Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utamaLewati ke footer
  • 11/6/2025
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mendikbud tahun 2014-2016, Anies Rasyid Baswedan menanggapi pernyataan FX Hadi Rudyatmo.

Anies mengatakan saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berjalan, sementara pendidikan gratis sesuai putusan konstitusi juga harus tetap berjalan.

"Jadi bila sudah dijanjikan makan berisi gratis untuk SD, SMP, SMA, ibu hamil, madrasah, madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliah ya sudah semuanya dipastikan terima aja semuanya karena itu janji. Karena kalau janji, ya dilaksanakan. Jadi pada fase ini sudah tidak lagi berdiskusi tentang pro kontra dan lain-lain, sudah selesai, karena sudah diputusin, kan. Jadi tugasnya sekarang bagaimana janji itu terlaksana dan semua rakyat supaya mengecek sudah terlaksana apa belum," katanya.

Sebelumnya Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo mengusulkan program makan bergizi gratis (MBG) digeser dengan pendidikan gratis.

Hal ini diungkapkan Rudy saat ditanya mengenai tanggapan putusan mahkamah konstitusi MK terkait SD SMP swasta gratis.

Saksikan selengkapnya dalam Dipo Investigasi episode Pendidikan Dasar Negeri dan Swasta Gratis untuk Semua? Tayang 9 Juni 2025 di KompasTV.



#pendidikan #gratis #sekolah #aniesbaswedan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/598868/anies-baswedan-mbg-dan-pendidikan-gratis-harus-berjalan-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Kita mengerti semuanya bahwa pendidikan adalah jalan yang sangat menentukan bagi suatu kebangkitan.
00:17Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju
00:24kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil.
00:30Pendidikan dasar 9 tahun bagi murid sekolah negeri dan swasta gratis.
00:45Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian gugatan uji materi.
00:48Pasal 34 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional atau SISDIGNAS.
00:55Gugatan ini diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia atau JPPI dan 3 pemohon
01:01atas nama Fathiyah, Novianisa Rizkika, dan Riris Risma Anjiningro.
01:06Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar
01:14tanpa memungkut biaya baik untuk satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah
01:20maupun satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat.
01:25Putusan ini menjadi harapan baru bagi 24 juta masyarakat miskin Indonesia
01:32yang kerap kesulitan menyekolahkan anaknya.
01:36Berdasarkan data Organization for Economic Cooperation and Development atau OECD,
01:40hasil Program for International Student Assessment atau PISA tahun 2022,
01:45Indonesia menempati posisi dengan skor terendah dibanding negara ASEAN lainnya.
01:49PISA mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun pada kemampuan matematika, membaca, dan sains.
01:56Singapura menempati posisi puncak dengan skor rata-rata kemampuan global siswanya
02:00yakni 560, bahkan tertinggi di Asia.
02:04Disusul oleh negara Vietnam dengan total skor rata-rata kemampuan global 468,
02:10diikuti Brunei Darussalam dengan skor total 439.
02:15Negara Malaysia dan Thailand berada di posisi tengah dengan skor total yang beda tipis.
02:19Sementara Indonesia menempati posisi terendah kedua setelah Filipina,
02:23yang hanya memiliki total skor 369 untuk membaca, matematika, dan sains.
02:31Selain penurunan signifikan pada kualitas pendidikan nasional,
02:34angka putus sekolah di Indonesia juga masih mengkhawatirkan.
02:38Ada 38.540 siswa SD putus sekolah pada tahun ajaran 2024-2025.
02:44Wilayah Jawa Barat adalah wilayah terbanyak dengan angka putus sekolah sebanyak 4.681.
02:52Sementara untuk tingkat SMP, total 12.219 siswa yang putus sekolah.
02:57Wilayah terbanyak angka putus sekolah yakni Jawa Timur sebanyak 1.780 siswa.
03:03Putus sekolah bagaikan mimpi buruk bagi para generasi penerus bangsa.
03:06Dalam rentang waktu 2014 hingga 2024, jaringan pemantau pendidikan anak Indonesia atau JPPI,
03:13mencatat sebanyak 39% anak putus sekolah disebabkan tidak punya biaya.
03:18Disusul dengan faktor lainnya yaitu mencari nafkah, menikah muda, hingga menjadi korban kekerasan.
03:25Alasan lain putus sekolah karena ijazah ditahan hingga terkendala jarak sekolah.
03:29Menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi soal sekolah gratis, pemerintah angkat bicara.
03:33Kita terikat dengan putusan MK itu, tetapi bagaimana melaksanakannya,
03:38itu harus koordinasi dengan kementerian terkait, dan yang sangat penting lagi adalah arah Bapak Presiden.
03:47Pendidikan adalah pintu Indonesia menuju generasi emas tahun 2045.
03:52Dalam pendidikan yang adil, setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya.
03:58Pak Anies, izinkan saya untuk menanyakan hal ini, Pak.
04:05Yang terbaru, Ketua DPC PDI Solo, Pak.
04:10Pak Efek Strudi bahkan menyebut,
04:11lebih baik anggaran untuk makan bergizi gratis ini dialokasikan saja untuk pendidikan dasar gratis.
04:16Sangat-sangat pengaruh nanti.
04:19Karena PBT juga harus mengeluarkan untuk membiayai pendidikan swasta.
04:22Berasaran saya, MBT ini malah digeser untuk pendidikan gratis, itu malah bermantat dan bermantatat.
04:33Menurut saya sih, jalankan yang sudah jadi janji.
04:37Apa yang menjadi janji, itu dijalankan.
04:39Jadi, bila sudah dijanjikan makan bergizi gratis untuk SD, SMP, SMA, ibu hamil, madrasah, madrasah, ibtidaiyah, tanawiyah, aliyah, ya sudah, semuanya dipastikan terima saja.
04:56Karena itu janji.
04:58Kalau janji, ya dilaksanakan.
04:59Jadi, pada fase ini sudah tidak lagi berdiskusi tentang pro, con, dan lainnya, sudah selesai.
05:07Karena sudah diputuskan, kan?
05:08Jadi, tugasnya sekarang bagaimana janji itu terlaksana.
05:12Dan semua rakyat supaya mengecek, itu terlaksana atau belum.
05:18Itulah sebabnya, menurut saya pada fase ini, ya kita saksikan.
05:23Dan kita lihat pelaksanaannya.
05:26MBG harus tetap berjalan, pendidikan dasar gratis, amanat konstitusi juga harus tetap berjalan.
05:32Tidak ada alasan apapun, Pak, karena sudah janji dan amanat.
05:35Sudah janji, ya dilaksanakan.
05:37Pak, Bapak adalah Gubernur DKI Jakarta 2017-2022.
05:42Kita turunkan sedikit, Pak.
05:43Karena Pemprov DKI juga memiliki program yang mirip sekolah swasta gratis, Pak.
05:48Yang rencananya akan dilakukan di tahun ajaran baru ini.
05:53Ada tanggapan terkait hal itu, Pak?
05:56Pokoknya gini, semua yang sifatnya baik untuk memajukan pendidikan, yang memberikan akses pendidikan, baik-baik saja dijalankan.
06:08Yang penting adalah semua anak bisa mendapatkan akses sekolah, dan sekolahnya berkualitas, gurunya baik.
06:20Itu pegangan utamanya.
06:23Jadi kalau kita ingin membesarkan kelas menengah kita, ingin membuat lebih banyak pribadi terdidik, terampil, bisa menjadi penggerak perekonomian, ya tidak ada pilihan.
06:33Kecuali meningkatkan kualitas pendidikan, akses pendidikan, sampai bagi yang memiliki kompetensi dan relevansi, bisa meneruskan sampai pendidikan tinggi.
06:44Terakhir, Pak Anies, mungkin apa yang ingin Bapak sampaikan, Pak?
06:46Melihat begitu banyaknya harapan anak-anak bangsa kita untuk kemudian bersekolah.
06:52Kita tahu angka putus sekolah masih cukup tinggi, Pak.
06:54Tetapi juga di sisi lain ada harapan baru ketika MK mengetok palu.
06:58Apa yang ingin Bapak sampaikan?
07:00Perubahan itu tidak akan terjadi hanya setelah palu diketok di MK.
07:07Perubahan itu akan terjadi ketika eksekusi itu dilakukan.
07:13Dan dalam eksekusi itu, saya mengharapkan lebih dari sekedar fokus pada SD saja, SMP saja, tapi juga SMA.
07:23Nah, menurut saya malah justru dibutuhkan lebih dari keputusan MK untuk bisa membuat masa depan Indonesia lebih cerah.
07:33Nah, gini, Dipo, kita mau membuat masa depan Indonesia gemilang atau membatalkan kewajiban?
07:42Mana yang mau kita pilih?
07:44Kalau sekedar membatalkan kewajiban, ya laksanakan saja yang jadi keputusan dari MK, laksanakan saja yang sekarang jadi rujukan undang-undang.
07:51Atau kita ingin Indonesia ingin lebih baik?
07:54Saya akan pilih yang kedua.
07:56Saya akan pilih Indonesia yang lebih gemilang.
07:58Bukan sekedar membatalkan kewajiban.
08:01Bukan sekedar membatalkan perintah undang-undang.
08:05Kita harus mengerjakan lebih dari yang diminta undang-undang.

Dianjurkan