- 10 bulan yang lalu
- #gunungkuda
- #sirebon
- #longsor
- #jatam
KOMPAS.TV - Longsor di Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, total 21 korban ditemukan tewas. Sementara 4 lainnya dalam pencarian.
Polisi menetapkan 2 tersangka, termasuk pemilik tambang yang diduga abai tak mengindahkan peringatan penghentian izin tambang.
Karut-marut tata kelola tambang termasuk soal pengawasan, selengkapnya kita ulas bersama Koordinator JATAM, Melky Nahar.
Baca Juga Update Korban Tambang Longsor Cirebon: 17 Tewas dan 8 Orang Masih Hilang di https://www.kompas.tv/nasional/596900/update-korban-tambang-longsor-cirebon-17-tewas-dan-8-orang-masih-hilang
#gunungkuda #sirebon #longsor #jatam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/597155/longsor-tambang-cirebon-sebabkan-21-tewas-bukti-karut-marut-tata-kelola-jatam-ungkap-ironi-ini
Polisi menetapkan 2 tersangka, termasuk pemilik tambang yang diduga abai tak mengindahkan peringatan penghentian izin tambang.
Karut-marut tata kelola tambang termasuk soal pengawasan, selengkapnya kita ulas bersama Koordinator JATAM, Melky Nahar.
Baca Juga Update Korban Tambang Longsor Cirebon: 17 Tewas dan 8 Orang Masih Hilang di https://www.kompas.tv/nasional/596900/update-korban-tambang-longsor-cirebon-17-tewas-dan-8-orang-masih-hilang
#gunungkuda #sirebon #longsor #jatam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/597155/longsor-tambang-cirebon-sebabkan-21-tewas-bukti-karut-marut-tata-kelola-jatam-ungkap-ironi-ini
Kategori
đź—ž
BeritaTranskrip
00:00Saudara longsor di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat, total 21 korban ditemukan tewas,
00:06sementara 4 lainnya masih dalam pencarian.
00:08Polisi sudah menetapkan 2 orang sebagai tersangka termasuk pemilik tambang
00:12yang diduga abai tak mengindahkan peringatan penghentian izin tambang.
00:17Karut-marut, tata kelola tambang termasuk soal pengawasannya,
00:20kita ulas malam hari ini bersama Koordinator Jatam, Melki Nahar.
00:24Selamat malam, Mbak Melki.
00:26Halo, selamat malam.
00:28Mas Melki, ini 2 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
00:34Tambang longsor di Galian C ini sudah terjadi berkali-kali.
00:37Kalau yang Anda lihat, hanya berkutat kepada penetapan tersangka
00:42atau sebenarnya perlu dievaluasi total nih?
00:43Artinya kan ketika sudah ada longsor berkali-kali, kemudian ada korban,
00:47ini artinya ada tersesan pembiaran.
00:51Ya, persis.
00:51Ya, saya kira kasus Cirebon ini bukan yang pertama tentu saja di Indonesia.
01:00Tetapi saya kira kejadian yang terus berulang ini barangkali menunjukkan 3 hal.
01:06Satu, aturan kita itu tidak dirancang untuk memitigasi risiko secara serius begitu ya.
01:15Yang terjadi kemudian adalah aturan itu dibuat justru untuk memberikan kemudahan
01:22bagi investasi tambang tadi.
01:24Lalu yang kedua, pun aturannya ada, itu tidak dijalankan dengan tegas begitu ya.
01:32Yang terjadi kemudian pembiaran operasi, lalu kemudian kejadian terus berulang
01:38tanpa penegakan hukum yang tegas begitu.
01:42Lalu yang ketiga, situasi ini memenunjukkan bahwa
01:46kepentingan ekonomi politik seringkali mengalahkan prinsip keselamatan
01:52dan kelestarian lingkungan.
01:54Sehingga dalam konteks ini, saya kira tiga hal itu menunjukkan
01:58apa yang terjadi sesungguhnya selama ini, termasuk dengan
02:02kasus yang baru saja terjadi itu.
02:05Dan yang ironis adalah ketika proses penegakan hukumnya,
02:10ia tidak menyasar pada aktor-aktor utama
02:14dari pelaku kejahatan dalam tanda kutip begitu.
02:18Tetapi kemudian yang disasar adalah mereka-mereka yang barangkali
02:21secara ekonomi politik tidak punya pengaruh yang terlampau besar.
02:26Jadi kalau misalnya Mas Melky ketika mengacu kepada penetapan tersangka
02:32di Galian C, Jawa Barat ini, kan pemiliknya sudah ditahan nih.
02:37Artinya di sini sebenarnya hanya pemilik dan tidak menyasar kepada
02:41yang di belakangnya, yang lebih kuat mungkin?
02:43Persis, persis. Karena gini, kan yang berkepentingan kan bukan hanya
02:50pemilik saja, begitu ya. Pemilik ini yang kita maksudkan adalah
02:53si pemegang konsesi dari izin yang diberikan oleh pemerintah.
02:58Tetapi pertanyaannya, siapa yang memberikan modal begitu
03:02dalam seluruh operasi dari si pertambangan ini, begitu ya.
03:06Lalu yang kedua, siapa yang kemudian selama ini melindungi
03:10keberadaan perusahaan ini, lantas kemudian kejadian terus berulang
03:14dari waktu ke waktu tanpa ada evoluasi, tanpa ada penegakan hukum.
03:19Ketika kemudian kasusnya terjadi, lalu kemudian memakan korban jiwa
03:23dalam jumlah yang banyak begitu, lantas kemudian yang dikorbankan
03:27hanya orang-orang tertentu yang kita duka.
03:30Yang dimaksud melindungi...
03:30Jangan-jangan memang ini didesain.
03:32Oke, yang dimaksud tadi melindunginya itu siapa?
03:36Dari pihak mana? Kalau Mas Melky lihat biasanya?
03:40Ya, bisa saja. Satu dari pemerintah itu sendiri yang tidak memberikan
03:45semacam evaluasi yang rutin begitu ya.
03:48Tidak melakukan pengawasan yang rutin terhadap pelaksanaan
03:51dari pertambangan itu sendiri.
03:53Karena mestinya kalau ada semacam pengawasan yang ketat,
03:56lalu kemudian disediakan regulasi juga yang ketat,
04:00mestinya kejadian-kejadian seperti ini itu bisa diidentifikasi
04:04lantas kemudian bisa diidentifikasi.
04:07Tetapi yang terjadi kemudian adalah ketika kejadiannya terjadi,
04:11lantas kemudian memakan korban dalam jumlah yang banyak.
04:14Artinya ada sesuatu yang dilewati selama ini
04:17atau diabaikan kira-kira lebih tepat begitu,
04:20yang kemudian ini mestinya menuntut penegak hukum
04:23untuk menelusungi siapa saja aktor yang berkepentingan
04:28sampai kemudian kejadian seperti ini bisa terjadi gitu loh,
04:31yang kemudian memakan korban jiwa.
04:33Oke, yang dievaluasi tadi itu adanya pembiaran
04:37apakah dari pemerintah, termasuk dari yang melindungi tersebut,
04:41itu termasuk ya, jadi tidak berhenti kepada pengawasnya,
04:45pemiliknya, pemilik tambangnya.
04:46Iya kan, logika sederhananya kan gini,
04:49si pemilik konsesi itu,
04:52dia tidak tiba-tiba melakukan operasi
04:54kalau tidak diberikan izin oleh pemerintah.
04:57Gitu ya.
04:58Si pemilik izin ini,
05:00kalau dia melakukan aktivitas yang sama ini,
05:02tapi menyalahi aturan,
05:04dia tidak akan mungkin terus beroperasi
05:06kalau tidak dibiarkan atau dilindungi.
05:09Nah, Mas Melki.
05:09Kan dua itu yang kemudian menjadi poin pentingnya.
05:12Oke, tapi kalau dari SDM Jabar juga sudah menyatakan
05:15bahwa berkali-kali sudah diperingatkan juga kemudian.
05:18Nah, tapi ini dilihatnya gimana nih?
05:21Sudah berkali-kali diperingatkan?
05:22Apakah pemiliknya yang bandel?
05:24Atau tadi jangan-jangan ada apa di balian ini?
05:29Yang mesti kita pertanyakan itu adalah
05:31apa bentuk peringatan yang dilakukan oleh
05:34Dinas SDM Jawa Barat itu?
05:36Jangan-jangan peringatan itu hanya berupa peringatan lisan,
05:42atau peringatan tertulis,
05:44tanpa diikuti pendekatan hukum.
05:46Karena seringkali,
05:47model peringatan-peringatan semacam ini
05:49hanya semacam formalitas saja.
05:51Begitu ya.
05:52Biar dianggap pemerintah tidak abai begitu.
05:55Karena pada akhirnya,
05:56dia akan berbenturan dengan urusan ekonomi politik tadi.
05:59Kalau si SDM-nya kemudian tidak punya bargaining yang kuat, katakanlah.
06:03Dia kemudian berhadapan dengan aktor yang super power secara politik.
06:08Maka peringatan tadi,
06:09dia kemudian hanya menjadi semacam formalitas saja
06:12untuk memenuhi bahwa memang ini kewajiban aturannya.
06:15Tadi kalau dikatakan ada...
06:17Gimana, gimana Mas?
06:20Tapi ketika kemudian kasusnya persis seperti terjadi yang di Cirebon ini,
06:25maka kita kemudian justru bertanya,
06:27model pengawasan dan peringatan yang dilakukan oleh SDM selama ini,
06:31seperti apa bentuk konkretnya?
06:34Sampai kemudian yang konon tadi ada pengawasan,
06:36tapi kemudian terjadi kejadian yang menimpa teman-teman kita di Cirebon ini
06:42sampai kemudian ada yang kehilangan nyawa, kan?
06:45Seperti itu.
06:46Oke, kalau tadi Mas Melki selalu bilang ada politik ekonominya, ya?
06:50Berarti tidak hanya menyoal tentang ekonominya saja, ya?
06:54Nilai tambang itu sendiri, ya?
06:55Tetapi ada unsur politik di baliknya.
06:58Ini mungkin bisa diceritakan lebih lengkap, Mas Melki?
07:00Ya, karena gini, dalam banyak kajian termasuk riset-riset yang kami lakukan,
07:08urusan pertambangan ini memang salah satu kepentingan terbesarnya adalah justru kepentingan politik itu sendiri.
07:17Karena dalam seluruh fase proses penerbitan izin,
07:21entah izin yang Minerba maupun izin yang Galian tadi,
07:26dia punya celah korupsi yang besar, begitu ya.
07:29Nah, celah korupsi itu ya bisa terkait dengan proses penerbitan izinnya,
07:34bisa terkait dengan, apa namanya, politik,
07:38arusana tata ruangnya,
07:40bisa juga terkait dengan urusan penerbitan hukumnya,
07:44sehingga ketika rantai proses ini
07:48cenderung koruptif atau cenderung transaksional,
07:52lantas kemudian suatu waktu perusahaan melakukan kejahatan,
07:56maka ia akan susah dilakukan penerbitan hukum,
07:58karena sejak awal prosesnya itu sudah bermasalah,
08:02prosesnya itu sudah penuh dengan konflik kepentingan.
08:04Nah, disinilah titik penting mengapa kemudian evaluasi itu mesti dilakukan.
08:10Dan evaluasi itu, saya kira tidak hanya terkait dengan aspek-aspek yang sifatnya administratif,
08:17gitu ya, maksudnya soal kelengkapan perizinan dan segala macamnya.
08:22Tapi lebih jauh dari itu,
08:23dia mesti mampu menjangkau tindak kejahatan korporasi dan negaranya.
08:28Gitu ya,
08:29kira-kira siapa yang kemudian membeli hasil galian tambang misalnya,
08:34yang dilakukan oleh perusahaan ini,
08:36kemana kemudian itu didistribusikan,
08:39siapa penerima manfaat akhirnya.
08:41Oh, sampai ke situ ya, Mas, ya?
08:44Persis, karena mereka adalah bagian dari aktor yang sama.
08:47Mereka menerima manfaat yang sama,
08:50sehingga kalau hanya si pemilik izin yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka,
08:55maka ini semacam penegakan hukum,
08:58tapi hanya lebih tebang pilih,
09:01dia tidak menyasar aktor secara keseluruhan.
09:04Tapi Mas Meli,
09:05kamu sudah ditetapkan tersangka ada dua orang,
09:07penutupan permanen juga Gubernur Deddy Mulyadi juga sudah menyatakan tersebut,
09:11sudah memerintahkan ya,
09:12untuk ditutup permanen.
09:13Nah, apakah ini sudah dibilang bahwa akan ada efek jera yang cukup,
09:17atau jangan-jangan ketika sudah ditutup permanen,
09:20ada penetapan tersangka,
09:21jangan-jangan kalau berita ini sudah lama,
09:23tidak tersiar begitu ya,
09:25sudah ini nanti jangan-jangan ada lagi nih?
09:29Persis, nah,
09:30saya kira itu valid ya,
09:33dan itu yang terjadi selama ini.
09:35Karena seringkali penegakan hukum yang lakukan itu tidak dalam kerangka
09:39untuk benar-benar bagaimana memastikan
09:42perluasan penghancuran tadi itu benar-benar dihentikan.
09:47Tapi penegakan hukum itu justru dipakai sebagai dergening
09:52dari aparat-aparat tertentu untuk kemudian,
09:55eh, tolong setor ya ke saya.
09:57Dan saya kira ini tidak hanya terkait Cirebon,
10:00di banyak wilayah di Indonesia,
10:02konteks penegakan hukum itu,
10:04dia tidak dalam posisi untuk kemudian hukum itu benar-benar ditegakkan.
10:09tidak, gitu ya.
10:11Tetapi dia justru dipakai sebagai alat untuk mengunci si korporasi,
10:17sehingga kemudian dia mesti menyetor kepada aparat-aparat tertentu, gitu ya.
10:21Dan itu yang terjadi, dan itu terjadi di mana-mana.
10:24Tidak hanya di Cirebon, gitu ya.
10:25Apalagi ini galian C, gitu.
10:27Jadi, saya kira karena Dedy Mulyadi,
10:31dia mesti lebih cerdas membaca situasi ini.
10:35Dan saya kira PR besarnya juga adalah,
10:38apa yang akan dilakukan pasca penghentian total atas operasi tambang tadi.
10:43Karena kalau hanya sebatas di penghentian top,
10:47pasti ada, apa istilahnya,
10:49pasti ada yang dirugikan, gitu ya.
10:51Nah, ini yang harus diantisipasi sekarang,
10:54minimal, menyiapkan sumber perekonomian yang lebih berkelanjutan.
10:59Tidak lagi bergantung pada tambang yang destruktif tadi.
11:02Tidak lagi bergantung pada tambang yang mengancam jiwa tadi.
11:05Tetapi, mesti menyiapkan sumber produksi yang lebih berkelanjutan,
11:10lebih ramah lingkungan,
11:12dan tentu saja baik bagi perekonomian lokal masyarakat setempat, gitu.
11:16Oke.
11:17Kalau untuk perlu, Kak, ada juga evaluasi,
11:20ataupun audit rutin ini bukan hanya kepada Galian C,
11:23mungkin kepada lokasi-lokasi tambang legal maupun ilegal lainnya?
11:30Ya, saya kira itu penting sekali,
11:32karena di Jawa ini keberadaan Galian C,
11:35termasuk tambang-tambang ilegal itu,
11:37maraknya minta ampun, gitu ya.
11:39Dan maraknya pertambangan ini,
11:42memang sengaja dipelihara, gitu ya.
11:45Bukan karena apa istilahnya,
11:48bukan karena ketiadaan aturan, gitu ya.
11:50Aturan ada, tetapi juga seringkali itu tidak ditegakkan, gitu.
11:54Yang terjadi kemudian adalah,
11:56aparat kita menjadikan kasus-kasus ini sebagai ATM,
12:00kira-kira begitu, sebagai sumber duit, begitu.
12:02Nah, PR besarnya di situ,
12:04sehingga kalau pemerintah mau mengevaluasi,
12:07evaluasinya tidak hanya pada tataan si korporasinya,
12:11si perusahaan, si perusahaan, si perusahaan, si perusahaan, si perusahaan, si perusahaan, si perusahaan, si perusahaan.
12:13Artinya bisa dalam kategori, bisa saja tadi,
12:16melindungi dalam arti, misalnya, dalam tanda kutip,
12:19pemerasan mungkin, kalau misalnya mau dilindungi,
12:21ya harus menyetorkan, atau harus bagaimana gitu.
12:25persis, karena gini kan, gimana ceritanya
12:28kita mau menertibkan tambang-tambang ini
12:30kalau si aparat dan pemerintahnya
12:32aja tidak bersih, begitu ya
12:34ibarat menyapu rumah dengan sapu yang kotor
12:36kan jadinya, maka
12:38kalau mau evaluasi, evaluasi yang
12:40paling utama itu, mulai dari
12:42pemerintahnya dulu, aparat penegak hukumnya dulu
12:44bisa gak untuk terbebas
12:46dari konflik kepentingan
12:47kalau ini sudah terbebas, maka langkah berikutnya
12:50adalah gunakan aturan yang sudah ada
12:52untuk kemudian dilakukan evaluasi dan
12:54penegakan hukum, termasuk pemulihan tadi
12:56sehingga tantangan-tantangan
12:58dalam proses penegakan hukum, itu bisa
13:00dimitigasi, karena kita sebagai penegak hukum
13:03tidak lagi terlibat dalam konflik
13:04kepentingan yang sama, kan TR
13:06besarnya hari ini, kita penegak hukum
13:08begitu, termasuk pemerintah
13:10justru terlibat dalam rantai
13:12kasus yang sama, begitu ya
13:14sehingga kalau kita mau melakukan
13:16penegakan hukum, maka itu
13:18semacam menabrak muka sendiri
13:20begitu, TR besarnya justru disitu
13:22dan saya kira karena ini urusannya
13:24politis begitu, maka memang
13:26mesti hati-hati, karena kalau tidak
13:29ya, ujungnya kita akan tahu
13:31seperti kasus Ismail Bolong
13:33misalnya di Kalimantan Timur
13:34yang Mata Benedia sendiri yang dikorbankan
13:36dalam tanda kutip, begitu ya
13:38meskipun ini legal
13:39tetapi polanya sama, gitu
13:41nah, kalau untuk para pekerjanya sendiri
13:45Mas Melki, ini kan serikanya juga
13:48ada yang ilegal, misalnya ada yang
13:50apa ya, pemiliknya ini luas
13:53maupun mungkin yang ilegal yang
13:55hanya mungkin perseorangan atau beberapa orang
13:57begitu, nah apakah dengan
13:59lebih banyak ke para pekerjanya ini
14:01mereka lebih kepada lihat faktor ekonominya
14:04atau mereka mungkin juga karena
14:05ya tidak mengabaikan atau
14:08mengesampingkan faktor kepentingan
14:10untuk keselamatan
14:11karena mengutamakan tadi faktor ekonomi
14:14gitu, karena menjadi tambang
14:15karena kan jumlahnya atau apa yang dihasilkan
14:18pasti juga membuat mereka juga
14:19kemudian bisa memenuhi ekonomi mereka
14:22ya, ya, ya
14:23ya, bisa jadi
14:24ya, saya kira salah satunya memang
14:26ini terkait dengan ketiadaan
14:29basis ruang produksi ekonomi bagi warga
14:32lantas kemudian mereka terpaksa
14:35mengambil jalan model ekonomi yang destruktif ini
14:37begitu ya
14:38karena asumsinya
14:40kalau pemerintah memikirkan
14:42model pengembangan ekonomi
14:44yang lebih berkelanjutan
14:45dan itu disediakan
14:47saya kira warga juga pasti akan
14:49menggunakan daya kritisnya
14:51untuk memilih model ekonomi apa
14:52yang jauh lebih menjanjikan
14:55kesejahteraan di masa depan
14:56begitu ya, jauh lebih
14:57lebih berkelanjutan
14:59ketimbang kami memilih model ekonomi
15:01yang alih-alih bertahan
15:03dalam jangka panjang
15:04justru berdampak pada keselamatan
15:06dan sekolah kami
15:07nah itu yang saya kira penting
15:08untuk di
15:09apa istilahnya
15:10disiapkan sejak awal
15:12terutama dalam hal ini oleh pemerintah
15:14karena mereka yang bertugas
15:15untuk mengatur itu
15:16begitu
15:16iya, Mas Melkinahal
15:18Koordinator Jahatan
15:19terima kasih
15:20untuk perspektifnya
15:21bergabung bersama kami
15:23Sapa Indonesia Malam
15:23ya, sama-sama
15:24terima kasih
15:25ya, ya
15:25ya
Komentar