Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 bulan yang lalu
Jakarta: Pesawat Saudi Airlines yang mengangkut penumpang dari Jeddah menuju Jakarta terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Senin, 17 Juni 2025, setelah maskapai menerima ancaman bom melalui surat elektronik. Email tersebut dikirim dalam bahasa Inggris dan terlacak berasal dari Mumbai, India.

Kejadian ini menegaskan kembali pentingnya pemahaman penumpang terhadap aturan keselamatan di pesawat. Dalam dunia penerbangan, terdapat beberapa hal yang wajib dilakukan, seperti melaporkan hal-hal mencurigakan kepada awak kabin, mengikuti instruksi saat kondisi darurat, serta menjaga ketenangan selama penerbangan.
Transkrip
00:00Kemarin sempat dengar gak ada berita pesawat mendarat darurat karena ada ancaman bom?
00:05Nah, baru-baru ini pesawat Saudi Airlines dari Jeddah ke Jakarta harus mendarat darurat di Bandara Kuala Namu.
00:12Nah, ancaman bom ini dikirim dari lewat email berbahasa Inggris dan dilacak itu berasal dari Mumbai di India.
00:18Hmm, kok bisa?
00:25Halo, ketemu lagi dengan Surya di MTVN Lens.
00:28Nah, kali ini saya bakal membahas tentang do-on-dos di dalam pesawat biar kamu gak bikin masalah di langit nanti.
00:36Apa aja sih?
00:38Yang pertama, itu jangan pernah bercanda soal bom dan senjata.
00:41Bisa langsung kena proses hukum lho.
00:44Nah, bahkan kamu bisa di penjara.
00:46Candaan soal ancaman itu, baik bom atau senjata, itu termasuk pelanggaran serius di hampir semua negara.
00:52Yang kedua, jangan sembunyikan barang mencurigakan.
00:57Kalau punya benda mencolok, berat, atau aneh, lebih baik jujur dan sampaikan ke petugas.
01:04Ini bakalan bikin kamu lebih aman dan aman bagi semuanya.
01:08Yang ketiga, jangan panik.
01:10Panik bisa mengganggu proses revukasi ketika kamu mengalami seperti yang terjadi di pesawat Saudi Air Lens ini.
01:17Nah, ingat, kita semua punya tanggung jawab untuk saling jaga bagian dulu.
01:24Nah, terus gimana sih agar kita bisa nyaman?
01:27Yang pertama, laporkan segar sesuatu jika ada yang mencurigakan.
01:32Lihat barang aneh misalnya, atau dengar obrolan gak wajar, laporkan ke awal kabin.
01:37Kemudian, kamu bisa juga melaporkan ke kru di darat, terus ke pilot atau edisi.
01:41Nah, ini sudah menjadi standar dari IATA atau HIKAU yang merupakan organisasi dan regulator penerbangan internasional.
01:50Nah, yang kedua, ketika ada kejadian seperti yang terjadi di Saudi Air Lens kemarin,
01:57selalu ikuti arahan kru saat dalam kondisi darurat.
02:01Ingat, dalam kasus pesawat Saudi Air Lens ini, seluruh penumpang diturunkan dan dievakuasi sebelum pesawat diperiksa oleh tim penjinak bom.
02:10Yang ketiga, itu tadi, tetap tenang dan patuh.
02:14Kru pasti sudah terlatih menghadapi ancaman dan dilindungi hukum seperti CFR 154303.
02:21Nah, ada beberapa aturan penting yang berlaku tentang penanganan dan pengamanan ancaman seperti ini.
02:28Nah, yang pertama itu adalah IKAU Annex 17, yaitu standar internasional penerbangan untuk ancaman di dalam penerbangan.
02:37Nah, kemudian ada IATA, yaitu panduan operasional untuk awal kabin yang sudah menjadi standar internasional.
02:43Di Indonesia sendiri, penanganan darurat diatur oleh Dirjen Perhubungan Udara dan Liban Sportly.
02:49Contoh nyatanya ya, seperti penanganan di Bendara Kuala Namukmarin.
02:53Sigap, cepat, dan sesuai prosedur.
02:56Jadi ingat ya, pertama, laporkan kalau ada yang mencurigakan.
02:59Yang kedua, ikuti instruksi kru dan awal kabin.
03:02Dan ketiga, jangan bercanda soal bom dan senjata.
03:06Ingat, keselamatan kita semua dimulai dari kesadaran yang kecil.
03:10Kalau kamu suka konten informasi kayak gini, saksikan terus metrotvnews.com.
Komentar

Dianjurkan