Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Serangan balasan Iran menyasar permukiman di Israel. Serangan Iran menyebabkan dua warga Israel tewas.

Inilah video drone yang menunjukkan kerusakan akibat serangan Iran pada hari Sabtu (14/6/2025) di sebuah permukiman di Rison Lezion, Israel.

Sejumlah rumah dan mobil warga hancur. Tim penyelamat tampak mencari korban di antara reruntuhan rumah.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengingatkan Israel bahwa Iran akan melancarkan serangan balasan pasca penyerangan sejumlah fasilitas militer di Iran.

Khamenei menyebut Israel lah yang telah memulai perang dan memastikan Iran tidak akan tinggal diam.

Ia menyebut Israel harus bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam akan menyerang setiap target rezim Iran.

Dia menyebut serangan militer Zionis telah memberikan pukulan telak pada program nuklir Teheran.

Angkatan udara dan pilot Israel telah menyerang 40 target di ibu kota Iran pada Jumat (13/6/2025) malam, termasuk sistem pertahanan udara canggih.

Baca Juga Ledakan! Drone hingga Peluncur Rudal Balistik Iran Dihancurkan Israel di https://www.kompas.tv/internasional/599630/ledakan-drone-hingga-peluncur-rudal-balistik-iran-dihancurkan-israel

#iran #israel #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/599660/full-iran-israel-saling-serang-ada-negara-negara-timur-tengah-bermuka-dua-ini-kata-pengamat
Transkrip
00:00Untuk mengupas serangan Israel terhadap Iran, kita bahas bersama Tegu Reza Syah, pengamat hubungan internasional Universitas Pajajaran.
00:11Pak Reza, selamat petang.
00:13Selamat petang, salam dari Bandung.
00:15Oke Pak Reza, Amerika sudah bilang dia tidak terlibat, tapi tahu sudah diakui oleh Presiden Trump.
00:21Kemudian juga dampaknya adalah perundingan nuklir dengan Amerika Serikat batal, sudah dipastikan batal.
00:26Bagaimana kita bisa membaca benang merah di antara semua ini Pak Reza?
00:31Saya pikir, Iran sudah cukup bukti bahwa terselenggaranya perjanjian nuklir ataupun tidak terselenggaranya perjanjian nuklir, Amerika Serikat tidak ada.
00:47Karena dalam bayangan para pimpinan Iran, itu mereka ada satu stigma bahwa Amerika Serikat itu dikenal sebagai syaitan al-akbar atau syaitan besar,
01:00yang kalau berbicara itu bohong, kalau membuat komitmen itu akan ingkar, dan kalau terlibat dalam perjanjian-perjanjian itu mereka akan menggunting dalam lipatan.
01:08Untuk itu Iran sudah melihat bahwa keberhasilan Israel menyerang Iran itu tidak terlepas dari pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di sana.
01:18Misalnya di Qatar, di Bahrain, di Kuwait, dan Uni Arab Emirat.
01:21Nah itu analisis dari pihak Iran.
01:24Pada saat yang sama, dari pihak Israel, Israel juga sangat percaya diri.
01:28Dimana mereka punya kemampuan yang sangat sistemik, namanya itu kombinasi dari command, control, computing, surveillance, reconnaissance, dan counterintelligence.
01:39Dan sistem intelijen Israel memang sangat luar biasa, dan mereka bisa mendeteksi dengan sangat spesifik
01:44dimana beradanya pakar-pakar nuklir Iran, dan juga dimana beradanya jenderal-jenderal Iran tersebut.
01:51Jadi ini sangat menarik, tapi saat yang sama, kita juga lihat bahwa yang Iran kirimkan itu baru berjumlah 100 misil.
02:01Misalnya kalau kita perhatikan statement dari pejabat-pejabat Amerika Serikat di Kongres,
02:07mereka mengatakan Iran itu sebenarnya masih memiliki 3.000 balistik misil.
02:13Ini adalah statement dari jenderal Kenneth McKenzie, yang berbicara di depan komite Senat itu sekitar tahun 2002 silam.
02:22Dan dia mempercayai bahwa sanksi yang diberikan oleh Barat terhadap Iran itu tidak mempan.
02:27Dan Iran terus mampu membuat perangkat-perangkat perang, terutama sekali drone dan misil, dengan harga yang lebih murah.
02:35Jadi ini adalah suatu hal yang menarik, dimana Iran sangat mengandalkan pada drone dan misil,
02:41kemudian juga mengandalkan sistem perlindungan keamanan lewat satelit.
02:48Konon, Iran sudah punya satelit.
02:49Dan pada saat yang sama, Israel sangat mengandalkan pesawat-pesawat siluman mereka.
02:54Dan ini yang menarik bahwa ini adalah revolusi dalam perang modern.
03:00Oke Pak Reza, tapi bagaimana kita juga melihat peran negara-negara besar di belakang konflik ini?
03:06Ada siapa saja yang terlibat sebenarnya?
03:07Kalau kita mengikuti ya, bahwa yang terlibat itu pasti adalah Amerika Serikat.
03:16Dan di belakang, pertama adalah Amerika Serikat, kemudian Jerman ada di situ, Perancis ada di situ, Inggris ada di situ.
03:23Tapi di kalangan tiga negara Uni Eropa ini, itu Jerman tampaknya melunak.
03:29Karena Jerman mulai mengkritisi perilaku-perilaku Zionism yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asisi manusia.
03:39Tapi di Timur Tengah juga terdapat negara-negara yang bermuka dua.
03:44Misalnya diam-diam mereka menginjinkan pesawat-pesawat Israel melintasi wilayah mereka,
03:50dan mereka juga mengganggu secara sinyal drone-drone Iran dan pesawat-pesawat Iran yang dikirim dari Teheran dan sekitarnya.
03:59Negara-negara yang mendua itu saya perhatikan adalah Mesir, Uni Arab Emirat, Saudi Arabia, Qatar, dan juga Turki.
04:06Kemudian Syria juga begitu.
04:08Jadi intinya adalah saat ini yang terjadi adalah masing-masing pihak mencoba meyakinkan bahwa mitra-mitranya itu akan melakukan sesuatu,
04:16ataupun tidak melakukan sesuatu dalam hal terjadinya krisis yang berkrisis nambungan.
04:21Misalnya intelijen Arab Saudi berhasil meyakinkan Mesir untuk tidak terlibat,
04:26karena ada ancaman dari Israel di mana Israel berkemampuan meledakkan termonuklir secara terbatas di sekitar bendungan Aswan.
04:38Dan Mesir sangat tahu resikonya akan terjadi banjir besar dan juga kematian lebih dari 1 juta jiwa.
04:44Pak Reza, ultimatum ini kan juga tapi disampaikan Iran ke beberapa negara.
04:48Misalnya tadi ada Inggris, kemudian Perancis, dan juga Amerika Serikat.
04:52Nah melihat eskalasinya, apa dampaknya yang akan terasa di Timur Tengah dulu, kemudian juga apa dampaknya akan dirasakan oleh global?
05:01Pertama di dampak di Timur Tengah adalah adanya suatu potensi ya,
05:04di mana Iran kalau tidak mendapat jawaban yang jelas dari negara-negara teluk,
05:13maka Iran berpotensi menghajar atau menyerang pangkalan-pangkalan militer yang ada di sana,
05:19terutama pangkalan-pangkalan militer yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
05:22Dan untuk itu mereka sudah siap dengan peluru kendali yang khusus.
05:26Misalnya untuk menyerang pangkalan Al-Udeh Air Base, itu yang hanya berjarak 275 km dari Iran,
05:34maka tampaknya sudah disiapkan peluru kendali Khalil Fars dan Zohair.
05:39Dan untuk Bahrain yang berjarak 1200 km dari Iran,
05:44di mana di situ ada pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat, itu sudah disiapkan Shahab Tiga dan Resvan.
05:51Kemudian juga untuk Kuwait, yang di mana ada pangkalan militer Amerika Serikat di sana,
05:56dan jarak dari Kuwait adalah 1400 km dari Teheran, itu sudah disiapkan Resvan dan Gadar Seri H.
06:02Untuk Budi Arab Emirat, yang jaraknya adalah 1700 km dari Iran,
06:07sudah disiapkan Gadar Seri H dan Gadar Seri F.
06:10Oke, kalau untuk global bagaimana Pak Reza?
06:13Untuk global kita sudah melihat bahwa harga-harga minyak sudah naik,
06:17sudah harga naik lebih dari 30 persen.
06:19Kemudian juga Iran punya potensi mempengaruhi kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz
06:29dan di perairan manapun di sekitar Iran.
06:31Kemudian juga Iran berpotensi menekan negara-negara tertentu seperti Yaman
06:38untuk meningkatkan serangan mereka terhadap lalu lintas dari negara-negara yang pro pada Israel.
06:46Jadi ini adalah hal-hal yang sangat mungkin sudah dilakukan oleh kedua negara tersebut.
06:51Dalam berupaya meredam konflik ini, apakah juga ada peran-peran yang bisa dimaksimalkan
06:59dari Amerika, Rusia, maupun Tiongkok juga dalam hal ini?
07:02Pak Reza?
07:04Saya pikir Tiongkok sangat berkepentingan ya.
07:07Karena Tiongkok sangat ingin agar di kawasan Timur Tengah tersebut terjadi program-program infrastruktur
07:13kalau bisa melebihi program yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Arab Saudi
07:18yang senilai 600 miliar dolar.
07:20Dan untuk itu, China sangat mengharapkan terjadinya perdamaian di kawasan itu.
07:26Sedangkan Rusia, Rusia baru membuat suatu kebijakan yang lebih jelas
07:29saat nanti adanya pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Vladimir Putin
07:36sekitar tanggal 18 sampai 20 Juni bulan ini.
07:42Kalau selama ini Indonesia dan Rusia masih menjawab secara normatif,
07:46saya sangat berharap nanti akan ada koalisi moral antara Rusia dan Indonesia plus yang didukung oleh negara-negara Oki,
07:53negara-negara GNB, dan juga negara-negara Arab League ya.
07:59Dan saya sangat berharap.
07:59Dan untuk itu suasana masih cair.
08:01Kalau kita berbicara persiapan untuk perang, kedua pihak sudah siap untuk perang.
08:07Misalnya Iran saat ini sudah melakukan uji coba atas berbagai peluru kendali,
08:12apakah itu yang solid propellant SRBM, ataupun liquid propellant SRBM,
08:18ataupun liquid propellant MRBM, maupun solid propellant MRBM.
08:23Dimana mereka baru-baru saja melantik seorang jenderal baru,
08:29namanya Brigadir Jenderal Syed Majid Moussafi,
08:32yang secara khusus menangani Islamic Revolution Guard di bidang teknologi ruang angkasa.
08:38Jadi Iran menghadapi masalah.
08:40Dimana banyak jenderal-jenderalnya yang berpotensi memimpin Iran masa depan itu sudah wafat.
08:46Dimana dalam 36 jam terakhir, mereka sudah kehilangan.
08:48Dengan kondisi seperti itu, apakah masih terbuka jalan damai ruang diplomasi
08:53dengan mengingat banyak tokoh-tokoh Iran yang tewas dalam itu,
08:57eskalasinya juga masih memanas.
08:58Adakah ruang diplomasi?
09:02Ruang diplomasi itu senantiasa ada ya.
09:05Cuman masalahnya siapa yang akan berbicara,
09:07siapa yang akan didengar oleh Presiden Iran Masud Bezeskian,
09:11dan juga siapa yang akan didengar oleh pemimpin revolusi Iran,
09:15yakni Ayatollah Syed Ali Khamenei.
09:17Saya pikir tidak banyak pemimpin-pemimpin dunia yang didengar itu.
09:20Tapi saya masih berharap hasil dari KTT Istimewa,
09:25Oki dan Liga Arab, dua tahun silam di Arab Saudi,
09:29itu secara khusus mengamanahkan Indonesia untuk mengupayakan segala daya dan upaya
09:34untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.
09:36Sekarang situasi adalah lebih dasyat dari yang diamanahkan oleh Oki dan Liga Arab tersebut,
09:42tapi bagaimanapun Indonesia hendaknya bekerja keras.
09:44Di bersama Indonesia itu ada ASEAN, ada Oki, ada GNB, ada kerjasama selatan-selatan,
09:50dan juga biasanya kita didukung oleh Liga Arab.
09:52Saya sangat berharap pada detik-detik yang sangat kritis seperti ini,
09:56Indonesia mengupayakan sebisa mungkin berkonsultasi dengan Sekjen PBB.
10:01Oke. Pak Reza, terima kasih sudah berbagi pandangan di Kompas Petang.
10:04Saya selalu ya Pak Reza.
10:06Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan