Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MEDAN, KOMPAS.TV - Di Medan, Sumatera Utara, pengunjuk rasa mendatangi kantor DPRD Sumut. Mereka menuntut kenaikan UMP dan UMK sebesar 10,5 persen.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan pendemo, di antaranya menghapus sistem outsourcing dan menuntut adanya kenaikan UMP dan UMK se-Sumatera Utara pada tahun 2026.

Bagaimana susasan demo buruh di Medan, Sumatera Utara? Ada Jurnalis Kompas TV, Emirsya Purba dan Juru Kamera, Ferri Irawan.

Baca Juga Buruh di Makassar Demo, Bawa 6 Tuntutan dari Kenaikan Upah hingga Sahkan RUU Perampasan Aset di https://www.kompas.tv/nasional/614244/buruh-di-makassar-demo-bawa-6-tuntutan-dari-kenaikan-upah-hingga-sahkan-ruu-perampasan-aset

#sumaterautara #dprd #demo #buruh


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/614247/buruh-di-medan-demo-dprd-sumut-tuntut-kenaikan-ump-dan-umk-hingga-outsourcing-dihapus
Transkrip
00:00Kita akan menuju ke Medan Sumatera Utara. Sudah ada jurnalis Kompas TV, Emir Syapur, Badan Jurukamera Ferry Irawan di sana.
00:06Selamat siang, Emir. Seperti apa pantauan demo di sana siang hari ini?
00:14Selamat siang, saudara demo buruh serentak yang dilaksanakan secara nasional juga digelar di kota Medan.
00:23Ratusan masa aksi yang berasal dari berbagai organisasi buruh tadinya datang ke depan kantor DPRD Sumatera Utara pada pukul 11 waktu di Sebarat
00:32dengan membawa berbagai properti seperti spanduk, bendera dan juga mobil komando.
00:39Dalam aksi demo buruh pada hari ini, buruh membawa sejumlah tuntutan yang diantaranya yaitu untuk menghapuskan sistem kerja outsourcing.
00:50Dalam orasinya tadi, buruh menyampaikan bahwasannya sistem kerja ini dikatakan memberatkan buruh karena upah yang rendah dan juga minimnya perlindungan sosial.
01:00Dan juga dikatakan tadi, sistem kerja ini membuat buruh hanya dipekerjakan ketika diperlukan.
01:07Selain itu, saudara, dalam aksi ini buruh juga menyampaikan tuntutan agar UMP atau Upah Minimum Provinsi Sumatera Utara tentunya
01:16dan juga UMK agar dinaikkan sebesar 10,5 persen yang jika kita lihat, saudara, UMP atau Upah Minimum Provinsi Sumatera Utara pada saat ini
01:26yaitu sebesar Rp2.992.559.
01:31Ya, mana buruh tadi mengatakan bahwasannya besaran upah ini dikatakan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
01:39dan juga untuk biaya anak sekolah.
01:43Tadinya, saudara, masa aksi juga menyinggung soal praktik mafia tanah yang merugikan rakyat kecil.
01:50Saat ini, saudara, aksi berlangsung dengan damai.
01:54Masa aksi tadinya sudah ditemui oleh perwakilan dari DPRD Sumatera Utara
02:00ya, mana tadi perwakilannya yaitu Abdurrahim mengatakan sudah membaca berbagai aspirasi yang tadinya disampaikan
02:10dan juga mengatakan bahwasannya dari aspirasi yang disampaikan ini
02:14menilai bahwasannya masih banyak peraturan dan juga regulasi yang harus diperbaiki dan juga harus direvisi.
02:20Tentu, saudara, jika kita melihat ini, hal ini cukup kontras
02:23karena pada Selasa dan juga Rabu Siang kemarin juga dilaksanakan aksi demonstrasi
02:29yang dilakukan oleh mahasiswa menolak adanya kenaikan tunjangan DPR
02:34namun dua aksi demonstrasi yang terjadi kemarin itu tidak ada perwakilan dari DPRD yang menjumpai masa
02:41sehingga memang kemarin aksi demonstrasi yang terjadi ricuh.
02:45Sementara hari ini, saudara, masa aksi berlangsung damai
02:49dan tadinya juga perwakilan dari DPRD Sumatera Utara sudah menemui masa aksi
02:54untuk mendengarkan aspirasi-aspirasi yang disampaikan.
02:57Untuk pantauan lalu lintas sendiri, saudara, di lokasi aksi demo ini
03:01sama seperti aksi yang berlangsung kemarin untuk Jalan Imam Bonjol, Kota Medan ini memang disterilkan
03:08memang dikhususkan untuk masa aksi melakukan aksi demonstrasinya
03:13sehingga para pengendara yang ingin melintas di Jalan Imam Bonjol ini
03:18menuju kepada Simpang Kejaksaan
03:20para pengendara bisa memutar ke Jalan Balai Kota
03:24menuju Jalan Ahmad Yani
03:25yang kemudian menuju ke Jalan Perdana
03:29dan sampai saat ini masa aksi sedang melakukan isoma
03:34atau istirahat sholat makan
03:36untuk nantinya akan melanjutkan aksi-aksi dan juga menyampaikan orasinya kembali.
03:40Baik, terima kasih atas laporan Anda
03:44Jurnalis Kompas TV, Emir Syah Purba
03:46Emir Syah Purba maksud kami
03:48dan Ferry Irawan dari Medan Sumatera Utara
03:51Sumatera door
03:53Terima kasih atas laporan Anda
03:56dan Ferry inak
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan