat Wang Ling dimarahi oleh si Tunan
22:44Karena pemuda yang satu ini seolah tidak memiliki daya sama sekali untuk membuat perlawanan
22:50Hal ini pun lantas membuat si Tunan berinisiatif
22:53Untuk mengajari Wang Ling cara berkultivasi agar ke depannya
22:57Wang Ling bisa lebih menjaga diri dan tentunya bisa membawa keuntungan tersendiri bagi si Tunan
23:03Tanpa menunda waktu
23:04Si Tunan pun memberikan arahannya kepada Wang Ling untuk membantunya dalam mencapai tingkat kultivasi
23:10Tahap pertama yaitu kondensasi energi lapisan pertama
23:15Yang mana hal itu mengharuskan Wang Ling mengumpulkan lebih banyak embun dari mutiara Tiani
23:20Yang sesegera mungkin langsung dilaksanakan oleh Wang Ling
23:24Setelah semua persiapan selesai Wang Ling pun mulai berkultivasi di dalam ruang mutiara Tiani
23:30Beberapa hari kemudian Senior Liu dikabarkan sedang sibuk dengan berbagai persiapan
23:37Untuk digelarnya sebuah konferensi pertukaran dengan Sekte Suan Dao
23:41Untuk keperluan pertukaran itu
23:43Tetua Sun yang merupakan salah satu tetua di Sekte Heng Yu
23:47Memutuskan keputusan untuk mempromosikan satu murid dari lingkungan Wang Ling
23:53Supaya naik status menjadi murid berpakaian kuning
23:56Tanpa diduga ternyata orang yang dipromosikan itu adalah Wang Ling
24:01Sehingga hal itu pun memancing rasa iri dari murid berpakaian abu-abu lain
24:06Yang sudah lebih lama berada di Sekte Heng Yu
24:09Meskipun sempat merasa bingung dan tidak menyangka akan naik status secepat itu
24:15Wang Ling tetap berusaha bersikap wajar dan menerima kenaikan statusnya dengan penuh rasa syukur
24:21Ia pun segera berterima kasih kepada Tetua Sun yang kemudian memberinya kantong ajaib Doraemon berisi barang-barang berharga sebagai murid baru Tetua Sun
24:30Tidak lama setelah acara pemilihan itu Wang Ling kemudian menghabiskan sisa waktunya di dalam ruang mutiara Tiani
24:38Untuk terus berkultivasi serta meningkatkan kemampuannya dalam bertempur di bawah arahan Situnan
24:44Pada saat itu Wang Ling sudah bisa menguasai teknik gravitasi yang bisa ia pergunakan ketika menghadapi mara bahaya di dunia fana
24:53Sesaat kemudian Wang Ling mendengar adanya ribut-ribut di dunia luar yang ternyata berasal dari percecokan antara Zhang Hu dan senior Liu
25:04Dimana saat itu senior Liu berbuat curang terhadap hasil kerja Zhang Hu
25:09Yang kemudian membuat Zhang Hu protes serta mengancam akan melaporkan perbuatan senior Liu kepada para tetua
25:17Tidak mau dilaporkan senior Liu kemudian mengancam balik Zhang Hu bahwa ia akan menghabis Zhang Hu saat itu juga
25:25Tak lama setelahnya Zhang Hu pun diserang oleh senior Liu tapi ternyata
25:30Ketika teman satu sektenya Zhang Hu dibuli oleh senior Liu dan hampir saja dibunuh
25:39Wang Ling yang mengetahui hal itu segera turun tangan dan menangkis serangan senior jahat
25:44Pada saat yang bersamaan Zhang Hu yang dipenuhi dendam amarah nekat menusuk senior Liu dari belakang hingga tewas seketika
25:51Untuk melindungi temannya supaya pembunuhan yang dilakukan tidak diketahui para setua sekte Heng Yu
25:56Maka Wang Ling meminta Zhang Hu untuk lari dan dialah yang akan membereskan mayat senior Liu
26:02Ketika Wang Ling mencoba membereskan tubuh senior Liu, eh tiba-tiba
26:06Wang Ling yang bingung segera menemui masternya si Tunan di dalam ruang Tiani
26:14Untuk mencari tahu apakah ada masalah dengan kultifasinya
26:18Si Tunan menjelaskan bahwa ada sejenis racun bernama Hua Lingcao
26:23Dimana apabila seseorang terkena racun ini
26:26Maka dirinya tidak akan bisa mengkondensasiki spiritual
26:30Kultifasinya juga tidak bisa bertambah
26:33Sang master menanyakan siapakah orang jahat yang mungkin memberikan racun itu kepada Wang Ling
26:38Wang Ling mulai mengingat kejadian terdekat yang dia alami adalah
26:41Mendapatkan hadiah pengangkatan murid dari tetua Sun berupa kantong barang dan pil herbar yang langsung dia telan saat itu juga
26:49Demi bisa menghilangkan racun dalam tubuhnya
26:52Wang Ling bertanyi-tanyi kepada masternya
26:55Apakah ada cara selain penawar racun yang bisa digunakan untuk sepenuhnya menghilangkan racun dalam tubuhnya
27:01Dan masternya pun memberikan solusi yaitu melawan racun dengan racun
27:06Dimana proses racun melawan racun akan menyebabkan sakit luar biasa pada tubuh Wang Ling
27:11Tetapi dengan tekad yang kuat Wang Ling tidak takut apapun siap menanggung sakit demi untuk bisa tetap bisa berkultifasi
27:19Keesokan harinya semua murid-murid sekte Heng Yu dipanggil untuk berkumpul menyambut rombongan dari sekte Suandau yang akan datang mengikuti kompetisi pertukaran bela diri
27:30Dimana sekte Heng Yu yang menjadi tuan rumahnya
27:32Kedatangan sekte Suandau ditandai dengan perubahan fenomena langit yang mendung dan gelap disertai kilatan petir
27:39Sejurus kemudian monster lipan berkaki seribu menyeruak di tengah awan gelap dan meluncur dengan megahnya
27:45Membawa para peserta kompetisi dari sekte Suandau
27:49Membuat para murid sekte Heng Yu terkesima dan berdecah kagum
27:54Binatang ilahi raksasa itu tak hanya membuat kagum tetapi juga mengerikan
27:59Karena tubuhnya yang sangat beracun yang apabila terkapar sedikit saja
28:04Terpapar sedikit saja
28:06Maka nyawa pun bisa melayang
28:08Wang Ling yang mendengar lipan raksasa telah hidup lebih dari 300 tahun
28:15Merasa bahwa kedatangan binatang ilahi ini tepat waktu sesuai kebutuhannya
28:19Aura kegelapan memenuhi area kedatangan sekte Suandau
28:23Namun di tengah aura keunguan muncullah satu bunga kampus
28:27Maksudnya bunga sekte si Eneng Liu Mei yang cantik dan rupawin
28:36Di antara yang gelap muncullah yang bening otomatis membuat murid-murid Heng Yu menjadi tersihir
28:41Ditambah lagi di dalam sekte Heng Yu
28:44Murid minim murid wanita yang bening-bening
28:48Meskipun tidak sebening tante mendesak
28:51Tapi Eneng Liu Mei mampu membuat para murid lelaki terpanah dan menelan ludah mereka
28:56Ternyata sensasi menggoda iman tadi adalah teknik sihir yang akhirnya dipatakan oleh Master Dao Su
29:03Gadis cantik berbaju ungu itu mengakui dirinya memiliki akar spiritual air tunggal yang mengklaim
29:11Tidak ada satu orang pun yang bisa lolos dari teknik daya pikatnya yang menghanyutkan
29:16Dirinya merasa aneh melihat Wang Lin meskipun masih di tahap kondensasi key tingkat satu
29:22Tetapi dia yang tercepat bisa sadar dari pengaruh teknik sihirnya
29:26Master Dao Su merasa teknik pemikat yang dipelajari oleh Liu Mei bukanlah aliran yang benar
29:31Dan langsung dibantah oleh tetua Jin Gu Lei yang membela muridnya
29:35Pernyataan itu diikuti sindiran oleh tetua lain bahwa
29:39Sekte Heng Yu penuh akan murid pecundang yang kualifikasinya tidak jelas
29:44Ketua Sekte Heng Yu, Master Huang Long menutup percakapan dengan tantangan
29:49Untuk melihat kualifikasi sebenarnya dari murid-murid pada kompetisi pertukaran tiga hari mendatang
29:56Master Dao Su memberikan tugas kepada Wang So untuk melayani murid-murid Sekte Suan Dao
30:03Mendapat tugas yang penting, Wang So mencari amannya dengan melimpahkan tugas yang berbahaya
30:08Yaitu memberi makan binatang ilahi lipan kaki seribu beracun kepada Wang Lin
30:13Tugas berbahaya ini kebetulan sesuai dengan apa yang Wang Lin butuhkan
30:17Dan dengan senang hati dia menerimanya
30:19Di tengah malam Abah Situnan memberikan pengarahan dan menekan racun kepada tubuh muridnya tersebut
30:26Tetapi hanya bisa dalam waktu terbatas
30:29Sehingga Wang Lin harus beraksi cepat mendapatkan racun dari monster lipan ganas
30:34Sambil bismillah, Wang Lin pun mendekati monster lipan kaki seribu yang tengah beristirahat
30:42Wang Lin mengeluarkan umpan rusak spiritual yang dijadikan santapan malam monster lipan
30:47Yang akhirnya sukses diterkam oleh monster
30:49Tanpa disadari, makan malam telah diberi obat tidur
30:53Sehingga sekejap kemudian monster lipan kehilangan kesadarannya
30:56Dengan deg-degan campur keringetan
30:59Wang Lin mengambil beberapa tetes racun dari gading lipan
31:03Dengan pelan-pelan supaya tidak membangunkannya
31:06Tapi eh, tiba-tiba
31:08Setelah lolos dari kejaran lipan ganas yang murka
31:12Wang Lin segera meminum habis racun yang sudah dia ambil dengan penuh perjuangan
31:16Dan racun pun bertarung melawan racun di dalam tubuh Wang Lin
31:20Sensasinya bikin moles, bikin keram dan buntutnya dia pun muntah darah
31:23Ternyata sifat racun dari lipan terlalu keras
31:27Dengan tekad kuat menahan rasa sakit
31:29Wang Lin terus berjuang mengatasi kerasnya racun
31:32Dan berjanji tidak akan mati
31:34Karena ingin menyelamatkan masternya keluar
31:37Abah si Tunan terharu dengan tekad dan kebaikan hati sang murid
31:41Mengarahkan Wang Lin untuk mulai mencoba mengeluarkan ilmu bela dirinya
31:45Ternyata, Wang Lin mengalami boss luar biasa guys
31:51Dari level 1 kondensasi key
31:53Upgrade per tahap hingga menjadi tingkat 14
31:56Abah si Tunan pun dibikin terkejut
31:59Dengan peningkatan level sebegitu drastis kepada diri Wang Lin
32:03Kondisinya yang membagongkan
32:05Membuat Wang Lin pun bertanya-tanya
32:07Mengapa eh, tiba-tiba menjadi upper power
32:09Dan gurunya pun mengatakan
32:11Anggap saja itu hoki yang penting dia semakin kuat
32:15Belum selesai bersyukur
32:17Murid-murid sekte Suwando datang beramai-ramai mencari Wang Lin
32:20Mempertanyakan keadaan lipan kaki seribu yang eh, tiba-tiba
32:24Menjadi lemah tak berdaya
32:26Menganggap pasti ada kaitannya dengan Wang Lin
32:28Yang bertugas memberikannya makan
32:30Satu senior melancarkan serangannya ke arah Wang Lin
32:35Yang kemudian ditangkis oleh Master Sun
32:36Yang menasihati para murid Suwando
32:38Untuk tidak menyerang Wang Lin
32:40Supaya menjaga reputasi sekte Suwando
32:43Sambil memendam amarahnya
32:44Senior sekte Suwando menantang Wang Lin
32:47Untuk bertemu di arena kompetisi pertukaran
32:50Master Sun bertandang ke ruang Wang Lin
32:52Dan mencoba mengorek informasi
32:54Karena masih berada di kondensasi key tingkat 1
32:57Yang sebenarnya oleh Abah Situnan
33:00Level kultifasi Wang Lin
33:01Sudah disembunyikan agar tidak menjadi perhatian
33:04Orang-orang yang tidak diinginkan
33:06Master Sun memendam rasa curiga terhadap Wang Lin
33:10Dan berpikir ada kaitan dirinya dengan kematian senior Liu Zuzang
33:14Beberapa saat yang lalu
33:16Master Sun yang penuh siasat dan tipu daya
33:19Menunggu Wang Lin sampai mencapai kondensasi key tingkat 3
33:22Agar bisa diterawang pikirannya
33:24Karena dirinya mengincar pusaka yang ditenggarai dimiliki oleh Wang Lin
33:30Akhirnya tibalah hari kompetisi pertukaran bela diri antara
33:36Sekte Heng Yu dan Sekte Suwando
33:38Dari kejauhan muncul si Eneng Limulan yang secantik bidadari
33:42Seorang murid elit dari Sekte Luo He
33:45Bagaikan bidadari mengintip dari balik awan
33:48Limulan dari kejauhan menyaksikan kompetisi antar dua sekte besar
33:52Di hadapannya ditemani sang kakak
33:55Sejurus kemudian Naga Biru menjulang ke angkasa
33:58Menikuk turun menuju ke arena kompetisi di atasnya berdiri gaga
34:03Ketua Sekte Heng Yu yang mengumumkan aturan kompetisi bergilir
34:07Dimana pemenangnya adalah seseorang yang mampu bertahan sampai akhir di atas arena kompetisi
34:13Dan mengumumkan kompetisi dimulai
34:15Arena kompetisi ditutup oleh formasi pelindung
34:18Yang memisahkan arena kompetisi dari para penonton luar
34:22Kompetisi dibuka dengan Zhang Kuang dari Sekte Heng Yu
34:28Yang pertama kali maju ke arena kompetisi
34:30Dan disambut oleh Zhou Peng, murid agung dari Sekte Suwando
34:34Setelah pertarungan yang sengit
34:36Akhirnya Zhou Peng mengalahkan telak Zhang Kuang
34:39Tetua Sekte Suwando yang meremehkan kemampuan
34:42Murid-murid Heng Yu mengajukan penawaran
34:44Bahwa cukup satu muridnya saja yang maju
34:47Apabila ada murid-murid Heng Yu yang berhasil mengalahkannya
34:50Maka dia akan menjadi pemenang
34:52Peserta dari Heng Yu selanjutnya adalah
34:55Lu Song yang mengeluarkan teknik pedangnya melawan Zhou Peng
34:59Tetapi karena kultivasi yang kurang
35:01Dia pun kalah di tangan Zhou Peng
35:03Melihat beberapa murid Sekte Heng Yu kalah dari dirinya
35:06Membuat Zhou Peng takabut dan menyerang sembarangan
35:09Memecahkan formasi pelindung wilayah kompetisi yang menyasar ke arah penonton
35:14Wang Lin melihat ayah ibunya di arena pentonton dalam bahaya
35:18Bergegas turun tangan untuk menyelamatkannya
35:21Melihat orang-orang Sekte Heng Yu berada dalam bahaya yang disebabkan oleh murid elit Sekte Suandau
35:28Wang Lin akhirnya turun tangan untuk meledeni murid tersebut
35:31Yang seolah haus dengan kekuatan lawan yang jauh lebih kuat dari dirinya
35:35Pada saat itu Wang Lin menyelamatkan orang-orang dari serangan berbahaya yang ditimbulkan
35:40Murid Sekte Suandau yang kemudian berlanjut pada sebuah baku hantam
35:44Hidup dan mati antara dirinya dengan murid tersebut
35:47Tanpa basa-basi keduanya pun memulai pertarungan mereka
35:50Dimana saat itu murid Sekte Suandau akhirnya dibuat terkejut dengan kemampuan Wang Lin
35:55Yang serangannya tidak meleset dan sempat mengenai tubuhnya
35:59Tidak terima dirinya hampir dikalahkan oleh murid Sekte Heng Yu bernama Wang Lin
36:05Yang kekuatannya hanya terdeteksi di tingkat 6
36:08Murid Sekte Suandau yang sok jagoan itu pun
36:11Akhirnya menjadi semakin kesal dan segera menunjukkan jurus tempur lainnya untuk melawan Wang Lin
36:16Dimana saat itu ia menggunakan jurus ular kobra untuk menyerang Wang Lin
36:20Namun sayangnya jenis serangan ini pun tidak mempan untuk melukai Wang Lin
36:25Apalagi mengalahkannya
36:26Alih-alih berhasil mengalahkan Wang Lin seperti harapannya
36:30Murid itu justru dibuat kelabakan oleh keganasan Wang Lin
36:33Yang mampu menangkal serangan ular kobra tapi bukan ular indosiar
36:36Bahkan membuat pemiliknya terluka untuk kedua kalinya
36:40Di sisi lain aksi luar biasa Wang Lin ini menarik perhatian semua orang yang hadir di lokasi pertandingan
36:48Yang kemudian menjadi penasarin dengan identitas Wang Lin sebagai salah satu murid Sekte Heng Yu yang kurang terkenal
36:54Setelah mengamati dengan seksama
36:56Mereka pun akhirnya menyadari bahwa
36:58Sosok hebat alias pahlawan muda yang sedang unjuk kemampuan dihadapannya
37:02Tidak lain dan tidak bukan adalah seorang murid yang dulu sering digosipkan diterima di Sekte Heng Yu
37:08Melalui jalur percobaan bundir bukan jalur orang dalam ya
37:12Sementara itu murid Sekte Suwando dibuat panas dingin gemetaran ketika akhirnya Wang Lin menunjukkan kekuatan aslinya
37:18Yang sudah mencapai tingkat 14
37:21Sadar bahwa sosok dihadapannya itu bukanlah lawan yang sepadan
37:24Murid itu pun berusaha melarikan diri dari Wang Lin
37:27Tapi sayangnya aksinya itu digagalkan dengan Wang Lin
37:30Yang lantas membuat perhitungan supaya murid itu kena mental
37:34Melihat salah satu murid andalannya dikalahkan oleh murid Sekte Heng Yu
37:40Tetua Sekte Suwando lantas turut tangan untuk membalaskan perbuatan yang telah dilakukan oleh Wang Lin
37:46Tapi untungnya niat kurang bijak tetua itu pun digagalkan oleh Tetua Sekte Heng Yu yang kemudian mengingatkannya
37:52Untuk tidak berbuat macam-macam di wilayah Sekte Heng Yu
37:56Pada akhirnya para Tetua Sekte Suwando pun hanya bisa menurut dan menghormati
38:00Semua kebijakan yang berlaku di Sekte Heng Yu
38:03Tak lama setelahnya Tetua Sekte Heng Yu kemudian mengumumkan bahwa pertandingan antar Sekte kali ini dimenangkan oleh Sekte Heng Yu
38:11Kemenangan itu pun akhirnya membuat Wang Lin naik status menjadi murid batin
38:16Yang kemudian disambut suka cita oleh para lekannya
38:20Setelah pertandingan itu dinyatakan berakhir
38:24Para Tetua Sekte Suwando beserta murid-murid andalannya segera angkat kaki meninggalkan Sekte Heng Yu
38:29Setelah terlebih dulu meminta maaf atas keributan yang sempat terjadi
38:33Begitu juga dengan Limuan serta kakak seperguruannya yang juga ikutan angkat kaki sebelum kehadirannya disadari oleh orang-orang
38:40Sementara itu Wang Lin mengejar kedua orang tuanya yang sudah mau pulang untuk sekedar melepas rindu karena sudah bertahun-tahun tidak bertemu
38:49Pada saat itu Wang Lin diberi sekantong perbekalan yang dibawa ibunya dari desa untuk persediaan Wang Lin selama tinggal di Sekte Heng Yu
38:57Barang-barang itu pun diberi balasan mutiara giyok oleh Wang Lin yang kemudian diberikan kepada ayahnya
39:03Setelah pertemuan mereka dirasa cukup, Wang Lin pun berpisah dengan kedua orang tuanya
39:09Beberapa hari kemudian Sekte Heng Yu digemparkan dengan kedatangan sesepu Sekte Suandau yang bernama Bionanzi yang kedatangannya untuk memperingatkan agar seluruh penghuni Sekte Heng Yu segera angkat kaki meninggalkan tempat tersebut
39:26Hal ini dikarenakan pemilik serta semua leluhur Sekte Heng Yu telah setewas di medan perang sehingga kepemilikan puncak gunung tempat Sekte Heng Yu berdiri akan diambil alih olehnya
39:36Tidak terima tempat kebanggaannya akan dikuasai apalagi dihancurkan oleh pihak lain
39:41Para tetua Sekte Heng Yu pun sekuat tenaga mempertahankan tempat mereka dengan segera membuat formasi pelindungan gunung
39:48Selagi para tetua bahu-membahu membuat formasi pelindung gunung, Wang Lin yang baru keluar kamar dan menyadari betapa gentingnya situasi di luar
39:57Akhirnya diminta untuk mengikuti tetua Sun menuju kamarnya
40:01Pada saat berduaan di dalam kamar, tetua Sun membujuk Wang Lin untuk meminum teh ramuannya yang telah dicampur bahan-bahan berbahaya untuk mencelakai Wang Lin
40:10Tapi untungnya Wang Lin menolak minuman tersebut karena telah menduga bahwa di dalamnya pasti terkandung zat-zat yang bisa menghambat proses kultifasinya seperti zat beracun
40:20Yang terkandung dalam pil yang pernah diberikan tetua Sun sebelumnya
40:24Emang masih ingat kan?
40:27Karena niat buruknya telah ketahuan oleh Wang Lin, akhirnya tetua Sun tidak berpura-pura baik lagi
40:32Dan segera mengikat Wang Lin dengan menggunakan formasi pengikat roh
40:36Sementara itu situasi di luar kamar semakin genting saja
40:41Dimana saat itu sesepuh Sekte Suwando mulai merusak formasi pelindungan yang dibuat oleh para tetua Sekte Heng Yu
40:47Hal ini pun memaksa para tetua Sekte Heng Yu untuk melakukan tindak penyelamatan
40:51Yang lebih cepat lagi dimana semua murid diminta untuk cepat-cepat turun gunung meninggalkan gedung Sekte Heng Yu
40:58Sementara untuk memperlambat aksi perusakan formasi pelindung
41:01Salah satu tetua Sekte Heng Yu yang punya julukan Naga Kuning secara terang-terangan melawan sesepuh Sekte Suwando
41:08Tapi karena tingkat kekuatan mereka tidak sebanding
41:11Upaya yang dilakukan oleh tetua itu pun tidak berhasil dan justru malah membuat tubuhnya terluka
41:17Melihat beberapa tetua Sekte Heng Yu sudah terluka para
41:21Para murid elit atau murid inti Sekte Heng Yu
41:24Langsung ambil tindakan untuk melakukan perlawanan secara massal terhadap sesepuh Sekte Suwando alias Bionanzi
41:30Tapi meski begitu upaya perlawanan mereka tidak berguna sama sekali
41:35Karena sudah jelas bahwa kekuatan sosok yang mereka lawan sangatlah jauh lebih kuat dibanding mereka
41:41Hingga pada akhirnya semua orang di Sekte Heng Yu harus terima kenyataan
41:45Bahwa formasi pelindungan yang mereka buat berhasil dilululantakan oleh sesepuh Sekte Suwando
41:51Kembali ke tempat Wang Lin berada
41:56Kini tetua Sun sedang berusaha memaksa Wang Lin untuk menunjukkan benda pusaka pembawa keajaiban untuk diserahkan kepadanya
42:03Tetua Sun bahkan sampai berani menggeledah sendiri apa yang ada di pakaian Wang Lin
42:07Tapi sayangnya ia tidak mendapatkan apa-apa dari balik pakaian Wang Lin
42:12Demi mendesak Wang Lin supaya mau menyerahkan benda tersebut
42:15Wang Lin pun dibuatnya kesakitan dalam menahan serangan yang dibuat oleh tetua Sun
42:20Tepat saat Wang Lin berteriak kesakitan dan hampir kehilangan kesadaran
42:24Saat itulah Abah Situ Nan berusaha menyadarkan Wang Lin dan membantunya untuk tetap terjaga
42:30Hingga eh tiba-tiba
42:32Eh tiba-tiba saja tetua Sun mendadak kaku dan tidak bisa gerak bagai patung
42:38Situasi itu pun tentu saja membuat menjadi panik karena tidak mengerti apa yang terjadi kepada tubuhnya
42:44Tetua Sun lebih panik lagi ketika melihat bahwa Wang Lin berani memaksanya untuk melepaskan tubuhnya
42:50Dari formasi pengikat roh yang ia buat
42:53Bahkan sekarang Wang Lin berani buka-bukaan terkait rencana pembalasannya akan ia tunjukkan kepada tetua Sun
42:59Dimana ternyata ia telah diam-diam meracuni tetua Sun
43:02Sebagaimana dirinya pernah diracuni lewat sebuah pil
43:06Dan karena tetua Sun kembali mengusiknya dari kedamaian
43:09Wang Lin pun terpaksa bertindak lebih jauh dengan melakukan penyerangan fisik terhadap tetua Sun hingga tumbang
43:15Sementara itu di sisi lain
43:17Sekte Heng Yu di luar sana sudah porak-poranda
43:19Akibat pertempuran para tetua yang gagal mempertahankan formasi perlindungan Sekte Heng Yu
43:24Keadaan ini pun secara tidak langsung menyatakan bahwa
43:27Sekte Heng Yu kalah dan kepemilikannya resmi diambil alih oleh Sekte Suandau
43:32Sesaat kemudian para tetua Sekte Heng Yu pun meninggalkan tempat tersebut
43:36Tapi tidak dengan sebagian besar murid Sekte Heng Yu
43:39Yang saat itu langsung direkrut oleh para tetua Sekte Suandau
43:43Akhirnya keputusan para murid itu pun membuat tetua Sekte Heng Yu kecewa
43:48Dan hanya bisa merelakan murid-murid kesayangannya diambil alih
43:51Kembali kepada Wang Lin
43:55Kini ia yang baru menyelesaikan urusannya dengan tetua Sun
43:58Akhirnya keluar ruangan dan melihat sendiri bagaimana penampakan porak-poranda yang terjadi di Sekte Heng Yu
44:04Situasi ini pun akhirnya membuat Wang Lin berani mengambil keputusan besar
44:08Dimana ia memutuskan untuk tidak buru-buru bergabung dengan Sekte manapun
44:12Melainkan ingin lebih cepat lagi dalam meningkatkan kultifasinya
44:16Yang tentunya disertai arahan dari Abah Situnan
44:20Mendengar keputusan ini Abah Situnan pun merasa senang
44:23Karena akhirnya bisa mendapati bocah didikannya
44:26Mengalami semacam pencerahan hidup
44:29Singkat cerita 4 tahun berlalu
44:33Dua murid Sekte Heng Yu yang sekarang sudah pindah pergeruan ke Sekte Suandau
44:37Sedang berkeliling di sekitar Gunung Lusan
44:39Dengan tujuan untuk mencari binatang kristal hitam
44:42Untuk pelatihannya
44:43Pada saat mereka mendarat di sebuah tempat
44:46Murid bernama Chang Ho merasakan adanya nafas spiritual di dekatnya yang menandakan
44:51Bahwa tidak jauh dari sana pasti ada seseorang yang sedang berlatih atau berkultifasi
44:56Tak mau dianggap sebagai pengganggu yang lancang datang ke sembarangan tempat
45:00Kedua murid itu pun lantas segera meminta maaf sambil mengatakan bahwa
45:04Dirinya tidak punya maksud apa-apa dan hanya sekedar lewat saja
45:08Terima kasih telah menonton!
Comments