Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 bulan yang lalu
Pink dan hijau jadi simbol keberanian perempuan melawan. 17 8 Tuntutan Rakyat disuarakan.

Tuntutan jangka pendek dibatasi sampai 5 September 2025 harus dipenuhi. Apa yang akan dilakukan jika itu tak terjadi?

Rosianna Silalahi mengundang:
1. Veronica Tan - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
2. Rieke Diah Pitaloka - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan
3. Alissa Wahid - Direktur Jaringan Gusdurian
4. Melanie Subono - Seniman dan aktivis
5. Abigail Limuria - Co-Founder What Is Up, Indonesia?
6. Asfinawati - Akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera

Saksikan dalam ROSI episode Ketika Perempuan Bersuara. Tayang Kamis, 4 September 2025 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/615749/full-rieke-veronica-tan-hingga-abigail-limuria-bicara-tuntutan-rakyat-17-8-harapan-pada-prabowo
Transkrip
00:00:00Terima kasih.
00:00:30Terima kasih.
00:01:00Terima kasih.
00:01:29Terima kasih.
00:01:31Terima kasih.
00:01:33Terima kasih.
00:02:03Terima kasih.
00:02:05Terima kasih.
00:02:35Terima kasih.
00:02:37Terima kasih.
00:02:39Terima kasih.
00:02:41Terima kasih.
00:02:43Terima kasih.
00:02:45Terima kasih.
00:02:47Terima kasih.
00:02:49Terima kasih.
00:02:51Terima kasih.
00:02:53Terima kasih.
00:02:55Terima kasih.
00:02:57Terima kasih.
00:02:59Terima kasih.
00:03:01Assalamualaikum.
00:03:03Terima kasih.
00:03:05Terima kasih.
00:03:07Terima kasih.
00:03:09Selamat malam.
00:03:11Terima kasih.
00:03:13Terima kasih.
00:03:15Terima kasih.
00:03:17Terima kasih.
00:03:19Terima kasih.
00:03:21Terima kasih.
00:03:23Terima kasih.
00:03:25Terima kasih.
00:03:27Terima kasih.
00:03:29Terima kasih.
00:03:31Terima kasih.
00:03:33Terima kasih.
00:03:35Terima kasih.
00:03:37Terima kasih.
00:03:39Terima kasih.
00:03:41Terima kasih.
00:03:43Terima kasih.
00:03:45Terima kasih.
00:03:47Terima kasih.
00:03:49Terima kasih.
00:03:51mekanisme yang sesuai peraturan perundang-undangan
00:03:54itu bahasa formilnya, tapi
00:03:56menurut saya ketika semua orang
00:03:58melihat itu sebagai
00:04:00urgensi nasional, maka
00:04:02keputusan politik itu bisa kok dipercepat
00:04:04entah itu keputusan lewat
00:04:06DPR atau lewat presiden
00:04:07karena presiden sebagai kepala negara dan kepala
00:04:10pemerintahan misalnya seperti itu
00:04:11contoh undang-undang perampasan aset
00:04:13ketika itu sulit di DPR sebetulnya bisa
00:04:15mengeluarkan perpu dan ketika
00:04:17DPR menolak pun perpu itu tetap bisa
00:04:19dijalankan begitu, tapi semua ada
00:04:21mekanismenya menurut saya
00:04:23saya kalau secara pribadi
00:04:25terutama soal represivitas
00:04:28karena saya dan Asfi
00:04:29adalah orang-orang yang di lapangan begitu
00:04:31pada peristiwa
00:04:3398 saya ikut dipukulin
00:04:36saya mendampingi
00:04:37Yunhab ketika diotopsi di RSCM
00:04:40dengan luka peluru
00:04:42yang menembus dadanya
00:04:44begitu, dan itu kenangan
00:04:46yang tidak mungkin saya lupakan, dan kemarin
00:04:48itu tentu saja bagi saya sendiri
00:04:50pukulan telak ya
00:04:51saya
00:04:52bagi saya
00:04:56nyawa seorang rakyat itu
00:04:59tidak bisa ditukar dengan apapun
00:05:01apalagi karena peristiwa politik
00:05:03dan saya minta maaf dari lubuk hati
00:05:06yang paling dalam
00:05:06jika dianggap kurang
00:05:08memberikan
00:05:10tanggapan begitu
00:05:12dan saya tidak akan membela diri
00:05:13namun demikian dari 17 plus 8 itu
00:05:16saya kira ada hal-hal penting
00:05:18saya minta tambahan tadi malah ya
00:05:20minta tambahan ke teman-teman yang datang
00:05:22tambahkanlah untuk
00:05:24jaga pangan kita
00:05:26tolak kenaikan harga kebutuhan pokok
00:05:28kita perempuan
00:05:29saya politisi perempuan
00:05:31dan menurut saya
00:05:32perspektif perempuan itu menjadi penting
00:05:35ketika persoalan seperti ini
00:05:36contoh kematian Avan
00:05:37kebetulan saya ketua umum
00:05:39konfederasi rakyat pekerja Indonesia
00:05:41di mana anggota dan jaringan saya
00:05:43termasuk mereka yang bekerja di jalur distribusi dan logistik
00:05:46kematian Avan itu bagi kami sangat memukul
00:05:49begitu ya
00:05:50dan oleh karena itu
00:05:51saya tidak bisa membayangkan
00:05:54bagaimana seorang ibu yang kehilangan anak
00:05:56tidak cukup diberikan santunan
00:05:58tidak cukup diberikan rumah bagi saya
00:06:00oleh karena itu saya meminta dukungan juga
00:06:03dari teman-teman semuanya
00:06:05untuk adanya suatu payung hukum yang penting
00:06:08bagi pengemudi ojol
00:06:09Malaysia baru beberapa hari lalu
00:06:12mengesahkan gig workers bill
00:06:15dan saya meminta dukungan
00:06:17agar presiden segera mengeluarkan
00:06:19peraturan presiden tentang
00:06:20perlindungan pekerja platform Indonesia
00:06:23sisi lainnya saya tadi minta ditambahkan
00:06:25kepada teman-teman Abigail
00:06:27yang terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya
00:06:30tapi di saat bersamaan
00:06:32saya juga menerima
00:06:33asosiasi petani tebu rakyat
00:06:36yang saya bawa ke balkon begitu
00:06:38sebetulnya itu bisa
00:06:39kalian jangan di luar masuk
00:06:41ya kita bisa fasilitasi untuk masuk gitu
00:06:44ada persoalan penting
00:06:46saya tadi sampaikan
00:06:48ini perlu diwaspadai
00:06:49kenapa ketika masuk bulan Agustus
00:06:52kok ada sesuatu
00:06:53bagi saya yang politisi
00:06:55seperti tidak sengaja
00:06:57tapi kok sistematis
00:06:58yaitu terkait kelangkaan pangan
00:06:59dan harganya yang melonjak
00:07:01beras tidak ada begitu
00:07:03harganya naik termasuk beras subsidi
00:07:06padahal stok beras di Budulang Bulog itu luar biasa
00:07:093,9 juta ton begitu
00:07:12dan ada beras sisa impor
00:07:142024 1 juta ton
00:07:16yang kalau tidak dikeluarkan itu disposal
00:07:18itu tidak akan busuk berkutu dan seterusnya
00:07:20segera distribusikan begitu
00:07:22lalu kemudian minyak goreng
00:07:24tiba-tiba minyak goreng subsidi
00:07:26harga eceran tertingginya
00:07:28sampai ada salah satu kabupaten bintang
00:07:3150 ribu per liter
00:07:33belum tentu juga ada di lapangan
00:07:35kemudian persoalan gula
00:07:36tadi petani tebu
00:07:37luar biasa
00:07:39stok gula kita itu
00:07:403,9 juta ton
00:07:42sampai akhir 2025
00:07:44kenapa diputuskan impor
00:07:46yang itu gula raw sugar
00:07:48yang harusnya untuk konsumsi industri
00:07:51masuk ke gula
00:07:52konsumsi ke industri
00:07:54masuk ke konsumsi
00:07:55ini adalah gejala-gejala
00:07:57yang menurut saya
00:07:58BBM juga silahkan dicek
00:08:01ada kelangkaan BBM di berbagai tempat
00:08:03begitu
00:08:03tinggal dimainkan lagi
00:08:05persoalan nilai tukar rupiah
00:08:06lalu kemudian
00:08:08na'uzubillah mindalik
00:08:09ini yang saya minta tolong semuanya
00:08:11bahwa keadaan
00:08:12seperti Mbak Rosi bilang
00:08:14di jalan sudah mulai tenang
00:08:15tetapi apakah ini aman
00:08:17aman tidaknya sebuah negara
00:08:19bukan hanya tidak ada kerusuhan
00:08:21bagi saya
00:08:22tetapi bagaimana keamanan itu
00:08:24terpenuhinya hak-hak dasar rakyat
00:08:26sandang, pangan papan, perumahan
00:08:28pendidikan, kesehatan, pekerjaan
00:08:31kehidupan sosial
00:08:32perlindungan hukum dan HAM
00:08:33dan infrastruktur dan lingkungan hidup yang baik
00:08:35kalau itu aman baru aman
00:08:37oke
00:08:38jadi tidak bisa sekali lagi
00:08:39dikecilkan definisi aman
00:08:41dengan tidak ada kerusuhan
00:08:43saya mau masuk ke Abigail dulu
00:08:45Abigail sudah ditemui
00:08:47oleh perwakilan dari DPR
00:08:49seberapa kuat perasaan Anda
00:08:52untuk melihat ada komitmen
00:08:54yang tulus dan besar gitu
00:08:58bahwa 17 plus 8 akan dilakukan
00:09:01ya pertama-tama tentunya
00:09:03aku sama teman-teman aku
00:09:04sangat mengapresiasi
00:09:05bahwa sudah ditemui ya tadi
00:09:08jujur kami tidak ekspek
00:09:09akan ditemui
00:09:10kami hanya ekspek untuk
00:09:12menyatakan pernyataan
00:09:14habis itu memasukkan suratnya
00:09:16tapi ternyata ditemui
00:09:17tapi jujur
00:09:18apa yang aku harapin itu
00:09:20seharusnya
00:09:21anggota DPR menemui masyarakat
00:09:25itu 5 hari yang lalu
00:09:26seharusnya enggak hari ini
00:09:28seharusnya enggak sampai
00:09:30udah separah ini
00:09:31itu yang teman-teman
00:09:33teman-teman aku rasain
00:09:34dan tadi kan beritanya baru keluar
00:09:37dan aku baca-baca sedikit
00:09:39komen-komennya
00:09:39banyak yang bilang
00:09:40kenapa giliran orang-orang
00:09:42yang punya platform datang
00:09:44baru ditemuin
00:09:45kenapa giliran mahasiswa
00:09:47masyarakat sipil
00:09:48atau siapapun itu yang
00:09:49udah demo berhari-hari
00:09:51tidak ada yang ditemui
00:09:53atau bahkan sebelum
00:09:55bereskalasi sampai sebesar itu
00:09:57yang masih
00:09:58dalam taraf normal
00:10:00dan bahkan tidak harus
00:10:01sampai demo
00:10:02kenapa harus nunggu demo
00:10:03kenapa enggak berbenah
00:10:05dari dulu
00:10:07maksudnya kan ini masalah
00:10:08menumpuk-menumpuk
00:10:09yang kita rasain
00:10:10dari saya pribadi
00:10:12dari teman-teman pribadi
00:10:14kayak setiap hari
00:10:15buka
00:10:16medsos
00:10:18ngeliat berita
00:10:19rasanya pasti kayak
00:10:21gak pernah seneng
00:10:22kalau ngeliat politik
00:10:23selalu ada aja yang bikin kesel
00:10:25selalu ada yang sampai
00:10:26to a point
00:10:27dimana kita tuh
00:10:28udah gak berharap apa-apa
00:10:30kita cuman
00:10:30udah jangan ganggu kita
00:10:32tapi itu pun tuh
00:10:34kayaknya gak bisa gitu
00:10:35kita nemu hobi baru
00:10:37mau dipajakin
00:10:38habis itu
00:10:39ekonomi lagi lesu
00:10:41kita di gaslight bilang
00:10:42ekonomi baik-baik saja
00:10:44bisnis lagi struggling
00:10:46malah dikejar-kejar pajak
00:10:48karena targetnya semakin tinggi
00:10:50lalu habis itu kita bayar pajak
00:10:52kita ngeliat duitnya dikorupsi
00:10:53itu kan sangat-sangat mempengaruhi
00:10:56gimana kita
00:10:57hidup sehari-hari gitu
00:10:59yang sampai kita
00:11:00kita merasa kita harus survive sendiri nih
00:11:03dan bahkan gak survive sendiri aja
00:11:05survive
00:11:05melampaui apa yang dilakukan
00:11:10para pemerintah ini gitu
00:11:12dan jadi
00:11:13itu sih
00:11:14yang
00:11:15saya dan beberapa teman-teman saya
00:11:17rasakan
00:11:18soal
00:11:20maaf
00:11:20jadi satu
00:11:21apresiasi ditemui
00:11:23apresiasi
00:11:23tapi harusnya
00:11:24seharusnya lebih awal
00:11:26supaya
00:11:26jangan terlalu lama menunggu
00:11:27sekarang udah kacau sekali kan
00:11:29udah ada korban
00:11:30korbannya bahkan
00:11:32info paling baru
00:11:33udah sebelas
00:11:34sebelas meninggal
00:11:35sebelas meninggal
00:11:36dan ratusan yang buka
00:11:38lalu ada yang ditangkap
00:11:39saat ini
00:11:39kemarin 10
00:11:40ada informasi bertambah satu lagi
00:11:42dan 20 hilang
00:11:44kalau saya tidak salah
00:11:45ya dan masih
00:11:45dan masih ada 20
00:11:4720 orang yang hilang
00:11:48sangat disayangkan
00:11:50menurut aku
00:11:50seharusnya gak sampai tahap ini
00:11:52oke
00:11:52saya akan kembali lagi ke Abigail
00:11:55hari ini
00:11:56hari Kamis 4 September
00:11:57Kepala Badan Pengendalian Pembangunan
00:11:59dan investigasi khusus
00:12:01pada sebuah lembaga
00:12:02yang disingkat
00:12:02BAPISUS
00:12:03Pak Aris Marsudianto
00:12:05mengatakan
00:12:05bersama Kepala BIN
00:12:07dipanggil oleh Presiden
00:12:09dan ketika ditanya oleh
00:12:10awak media
00:12:11mengatakan
00:12:11kondisi bagus
00:12:12semua terasasi dengan baik
00:12:14kita semua pasti
00:12:16sering dapat WA
00:12:16dari banyak kenalan kita
00:12:18untuk menanyakan
00:12:19Jakarta baik gak?
00:12:20Indonesia aman gak?
00:12:22dan hari ini dijawab
00:12:23bahwa kondisi bagus
00:12:24semua terasasi dengan baik
00:12:26kita ini semua
00:12:26hanya tinggal diskusi
00:12:27dan kita hanya tinggal lepas landas
00:12:29Mbak Alisa Wahid
00:12:30apakah ini
00:12:31menjawab semua pertanyaan
00:12:33tentang Indonesia
00:12:34sudah baik
00:12:35dan aman?
00:12:37itu sebetulnya
00:12:38menunjukkan realita internal ya
00:12:39realita internal
00:12:41para pejabat
00:12:43itu belum tentu
00:12:44realita yang sama
00:12:46dengan yang dihadapi
00:12:47oleh rakyat Indonesia
00:12:48dan ketika ditanya
00:12:51apakah sudah baik-baik saja
00:12:54kalau ukurannya
00:12:55lalu lintas
00:12:56mulai dari tadi malam
00:12:57sudah macet
00:12:58apakah itu
00:12:59yang dimaksud
00:13:00dengan baik-baik saja
00:13:01apakah yang dimaksud
00:13:03dengan baik-baik saja
00:13:04itu tidak ada
00:13:05kerumunan
00:13:06atau tidak ada
00:13:08aksi-aksi
00:13:09yang lari
00:13:11yang pergi ke sana
00:13:12kemari
00:13:13berkerumun
00:13:13di mana-mana
00:13:14sehingga menimbulkan
00:13:15kepanikan
00:13:16apakah itu
00:13:17sementara
00:13:18kita masih melihat
00:13:19bahwa sebetulnya
00:13:20kondisi baik-baik saja
00:13:22itu
00:13:23kalau yang seperti itu
00:13:24masih api dalam sekam
00:13:25dan itu yang terjadi
00:13:26beberapa hari yang lalu
00:13:28beberapa hari yang lalu
00:13:30kemarahan masyarakat
00:13:32sudah sedemikian besar
00:13:33itu tidak tertangkap
00:13:35dianggap masih baik-baik saja
00:13:37persoalan baik-baik saja
00:13:39bukan persoalan
00:13:41hanya
00:13:42karena ada
00:13:44korban jiwa
00:13:46yang
00:13:47meninggal secara
00:13:49brutal
00:13:49lalu orang marah
00:13:52itu
00:13:52marahnya bukan hanya
00:13:54karena
00:13:54satu kali kejadian itu
00:13:56kejadian itu
00:13:58masih banyak
00:13:58rekamannya
00:14:01di masa-masa
00:14:02yang sebelumnya
00:14:03ketika
00:14:04kebrutalan
00:14:04aparat
00:14:05terhadap
00:14:06rakyat yang sedang
00:14:08menyuarakan
00:14:10aspirasi mereka
00:14:11itu
00:14:12direkam
00:14:15oleh masyarakat
00:14:16itu sendiri
00:14:16itu kan berkali-kali
00:14:18ada di seluruh
00:14:19sudut Indonesia
00:14:20bahkan
00:14:21masyarakat adat
00:14:22misalnya
00:14:23yang harus melawan
00:14:24aparat penegah hukum
00:14:26ketika mereka
00:14:28berusaha untuk
00:14:28mempertahankan tanahnya
00:14:30itu kan terjadi
00:14:31jauh dari mana-mana
00:14:32tapi kita punya
00:14:33rekamannya
00:14:34ada dalam memori
00:14:36kolektif
00:14:36ada dalam memori
00:14:38kolektif publik
00:14:39publik sadar bahwa
00:14:41rakyat makin lama
00:14:42makin terjepit
00:14:44rakyat makin jauh
00:14:46dari
00:14:46kemaslahatan
00:14:49atau kesejahteraan
00:14:50atau kebaikan bersama
00:14:51yang katanya
00:14:52dijanjikan
00:14:53untuk kita
00:14:54jadi kalau itu
00:14:55belum terwujud
00:14:56ya belum baik-baik saja
00:14:57sebetulnya
00:14:58tapi api dalam sekam
00:15:00api dalam sekam
00:15:01sebuah
00:15:02kalimat yang
00:15:03sungguh
00:15:04menyimpan
00:15:05sesuatu yang
00:15:07seharusnya
00:15:08bisa diantisipasi
00:15:09oleh pemerintah
00:15:10karena itu
00:15:11sebuah strong statement
00:15:12Mbak Alisa
00:15:13situasi ini
00:15:14adalah
00:15:15api dalam sekam
00:15:17Mbak Asfina
00:15:18ya
00:15:19saya mau
00:15:20melanjutkan tadi
00:15:22Mbak Alisa
00:15:22api dalam sekam itu
00:15:23sebetulnya adalah
00:15:24soal
00:15:24demokrasi Indonesia
00:15:26dan saya mau mengartikan
00:15:27demokrasi itu
00:15:28bukan demokrasi politik saja
00:15:30tapi demokrasi ekonomi
00:15:31dan kalau kita lihat
00:15:33demokrasi ekonomi
00:15:34pasal tiga-tiga
00:15:35sudah mengatakan
00:15:36bumi air
00:15:37dan segala kekayaan
00:15:38yang terkandungi di dalamnya
00:15:39bukan dimiliki negara
00:15:41tapi dikuasai negara
00:15:42untuk kepentingan
00:15:44sebesar-besarnya rakyat
00:15:45kemakmuran rakyat
00:15:45pertanyaannya sekarang
00:15:47apakah rakyat Indonesia tahu
00:15:49siapakah pemilik hak guna
00:15:51usaha
00:15:52hak HGU
00:15:53tanah di Indonesia
00:15:54tidak dikasih tahu
00:15:56tidak boleh diakses masyarakat
00:15:58kemudian
00:15:59apakah kita bisa menentukan
00:16:00tarif dasar listrik
00:16:01karena katanya itu adalah
00:16:03hajat hidup orang banyak
00:16:04tidak
00:16:05apakah PDAM
00:16:06perusahaan daerah air minum
00:16:07bisa diminum
00:16:08bukankah mereka bisa diganti
00:16:10perusahaan daerah air
00:16:11tidak diminum
00:16:12jadi kita gak pernah
00:16:14bisa meminum air PDAM
00:16:16gitu kan
00:16:17selalu ada tuh
00:16:18kalau di tempat-tempat publik
00:16:19untuk yang banyak orang asing
00:16:20air ini dalam
00:16:21air kerannya
00:16:22tidak bisa diminum
00:16:23karena di negara-negara
00:16:24yang lebih beradab
00:16:25air keran bisa diminum
00:16:26sehingga rakyat
00:16:27tidak perlu mengeluarkan air
00:16:28ada sebuah riset yang menunjukkan
00:16:30keluarga dan orang miskin
00:16:31mengeluarkan air
00:16:32lebih banyak daripada orang kaya
00:16:34tentu saja
00:16:34karena kalau mereka hidup di jalan
00:16:36mereka harus
00:16:37kalau kita naik bis
00:16:38malam saja
00:16:39kita akan berhenti
00:16:40bayar
00:16:40seribu
00:16:41dua ribu
00:16:42kalau mau mandi
00:16:42lima ribu
00:16:43kalau setiap hari kita di jalan
00:16:45berapa yang kita keluarkan
00:16:46sedangkan kalau perusahaan
00:16:48kalau perumah
00:16:49rumah besar
00:16:49dia bisa menghemat air
00:16:51dengan segala macam
00:16:52sistemnya
00:16:53nah itu baru demokrasi ekonomi
00:16:54yang kalau saya lanjutkan
00:16:55nanti sampai acara ini
00:16:57belum selesai-selesai juga
00:16:58begitu kan
00:16:58daftarnya
00:16:59tapi juga ada demokrasi
00:17:01demokrasi politik
00:17:02demokrasi politik ini adalah
00:17:03demokrasi hukum
00:17:04yaitu
00:17:05apakah rakyat itu bisa
00:17:07bebas bersuara
00:17:08sekeras apapun
00:17:10karena sesungguhnya
00:17:11pemerintahan oleh rakyat
00:17:12bukan hanya rakyat
00:17:13digiring untuk memilih
00:17:15dua atau tiga
00:17:16yang sudah ditentukan
00:17:17oleh partai politik
00:17:19atau para elit
00:17:20partai politik bahkan
00:17:21tapi apakah kita bisa
00:17:22betul-betul menentukan
00:17:23siapa yang mau kita pilih
00:17:25tapi lebih dari itu
00:17:26kita juga bisa bebas berbicara
00:17:28apakah kita bebas
00:17:29mengkritik
00:17:30apakah kita bebas
00:17:31terlibat di dalam
00:17:32pengurusan negara ini
00:17:34apakah rakyat
00:17:35orang tua
00:17:36bisa menentukan
00:17:37berapa sih saya bisa
00:17:38membayar
00:17:39uang kuliah
00:17:40anak saya
00:17:40ada kasusnya
00:17:42saya ketemu sama
00:17:42rekan-rekannya
00:17:43dan mereka masih
00:17:44terharu sekali
00:17:45cerita itu
00:17:46ada seorang mahasiswi
00:17:47di daerah Jawa
00:17:49yang bunuh diri
00:17:50karena tidak mampu lagi
00:17:51membayar UKT
00:17:52dan mahasiswi ini
00:17:54dia sudah bekerja
00:17:55mati-matian
00:17:56sampai dia
00:17:57tidak kuat lagi
00:17:58dan dia masih
00:17:59tidak bisa bayar
00:17:59uang kuliah
00:18:00dia bunuh diri
00:18:01dan teman-temannya
00:18:02masih pahit sekali
00:18:02ketika berapa tahun lalu
00:18:04menceritakan kepada saya
00:18:05mereka maju ke Yudisia Review
00:18:06mengajukan ke pengadilan
00:18:07untuk mengajukan
00:18:08uang kuliah
00:18:09yang digratiskan
00:18:10apa yang terjadi
00:18:10kalah
00:18:11itu adalah realitas
00:18:13yang dihadapi oleh publik
00:18:14yang bisa menimbulkan
00:18:16kemarahan
00:18:17dan itu
00:18:18memotret api
00:18:19dalam skam
00:18:20selama ini
00:18:20betul
00:18:21apalagi kemudian
00:18:22mereka melihat
00:18:22orang yang sudah kaya
00:18:24begitu mudahnya
00:18:25mendapatkan subsidi
00:18:26kalau kita lihat
00:18:27banyak liputan media
00:18:28subsidi untuk
00:18:30perusahaan kelapa sawit
00:18:32kemudian
00:18:33penghilangan
00:18:34royalti
00:18:35untuk perusahaan tambang
00:18:36di undang-undang
00:18:37omnibus locipta kerja
00:18:38yang ditolak oleh
00:18:39banyak sekali masyarakat
00:18:40itu ada di sana
00:18:41jadi orang yang kaya
00:18:42akan lebih mudah
00:18:43lebih kaya
00:18:43karena mereka bagian
00:18:44dari yang membuat
00:18:45undang-undang
00:18:46sedangkan rakyat
00:18:47mahasiswi
00:18:48pemuda
00:18:48itu ketika ngomong
00:18:49tidak didengar
00:18:50malah dipukul
00:18:51mati
00:18:51atau luka-luka
00:18:52saya mau ke
00:18:55Ibu Veronica Tan
00:18:56saya tahu bahwa
00:18:58hari
00:18:59Sabtu
00:19:00meng-WA saya
00:19:01dan mengajak
00:19:02para perempuan
00:19:03untuk zoom bersama
00:19:05ikut memikirkan
00:19:06ini
00:19:07apa yang bisa kita lakukan
00:19:09perempuan
00:19:10tapi untuk
00:19:11Ibu Veronica Tan
00:19:12yang juga berada
00:19:13di pemerintahan
00:19:13anyway
00:19:14saya mengucapkan terima kasih
00:19:15sungguh mengapresiasi
00:19:17wakil dari pemerintahan
00:19:19mau ada
00:19:19hadir di sini
00:19:20apa concern
00:19:21atau
00:19:22yang paling
00:19:24Anda khawatirkan
00:19:25melihat beberapa
00:19:25hari terakhir ini
00:19:26ya tentu
00:19:28pertama-tama
00:19:29dari sisi pribadi
00:19:30saya juga
00:19:31mewakili pemerintah
00:19:32kita
00:19:33turut
00:19:34menyampaikan
00:19:35duka cita ya
00:19:36kebetulan
00:19:36ada juga
00:19:38anak yang menjadi
00:19:39korban
00:19:39sebenarnya
00:19:40dan kalau
00:19:41di
00:19:41kementerian
00:19:42pemberdayaan perempuan
00:19:43dan perlindungan
00:19:44anak
00:19:44kita memastikan
00:19:45suara perempuan
00:19:47suara anak
00:19:48itu didengar
00:19:48karena itu
00:19:49secara undang-undang dasar
00:19:51kita tahu
00:19:51pasal 28 juga
00:19:53hak setiap orang
00:19:54berpendapat itu
00:19:55dikasih kebebasan
00:19:57gitu
00:19:57berpendapat
00:19:58dan apapun itu
00:20:00tapi bagaimana
00:20:01membuat
00:20:01ruang aman
00:20:03ruang berdialog
00:20:04yang aman
00:20:04tanpa kekerasan
00:20:05inilah yang harus
00:20:06makanya kemarin
00:20:07ketika terjadi
00:20:09beberapa hari
00:20:09yang tidak
00:20:10diinginkan
00:20:11yang tadi
00:20:12sempat disebutkan
00:20:13harusnya
00:20:13jangan sampai terjadi
00:20:14seperti itu
00:20:15tapi
00:20:15kalau sudah terjadi
00:20:17apa sih
00:20:18solusi yang harus
00:20:19kita lakukan
00:20:19akhirnya
00:20:20kita harus membuat
00:20:21sebuah
00:20:21kelompok
00:20:22ayo
00:20:23perempuan jaga
00:20:25Indonesia
00:20:26bahwa
00:20:27kita ini
00:20:28bagaimanapun
00:20:29kita adalah
00:20:29satu bangsa
00:20:30kita perlu persatuan
00:20:32walaupun kita tahu
00:20:34ada permasalahan
00:20:35dialog
00:20:36komunikasi
00:20:37bagaimana kita
00:20:38memberikan ruang
00:20:38dialog yang aman
00:20:39bagaimana kita
00:20:41melindungi
00:20:41anak-anak kita
00:20:43banyak sekali
00:20:43anak-anak ikutan demo
00:20:44sebenarnya
00:20:45sampai hari ini
00:20:46saja sudah terhitung
00:20:47mungkin 200an
00:20:48kalau dari
00:20:49daerah-daerah
00:20:50yang belum terhitung
00:20:51dari NTT
00:20:51segala macam
00:20:52itu banyak sekali
00:20:53ada yang tahu
00:20:54ada yang tidak mengerti
00:20:55pokoknya ikutan saja
00:20:56jadi bagaimana
00:20:58pendampingan
00:20:59bagaimana kita
00:21:00memberi edukasi
00:21:01bagaimana kita
00:21:01memberikan ruang aman
00:21:02itu
00:21:03yang penting
00:21:04demonstrasi boleh
00:21:05demokrasi
00:21:06itu hak semua orang
00:21:07tapi
00:21:08jangan pakai
00:21:10kekerasan
00:21:10bagaimana kita
00:21:11menjadikan
00:21:12karena bagaimanapun
00:21:13hati nurani
00:21:14perempuan
00:21:15ini yang kita
00:21:16panggil
00:21:17sebagai
00:21:17sebuah hati nurani
00:21:19mewakili
00:21:21gitu loh
00:21:21bagaimana membuat
00:21:23ini menjadi
00:21:24kita tahu
00:21:25ini tidak baik-baik
00:21:26tapi bagaimana
00:21:28membangun ruang
00:21:29komunikasi
00:21:31mengembalikan komunikasi
00:21:33yang hilang ini
00:21:34sehingga
00:21:35apresiasi-apresiasi
00:21:36apalagi ada
00:21:3717-8 ini
00:21:38bisa diwadahi
00:21:39dengan sebaiknya
00:21:41Bu Fero sendiri
00:21:43bisa memahami
00:21:44apa yang menjadi
00:21:45kemarahan publik
00:21:47iya
00:21:48kalau
00:21:49kalau dari program-program
00:21:51Pak Presiden
00:21:51sebenarnya
00:21:52selama hampir setahun ini
00:21:54kami dari
00:21:55Kementerian Perempuan
00:21:56itu mencoba
00:21:56menggali dari
00:21:57grassroot
00:21:58jadi kita mencoba
00:21:59mengolah
00:22:00apa sih
00:22:00bottleneck yang terjadi
00:22:01misalnya seperti
00:22:02perempuan
00:22:03kita tahu
00:22:03perempuan itu
00:22:04sebenarnya bergerak
00:22:05tanpa diminta
00:22:07tanpa di apa
00:22:07mereka sudah berdaya
00:22:08sendiri
00:22:09tapi ketika datang
00:22:10seperti saya ke
00:22:11NTT kemarin
00:22:12saya melihat
00:22:13perempuan itu
00:22:14adalah petani
00:22:15perempuan itu
00:22:16adalah nelayan
00:22:16ada mama-mama bambu
00:22:18di situ
00:22:18dan perempuan
00:22:19bekerja pembibitan
00:22:21penanaman
00:22:22ada driver ojol
00:22:23jangan lupa
00:22:24ada driver
00:22:25driver perempuan
00:22:26juga ojol
00:22:27nah kebetulan
00:22:28memang kita melihat
00:22:29perempuan-perempuan itu
00:22:30kadang-kadang
00:22:31mereka tidak tahu
00:22:32bahwa mereka itu
00:22:33adalah pengusaha
00:22:33mereka juga punya
00:22:34bisa berkari
00:22:35mereka bisa ini
00:22:36tapi accessibility ini
00:22:38yang kita
00:22:39pengen
00:22:40adanya
00:22:40gender equality
00:22:42pengaruh
00:22:43tambahan gender
00:22:44masuk ke dalam
00:22:45semua
00:22:46kementerian
00:22:47dan lembaga
00:22:48memasukkan isu
00:22:49perempuan dan anak
00:22:51di dalam
00:22:51sebagai bagian dari
00:22:52yang tidak
00:22:53tertinggal
00:22:54karena kita pengen
00:22:55accessibility perempuan itu
00:22:56sama
00:22:57memberikan akses itu
00:22:59nah ini yang kita lihat
00:23:00dari program-program
00:23:01bagaimana kita turun
00:23:02ke dasar
00:23:04bottlenecknya dimana
00:23:05pemerintah daerahnya
00:23:06seperti apa
00:23:07apa yang menjadi
00:23:08bottleneck
00:23:08kok perempuan itu
00:23:09pengusaha
00:23:10perempuan itu
00:23:11petani
00:23:11tapi kok secara
00:23:12data kok
00:23:14enggak gitu loh
00:23:15nah disitu
00:23:15kita
00:23:16kita mencari
00:23:18lubang-lubang
00:23:19bottlenecknya
00:23:20untuk kita carikan
00:23:21solusi
00:23:22oke
00:23:22mengapa rakyat marah
00:23:24terima kasih anda masih
00:23:28di program
00:23:28rossi
00:23:29malam hari ini adalah
00:23:30malam yang khusus
00:23:31karena kita baru saja
00:23:32melalui hari-hari
00:23:33yang memilukan
00:23:35setelah sebelumnya
00:23:36kita juga begitu marah
00:23:38karenanya saya mengundang
00:23:39para perempuan
00:23:40untuk bertanya
00:23:41kenapa
00:23:42rakyat bisa marah
00:23:44ada akademisi
00:23:45sekolah tinggi hukum
00:23:46Indonesia
00:23:47Jantra
00:23:47Asfinawati
00:23:48co-founder
00:23:49whatsapp
00:23:49Indonesia
00:23:50Abiga Limuria
00:23:51seniman dan aktivis
00:23:52Melani Subono
00:23:53Direktur Jaringan Gus Durian
00:23:55Alisa Wahid
00:23:56anggota DPR fraksi
00:23:57PD Perjuangan Rike
00:23:58Diah Pitaloka
00:23:59dan Wakil Menteri
00:24:00Pemberdayaan Perempuan
00:24:01dan Perlindungan
00:24:02Anak Veronica Tan
00:24:03saya ke
00:24:04Melani dulu
00:24:05Mel
00:24:06menurutmu
00:24:06set melihat
00:24:08sosial mediamu
00:24:09dan kamu juga
00:24:09begitu marah
00:24:10apa yang membuat
00:24:11kamu marah
00:24:12jika itu bisa
00:24:13sedikit banyak
00:24:13mewakili
00:24:14perasaan publik
00:24:16menurut saya
00:24:22I'm trying to simplify
00:24:24yang terjadi adalah
00:24:26ada sekumpulan manusia
00:24:30yang
00:24:32lupa
00:24:35posisinya
00:24:36lupa kalau mereka
00:24:39punya saudara
00:24:40saudara
00:24:41yang punya mata
00:24:44punya hati
00:24:45punya telinga
00:24:45dan
00:24:47mereka lupa
00:24:48bagaimana
00:24:49dan kenapa
00:24:49mereka bisa ada
00:24:50di posisi mereka sekarang
00:24:51aku menyambung
00:24:56yang Abigail bilang
00:24:57kali tadi ya
00:24:57ada titiknya
00:24:59masyarakat
00:25:01sebenarnya juga udah
00:25:01gak peduli
00:25:02mereka ngapain
00:25:03bahkan pada saat
00:25:05tadi dibilang
00:25:05aku gak inget
00:25:07I don't really remember
00:25:08kapan Indonesia
00:25:09baik-baik aja
00:25:09aku gak bisa
00:25:12bedain
00:25:12kapan Indonesia
00:25:13baik-baik aja
00:25:13atau rakyat
00:25:14emang udah males
00:25:15ngomong
00:25:15udah enek
00:25:17nah
00:25:18yang terjadi
00:25:19adalah
00:25:19seperti dia bilang
00:25:21tadi
00:25:21rakyat ini udah diem
00:25:23mencoba
00:25:24sibuk dengan
00:25:25urusannya sendiri
00:25:26nyari makan
00:25:28mungkin hari ini
00:25:29juga bukan
00:25:30pertanda baik
00:25:31bahwa macet
00:25:32sudah berjalan
00:25:33gitu
00:25:33udah macet
00:25:33udah ada
00:25:34mungkin gak ada pilihan
00:25:35mereka harus keluar
00:25:36mereka harus makan
00:25:37titik gitu
00:25:38it's not about
00:25:40apakah aman
00:25:40atau tidak
00:25:41karena
00:25:41kalau gue gak keluar rumah
00:25:43ini gak aman
00:25:44anak gue di rumah
00:25:45ada bayi
00:25:46susu harus
00:25:46gue kasih
00:25:47ya peduli
00:25:48setan deh gue keluar
00:25:49jadi apa
00:25:49gitu
00:25:50mungkin itu
00:25:51karena udah berapa hari
00:25:52mungkin mereka
00:25:52tidak bekerja
00:25:53yang terjadi
00:25:54adalah itu
00:25:55mereka lupa
00:25:56beberapa orang
00:25:58ya aku tidak
00:25:58memukul rata
00:25:59gitu
00:25:59you are there
00:26:01karena lo suara rakyat
00:26:03tapi
00:26:05kok ada negara
00:26:06yang
00:26:07kayak rakyat itu
00:26:08ada perbedaan
00:26:09dua jenis rakyat
00:26:10gitu
00:26:10dan itu tuh
00:26:11menyedihkan
00:26:11harusnya kita satu
00:26:13di saat yang sebelah
00:26:14sini lapar
00:26:15banget
00:26:15gak apa-apa
00:26:16kita udah diem nih
00:26:18nyari makan kita sendiri
00:26:19ya kan
00:26:19tapi kan
00:26:20gak usah sih
00:26:22terus kita lagi tahu
00:26:23beras gak ada
00:26:24semua mahal
00:26:25lo posting nih
00:26:26roti lo harganya
00:26:27300 ribu
00:26:27ya dong
00:26:29oke kita lagi
00:26:33setengah mati
00:26:34gak bisa kemana-mana
00:26:35transport saya
00:26:35hancur kita gak bisa
00:26:36beli bensin
00:26:37lo posting
00:26:37dengan rianya
00:26:38lo lagi
00:26:39oh gue mau private jet
00:26:40liburan
00:26:40that's not
00:26:44bukan suara kita
00:26:45itu
00:26:45di saat
00:26:47kalian
00:26:48lo
00:26:48kalian digaji
00:26:50sama kita
00:26:50kasarnya
00:26:50iya dong
00:26:52itu zalim
00:26:53menurut saya
00:26:54itu
00:26:54perakyat selama ini
00:26:55diem-diem
00:26:56menurut saya
00:26:59kemarin ya sudah sampai
00:27:00puncaknya aja sih
00:27:01gitu
00:27:01kemarahan
00:27:02karena pejabat
00:27:03sering flexing
00:27:04sering pamer
00:27:05salah satunya ya
00:27:06maksudnya gini
00:27:06of course
00:27:07ada banyak masalah
00:27:08ekonomi
00:27:09harga ini
00:27:10itu segala macem
00:27:11iya gitu
00:27:11tapi saya juga yakin
00:27:13oke harga naik turun
00:27:15yaudah
00:27:16ya kita masih
00:27:17mesti beli
00:27:17yaudah gitu
00:27:18tapi itu
00:27:19sakitnya itu
00:27:20ditambah dengan
00:27:21flexing itu gitu
00:27:22kalau aku ngomongnya
00:27:23bukan flexing ya
00:27:24gak sensitif
00:27:25sementara lo tuh
00:27:27disana karena kita loh
00:27:28dan untuk kita
00:27:28iya kan
00:27:30ini kita lagi ada
00:27:31problem di bawah
00:27:33meledaknya kan
00:27:33terakhir-terakhir itu
00:27:34ya video joget-joget lah
00:27:35video ini itu
00:27:36ya sorry ya gitu
00:27:37tapi itu kan
00:27:39gak mewakili kita
00:27:40menurut aku
00:27:40terlepas dari ya
00:27:42tentu masalah harian
00:27:43segala lah
00:27:43kita ngomong-ngomong
00:27:44ekonomi sulit
00:27:45apa segala macem
00:27:46nah ini tengah sulit
00:27:47aku yakin
00:27:48rakyat gak peduli kok
00:27:49lo mau
00:27:50ganti gigi lemas lo
00:27:52tiap hari gitu
00:27:52kanan-kiri
00:27:53we don't care
00:27:54kita gak perlu tahu
00:27:55pada demonstrasi yang dimulai pada hari Senin
00:27:59mahasiswa 25
00:28:01Agustus
00:28:02Agustus
00:28:02dan kemudian buruh 28
00:28:04dan itu terus berlanjut
00:28:06ada
00:28:08dengan berduka
00:28:10kita juga harus melihat peristiwa
00:28:12Afan
00:28:13meninggal
00:28:14dan kemudian juga
00:28:15yang makin memilukan sebenarnya
00:28:17adalah penjarahan
00:28:18anggota DPR
00:28:20dan juga
00:28:21rumah pribadi
00:28:22bukan rumah yang sudah dimiliki
00:28:24sejak lama oleh
00:28:25Menteri Keuangan Sri Mulyani
00:28:26saya mau tanya ke Mbak Alisa
00:28:28Anda juga menjadi
00:28:29saksi dan pelaku sejarah
00:28:32di peristiwa 98
00:28:34apakah kita sedang mengulang
00:28:36sesuatu yang pernah terjadi
00:28:37di 98
00:28:38agak berbeda ya
00:28:4198 itu
00:28:43penjarahannya dimulai
00:28:46secara sistematis
00:28:48dan memang
00:28:50terbukti dari
00:28:52temuan
00:28:53apa namanya
00:28:54TGPF dan segala macam itu
00:28:56bahwa memang ada
00:28:57upaya-upaya sistematis itu
00:28:59begitu
00:29:00untuk menyulut kemarahan
00:29:01tetapi
00:29:02modal dasarnya sebetulnya sama
00:29:04sama-sama kemarahan
00:29:05gitu
00:29:06sama-sama kemarahan rakyat
00:29:08kemarahan rakyat pada zaman itu
00:29:11itu
00:29:12sudah ditumpuk dari
00:29:15hilangnya kebebasan
00:29:16hilangnya demokrasi
00:29:18gak adanya demokrasi
00:29:20hilangnya kebebasan
00:29:21untuk bersuara
00:29:22berpartisipasi
00:29:23segala sesuatu
00:29:23dikendalikan penuh
00:29:25kali ini
00:29:26kemarahannya
00:29:29itu dipicu oleh
00:29:30perasaan
00:29:32tidak berdaya
00:29:34karena
00:29:34kok ini semakin lama
00:29:37hidup semakin
00:29:38menghimpit
00:29:39tapi kita melihat
00:29:40ada kelompok
00:29:41orang-orang yang
00:29:43mendapat kepercayaan kita
00:29:44tapi justru seperti itu
00:29:46gitu
00:29:47sehingga kemarahan itu sama
00:29:49tinggal siapa yang
00:29:51ngompori
00:29:52siapa yang melemparkan
00:29:54apinya itu
00:29:55bensinnya
00:29:56sudah
00:29:57ini
00:29:57sudah basah
00:29:59ini sumbunya
00:30:00ini sudah basah oleh
00:30:01bensin
00:30:04gitu
00:30:04tinggal siapa yang akan
00:30:06melemparkan
00:30:06korek itu
00:30:07itu yang
00:30:09saya rasakan
00:30:10ketika masyarakat itu
00:30:12kemudian
00:30:12ikut melakukan
00:30:15penjarahan
00:30:16tapi terkejut
00:30:17enggak balisa
00:30:17ketika kemudian
00:30:19setelah demo hari
00:30:20Jumat buruh
00:30:20dan kemudian
00:30:21terus berlanjut
00:30:22dengan penjarahan
00:30:24anggota
00:30:25rumah
00:30:25anggota DPR
00:30:27saya sudah mengkhawatirkan
00:30:28ketika
00:30:29siang itu
00:30:30kita
00:30:30melihat
00:30:32ini ya
00:30:32apa namanya
00:30:33proses pemakaman itu
00:30:35yang dengan ribuan
00:30:36ojol itu ya
00:30:37solidaritas
00:30:38tapi terus kemudian
00:30:39diselingi dengan
00:30:40berita dari
00:30:42depan rumah
00:30:44anggota DPR itu
00:30:45gitu
00:30:46itu warga
00:30:47sudah disitu
00:30:48disitu nontonin
00:30:49gitu
00:30:49ya orang Indonesia
00:30:50orang Indonesia kan
00:30:51sukanya nonton
00:30:52kita ingat waktu
00:30:53bom Tamrin
00:30:54sedang ada operasi
00:30:56gegana
00:30:57mereka selfie nih
00:30:58orang Indonesia
00:30:59jadi orang Indonesia
00:31:00menonton
00:31:01FOMO
00:31:02itu iya
00:31:03gitu
00:31:04tapi orang Indonesia
00:31:05yang sedang marah
00:31:06sangat mudah
00:31:07untuk dipancing
00:31:08kemudian ketika
00:31:09semua orang menyerbu
00:31:09semua orang
00:31:11ada orang-orang
00:31:13yang menyerbu
00:31:13ke rumah itu
00:31:14sudah ada
00:31:15kemarahan
00:31:16mereka tinggal
00:31:17ikut-ikutan saja
00:31:18makanya ada
00:31:19si anak
00:31:20anak SMP
00:31:21yang bawa
00:31:22arloji
00:31:2311M itu
00:31:25itu kan dia
00:31:26gak jauh
00:31:27tinggalnya dari situ
00:31:27dan dia hadir disitu
00:31:28untuk nonton
00:31:29tapi ketika dia
00:31:30mungkin gak tau
00:31:31itu harganya 11 miliar
00:31:32gak tau
00:31:32kalau ibunya kan
00:31:34bilangnya gak tau
00:31:35anak itu
00:31:35dia lihat
00:31:37bahkan dia gak ikut masuk
00:31:38dia lihat
00:31:40orang bawa barang-barang
00:31:41terus jatuh-jatuh
00:31:42terus dia ngambilin aja
00:31:43gitu
00:31:43apa
00:31:43mesej apa
00:31:44nah artinya
00:31:45mesejnya adalah
00:31:47masyarakat ini
00:31:48sudah kandung marah sekali
00:31:50tapi selama ini
00:31:51tersekat
00:31:51selama ini
00:31:53rakyat merasa
00:31:53gak punya jalan
00:31:55selama ini
00:31:56rakyat merasa
00:31:57gak ada penyaluran
00:31:58semuanya merasa
00:31:59mentok tembok ini
00:32:01apa sih
00:32:02kita mau apa lagi
00:32:03gimana lagi
00:32:04kita bersuara
00:32:05udah capek sekali
00:32:06kita sudah melakukan
00:32:08apapun
00:32:09tidak pernah didengar
00:32:10nah itu
00:32:11apalagi sekarang
00:32:12ada media sosial
00:32:13kemarahan itu kan
00:32:15terakumulasi
00:32:16teman marahnya
00:32:17banyak sekali
00:32:18Mbak Rosy
00:32:19sekarang ini
00:32:21nah itu yang kemudian
00:32:22meledak
00:32:24bersamaan
00:32:25itu yang tadi
00:32:25saya maksud
00:32:26dengan api dalam sekam
00:32:27Abigail
00:32:28saya mau tanya ini
00:32:30dari semua aksi
00:32:32yang kemudian
00:32:33terus-menerus
00:32:34minggu lalu
00:32:35pernah gak
00:32:35Abigail merasa
00:32:36ini juga bisa
00:32:38seperti
00:32:40kerusuhan 98
00:32:41yang juga
00:32:42bernuansa
00:32:42rasialisme
00:32:43ya sebenarnya
00:32:46pertanyaan ini
00:32:46rada sulit ya
00:32:47tentu kalau
00:32:48misalnya ditanya
00:32:49ada rasa takut
00:32:50gak ada
00:32:51menurut aku
00:32:53ini sangat
00:32:54komen di
00:32:54keluarga-keluarga
00:32:57atau komunitas
00:32:58keturunan
00:32:59Chinese Indonesian
00:33:00ya kita tuh
00:33:01setiap kali
00:33:01ada udah mulai
00:33:02gak stabil
00:33:03ada demo
00:33:04apalagi sampai sekarang
00:33:06ini nih
00:33:06takutannya tuh
00:33:07masih luar biasa
00:33:08traumanya masih luar biasa
00:33:09tapi untuk
00:33:11aku pribadi
00:33:12aku percaya
00:33:13ini udah beda
00:33:14kenapa
00:33:14pertama itu
00:33:15karena
00:33:16keterbukaan informasi
00:33:18dan sosial media
00:33:18aku ngeliat
00:33:20teman-teman ini
00:33:22sudah bisa
00:33:23secara real time
00:33:25menapis hoax
00:33:26secara real time
00:33:28menangkep
00:33:28kalau misalnya
00:33:29ada oknum
00:33:29yang perbuatannya
00:33:31sedikit mencurigakan
00:33:32udah bisa
00:33:33sharing informasi
00:33:34satu sama lain
00:33:35dan juga
00:33:36seruan-seruan
00:33:37jaga warga
00:33:38jaga warga
00:33:39jadi
00:33:40bener-bener
00:33:40sangat intensional
00:33:42mastiin
00:33:4398 tidak
00:33:44terulang lagi
00:33:45dan mastiin
00:33:45kita saling jaga
00:33:46terutama
00:33:47yang
00:33:48minoritas
00:33:49jadi ada satu
00:33:50dan yang kedua
00:33:51juga
00:33:51tentunya
00:33:52aku percaya
00:33:53sama generasi aku
00:33:54kayak di Indonesia
00:33:55sekarang kan
00:33:56kita lebih dari
00:33:5750% generasi muda
00:33:58dan aku udah
00:33:59tau banget
00:34:00generasi muda
00:34:00sekarang ini udah
00:34:01beda banget
00:34:01dari generasi
00:34:02yang di atas
00:34:03kita
00:34:03dimana kita tuh
00:34:05sudah membawur
00:34:05dan aku juga
00:34:06bersahabat sama
00:34:07macam-macam orang
00:34:08dan bener-bener
00:34:09kita tuh
00:34:10pandangannya
00:34:11menurut aku
00:34:12udah sangat beda
00:34:13gitu ya
00:34:13yang dimana
00:34:15kita sangat-sangat
00:34:17berusaha
00:34:18mena
00:34:20apa ya
00:34:21pastiin
00:34:22rasisme itu tuh
00:34:24tidak bangkit lagi
00:34:25gitu
00:34:26jadi ada
00:34:26ada gerakan aktif
00:34:27untuk
00:34:28melawan itu
00:34:29dari sahabat-sahabat aku
00:34:31bisa dilihat
00:34:31di media sosial
00:34:32banyak banget
00:34:33anti-rasisme
00:34:34postingan-postingan
00:34:35itu yang kayak
00:34:37ini cara
00:34:37menjaga
00:34:38satu sama lain
00:34:39begini-gini-gini
00:34:40sharing information
00:34:41dan sebagainya
00:34:41jadi menyatunya
00:34:42tujuan bersama
00:34:43dan ini sama sekali
00:34:44tidak ada hubungannya
00:34:45dengan rasisme
00:34:47iya
00:34:47mastiin itu
00:34:48dan apalagi juga
00:34:49sekarang kan
00:34:50dengan keterbukaan
00:34:51informasi
00:34:51sudah jelas ya
00:34:52musuhnya siapa
00:34:53sudah jelas
00:34:54sumber masalahnya
00:34:55siapa
00:34:55sudah jelas
00:34:56rakyat sebenarnya
00:34:57marahnya ke siapa
00:34:58jadi tidak akan
00:34:59semudah itu
00:35:00untuk didistraksi
00:35:02ke arah
00:35:03hal-hal lain
00:35:03menurut aku
00:35:04jadi rakyat itu
00:35:05marahnya ke siapa
00:35:06ke pemerintah
00:35:07yang
00:35:08itu
00:35:09kayak ketika
00:35:10rakyatnya sulit
00:35:11mereka
00:35:12malah
00:35:13menaikkan
00:35:14tunjangan
00:35:15ketika
00:35:16rakyat sulit
00:35:18pajak
00:35:19dinaikin
00:35:20dan mereka
00:35:21korupsi
00:35:22terus berjalan
00:35:23dan sepertinya
00:35:24tidak ada
00:35:25akuntabilitas
00:35:27itu sih
00:35:28yang bikin
00:35:29rakyat marah
00:35:29mungkin
00:35:30kita tuh
00:35:31bertanya-tanya
00:35:32kenapa di negara ini
00:35:33sulit sekali
00:35:34untuk menuntut
00:35:35akuntabilitas
00:35:36kenapa untuk
00:35:37menuntut akuntabilitas
00:35:39beberapa
00:35:40wakil rakyat
00:35:41yang sudah menghina
00:35:42sampai sebegitunya
00:35:43rakyat
00:35:43harus sampai
00:35:44sebegininya
00:35:45kenapa
00:35:47itu gak
00:35:48proporsional sekali
00:35:49kenapa
00:35:49kenapa
00:35:50gitu
00:35:50jadi
00:35:51tidak adanya
00:35:52akuntabilitas
00:35:53dengan
00:35:55apa
00:35:55apa ya
00:35:57udah
00:35:58apa tuh
00:35:58blatant banget
00:35:59gitu
00:36:00show of
00:36:00corruption
00:36:01secara vulgar
00:36:02udah vulgar
00:36:03sekali
00:36:03dan yaudah
00:36:05akhirnya rakyat
00:36:06udah muak
00:36:06sebenarnya
00:36:07itu kata yang lebih penting
00:36:08dari marah sih
00:36:09menurut aku
00:36:10muak
00:36:10ya aku ada lihat
00:36:11satu di
00:36:12tiktok
00:36:12video
00:36:14kayak creator
00:36:15Gen Z
00:36:15dia bilang
00:36:16kenapa sih
00:36:17kamu ngomong-ngomongin politik
00:36:18saya muak
00:36:18gitu
00:36:19dia udah simple
00:36:19segitu aja
00:36:20dan itu menurut aku
00:36:21captures
00:36:23apa yang dirasain
00:36:25banyak orang
00:36:25di GNB kemarin
00:36:27kita nyebutnya
00:36:28rakyat murka
00:36:29apa mbak
00:36:30murka
00:36:32rakyat murka
00:36:33murka
00:36:33muak sih
00:36:34asfina
00:36:34asfina
00:36:34sudah
00:36:35dalam peristiwa
00:36:3798
00:36:38bagaimana Anda
00:36:40menjelaskan
00:36:41perbedaannya
00:36:42yang sangat
00:36:43sangat
00:36:43berbeda
00:36:45ya saya hanya
00:36:46peserta aksi
00:36:47pada saat itu
00:36:48tapi kemudian
00:36:49jauh setelah itu
00:36:51ya saya ikut
00:36:51perasakan
00:36:51mencekamnya
00:36:53tapi tersebut
00:36:53berbeda dengan
00:36:54mencekamnya sama ya
00:36:56tapi
00:36:57mungkin secara gerakan
00:36:58ada perbedaannya
00:36:59atau
00:37:00ada sesuatu
00:37:01yang secara
00:37:01nyata berbeda
00:37:03iya
00:37:04jadi karena saya
00:37:05hanya masa aksi
00:37:05saya merasa
00:37:06waktu itu
00:37:06kok tiba-tiba
00:37:07nanti aku mau
00:37:09tanya
00:37:09tiba-tiba
00:37:11itu akhirnya ada
00:37:11berita
00:37:12oh depok
00:37:13kampus
00:37:14mau diserang
00:37:15gini
00:37:16jadi memang ada
00:37:17dan waktu itu kan
00:37:17tidak ada media sosial
00:37:18kita tidak bisa
00:37:19memverifikasi
00:37:20kita tidak bisa
00:37:21memverifikasi
00:37:22nah tapi yang saya
00:37:22mau alihkan
00:37:24ke persoalan
00:37:2598 itu
00:37:26menurut saya
00:37:26temuan tim pencari fakta
00:37:28itu sangat penting
00:37:29bahwa
00:37:30tidak ada yang
00:37:32pertamanya itu
00:37:33bukan masa cair
00:37:34ada yang menggerakkan
00:37:36dan saya mau
00:37:36narik lebih ke belakang
00:37:37Mbak Rosi
00:37:38misalnya tahun 74
00:37:38peristiwa Malari
00:37:39jangan lupa
00:37:40peristiwa Malari
00:37:41tahun 74
00:37:41itu sebenarnya
00:37:42masa aksi juga
00:37:43dan berujung
00:37:44pada kambing hitam
00:37:45persis seperti
00:37:46yang terjadi sekarang
00:37:47isunya ekonomi
00:37:48kesenjangan juga
00:37:49dan jangan lupa
00:37:50waktu itu
00:37:50gelodok
00:37:51dalam saya baca
00:37:52juga dibakar
00:37:53jadi ada
00:37:54sentimen
00:37:55rasisme
00:37:56yang salah gitu
00:37:58bukan
00:37:58kepada orang yang melakukan
00:38:00tapi kepada orang-orang
00:38:01yang tidak bersalah
00:38:01nah jadi ini kan
00:38:02perulangan-perulangan terus
00:38:04yang menurut saya
00:38:05ketidakadilannya berulang
00:38:08ketidakadilan ekonomi
00:38:09dan ketidakadilan politik
00:38:10berulang
00:38:10rakyat tidak diberikan
00:38:12saluran untuk berbicara
00:38:13modelnya aja beda-beda
00:38:15sekarang rakyat bisa ngomong
00:38:16lewat media sosial
00:38:17tapi sebetulnya kan
00:38:18gak pernah didengar
00:38:18betul-betul didengar
00:38:20gitu
00:38:20dan yang menarik
00:38:22kemudian
00:38:22di setiap aksi
00:38:23yang penting-penting itu
00:38:24kenapa selalu ada kerusuhan ya
00:38:26dan karena itu menurut saya
00:38:28kalau Indonesia mau
00:38:30berhenti
00:38:31ada kerusuhan seperti ini
00:38:32maka kita harus
00:38:33membongkar seluruh
00:38:34struktur
00:38:35operasi yang pernah terjadi
00:38:36di setiap kerusuhan
00:38:37selama Indonesia
00:38:38sudah merdeka
00:38:39karena jangan-jangan
00:38:40ketemu
00:38:40kalau polanya sama
00:38:41ini gak mungkin organik dong
00:38:43meskipun kita tidak bisa
00:38:44menghilangkan juga
00:38:45bahwa ada agensi
00:38:46orang-orang
00:38:47miskin kota
00:38:48anak muda
00:38:49yang kemudian
00:38:50merasa
00:38:50gak bisa sekolah
00:38:51gak bisa dapat
00:38:52uang jajan yang cukup
00:38:54makan
00:38:54jadi Anda ingin mengatakan
00:38:56soal penjarahan misalnya
00:38:57meskipun rakyat marah
00:38:58rakyat muak
00:38:59masyarakat biasa
00:39:01tidak akan mungkin
00:39:02punya keberanian
00:39:03sampai menjarah
00:39:05tidak mungkin punya keahlian
00:39:06keahlian
00:39:07jadi
00:39:08tidak mungkin sampai punya keahlian
00:39:10keahlian
00:39:10dan jangan lupa
00:39:11pada waktu itu
00:39:12mereka kemudian ikut-ikutan
00:39:13iya
00:39:13itu adalah
00:39:14wujud frustasi
00:39:16dan kesenjangan
00:39:17yang luar biasa itu
00:39:18karena saya yakin
00:39:19kalau orang kaya
00:39:20disodorin garam
00:39:21mau diambil gak
00:39:22meskipun gratis
00:39:22jadi mungkin dia gak
00:39:23ngapain saya ambil garam
00:39:25nah kalau kita lihat kan
00:39:27yang dibakar adalah
00:39:28kantor-kantor polisi
00:39:29bukan kantor-kantor polisi saja
00:39:30bukan hanya polres
00:39:31tapi juga ada
00:39:33kantor-kantor penting
00:39:34Gegana
00:39:34dan di Jakarta Pusat
00:39:36itu Jakarta Pusat
00:39:37ring satu
00:39:38kok bisa terbakar
00:39:39siapa yang bakar
00:39:40siapa yang berani
00:39:41bakar Gegana sih
00:39:42siapa yang berani
00:39:43gak mungkin lah
00:39:44warga biasa
00:39:45dan gak ada
00:39:46tidak mungkin warga biasa
00:39:47tidak mungkin itu dianggap sebagai
00:39:49menurut saya gak mungkin
00:39:50bahkan penjarahan
00:39:52museum itu
00:39:53menurut saya
00:39:54itu sesuatu yang
00:39:55cukup
00:39:56jangan dianggap
00:39:57jangan dianggap
00:39:58tidak mungkin
00:39:59ada kejadian
00:40:00seperti 98
00:40:01dengan isu rasisme
00:40:03harus saya katakan
00:40:04kita jangan menganggap
00:40:05dengan adanya media sosial
00:40:07lalu semuanya
00:40:07tidak mungkin terjadi
00:40:09justru menurut saya
00:40:11kita harus waspada
00:40:12jangan sampai itu terjadi
00:40:14tapi kemungkinan itu terjadi
00:40:16bisa saja
00:40:17kalau kita analisis
00:40:19bahwa lebih dalam
00:40:19cipta kondisi yang terjadi
00:40:21menurut saya
00:40:22bisa juga dong
00:40:23kalau analisis sementara saya
00:40:24ini kok
00:40:24mungkin sama asli sama
00:40:26ini kok diarahkannya
00:40:28seperti
00:40:28tidak sengaja
00:40:29begitu
00:40:30tapi kok sistematis ya
00:40:31bagaimana
00:40:32kami sudah diedarkan
00:40:34misalnya agenda
00:40:35demonstrasi itu kan
00:40:36hal biasa
00:40:37kenapa kemudian
00:40:38diumumkan
00:40:39ada penutupan jalan
00:40:40seperti ada
00:40:41blokade-blokade
00:40:42yang sudah disiapkan
00:40:43begitu ya
00:40:44pada hari ketika
00:40:45buruh itu
00:40:46aksi yang hanya
00:40:47dua jam
00:40:47yang menurut saya
00:40:48karena saya juga
00:40:49pimpinan konfederasi
00:40:50agak aneh
00:40:51kalau buruh
00:40:52mematok dirinya
00:40:53aksi hanya
00:40:54dua jam
00:40:54dan kemudian
00:40:55dikatakan
00:40:55hati-hati nanti
00:40:56dua hari sebelumnya
00:40:58sudah mengatakan
00:40:59akan ada
00:41:00anarko
00:41:00begitu
00:41:01berarti kan
00:41:02sudah dapat informasi
00:41:03begitu
00:41:03ini gak bisa
00:41:05kita polos-polosan
00:41:06karena sudah ada
00:41:07media sosial
00:41:07lalu kita merasa
00:41:08aman semua
00:41:09bisa berjalan
00:41:10secara organik
00:41:11enggak
00:41:12negara itu
00:41:13ada satu sistem
00:41:14dan yang namanya
00:41:15kekerasan negara itu
00:41:17menular ke masyarakat
00:41:18karena ini
00:41:18tesis filsafat
00:41:19politik saya
00:41:20bisa ada
00:41:21suatu pola
00:41:22yang seperti asli katakan
00:41:23pola yang terus
00:41:24berulang
00:41:25pola yang terus
00:41:26berulang ini
00:41:26kalau kita tidak
00:41:27antisipasi sama-sama
00:41:28kita tidak bisa
00:41:30meredam emosi
00:41:31sama-sama
00:41:31dengan karena
00:41:33kebencianmu juga
00:41:33jadi tidak adil
00:41:34begitu
00:41:35menganggap
00:41:36bahwa penjarahan itu
00:41:37ya karena DPRnya
00:41:38berengsek
00:41:38wajarlah rumahnya
00:41:39dijarah
00:41:40itu adalah
00:41:41banality of evil
00:41:42kejahatan yang lahir
00:41:44dari kedangkalan berpikir
00:41:45yang tidak
00:41:46bisa membedakan
00:41:47lagi mana yang baik
00:41:48mana yang jahat
00:41:49begitu
00:41:49enggak bisa
00:41:50kalau boleh
00:41:51saya ngomong
00:41:52saya bukan membela
00:41:53teman saya
00:41:54Uya atau Mas Eko
00:41:55Uya itu partner saya
00:41:57untuk membongkar
00:41:58beberapa kasus
00:41:59tindak pidana
00:42:00perdagangan orang
00:42:01terakhir
00:42:01kami sama-sama
00:42:02mengadvokasi
00:42:03dokter Piprim
00:42:04yang dimutasi
00:42:06semena-mena
00:42:07oleh Kemenkes
00:42:08begitu
00:42:08di RSCM
00:42:09di ahli jantung
00:42:10lalu kemudian
00:42:11Mas Eko
00:42:13pimpinan komisi
00:42:14begitu
00:42:14ya memang
00:42:15kami minta maaf
00:42:16ada gestur yang salah
00:42:17tapi
00:42:18mereka di jarah rumahnya
00:42:20dan kami yang berlatar
00:42:22belakang dunia hiburan
00:42:23ya
00:42:23uang itu
00:42:24belum tentu loh
00:42:25dari hasil DPR
00:42:26Uya itu baru
00:42:2710 bulan
00:42:27itu bukan pembenaran
00:42:29jadi menurut saya
00:42:30mari kita pilah
00:42:32kami salah
00:42:32saya tidak akan
00:42:33membela diri
00:42:34termasuk saya
00:42:34saya salah
00:42:35saya telat
00:42:37untuk merespon
00:42:37saya tidak akan
00:42:38oh saya lagi ngurus
00:42:40soal sekolah
00:42:41yang digusur
00:42:42saat tanggal itu
00:42:42di Bekasi
00:42:43ada bukti media sosialnya
00:42:44saya tidak akan
00:42:45membela diri
00:42:46kami salah
00:42:47kami mohon maaf
00:42:48saya lah
00:42:48saya mohon maaf
00:42:50lalu what next
00:42:51ya
00:42:51what next
00:42:52karena menurut saya
00:42:53kita gak bisa
00:42:54mengandalkan
00:42:55sekarang era
00:42:56informa
00:42:57keterbukaan publik
00:42:58apakah
00:42:59teman-teman tahu
00:43:01bagaimana
00:43:02CCTV itu
00:43:03bisa dimatikan
00:43:05titik-titik CCTV
00:43:06bisa dimatikan
00:43:07saat kemarin itu
00:43:08begitu ya
00:43:09termasuk di
00:43:10sekitar DPR
00:43:11ini gak mungkin
00:43:13mahasiswa
00:43:14gak mungkin buruh
00:43:15yang melakukan ini
00:43:16saya bisa jamin
00:43:18gak mungkin
00:43:18teman-teman buruh
00:43:19tahu titik-titik
00:43:20jadi siapa
00:43:21ya silahkan
00:43:22dianalisis ya
00:43:23artinya
00:43:24jangan simplifikasi
00:43:26bahwa
00:43:27hal-hal yang mungkin
00:43:28lebih parah ini
00:43:29bisa terjadi
00:43:30jadi ada memang
00:43:31kemarahan publik
00:43:32atau tadi
00:43:33Mbak Alisa dengan
00:43:33sangat keras
00:43:34mengatakan muak
00:43:35tapi juga kemudian
00:43:37ada peristiwa
00:43:39yang menodai
00:43:40aspirasi masyarakat
00:43:42yang sudah marah
00:43:43dan muak
00:43:43itu dengan penjarahan
00:43:44dan itu harus kita
00:43:45lawan bersama
00:43:46dan itu bukan
00:43:47dari rakyat
00:43:48apakah para perempuan
00:43:49di sini ingin
00:43:49mengatakan itu
00:43:50jangan sampai
00:43:51yang orang
00:43:52berdemonstrasi
00:43:53untuk menyampaikan
00:43:54hal-hal yang baik
00:43:55kritik yang baik
00:43:55dianggap mereka
00:43:57terlibat makar
00:43:58itu saya sangat
00:43:59tidak setuju
00:43:59apa duduk soal
00:44:00dari hari-hari kelam
00:44:01yang baru saja
00:44:02kita lalui
00:44:03para perempuan di sini
00:44:04ingin bicara
00:44:04malam hari ini
00:44:07saya mengundang
00:44:08para perempuan
00:44:08untuk bisa sama-sama
00:44:10mencari tahu
00:44:11duduk soalnya
00:44:11akar persoalan
00:44:12dari apa yang terjadi
00:44:13beberapa hari lalu
00:44:14karena tanpa
00:44:15mengemahami
00:44:16apa yang menjadi
00:44:17duduk soalnya
00:44:18tentu kita tidak bisa tahu
00:44:19bagaimana menyelesaikannya
00:44:20jangan biarkan
00:44:22api dalam sekam
00:44:23tetap menjadi api
00:44:25yang bisa
00:44:25membakar
00:44:26kapanpun
00:44:27saya masih bersama
00:44:28akademisi
00:44:28sekolah tinggi
00:44:29hukum Indonesia
00:44:30Jantera Aswinawati
00:44:31co-founder
00:44:32What is Up Indonesia
00:44:33Abigail Limuria
00:44:35seniman dan aktivis
00:44:37Melanie Subono
00:44:37Direktur Jaringan Gus Durian
00:44:39Alisa Wahid
00:44:40anggota DPR
00:44:41Fraksi PD Perjuangan
00:44:42Rike Diapitaloka
00:44:43dan Wakil Menteri
00:44:44Pemberdayaan Perempuan
00:44:45dan Perlindungan Anak
00:44:46Veronica Tan
00:44:47saya ingin
00:44:48tapi masuk dulu
00:44:49ke Bu Fero
00:44:50Bu Fero
00:44:51pernahkah
00:44:52dalam kengerian
00:44:53kemarin
00:44:54Anda juga
00:44:55takut
00:44:56ini
00:44:56menyerempet
00:44:57ke isu rasisme
00:44:58ya
00:44:59perasaan
00:45:02seperti itu
00:45:03ketika saya masuk
00:45:04di dalam pemerintahan
00:45:05Pak Presiden
00:45:06Prabowo
00:45:06sih gak ada
00:45:07karena buktinya
00:45:08saya ada di sini
00:45:09dan juga ada
00:45:11perwakilan
00:45:11sebenarnya
00:45:12kita melihat
00:45:13kalau jumlah dari
00:45:14wakil menteri
00:45:16menteri
00:45:17wakil menteri
00:45:17juga ada
00:45:18dari berbagai agama
00:45:19jadi dalam hal itu
00:45:21perasaan itu gak ada
00:45:22tapi ketika ada
00:45:23kejadian dan
00:45:24isu-isu
00:45:25seperti yang dibilang
00:45:26demonstran yang murni
00:45:28sebenarnya ada
00:45:29tapi bagaimana
00:45:30itu dieskalasi
00:45:31dengan adanya
00:45:32kejadian-kejadian
00:45:33di luar
00:45:33dengan adanya media
00:45:35ya seperti yang
00:45:36Mbak Rita sebutkan
00:45:37memang kita perlu
00:45:38was-was semua
00:45:39harus waspada
00:45:40apapun
00:45:40apapun yang terjadi
00:45:41di depan kita
00:45:42ketika kita sudah
00:45:43melihat
00:45:44di belakangnya
00:45:45ada kejadian
00:45:45yang tidak
00:45:47disangka
00:45:49tidak wajar
00:45:50itu harus menjadi
00:45:51sesuatu yang
00:45:52menjadi alert
00:45:53jadi sistem alert
00:45:55kita bukan
00:45:55kita artinya
00:45:56berdiam diri
00:45:57tapi apapun
00:45:58usaha kita
00:45:58kita tidak
00:45:59menutup diri
00:46:01kejadian-kejadian
00:46:02bisa terjadi
00:46:03oke
00:46:03Wakil Ketua DPR
00:46:08Sufni Dasko
00:46:093 September
00:46:09setelah menerima
00:46:10aspirasi perwakilan
00:46:12mahasiswa
00:46:12mengatakan
00:46:13pimpinan DPR
00:46:15telah berkoordinasi
00:46:15menyempakati
00:46:16sejumlah langkah
00:46:17reformasi
00:46:18ini sejalan
00:46:19dengan yang selama ini
00:46:20menjadi tagline
00:46:21reformasi transparansi
00:46:23empati
00:46:24dan juga mengatakan
00:46:25minta maaf
00:46:26dari mewakili
00:46:29DPR
00:46:30minta maaf
00:46:30telah
00:46:32mungkin membuat
00:46:33kira-kira
00:46:34membuat publik
00:46:35marah
00:46:36lalu kemudian
00:46:37ada transformasi
00:46:38atau
00:46:38transformasi DPR
00:46:40betul
00:46:40saya baru saja
00:46:41memimpin urun rembuk
00:46:42untuk transformasi
00:46:43DPR
00:46:43semua ketua fraksi
00:46:45sepakat menghentikan
00:46:45tunjangan perumahan
00:46:46bagi anggota
00:46:47dan melakukan
00:46:48moratorium kunjungan
00:46:49kerja bagi anggota
00:46:50dan komisi-komisi
00:46:51DPR
00:46:51prinsipnya kami
00:46:52DPR akan terus
00:46:53berbenah dan
00:46:54memperbaiki diri
00:46:55apa yang menjadi
00:46:55aspirasi masyarakat
00:46:56pasti akan kami
00:46:57jadikan
00:46:58masukan yang
00:46:59membangun
00:46:59saya sendiri yang
00:47:00akan memimpin
00:47:01reformasi DPR
00:47:02itu yang dikatakan
00:47:03oleh ketua DPR
00:47:04Puan Maharani
00:47:06saya mau bertanya
00:47:07pada
00:47:07Asfi
00:47:08sudah tahu duduk soalnya
00:47:10apakah ini salah satu
00:47:12yang bisa
00:47:13menjadi solusi
00:47:14ini
00:47:15tunjangan
00:47:17hanya
00:47:17satu bagian kecil
00:47:19yang di permukaan
00:47:20dan saya pikir
00:47:21pembenahan DPR
00:47:22tidak cukup
00:47:23hanya mengenai
00:47:23ekonomi
00:47:24saja
00:47:25atau politik saja
00:47:26tapi harus ekonomi politik
00:47:27maksudnya begini
00:47:29tunjangan-tunjangan itu
00:47:30adalah persoalan ekonomi
00:47:31tapi bagaimana
00:47:32bisa ada elit
00:47:33di DPR
00:47:34ada elit
00:47:35di partai politik
00:47:36itu karena sistem
00:47:37politik kita
00:47:38sistem politik kita
00:47:39membuat hanya
00:47:40orang-orang tertentu
00:47:41yang bisa membuat
00:47:42partai politik
00:47:43yaitu membutuhkan
00:47:44uang sangat mahal
00:47:44kemudian
00:47:45hanya orang-orang tertentu
00:47:47yang bisa
00:47:48dipilih menjadi
00:47:49anggota DPR
00:47:49karena biayanya
00:47:50sangat tinggi
00:47:51dan seterusnya
00:47:52sehingga
00:47:53kalau kita lihat
00:47:53hasil survei
00:47:54hasil riset
00:47:55wajah anggota DPR
00:47:56itu sebagian besar
00:47:57adalah
00:47:57lebih dari 50%
00:47:59adalah pengusaha
00:48:00bukan saya mau
00:48:01mengatakan pengusaha
00:48:01tidak baik
00:48:02tapi kalau dia terlalu
00:48:03dominan
00:48:04dia menjadi
00:48:05tidak balance
00:48:05karena persoalan
00:48:06di DPR
00:48:07bukan hanya
00:48:08ekonomi
00:48:08ada persoalan
00:48:09kesejahteraan
00:48:09ibu dan anak
00:48:10ada persoalan
00:48:11transportasi
00:48:12persoalan hukum
00:48:13seperti juga
00:48:14gak mungkin
00:48:14orang hukum
00:48:15semua bisa menangani
00:48:16isu petani
00:48:16dan lain-lain
00:48:17nah karena itu
00:48:18sebetulnya
00:48:18sistem politik kita
00:48:19harus diubah
00:48:20secara mendasar
00:48:21agar
00:48:22anak petani
00:48:23dari Sorong
00:48:24anak nelayan
00:48:26dari Pantura
00:48:28buruh dari Jakarta
00:48:30itu semua bisa masuk
00:48:31ke anggota DPR
00:48:32kalau dia mampu
00:48:33bukan karena
00:48:34dia dekat
00:48:34dengan elit
00:48:35partai politik
00:48:35atau karena
00:48:36dia mampu
00:48:36membayar politik
00:48:37dan menurut saya
00:48:40jalan ke situ
00:48:41panjang sekali
00:48:42karena membutuhkan
00:48:43reformasi
00:48:44partai politik
00:48:45juga pada akhirnya
00:48:46dan kemudian
00:48:47setelah itu
00:48:49Indonesia itu kan
00:48:50tidak punya
00:48:51recall oleh rakyat
00:48:52yang memilih rakyat
00:48:53tapi pergantian
00:48:54antar waktu
00:48:55oleh partai
00:48:56di negara-negara
00:48:57yang lebih maju
00:48:58ada yang namanya
00:48:59recall oleh rakyat
00:49:00tentu saja
00:49:00rakyat harus mengumpulkan
00:49:02ribuan suara
00:49:03puluhan ribu suara
00:49:04tergantung
00:49:05tapi dia bisa
00:49:06mere-call
00:49:06di negara-negara
00:49:07yang sudah lebih maju juga
00:49:08sebagian besar
00:49:09di Eropa
00:49:09juga ada referendum
00:49:10referendumnya macam-macam
00:49:12ada setidaknya
00:49:12yang saya tahu
00:49:13ada empat jenis
00:49:13kalau ada undang-undang
00:49:15yang ngaco
00:49:15rakyat bisa mengumpulkan
00:49:17sejumlah tanda tangan
00:49:18RUU itu berhenti
00:49:19dan seterusnya
00:49:21Indonesia tidak punya ini
00:49:22sehingga akhirnya
00:49:23terkonsentrasi
00:49:24kekuasaannya
00:49:25pada partai politik
00:49:26Mbak Lisa Wahid
00:49:28Mbak Lisa mengatakan
00:49:29bahwa duduk soalnya
00:49:31adalah tentang
00:49:31rakyat yang muak
00:49:32apakah dengan
00:49:34transformasi DPR
00:49:35permintaan maaf
00:49:36itu salah satu
00:49:37good gesture
00:49:38yang bisa menjadi
00:49:39permulaan yang baik
00:49:40sebagai gesture
00:49:42iya
00:49:43itu awal
00:49:44permulaan
00:49:44permulaan
00:49:45bahkan mungkin
00:49:46bukan permulaan ya
00:49:47rintisan permulaan
00:49:49menghilangkan tunjangan
00:49:50moratorium
00:49:50kunjungan
00:49:52itu gesture politiknya
00:49:54tetapi
00:49:55DPR terutama
00:49:57dan juga pemerintah
00:49:58itu perlu paham
00:49:59di luar ada agenda-agenda
00:50:01bayangan
00:50:02begitu terkait dengan
00:50:04tadi yang penunggangan
00:50:05penjarahan
00:50:05dan segala macam itu
00:50:06itu
00:50:07kepercayaan rakyat
00:50:09kepada pemerintah
00:50:11satu
00:50:11karena kebijakan-kebijakannya
00:50:13kepada DPR
00:50:14karena wakil rakyatnya
00:50:15tidak merefleksikan
00:50:16kebutuhan rakyat
00:50:17dan yang ketiga
00:50:18kepada polisi
00:50:19karena berulang kali
00:50:20melakukan kebrutalan
00:50:21terhadap demonstran
00:50:23maupun terhadap rakyat
00:50:24itu sudah
00:50:25kepercayaannya itu
00:50:26minusnya sudah minus
00:50:27seribu persen
00:50:28begitu
00:50:29tidak cukup
00:50:30hanya dengan
00:50:31pernyataan maaf
00:50:32bahkan
00:50:33sejujurnya
00:50:34saya sebagai aktivis
00:50:36itu
00:50:36saya masih
00:50:38deg-degan
00:50:39apakah
00:50:40akan sama
00:50:40seperti kemarin-kemarin
00:50:42yang di depan kita
00:50:44ketika ada
00:50:44kejadiannya
00:50:45itu semua
00:50:46minta maaf
00:50:47tapi setelah itu
00:50:48ya tidak ada penyelesaian
00:50:49kanjuruhan
00:50:50sampai sekarang
00:50:50juga tidak ada penyelesaian
00:50:52Indonesia ini negara
00:50:54yang tidak ada
00:50:55closure
00:50:55untuk berbagai
00:50:56persoalan besar
00:50:57yang terkait dengan
00:50:57HAM
00:50:58mulai dari
00:50:59kapan pun
00:51:00tidak ada
00:51:00yang terang-benderang
00:51:01soal HAM
00:51:02tidak ada
00:51:03yang pernah dihukum
00:51:04secara full
00:51:05bertanggung jawab
00:51:06atas segala
00:51:07tidak pernah ada
00:51:08jadi saya sangat khawatir
00:51:10bahwa sekarang pun
00:51:11ya sekedar gesture
00:51:12padahal itu
00:51:13hanya di permukaan
00:51:14padahal persoalan
00:51:16yang jauh lebih penting
00:51:17itu adalah
00:51:17karena selama ini
00:51:18hubungan yang terjadi
00:51:20itu makin lama
00:51:21hubungan antara penguasa
00:51:22dengan rakyat
00:51:23bukan penyelenggaran negara
00:51:24dengan rakyat
00:51:25yang tadi disebutin
00:51:27kita yang menggaji
00:51:28kita yang menugaskan
00:51:30kita yang mbak
00:51:31kita yang apa
00:51:31kita itu juragannya nih rakyat
00:51:33itu gak ada
00:51:34yang ada rakyat itu
00:51:35hamba
00:51:36penguasa
00:51:37makanya kemudian
00:51:38jadi tidak didengar
00:51:40karena itu
00:51:41diabaikan
00:51:43karena itu
00:51:44jadi
00:51:46gak ada akuntabilitas
00:51:47kita tadi
00:51:48kita gak pernah bisa minta
00:51:49hanya orang-orang
00:51:51anggota DPR tertentu
00:51:52atau pejabat tertentu
00:51:53yang bisa kita datangin
00:51:54terus kita nanya
00:51:54mbak gimana sih mbak
00:51:56yang lainnya gak bisa
00:51:57kalau kita sudah tahu
00:52:00duduk soalnya
00:52:01lalu
00:52:02bagaimana kita
00:52:03mengadres
00:52:03di isu
00:52:04kalau kita
00:52:06duduk persoalan
00:52:07yang paling mendasar
00:52:08saya akan terus
00:52:09mengatakan ini
00:52:10perbaiki data
00:52:11dasar negara
00:52:12dari data dasar
00:52:14yang digunakan
00:52:15saat ini
00:52:15saya bisa
00:52:16karena ini
00:52:16saya buktikan
00:52:17dengan disertasi saya
00:52:18kita menggunakan
00:52:20sudodata
00:52:20bagaimana sistem
00:52:22pendataan itu
00:52:23tidak menghasilkan
00:52:24data yang
00:52:24menggambarkan
00:52:25kebutuhan real
00:52:26menggambarkan
00:52:28kondisi real
00:52:29dan potensi real
00:52:30masyarakat kita
00:52:31begitu
00:52:31sehingga
00:52:32kemudian
00:52:33kalau dikatakan
00:52:34politik
00:52:35demokrasi
00:52:36Pancasila itu
00:52:37tidak memisahkan
00:52:38antara
00:52:39demokrasi politik
00:52:40dan demokrasi ekonomi
00:52:42bahwa
00:52:42keputusan
00:52:43politik itu
00:52:44harus bisa
00:52:45mendrive
00:52:45suatu keputusan
00:52:46ekonomi
00:52:47di mana ada
00:52:48distribusi
00:52:49keadilan
00:52:49di sana
00:52:50dan kalau kita
00:52:51bayangkan
00:52:51saya hari-hari
00:52:52memang
00:52:52mengurusi
00:52:53setidaknya
00:52:54masyarakat
00:52:55yang juga
00:52:55menemui saya
00:52:56contoh
00:52:57akan saya jadikan
00:52:58contoh terus
00:52:58bagaimana
00:52:59alokasi
00:53:00untuk
00:53:01masyarakat
00:53:01yang miskin
00:53:02tidak mampu
00:53:03yang harusnya
00:53:03ditanggung oleh
00:53:04negara
00:53:05dari uang rakyat
00:53:06sebetulnya
00:53:06saya menolak
00:53:07ini program
00:53:08bantuan sosial
00:53:09itu program
00:53:10untuk kesejahteraan
00:53:11kalau disebut
00:53:12bantuan
00:53:12berarti
00:53:13seolah-olah
00:53:14ini
00:53:14kekuasaan
00:53:16negara
00:53:16ngasih duit
00:53:17ke rakyat
00:53:17ngebantu
00:53:18enggak
00:53:18sebenarnya
00:53:18itu adalah
00:53:19program
00:53:19untuk
00:53:20kesejahteraan
00:53:21sosial
00:53:21bukan
00:53:22charity
00:53:22nah
00:53:23saya ambil
00:53:24contoh
00:53:242021
00:53:25terungkap
00:53:2652,5 juta
00:53:28penerima
00:53:28bansos
00:53:29katakanlah
00:53:29karena namanya
00:53:30bansos
00:53:30bansos
00:53:30fiktif
00:53:31dan kerugian
00:53:33negara
00:53:33126 triliun
00:53:34per tahun
00:53:35apakah
00:53:36ini kemudian
00:53:37pernah terjadi
00:53:37perombakan
00:53:38data yang
00:53:39signifikan
00:53:40saya bisa
00:53:40pastikan
00:53:41tidak ada
00:53:41apa buktinya
00:53:43di 2025
00:53:43terulang
00:53:44lagi
00:53:4410 juta
00:53:45penerima
00:53:46bansos
00:53:46fiktif
00:53:46gimana
00:53:47rakyat
00:53:47enggak
00:53:48marah
00:53:48mereka
00:53:49yang miskin
00:53:50tidak
00:53:50mampu
00:53:50yang harusnya
00:53:51mendapatkan
00:53:52alokasi
00:53:52dari berbagai
00:53:53anggaran
00:53:53dan sekarang
00:53:54akan
00:53:55dibahas
00:53:55hari-hari
00:53:56ini
00:53:56mohon
00:53:57dukungannya
00:53:58hari-hari
00:53:59ini
00:53:59rapat
00:53:59yang terjadi
00:54:00minggu ini
00:54:01kemarin
00:54:01tertunda
00:54:02dan minggu
00:54:02depan
00:54:03adalah
00:54:03keputusan
00:54:04penting
00:54:05politik
00:54:05ekonomi
00:54:06dalam postur
00:54:07APBN
00:54:073.000
00:54:08triliun
00:54:09yang sumbernya
00:54:10mayoritas
00:54:10masih dari
00:54:11pajak rakyat
00:54:12silahkan
00:54:13ditanyakan
00:54:14di kementerian
00:54:15perlindungan
00:54:15perempuan
00:54:16dan anak
00:54:16yang kasusnya
00:54:17luar biasa
00:54:18besar
00:54:18masa alokasi
00:54:19hanya 200 miliar
00:54:21masa untuk
00:54:22perlindungan
00:54:22WNI di seluruh
00:54:23penempatan
00:54:24negara
00:54:24hanya 200 miliar
00:54:26begitu
00:54:26dengan resiko
00:54:27yang kemarin
00:54:28terakhir di Peru
00:54:29sampai ditembak
00:54:30ya
00:54:30kemudian juga
00:54:31ada yang meninggal
00:54:32diplomat di dalam
00:54:33negeri
00:54:33dengan kasus
00:54:34yang masih
00:54:34misterius
00:54:35begitu
00:54:35atau total
00:54:37kementerian
00:54:37tenaga kerja
00:54:38hanya 1,3 triliun
00:54:40dengan proses
00:54:41problem
00:54:42tenaga kerjaan
00:54:43yang multidimensi
00:54:44saat ini
00:54:44lalu kementerian
00:54:45perdagangan
00:54:46yang mengurusi
00:54:47perdagangan
00:54:48dalam dan luar negeri
00:54:49adanya perang dagang
00:54:50geopolitik
00:54:51geoekonomi
00:54:52hanya 1,4 triliun
00:54:53masa kementerian
00:54:55keuangan
00:54:5652 triliun
00:54:58untuk tahun depan
00:54:59begitu
00:54:59dan kemudian
00:55:01BPS ini
00:55:02saya kritik keras
00:55:03karena
00:55:04institusi resmi
00:55:05negara
00:55:06yang memiliki
00:55:07otoritas
00:55:08untuk memproduksi
00:55:09reproduksi data
00:55:10yang digunakan
00:55:11untuk seluruh
00:55:12kebijakan
00:55:13pembangunan
00:55:13di segala bidang
00:55:14adalah BPS
00:55:15berapa anggarannya
00:55:16mbak?
00:55:17minta naik
00:55:18dan nanti
00:55:18akan jadi
00:55:196 triliun
00:55:20dan 3 triliunnya
00:55:22adalah untuk
00:55:22penyediaan
00:55:23dan pelayanan
00:55:24informasi publik
00:55:25makan duit rakyat
00:55:263 triliun
00:55:27kalau saya
00:55:28tidak terima
00:55:28saya sudah mengatakan
00:55:30kita tolak
00:55:31kenaikan anggaran
00:55:32BPS
00:55:32karena
00:55:33sorry
00:55:34tapi itu
00:55:34Anda belum
00:55:35menjawab
00:55:35apakah
00:55:36kemudian
00:55:36itu
00:55:37mengadres
00:55:37persoalan
00:55:38yang ada?
00:55:40terima kasih
00:55:41Anda di
00:55:41Rosy
00:55:41saya mengundang
00:55:42para perempuan
00:55:44untuk ikut
00:55:45memberikan
00:55:46pemikirannya
00:55:46bagaimana
00:55:47menyelesaikan
00:55:48hari-hari
00:55:48yang begitu
00:55:49penuh
00:55:50kemarahan
00:55:50tapi juga
00:55:51memilukan
00:55:51supaya
00:55:52apa yang menjadi
00:55:53jawaban dari
00:55:54pemerintah
00:55:55itu
00:55:55tidak
00:55:56disconnect
00:55:56atau
00:55:57jangan sampai
00:55:58tidak nyambung
00:55:59dengan apa
00:55:59yang menjadi
00:56:00tuntutan
00:56:01darapan masyarakat
00:56:0217 plus 8
00:56:03itu
00:56:03dibuat oleh
00:56:05teman-teman
00:56:05salah satunya adalah
00:56:06Abigail
00:56:07saya tidak usah
00:56:10bacakan semuanya
00:56:1117 tuntutan
00:56:12jangka pendek
00:56:12dan 8
00:56:13tuntutan
00:56:13jangka panjang
00:56:15kalau itu
00:56:16di summary
00:56:18apakah menurut
00:56:18Abigail
00:56:19dan teman-teman
00:56:20menjadi jawaban
00:56:21atas akar persoalan
00:56:22yang selama ini
00:56:23diharapkan publik
00:56:26jadi mungkin
00:56:27aku harus
00:56:27clarify sedikit ya
00:56:28jadi 17 plus 8
00:56:29ini bukannya
00:56:30kami yang buat
00:56:31tapi kami hanya
00:56:33meringkas
00:56:34beberapa
00:56:35tuntutan-tuntutan
00:56:36yang sudah
00:56:36beredar
00:56:37di sosial media
00:56:38dan dari berbagai
00:56:39kalangan masyarakat
00:56:40dan itu semua
00:56:41kami lampirkan
00:56:42kami dapatnya
00:56:43dari mana saja
00:56:44oleh karena itu
00:56:46menurut kami
00:56:47dari rangkuman itu
00:56:49tentu
00:56:50tidak bisa
00:56:51menyelesaikan semua
00:56:52karena lagi-lagi
00:56:53seperti tadi kita
00:56:54dari tadi bahas
00:56:55kan kayaknya
00:56:55masalahnya banyak banget
00:56:56gitu ya
00:56:56jadi
00:56:57tapi setidaknya
00:56:59menurut kami
00:57:00ini bisa
00:57:01menyelesaikan
00:57:02sebagian besar
00:57:03terutama
00:57:04yang plus 8
00:57:05yang jangka panjang
00:57:06jadi 17 itu
00:57:07yang bisa dilakukan
00:57:09di beberapa hari
00:57:118 itu
00:57:12kami tahu
00:57:12justru perubahan-perubahan
00:57:14sistemik
00:57:15yang kita
00:57:15butuhin
00:57:16itu perlu
00:57:17waktu yang lebih lama
00:57:19nah jadi kayak
00:57:20misalnya
00:57:20yang plus 8 itu
00:57:22bersihkan dan reformasi
00:57:23DPR besar-besaran
00:57:24reformasi partai politik
00:57:26dan itu semua hal yang
00:57:28tadi sudah dibicarakan
00:57:29gitu
00:57:30tapi harus
00:57:31ditekankan juga
00:57:33bahwa
00:57:33aku harap
00:57:34DPR
00:57:36kan tadi sudah menerima ya
00:57:3717 plus 8
00:57:38tapi aku berharap
00:57:39hanya karena sudah menerima
00:57:4117 plus 8
00:57:42jangan
00:57:42apa
00:57:44jangan menganggap
00:57:45sudah kelar
00:57:46mendengarkan aspirasi masyarakat
00:57:48karena 17 plus 8
00:57:49ini bukan representasi
00:57:51aspirasi semua masyarakat
00:57:52ini adalah
00:57:53usaha
00:57:55aku dan teman-teman aku
00:57:57karena kita
00:57:58sudah kocar-kacir nih
00:57:59waktu itu
00:58:00kita harus
00:58:01kayaknya
00:58:02konsolidasi
00:58:03ada
00:58:04apa ya
00:58:04summarize
00:58:05demand
00:58:06supaya jelas
00:58:07supaya bisa
00:58:07dengan mudah
00:58:08ditanggepin gitu
00:58:09karena waktu itu
00:58:09belum ada yang terkonsolidasi
00:58:11jadi kami berusaha
00:58:12tapi tentu
00:58:14setiap kelompok masyarakat
00:58:15punya
00:58:16kepentingannya masing-masing
00:58:17yang harus tetap didengar
00:58:18jadi itu yang aku harapin
00:58:20jangan berhenti
00:58:21di 17 plus 8 saja
00:58:23Anda tidak ingin
00:58:24mendominasi
00:58:24harapan publik
00:58:26atau
00:58:26teman-teman
00:58:27Abigail dan teman-teman
00:58:28juga tidak ingin
00:58:28merasa bahwa
00:58:29hanya inilah
00:58:30tuntutan yang memang
00:58:32wajib dilaksanakan
00:58:33begitu banyak harapan publik
00:58:34untuk Melani
00:58:3517 plus 8 ini
00:58:36sudah juga menjadi
00:58:38jawaban
00:58:38yang harus dilakukan oleh
00:58:40pemerintah
00:58:41iya sudah dibantu
00:58:43ini sudah di-compile
00:58:44biar gak usah
00:58:45capek-capek
00:58:45mereka yang compile
00:58:46ini sudah di-compile
00:58:47ini sudah listnya
00:58:48supaya gak perlu
00:58:50membuat rapat panjang lagi
00:58:52dan besar
00:58:52dan mahal
00:58:53kita cari-cari listnya
00:58:54ini sudah dibantu
00:58:55sama teman-teman
00:58:55ini ada
00:58:56tapi aku juga
00:58:57mau nambahin juga sih
00:58:58apakah ini
00:58:59a good gesture
00:59:00on the way to gesture
00:59:02iya gitu
00:59:02aku coba
00:59:03mengingat lagi sih
00:59:05ini bukan pertama kali juga
00:59:06ini soal DPR ya
00:59:07permintaan maaf
00:59:08transformasi
00:59:09itu tadi
00:59:09bukan pertama kali juga
00:59:11kita mendengar
00:59:11mereka minta maaf
00:59:13bukan pertama kali juga
00:59:14kita minta kita diterima
00:59:16bukan pertama kali juga
00:59:17kita ditemui
00:59:18kawan-kawan ditemui
00:59:19itu kan bukan hal baru
00:59:21sebetulnya ya
00:59:21jadi
00:59:22kalau tadi
00:59:23menyambung pertanyaan tadi
00:59:24apakah it's a good gesture
00:59:25on the way to gesture
00:59:26yes
00:59:27pastinya gitu
00:59:28tapi ini sama sekali
00:59:30bukan jaminan bahwa
00:59:31ini apa ya mungkin ya
00:59:33akhirnya udah menjadi rakyat tuh
00:59:35yang udah sering
00:59:36kayak udah
00:59:36ada trust issue
00:59:37iya udah
00:59:38ada soal trust ya
00:59:40jadinya udah insecure gak sih
00:59:42kayak udah
00:59:43iya
00:59:43i don't trust you gitu
00:59:45ada isu kepercayaan
00:59:47pada DPR
00:59:47oh pasti
00:59:48pasti
00:59:48dan pemerintah
00:59:49pasti
00:59:50pasti
00:59:50itu karena itulah
00:59:52saya selalu
00:59:53live setiap terapat
00:59:56agar publik bisa
00:59:57pantau apa yang saya omongin
00:59:59dan apa yang saya perjuangkan
01:00:01saya rasa itu penting juga ya
01:00:03supaya
01:00:04kayak akuntabilitas itu
01:00:05bener-bener bisa dipertanggungjawabkan
01:00:07dan
01:00:08karena ini sebetulnya adalah
01:00:10ruang politik ya
01:00:11apa hal-hal yang dijanjikan itu
01:00:15memang harus dikawal
01:00:16sampai diketok
01:00:17jadi keputusan politik
01:00:18karena trust issue-nya sebenarnya
01:00:20udah kemana-mana ya
01:00:21bukan cuma trust issue itu aja
01:00:22jadi trust issue-nya tuh udah
01:00:24pertama
01:00:24ya nanti bisa menjadi angin yang lewat
01:00:27begitu aja
01:00:27atau
01:00:28di tengah-tengah
01:00:30kita tuh udah ada orang yang mikir
01:00:31ah kita pesimis nih
01:00:33jangan-jangan di tengah ini
01:00:34sebenarnya mereka lagi
01:00:35giring kita kemana sih
01:00:37supaya ada issue yang kita gak denger nih
01:00:38misalnya
01:00:39ada nih semua
01:00:40trust issue di masyarakat
01:00:41about a lot of things
01:00:42memang udah
01:00:43udah
01:00:43udah ada ya
01:00:45tapi kita berusaha iya
01:00:46kita berusaha iya
01:00:47iya
01:00:48dan seorang lagi
01:00:49kita loka mengakui
01:00:50bahwa ada trust issue
01:00:51untuk DPR
01:00:52dan rasanya ini bukan cerita baru ya
01:00:53bagaimana DPR
01:00:54kadang-kadang kita yang di dalam
01:00:56juga gak trust kok
01:00:57iya dan kadang-kadang
01:00:59saya harus jujur gitu
01:01:00tapi bicara
01:01:01bukan berarti
01:01:02itu tidak akan ada
01:01:03kadang-kadang
01:01:04baru begini dulu baru direngar
01:01:05ibu-ibu
01:01:06mohon perhatian sebentar dulu
01:01:07ini ada baru ada pengakuan
01:01:09oh ada trust issue
01:01:11ada ketidakpercayaan
01:01:12pada DPR
01:01:12aku sering mendengar dia curhat kok
01:01:13Cegito aku sering mendengar
01:01:14mulai keluar dari sini
01:01:16tapi justru
01:01:18justru dengan adanya dialog hari ini
01:01:20sebenarnya
01:01:21ini juga memberi kesempatan
01:01:23ini kesempatan kita lah
01:01:25kita benar-benar bisa bersuara
01:01:26tapi kadang-kadang harus begini dulu
01:01:27baru
01:01:27nah iya itu
01:01:28kenapa harus sehancur
01:01:29dan memang
01:01:30bukan hanya tanggung jawab DPR
01:01:32harus begini dulu
01:01:33baru didengar
01:01:34penyelenggara negara
01:01:36tentu
01:01:36maka kalau mau
01:01:39ditinjau ulang
01:01:40dievaluasi
01:01:41gaji dan tunjangan
01:01:42semua
01:01:43tunjangan
01:01:44lembaga negara
01:01:46baik di eksekutif
01:01:47yudikatif dan legislatif
01:01:49moratorium
01:01:49kunjungan kerja ke luar negeri
01:01:51itu juga anggarannya besar
01:01:52jadi
01:01:52di moratorium
01:01:53semua lembaga negara
01:01:55Mbak Rike
01:01:56jadi untuk yang poin 17
01:01:57itu publikasi
01:01:58transparan
01:01:59anggaran
01:02:00gaji
01:02:00rumah fasilitas DPR
01:02:02secara proaktif
01:02:03dan dilaporkan secara berkala
01:02:05jangan hanya DPR
01:02:06semua pejabat publik
01:02:07semua lembaga negara
01:02:07sudah ada di LHKPN
01:02:09enggak semua
01:02:10enggak semua
01:02:11kalau DPR
01:02:12semua harus laporan
01:02:13tapi saya tanya
01:02:14bagaimana dengan
01:02:15birokrat di kementerian lembaga
01:02:17dari level direktur
01:02:18eselon
01:02:19segala macam
01:02:19segala macam
01:02:20dan perlu menjadi catatan
01:02:22anggaran negara APBN
01:02:24maupun APBD
01:02:24terbesar adalah
01:02:26untuk operasional pegawai
01:02:28termasuk APBD
01:02:29berarti kan something wrong
01:02:30berarti kan bukan hanya DPR
01:02:32DPR harus koreksi
01:02:33iya
01:02:34saya sebagai DPR
01:02:35saya setuju
01:02:36terima kasih atas koreksi itu
01:02:37tapi ini titik 0 km
01:02:39kita semua
01:02:40mumpung Presiden Prabowo
01:02:42itu kan tegas ya Mbak ya
01:02:43jadi menurut saya
01:02:44ini kesempatan juga
01:02:46untuk mereformasi
01:02:47semua tata
01:02:49pemerintahan
01:02:49lembaga negara
01:02:50dari atas
01:02:51sampai bawah
01:02:52sampai pemerintahan desa
01:02:54instropeksi dan perbaikan
01:02:56sebenarnya
01:02:56saya bawa kasih
01:02:57Mbak Bu Fero dulu
01:02:59ya kita
01:03:00mainstrospeksi
01:03:01dan juga kita
01:03:02memperbaiki sistem
01:03:03karena birokrasi itu sendiri
01:03:04memang
01:03:05ya saya juga memang
01:03:06baru satu tahun
01:03:07tapi kita mengerti
01:03:08program-program yang dilakukan
01:03:09sebenarnya kan kita
01:03:10base ke community
01:03:12gitu loh
01:03:12dan tapi
01:03:14ketika kita
01:03:15lihat bottleneck yang ada
01:03:16karena hubungan kita kan
01:03:18kebijakan
01:03:19terus ke
01:03:19pemerintah daerah
01:03:21apa sih yang gak klik
01:03:22disitu
01:03:23dan ini era otonomi daerah
01:03:24iya
01:03:24dan masalahnya kan
01:03:25otonomi daerah
01:03:26disitu
01:03:27nah itu yang bagaimana
01:03:28kita membuat itu
01:03:29menjadi kebijakan
01:03:30itu sebuah usaha
01:03:31yang tidak gampang
01:03:33tapi kita yakin gitu loh
01:03:34sebenarnya kita
01:03:35kalau mau turun ke bawah
01:03:36kita mau lihat
01:03:37apa yang terjadi
01:03:38bottleneck di mana
01:03:39kita usahakan itu
01:03:41tarik ke atas
01:03:42sehingga kita bisa
01:03:42melihat dari pilot-pilot
01:03:44yang kita lakukan
01:03:44itu menjadikan sebuah solusi
01:03:46dan dengan adanya
01:03:47hari ini pun
01:03:48itu
01:03:49tidak pesimis
01:03:50sebenarnya
01:03:51ini ruang dialog ini
01:03:52bisa menjadikan sebuah
01:03:53perbaikan
01:03:54introspeksi
01:03:56dari dalam lubuk hati
01:03:57kita
01:03:58apa sih yang harus kita
01:03:59lakukan dari eksekutif
01:04:00dari juga DPR
01:04:01untuk bisa
01:04:02ya maju bersama
01:04:04untuk bangsa ini
01:04:05sebenarnya
01:04:05pejabat itu gak boleh
01:04:07lama-lama
01:04:07kalau banyak pejabat baru
01:04:08masih fresh
01:04:09masih asik
01:04:10dan introspeksi pejabat itu
01:04:12gak cukup dengan
01:04:13minta maaf
01:04:14harus sampai
01:04:15keputusan politik
01:04:16bukan hanya
01:04:17action plan saja
01:04:18mbak
01:04:18tapi sampai
01:04:19keputusan politik
01:04:20yang berkekuatan hukum
01:04:21itu menjadi penting
01:04:23kalau belum sampai ke situ
01:04:24harus kebijakan
01:04:26dan implementasi
01:04:26tidak akan mengatakan
01:04:27jangan percaya
01:04:28oke
01:04:28perempuan berjuang bersama
01:04:30suara perempuan perlu didengar
01:04:32malam ini jadi malam yang berbeda
01:04:35di program Rosi
01:04:36karena secara khusus
01:04:37saya mengundang para perempuan
01:04:38untuk mendiskusikan ulang
01:04:40apa yang terjadi
01:04:41sejak tanggal 25 Agustus
01:04:4328 Agustus
01:04:44dan terus menjadi malam-malam
01:04:46yang campur aduk rasanya
01:04:49antara marah
01:04:50tapi juga memilukan
01:04:51para perempuan ini
01:04:53harus didengar
01:04:54karena mereka
01:04:54mencoba juga
01:04:56mencari akar soalnya
01:04:57tanpa tahu akar soalnya
01:04:59duduk soal sebuah
01:05:00permasalahan
01:05:01tidak mungkin
01:05:02kita dapat mencari solusi
01:05:03saya mau ke
01:05:05Mbak Alisa Wahid
01:05:06jadi
01:05:07kalau
01:05:07tadi Mbak
01:05:09sangat
01:05:10saya cukup tertegun
01:05:11ketika
01:05:12seorang Alisa Wahid
01:05:13mengatakan
01:05:13ini masih api
01:05:14dalam sekam
01:05:15bagaimana
01:05:16supaya api ini
01:05:18tidak lagi bisa
01:05:20membakar
01:05:21sewaktu-waktu
01:05:22ya akar persoalannya
01:05:23itu kan karena
01:05:24kondisi masyarakat
01:05:26yang sekarang ini
01:05:27sedang terhimpit
01:05:28secara ekonomi
01:05:29dan penghidupannya
01:05:30itu kemudian
01:05:32ketemu dengan
01:05:34trust yang
01:05:35trust issue tadi
01:05:36trust itu
01:05:38seperti oksigen
01:05:39ketika ada
01:05:40kita tidak merasakannya
01:05:42tapi ketika tidak ada
01:05:44kita tercekik
01:05:46kita sesak nafas
01:05:47dan bisa mati
01:05:48dan kondisi sekarang
01:05:49kita
01:05:50trust ini
01:05:51sudah mulai
01:05:51mencekik ini
01:05:52saking sudah
01:05:54tidak percayanya
01:05:55karena itu
01:05:56harus kembali
01:05:57ke akar persoalannya
01:05:58yaitu
01:05:59kondisi ekonomi
01:06:00masyarakat
01:06:02lupakanlah
01:06:03program-program
01:06:03yang
01:06:04yang gede-gede itu
01:06:05reorientasi
01:06:07semuanya
01:06:07ke program-program
01:06:08yang bisa menghasilkan
01:06:10tenaga
01:06:10lapangan kerja
01:06:11yang cukup
01:06:12mendorong
01:06:13partisipasi
01:06:14ekonomi masyarakat
01:06:15yang
01:06:16membuka ruang-ruang
01:06:17kemajuan
01:06:18buat dunia usaha
01:06:19yang melibatkan
01:06:20masyarakat
01:06:21itu dulu
01:06:21untuk bisa mendapatkan
01:06:23trust itu kembali
01:06:24begitu banyak
01:06:25orang yang terancam
01:06:26PHK
01:06:27begitu banyak
01:06:28para ibu
01:06:29yang harus
01:06:30berpikir ulang
01:06:32tentang
01:06:32membeli susu
01:06:33anaknya
01:06:34beras untuk keluarga
01:06:35dan juga
01:06:36uang sekolah
01:06:37jangankan sekolah
01:06:38memberi makan
01:06:39anaknya saja
01:06:40dengan makanan
01:06:41yang bergizi
01:06:42mereka gak bisa
01:06:43ini yang harus
01:06:44diselesaikan
01:06:45ada persoalan
01:06:46ekonomi
01:06:47yang harus diselesaikan
01:06:48Mel
01:06:49dari aku sih
01:06:52ini adalah kesempatan
01:06:54thank you so much
01:06:54untuk menerima
01:06:55sudah menerima
01:06:56aspirasi itu
01:06:57sudah meminta maaf
01:06:58tapi we don't trust you
01:07:00dan kalian ada di tempat
01:07:02yang bisa menyelesaikan ini
01:07:03paling gak menuju
01:07:04arah menyelesaikan
01:07:05ini aku rasa
01:07:06adalah kesempatan
01:07:07untuk menunjukkan
01:07:08are you willing
01:07:09on sisi masyarakat
01:07:11or not
01:07:11sisi rakyat
01:07:12atau tidak
01:07:12ini adalah
01:07:13ini
01:07:13apakah anda benar-benar
01:07:15wakil rakyat
01:07:16atau wakil rakyat
01:07:17teman-teman anda saja
01:07:18sekarang ini adalah momentumnya
01:07:20ya
01:07:22skala prioritas itu
01:07:24perlu
01:07:25lihat
01:07:26apa yang lagi
01:07:27dibutuhkan
01:07:28jadilah rakyat
01:07:29yang sebenar-benarnya
01:07:30jadilah
01:07:31di mana rakyat
01:07:33rakyat yang sebenar-benarnya
01:07:34Rika
01:07:36saya mau titip
01:07:38tadi ke teman-teman
01:07:39Abigail juga
01:07:40saya sudah sampaikan
01:07:41di jangka pendek ini
01:07:43tolong kita suarakan
01:07:44bersama
01:07:44memberikan dukungan
01:07:45untuk menolak
01:07:46kenaikan harga
01:07:47kebutuhan pokok
01:07:48itu penting sekali
01:07:50yang kedua adalah
01:07:51menolak kenaikan
01:07:52iuran BPJS
01:07:53yang ketiga adalah
01:07:55saya minta
01:07:56segera ada
01:07:57distribusi
01:07:58pangan
01:07:58yang benar-benar
01:07:59terjaga
01:08:00beri dukungan kepada Presiden
01:08:02untuk menjaga stabilitas pangan
01:08:03termasuk beri dukungan
01:08:05kepada Presiden
01:08:06untuk usut
01:08:07tuntas
01:08:07bongkar semua mafia
01:08:09mafia pangan
01:08:10mafia tanah
01:08:11itu perlu kita beri dukungan
01:08:12penuh kepada Presiden Prabowo
01:08:14dan untuk undang-undangnya
01:08:15saya kira penting
01:08:16untuk disahkan
01:08:17undang-undang
01:08:18tentang sistem pendataan
01:08:19presisi nasional
01:08:20undang-undang perampasan aset
01:08:22tadi juga penting
01:08:23dan kemudian
01:08:24untuk perpresnya
01:08:25saya minta dukungan
01:08:27untuk ada
01:08:28Presiden Prabowo
01:08:29untuk menerbitkan
01:08:30perpres perencanaan
01:08:32pembangunan daerah
01:08:33berbasis data presisi
01:08:34karena ini sudah
01:08:35era otonomi daerah
01:08:37dan kemudian juga
01:08:38yang tidak kalah pentingnya
01:08:40untuk teman-teman
01:08:41OJOL di seluruh Indonesia
01:08:42kita perjuangkan bersama
01:08:44kita beri dukungan
01:08:45kepada Presiden Prabowo
01:08:46untuk segera
01:08:47menerbitkan
01:08:48perpres perlindungan
01:08:49pekerja platform Indonesia
01:08:51Abigail
01:08:52jadi kalau menurutmu
01:08:54apakah kemudian
01:08:55apa yang harus dilakukan
01:08:57untuk merestore
01:08:58atau mengembalikan
01:08:59kembali
01:09:00trust kita
01:09:01pada penyelenggaraan negara
01:09:03ya laksanakanlah
01:09:05sungguh-sungguh
01:09:06dan sampai tuntas
01:09:07permintaan-permintaan
01:09:09yang sudah jelas
01:09:09menurut aku
01:09:10karena tadi
01:09:11dibilangkan
01:09:12oh ya Indonesia
01:09:13keadaannya sudah membaik
01:09:14sudah aman
01:09:15gitu ya
01:09:15Indonesia gak baik-baik saja
01:09:17rakyatnya capek aja sih
01:09:19kita sudah jungkir balik
01:09:20sudah gak tahu nih
01:09:21mau ngomong apa yang gimana
01:09:22aku ada ngelihat video
01:09:24yang demo
01:09:25sampai pakai
01:09:25baju kuntilanak
01:09:26yang nyopotin itu
01:09:28kayaknya sudah sedes
01:09:29berarti kita mau ngomong
01:09:30gimana lagi
01:09:31popestel air
01:09:32main-main
01:09:32ya sudah sampai segitunya
01:09:33gitu
01:09:34kita sudah
01:09:35do all we can
01:09:36sekarang kita saatnya
01:09:38melihat pemerintah
01:09:39merespon gak
01:09:40dan responnya
01:09:41tolong
01:09:42jangan hanya gesture
01:09:43tapi tolong
01:09:44dengan konkret
01:09:45dan prosesnya
01:09:46yang transparan
01:09:46itu yang kita mauin
01:09:48dan
01:09:48membangun
01:09:50kepercayaan itu kan
01:09:51aku selalu dibilang juga
01:09:52sama orang tua aku
01:09:53membangun kepercayaan itu
01:09:55sulit tapi
01:09:55ngerusaknya sangat mudah
01:09:57dan ini udah rusak
01:09:58jadi
01:09:59tolong jangan
01:10:00komplain
01:10:01kalau membangunnya lagi sulit
01:10:03karena emang itu
01:10:04kenyataannya
01:10:05menurut aku
01:10:05dan menurut aku juga
01:10:07kita gak adil ya
01:10:09kalau kita selalu
01:10:10cuma ngomongin
01:10:11yang anarkis-anarkis
01:10:12gitu
01:10:12banyak banget teman-teman
01:10:13yang demonya
01:10:14dengan sangat peaceful
01:10:15dengan sangat damai
01:10:16dan kreatif
01:10:17sampai bahkan diaspora-diaspora
01:10:19di berbagai negara
01:10:20itu nunjukin
01:10:21untuk aku
01:10:21rakyat itu cinta banget
01:10:22loh sama negara Indonesia
01:10:23dan mereka
01:10:24mau ngorbanin waktu
01:10:25tenaga
01:10:26dan bahkan resiko
01:10:27kayak hidup mereka
01:10:29untuk
01:10:30supaya negaranya
01:10:31lebih baik
01:10:31negara harus perhatikan
01:10:33apa kabar Indonesia
01:10:342045
01:10:36kalau enggak
01:10:37Asfi Nawati
01:10:39ya
01:10:40jadi yang pertama
01:10:41Indonesia itu
01:10:42menempati
01:10:43dalam data Oxfam
01:10:44ketimpangan tertinggi
01:10:45ke-6 di dunia
01:10:46artinya antara
01:10:48yang kaya
01:10:48dan semiskin
01:10:49dan 4 orang
01:10:50kekayaannya setara
01:10:51dengan 100 juta orang
01:10:52jadi sebegitu parahnya
01:10:54jurang kesenjangan itu
01:10:55gak apa tuh 4 orang
01:10:56iya
01:10:57dan menurut saya
01:10:58karena itu
01:10:59orang-orang yang berdemonstrasi
01:11:00kemarin
01:11:00sebetulnya harus
01:11:01dilihat dalam kacamata
01:11:03membenarkan negara
01:11:05dia mau ngebenerin negara
01:11:06ini bela negara
01:11:07dengan bahasa teman saya
01:11:08yang lain
01:11:08karena itu
01:11:09orang-orang yang ditangkap
01:11:10itu harus dibebaskan
01:11:11tanpa syarat
01:11:12dan kemudian
01:11:13orang-orang yang luka
01:11:14harus diurus oleh negara
01:11:15jadi penting lebih
01:11:16mencari akar soalnya
01:11:18daripada sibuk
01:11:19mencurigai siapa dalangnya
01:11:21betul sekali
01:11:21kita harus
01:11:22masalah pahit kemarin
01:11:24harus kita anggap
01:11:25sebagai peluang
01:11:26untuk membuat
01:11:26perubahan mendasar
01:11:28untuk Indonesia
01:11:28yang lebih maju
01:11:29dan karena itu
01:11:30saya mau kembali
01:11:30yang terakhir
01:11:31demokrasi ekonomi
01:11:32dan demokrasi politik
01:11:33tidak hanya akses
01:11:35kepada politik
01:11:36tapi juga akses
01:11:37distribusi sumber daya alam
01:11:39harus ada perbandingan
01:11:40gaji tertinggi
01:11:41gaji terendah
01:11:42di Indonesia ini
01:11:44harus semakin pendek
01:11:45seperti negara-negara
01:11:46yang sudah maju
01:11:46disparitas upah
01:11:481-12
01:11:49jangan sampai
01:11:50tunjangan 300%
01:11:51terakhir
01:11:52Bu Wamen
01:11:52buat saya
01:11:54saya kembali lagi
01:11:55sincerely dari hati saya
01:11:57ketika saya diminta
01:11:58oleh Pak Presiden Prabowo
01:12:00Ibu mau bantu
01:12:02di Ibu dan anak
01:12:04gak
01:12:04nah waktu itu
01:12:06karena saya tahu
01:12:06saya kapasitasnya
01:12:09disitu juga
01:12:09saya juga
01:12:1020 tahun
01:12:11melayani
01:12:12di dalam sosial juga
01:12:13nah inilah panggilan
01:12:14bukan karena saya
01:12:16hari ini
01:12:16saya mewakili perempuan
01:12:17dan saya juga
01:12:18mewakili pemerintah
01:12:19tapi panggilan saya
01:12:21adalah
01:12:21ketika
01:12:22balik lagi
01:12:23akar permasalahan
01:12:24saya melihat
01:12:25memang akar permasalahan
01:12:26itu ekonomi
01:12:26jadi saya pernah
01:12:28membuat satu
01:12:29grup tuh
01:12:30tulisnya begini
01:12:31bagaimana membuat
01:12:32perempuan beruang
01:12:33bukan beruang
01:12:35tapi beruang
01:12:36artinya
01:12:37karena saya tahu
01:12:38ketika perempuan
01:12:39punya accessibility
01:12:40mereka mampu
01:12:41tapi tinggal
01:12:42bagaimana dikasih wadah
01:12:43dikasih kesempatan
01:12:45dikasih
01:12:46kestaraan
01:12:47istilahnya
01:12:48kalau kita ngomong
01:12:49dari kita kan
01:12:50misalnya kayak
01:12:51EKR ekonomi
01:12:52perempuan yang mempunyai
01:12:53beban ganda
01:12:54bagaimana accessibility
01:12:55supaya ketika
01:12:56dia bekerja
01:12:57ada
01:12:58caretaker-caretaker
01:12:59yang ada
01:13:00care
01:13:01apa istilahnya
01:13:02care center
01:13:03yang bisa
01:13:04memberikan fasilitas
01:13:05sehingga perempuan
01:13:06juga bisa punya
01:13:07akses bekerja
01:13:07dan itu butuh politik
01:13:08anggaran
01:13:08betul
01:13:09nah dalam hal itu
01:13:10dalam hal itu
01:13:11makanya saya lihat
01:13:12bagaimana membuat itu
01:13:14supaya
01:13:14dari bottlenecknya
01:13:16itu kita bisa membuat
01:13:17accessibility kepada perempuan
01:13:18supaya mereka bisa
01:13:19berpartisipasi
01:13:20tapi balik lagi
01:13:22sebagai perempuan
01:13:23saya juga
01:13:24mengundang kepada semua
01:13:25ayo tetap
01:13:27sampaikan
01:13:27aspirasi kalian
01:13:29dengan penuh keberanian
01:13:30tapi balik lagi
01:13:31perempuan jaga Indonesia
01:13:33mari kita bersama-sama
01:13:34jaga
01:13:35tanpa kekerasan
01:13:36jagalah Indonesia
01:13:38dan kita warga
01:13:40sama-sama
01:13:40jaga warga
01:13:41untuk kita bersama
01:13:42kita semua
01:13:43pasti punya kesadaran
01:13:46dan cinta yang sama
01:13:48untuk jaga Indonesia
01:13:49terima kasih
01:13:50Bu Wame
01:13:51Bu Veronika
01:13:52terima kasih
01:13:53jangan sampai menjadi
01:13:54Iron Man yang tercabik-cabik
01:13:56terima kasih
01:13:57Mbak Alisa Wahid
01:13:59terima kasih
01:14:00Abiga
01:14:01terima kasih
01:14:01Aspina Mati
01:14:02terima kasih
01:14:02saya mau cerita dulu sedikit
01:14:05semoga saya masih punya waktu
01:14:06tadi sore
01:14:07saya jam
01:14:08bisnis hour
01:14:09yang biasanya macet
01:14:10dari menteng
01:14:11mau ke kantor
01:14:13melewati Sudirman
01:14:14itu macet banget
01:14:15tetapi
01:14:16saya sungguh bersyukur
01:14:17macet
01:14:17saya menikmati
01:14:19kemacetan itu
01:14:19karena macet
01:14:20dalam damai
01:14:21semua orang
01:14:23mengantri
01:14:23menikmati
01:14:24kemacetan
01:14:25dalam damai
01:14:26karena tidak ada
01:14:27terima kasih
01:14:30untuk para pejabat negara
01:14:31yang hari ini
01:14:32atau kemarin
01:14:33benar-benar
01:14:34paling tidak
01:14:35sama-sama
01:14:36menikmati
01:14:37kemacetan
01:14:37tanpa
01:14:38harus menyerobot
01:14:40hanya karena
01:14:40Anda punya
01:14:41fasilitas patual
01:14:43at least
01:14:44ini bisa konsisten
01:14:45terima kasih
01:14:45para pejabat negara
01:14:47untuk hal yang
01:14:48kecil sekali ini
01:14:49terima kasih
01:14:49tetaplah di
01:14:50Kompas TV
01:14:51independen
01:14:51terpercaya
01:14:57terima kasih
Komentar

Dianjurkan