Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Mantan Menpora, Roy Suryo, menanggapi pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, terkait kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Hal ini disampaikan Roy Suryo dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (14/6/2025).

Roy Suryo juga menanggapi pernyataan Kapolri yang menyebut akan melibatkan pihak eksternal dalam kasus ijazah Jokowi.

Selain itu, tim dari Roy Suryo tengah mengumpulkan data terkait skripsi Jokowi.

#jokowi #luhut #roysuryo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/599566/full-blak-blakan-roy-suryo-jawab-luhut-hingga-bukti-dugaan-skripsi-palsu-jokowi
Transkrip
00:00Pak Luhut kan bilang polemik ijazah Pak Jokowi ini nggak perlu dan justru malah bikin beban pikiran baru buat Pak Prabowo.
00:06Tanggapannya gimana?
00:08Ya, jadi saya kira pernyataan dari beliau ini, 11-12 ya, dengan pernyataan anggota DPR yang menurut saya sudah kehilangan akal.
00:20Membahas soal etika seseorang, membahas soal kejujuran seseorang, itu adalah hal paling hakiki atau paling esensi.
00:28Jadi jangan salahkan masyarakat, kalau masyarakat itu mempertanyakan soal kejujuran dan kenegarawanan seseorang.
00:35Ini yang penting. Jadi kalau memang ada orang yang malah justru berpikir, orang-orang yang menanyakan ijazah itu Pak, mungkin kemarin dia katakan itu sakit jiwa gitu.
00:46Saya kira itu mungkin orang-orang mengambil cermin untuk dihadapkan ke dia.
00:50Jadi ini kayak orang menuduh gitu ya. Kalau orang menuduh itu kan satu jari tangan menuju ke sana,
00:56tapi tiga jari tangan ini menuju dia sendiri. Jadi tolong introspeksi ya, untuk dirinya sendiri, ya yang sakit itu siapa.
01:05Ya gitu, kenapa? Karena ini pikiran orang-orang waras.
01:08Orang-orang waras yang mempertanyakan kejujuran seseorang yang tidak jujur.
01:13Artinya meskipun dapat pernyataan dari Pak Luh seperti itu, sikap dari Mas Resurya dan teman-teman tetap akan mempertanyakan ijazahnya Pak Jokowi ya, Kas Lianit?
01:28Ya, justru kami senyum jangan tertawa saja mendengar itu.
01:32Seseorang justru malah berpikir jauh dari kemaran, jauh dari pikiran waras malah.
01:39Itu kalau menurut saya. Jadi orang waras dan orang yang sehat, itu pasti akan berpikir bahwa ini penting untuk bangsa.
01:46Yang dipentingkan itu bukan soal pembuktian hukum saja, tetapi soal etika.
01:51Etika dan kejujuran, itu yang jauh lebih penting.
01:54Mana ada orang yang menangkan kasus hukum, tapi sebenarnya dia tidak jur atau tidak beretika.
02:01Itu yang sekarang banyak terjadi.
02:03Jadi kalau menurut kami, mungkin saja orang bisa menang di tataran hukum,
02:09karena dia menggunakan segala cara, bahkan menggunakan ketidakjujurannya atau licik atau siasatnya.
02:15Tapi bagi kami, yang kami itu mengutamakan tidak hanya habluminanas,
02:20tapi juga hablolo, ya.
02:21Moga dia tahu istilah ini, ya.
02:23Kalau nggak tahu, belajar dia.
02:25Itu adalah apa?
02:26Kita mengutamakan kepada kepercita, kepada sang halik, kepada sang pencipta.
02:32Orang yang perlu kita kejujurannya dan kenegarawanannya.
02:35Bukan kelicikannya dan kemenangannya.
02:39Mas Rai, tapi kan kemarin Kak Power juga bilang kalau nanti dalam pengujian akan melibatkan eksternal juga.
02:45Apakah ini cukup melegatkan buat teman-teman dan juga Mas Rai Surya?
02:51Nah, kalau bagus, sekali saya dukung Pak Jenderal Istio Sigebowo.
02:56Kemarin ketika itu menyampaikan statement-nya di antara sambutannya pada saat melepas sekitar keputusan buruk di Mavis Polri,
03:08dia mengukakan akan mengupayakan pihak eksternal.
03:11Saya kira ini bagus sesuai dengan tagline dari Polri sekarang ini, ya.
03:17Karena kan kalau Polri itu kan memiliki tagline yang dia akan, dia bisa benar-benar menggunakan cara-cara yang kemudian objektif,
03:27kemudian cara-cara dia yang kemudian presisi, ya.
03:30Istilahnya kan presisi.
03:31Ya, usahkan kepresisiannya, dan hidup itu kan tunggu janji itu.
03:36Karena kalau presisi, berarti Polri itu akan menggunakan antara sesuai dengan skep atau sesuai dengan setelah keputusan,
03:42kalau gelar perkara itu juga akan terbuka, dan kemudian akan melibatkan pihak-pihak eksternal.
03:48Menurut saya penting, Pak Kapolri, Pak Jenderal Bustia Sikiprawa,
03:52ini disitu, atas tersebut lupus lapor, ya.
03:55Yang dalam tarutan saya, tulisan saya terakhir, setidaknya sudah ada tiga.
04:00Tiga kesalahan besar yang dilakukan lupus lapor.
04:02Yang pertama adalah tidak menguji, tidak melakukan identifikasi ijazah itu dengan uji pembanding yang transparan.
04:11Padahal saya sudah uji sesuai dengan 11.15, 11.16, dan 11.17, itu tidak identif.
04:18Yang kedua, jangan gunakan barang bukti atau alat bukti yang rekayasa.
04:23Misalnya koran kedaulatan rakyat yang palsu, ya.
04:26Karena sebenarnya kami sudah menemukan koran kedaulatan rakyat yang benar,
04:30yang edisinya tertulis bukan puasa, tetapi pasa atau posok.
04:35Dan yang ketiga adalah apa?
04:36Perbedaan antara waktu KKN, kuliah kerja nyata.
04:40Kemarin Pak Dirti Pidum mengatakan pada tanggal 22 Mei,
04:44itu katanya saudara Jokowi itu KKN pada tahun 1983.
04:50Padahal kemarin Jokowi sendiri mengatakan KKN-nya adalah awal 1985.
04:55Jadi mana yang benar?
04:57Jangan kemudian malah ini membuka kota Pandora,
05:00atau malah membuat rusak citra dari pus lapor,
05:03yang itu sudah dibidikan sejak tahun 1953,
05:06yang itu katanya menjadi trademark,
05:10atau katanya menjadi contoh dari pus lapor masyarakat negara.
05:14Pak Kapolri, tertipkan hukus lapor Mabes,
05:17agar masyarakat percaya lagi,
05:18dan jangan kemudian merekayasa atau menggunakan alat-alat bukti yang tidak benar.
05:24Nah, ngomong-ngomong soal tadi KKN kan juga kayaknya
05:26rencananya mau melaporkan soal skripsi palsu ya, Mas Roy.
05:29Ini update-nya gimana?
05:30Sudah mengumpulkan alat bukti?
05:31Ya, hari ini, hari-hari ini,
05:35sebenarnya salah satu sahabat kita,
05:37Dr. Rismond Sianipar,
05:39itu sedang berada di area lokasi.
05:42Dan itu sedangnya ada banyak perkembangan.
05:44Yang pertama, banyak sekali nih baser yang kemarin mengumumkakan,
05:47oh, datang ke Wonosgoro,
05:50kemudian datang ke Kotoyan,
05:52dan ternyata dipermalukan.
05:53Tidak justru,
05:55Saudara Rismond,
05:56kemudian teman-teman dari Sentana,
05:58itu menemukan fakta,
05:59bahwa cerita-cerita soal Jokowi pernah kakaknya di sana,
06:03itu hanya katanya-katanya.
06:05Jadi itu hanya katanya.
06:06Tidak ada satu orang pun yang bisa menceritakan
06:08bahwa dia adalah yang asli.
06:10Jadi itu hanya cerita dari tukang fotokopi.
06:13Tukang fotokopi dapat cerita dari siapa?
06:15Siapa?
06:16Jadi itu hanya katanya semua.
06:17Jadi itu hanya katanya.
06:19Dalam bahasa hukum,
06:20katanya itu hanya
06:21testominium di auditum.
06:23Artinya itu tidak bernilai, setelah hukum.
06:25Yang kedua,
06:27hari ini yang menarik.
06:28Dr. Rismond
06:29dan teman-teman tim Santana
06:31sudah juga ketemu dengan Pak Kasmujo.
06:34Langsung di rumahnya di Pogong,
06:36Yogyakarta.
06:37Dan Pak Kasmujo sekali lagi dengan tegas
06:38menyatakan,
06:39waktu yang hanya singkat,
06:40karena beliau berusaha yang sakit,
06:42jatuh kemarin di depan rumahnya.
06:44Beliau mengatakan,
06:45beliau bukan dosen pembimbing skripsi
06:47dan bukan dosen pembimbing akademik.
06:50Dan bahkan beliau mengatakan,
06:52statement tahun 2017
06:53yang dilakukan di Fakultas Kehutanan itu
06:56salah.
06:57Itu kata Pak Kasmujo.
06:58Itu real.
06:58Ada rekamannya.
06:59Jadi sekali lagi,
07:01ini makin banyak terbongkar ya,
07:03soal KKN di Wonosboro
07:04atau di Ketoyan itu,
07:05yang itu hanya katanya-katanya.
07:07Kemudian dari Pak Kasmujo sendiri,
07:09yang hari ini menyatakan langsung
07:11bahwa itu tidak benar.
07:13Oke, berarti sudah ada waktu pasti belum,
07:17Mas?
07:17Kapan kira-kira akan dilaporin ya, Pak?
07:19Ya, tentu waktu akan melaporkan
07:21nanti sepulang dari Dr. Esmond
07:23berada di Jurnia
07:23dan itu akan disusun oleh tim nanti,
07:26ada tim lain,
07:26karena pelaporan terhadap skripsi
07:29dan bukti-bukti baru
07:30atau beberapa nofum itu
07:31tentu akan kita lakukan secara sermat.
07:34Dan ini tidak menambah ya.
07:36Kalau kita lihat analoginya gini,
07:37kan ada juga peristiwa
07:39tewasnya seorang mahasiswa UGM
07:41namanya Argex,
07:42karena ketabrak OBBMD.
07:44Dan ketika ketabrak,
07:45itu ada satu peristiwa hukum.
07:47Tapi kemudian polisi menemukan lagi
07:49peristiwa hukum yang lain,
07:50yaitu penggantian nomor polisi.
07:51Yang tadinya itu plat F,
07:53yang adalah perkembangan.
07:56Nah, sama dengan peristiwa ini.
07:58Jadi tadinya indikasi
07:59terjabat ijazah itu palsu,
08:02kemudian berkembang.
08:03Jadi skripsi itu palsu,
08:04nah nanti akan berkembang lagi.
08:05Nanti siapa yang memasukkan koran
08:07kedaulatan rakyat,
08:09siapa yang memasukkan
08:10nama bisa kakak,
08:11siapa kemudian memasukkan
08:13alat-alat yang lain.
08:15Ini secara perkembangan
08:16wajar-wajar saja.
08:18Dan anggapnya ini
08:18justru sebuah kotak Pandora,
08:20ya, ini mitologi Yunani.
08:22Ada nama seseorang,
08:24nama Pandora dibuka,
08:25dan begitu dibuka,
08:26itu isinya banyak sekali
08:28kebohongan-kebohongan
08:29yang ada di dalamnya,
08:30dan biar masyarakat Indonesia
08:32itu menjadi saksi
08:33dari peristiwa besar ini.
08:35Terima kasih.
08:41Saya,
08:43my sister Tarigan.
08:45Saksikan program-program
08:46Kompas TV
08:47melalui siaran digital,
08:48VTV,
08:49dan media streaming lainnya.
08:51Kompas TV,
08:52independen,
08:53terpercaya.
08:53Kompas TV,
Komentar

Dianjurkan