KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kini menjadi perbincangan hangat setelah namanya masuk dalam bursa calon Ketua Umum PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Meski belum menyatakan secara resmi, Jokowi mengaku tengah mempertimbangkan langkah besar tersebut agar tidak mengalami kekalahan politik.
Dengan sistem e-voting dan one man one vote, Jokowi menyadari bahwa menjadi Ketum PSI bukan hal mudah. Ia bahkan menyebut sedang melakukan kalkulasi politik.
Apakah ini sinyal bahwa PSI akan menjadi kendaraan politik Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029? Bagaimana tanggapan Presiden Prabowo dan Istana terkait langkah Jokowi? Apakah hubungan politik keduanya mulai merenggang?
Simak ulasan lengkapnya bersama Wartawan Istana Harian Kompas 20042025, Suhartono, di Podcast Istana & Presiden, hanya di YouTube KompasTV!
Baca Juga LENGKAP! Guntur Soekarno Ungkap "Resep" Nasi Goreng Megawati-Prabowo | Istana & Presiden di https://www.kompas.tv/talkshow/593998/lengkap-guntur-soekarno-ungkap-resep-nasi-goreng-megawati-prabowo-istana-presiden
#Jokowi #PSI #Prabowo #Gibran #Pilpres2029 #kompastv
Digital Manager : Haris Mahardiansyah
EP: Anna Ariestania
Produser: Leiza Sixmansyah
Video Editor: Noval
Grafis Thumbnail: Farhan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/595150/full-jokowi-jadi-ketum-psi-kendaraan-politik-gibran-melawan-prabowo-di-2029-istana-presiden
Dengan sistem e-voting dan one man one vote, Jokowi menyadari bahwa menjadi Ketum PSI bukan hal mudah. Ia bahkan menyebut sedang melakukan kalkulasi politik.
Apakah ini sinyal bahwa PSI akan menjadi kendaraan politik Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029? Bagaimana tanggapan Presiden Prabowo dan Istana terkait langkah Jokowi? Apakah hubungan politik keduanya mulai merenggang?
Simak ulasan lengkapnya bersama Wartawan Istana Harian Kompas 20042025, Suhartono, di Podcast Istana & Presiden, hanya di YouTube KompasTV!
Baca Juga LENGKAP! Guntur Soekarno Ungkap "Resep" Nasi Goreng Megawati-Prabowo | Istana & Presiden di https://www.kompas.tv/talkshow/593998/lengkap-guntur-soekarno-ungkap-resep-nasi-goreng-megawati-prabowo-istana-presiden
#Jokowi #PSI #Prabowo #Gibran #Pilpres2029 #kompastv
Digital Manager : Haris Mahardiansyah
EP: Anna Ariestania
Produser: Leiza Sixmansyah
Video Editor: Noval
Grafis Thumbnail: Farhan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/595150/full-jokowi-jadi-ketum-psi-kendaraan-politik-gibran-melawan-prabowo-di-2029-istana-presiden
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Karena Pak Prabowo juga orang yang pasti tahu diri, sudah diangkat menjadi Menteri,
00:09di dorong, di dukung menjadi calon Presiden dan memenangkan.
00:13Tentu Pak Prabowo tidak akan begitu saja melupakan atau meninggalkan Pak Jokowi.
00:19Secara politik akan muncul satu kekuatan baru.
00:24Apapun meskipun Pak Jokowi sudah meninggalkan kepresidenan,
00:29dia tetap menjadi figur politik yang sangat kuat, tangan dan kakinya juga masih tersebar.
00:36Jadi itu satu kekuatan politik yang mungkin tidak bisa diremehkan juga oleh partai-partai lain.
00:48Hai Sahabat Kompas TV, ketemu lagi di podcast Istana dan Presiden.
00:54Masih bareng saya Friska Klarissa dan Mas Suharto atau Mas Har, waktuan senior di Istana.
01:01Hai Mas Har, sehat?
01:03Sehat dong.
01:05Harus lah.
01:07Gimana nggak seru ya kalau tiap minggu kita ngobrolin,
01:10nggak cuma isu-isu yang dibaca atau ditonton saja,
01:14tapi ada apa di balik layarnya?
01:16Ini barengan Mas Har, makanya di episode kali ini kita akan bahas soal
01:22ada konferensi persnya Partai Solidaritas Indonesia atau PSI
01:25yang membuka kemungkinan Pak Jokowi, Presiden ke-7 RI,
01:30dicalonkan sebagai Ketua Umum PSI.
01:32Kan artinya terbuka peluang buat Pak Jokowi ini bersaing dengan putra bungsunya,
01:39ya ini Mas Kayesang, Kayesang Pangreb yang sekarang jadi Ketua PSI.
01:43Iya dong Mas Har.
01:45Tapi bicara soal ini kan sebenarnya dari awal PSI berdiri,
01:49sosok yang diidolakan oleh kader-kader PSI adalah Pak Jokowi.
01:54Bahkan 2023 itu saya ingat waktu itu nyata bahwa
01:58PSI sampai bilang ada Jokowisme begitu,
02:01saking mengidolakannya Pak Jokowi,
02:03paham politiknya adalah ke arahnya Pak Jokowi.
02:07Nah ini kan, apakah masih perlu Pak Jokowi ditetapkan sebagai Ketua Umum?
02:12Mas Har lihat ini gimana sih?
02:15Ya melihat konstelasi politik sekarang,
02:19Pak Jokowi tetap diperlukan dan
02:23mengingat untuk pemilu Presiden 2029,
02:28Pak Jokowi berkepentingan di situ.
02:31Memang sampai sekarang belum resmi ya Pak Jokowi.
02:37Pak Jokowi kan kemarin setelah konferensi PSI
02:42menyatakan tengah mempertimbangkan mau maju atau tidak.
02:46Walaupun maju, khawatirnya kalah gitu ya.
02:50Tapi apakah Pak Jokowi akan kalah?
02:52Karena kan persaingnya, katakanlah Ketua Umum lama PSI,
02:57Putra Bungsunya Kaysangpaharep.
03:00Masa sih saingan gitu ayah dan anak?
03:02Ada lagi mungkin, mungkin akan membuka.
03:05Yang saya dengar Ketua PSI lainnya
03:09Bu Isyana juga akan maju.
03:11Terus mungkin beberapa lainnya.
03:13Tapi tentu kalau Pak Jokowi dapat dan ditetapkan sebagai calon,
03:19pasti ya meskipun Pak Jokowi
03:24berwanti-wanti kepada kader-kader PSI,
03:28PSI itu harus menjadi partai super, terbuka.
03:32Itu yang kemungkinan juga akan ada perubahan nama.
03:36Terbuka dalam hal?
03:37Hal pemilihan nanti.
03:38Pemilihan di PSI betul-betul berlangsung mungkin demokratis gitu ya.
03:43Apakah karena udah nggak ada ambang batas,
03:45sehingga PSI udah nggak bisa lagi dipandang sebagai partai yang kecil misalnya?
03:50Karena yang penting Pak Jokowi punya kendaraan politik sebagai Ketua Umum.
03:54Yang selama ini Pak Jokowi kan tidak menyandar status Ketua Umum itu Mas Har?
03:57Ya, betul.
03:58Memang arahnya kan kesana ya.
04:01Keputusan MK beberapa waktu yang lalu kan memang menghapuskan
04:05electoral threshold ya.
04:07Sehingga sekarang setiap partai pun boleh mengajukan calon presidennya
04:13tanpa ada limitasi perolehan suara lagi dari pemilu sebelumnya.
04:18Nah, Pak Jokowi kan berkepentingan kalau beliau menjadi Ketua Partai,
04:25pasti putranya, Pak Wak Pres Gibran yang sudah sekarang existing sebagai Wakil Presiden,
04:35pasti akan didorong.
04:37Karena tinggal selangkah lagi kan.
04:38Menuju RI 1 maksudnya.
04:39Menjadi RI 1.
04:41Pak Jokowi memang kemarin belum menjadi Ketua Partai.
04:47Tapi ketika periode dua tahun,
04:50dua periode pemerintahannya kan Pak Jokowi sudah mengendalikan sejumlah partai.
04:56Bahkan Ketua Partai politiknya pun berada di bawah kendalinya Pak Jokowi ya,
05:02sebagai Presiden waktu itu kan.
05:04Tapi apakah, kita mulai dulu dari PSI ya,
05:08Pak Jokowi maju apakah butuh voting tadi atau ya sudah aklamasi saja
05:13atau selama ini juga Pak Jokowi kan sebenarnya sudah sosoknya PSI?
05:16Kalau Mas Har lihat kemungkinannya kesana?
05:18Kalau melihat keinginan Pak Jokowi untuk menjadi partai super terbuka,
05:25artinya betul-betul melalui one man one vote itu ya.
05:31Jadi betul-betul pemilihan gitu ya.
05:34Tapi kan kita nggak tahu ya, dalam politik ini kan ada yang wajah depan, ada wajah belakang.
05:44Nah ini yang kita nggak tahu nanti.
05:46Tapi masa sih seorang Jokowi kalaupun pemilihan kalah?
05:50Kan Pak Jokowi juga bilang, kalau saya mendaftar, yang lain belum tentu mau mendaftar.
05:56Karena sudah lihat, iya Pak Jokowi yang maju, iya nggak?
06:00Iya, pasti ya mungkin dipersilahkan.
06:03Dan jalannya bakal mungkin mulus gitu ya.
06:06Kan beberapa kali kan sebelumnya Pak Jokowi juga ditawarkan di Partai Golkar dan beberapa partai lain.
06:15Tapi kemudian Pak Jokowi tidak memutuskan.
06:19Nah tapi setelah putusan MK beberapa waktu lalu, berkepentingan.
06:24Bahwa Pak Wapres Gibrang, Putra Sulungnya yang katakan tinggal selangkah lagi,
06:31kan harus didorong. Dan butuh partai politik.
06:36Nah ngomong-ngomong butuh partai politik,
06:38dua periode yang lalu Pak Jokowi memegang banyak partai tadi.
06:42Bahkan para ketua umum partai ada di kabinetnya Pak Jokowi pada saat itu.
06:47Tapi waktu itu kan power-nya Pak Jokowi karena sebagai presiden.
06:50Punya power besar, partai-partai pun butuh dekat dengan kekuasaan.
06:55Kita lihat kan partai-partai asal di luar pemerintahan, satu-satu masuk ke kabinet.
07:02Nah tapi kalau sekarang, apalagi misalnya Pak Jokowi katakanlah jadi ketua umum PSI.
07:07Kekuatan untuk menggaet parpol lainnya bisa jadi akan lebih berkurang kah?
07:12Betul. Ada kemungkinan bertambah dari partai-partai yang pernah mengikut masuk dalam kabinetnya Indonesia Maju kemarin,
07:23bisa saja bergabung. Atau mungkin karena sekarang kans-nya lebih besar,
07:29setiap partai boleh mengajukan calon, bisa saja berbeda sendiri-sendiri.
07:34Jadi banyak calon, banyak partai politik nanti yang bermain untuk mengajukan dalam pemilihan presiden.
07:43Bisa saja terjadi. Dan memang kan kalau presiden juga merangkap nanti ketua partai kan juga dominasi partainya jadi lebih kuat.
07:58Kira-kira seperti itu.
07:59Nah kalau Pak Jokowi menyusun langkah purna tugasnya yaitu kayak Pak Jokowi ya,
08:05salah satunya dengan ada kemungkinan terbuka sebagai ketua umum PSI.
08:09Tapi seperti yang Pak Jokowi pernah bilang, nggak ada itu matahari kembar.
08:13Mataharinya adalah Pak Prabowo Subianto sebagai presiden.
08:16Dengan langkah Pak Jokowi ini, apalagi tadi kan kita bicara bahwa ada kemungkinan Mas Gibran Maju di 2029,
08:23meskipun belum dideklarasikan.
08:25Saat ini belum mau komentar soal itu.
08:27Ada nggak respon istana ataupun bahkan Pak Presiden Prabowo soal langkah Pak Jokowi yang kemungkinan akan jadi ketua umum ini?
08:35Sampai sejauh ini sejak selasa minggu lalu keterangan PSI yang membuka ruang untuk Pak Jokowi mendaftarkan.
08:47Sejauh ini belum ada respon.
08:50Tapi yang muncul kan adalah,
08:52Sabtu kemarin kan ada Kongres yang disenggarakan oleh TIDAR ya.
08:58Taruna Indonesia Raya yaitu Underbow ya.
09:02Sayap dari Partai Gerinda yang dipimpin oleh Putrinya Pak Hasim kan.
09:06Pak Sarai ya?
09:08Saraswati ya.
09:09Dan di situ mereka mencalonkan Pak Prabowo menjadi calon presiden untuk pemilu 2029.
09:17Dan ini pencalonan yang kedua.
09:19Ketika Kongres luar biasa Partai Gerinda pada tanggal 13 Februari kemarin,
09:26itu juga kan secara tiba-tiba mereka mendaulat Pak Prabowo sebagai calon presiden untuk periode 2029.
09:37Nah, meskipun Pak Prabowo bilang,
09:40nanti saja, saya belum genap setahun.
09:43Jangan lu ngomong dua periode katanya gitu ya.
09:46Betul. Jadi, saya harus membuktikan dulu.
09:50Tapi apakah itu betul pernyataan yang memang seharusnya,
09:54yang supaya, wah belum apa-apa kok sudah mau maju gitu ya.
09:59Mungkin juga Pak Prabowo itu belajar secara politik.
10:03Jadi, aku harus tunjukkan dulu bukti sebelum maju lagi.
10:07Kalau tidak berhasil bahkan tidak akan maju lagi.
10:10Tapi yang menilainya ya Pak Prabowo sendiri.
10:12Jadi, tidak ditetapkan secara dini akan maju atau tidak ya.
10:15Tapi kan pasti kalau Pak Prabowonya masih nanti saja lah fokus kerja dulu, kan nggak mungkin.
10:21Kalau kader Gerindra atau di Underbautidarnya tidak berpikir bahwa,
10:26loh kok ada rencana kemungkinan Mas Gibran juga maju di 2029.
10:32Akan-akan jadi potensi panas nggak sih suhunya di pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran?
10:39Ya, panas biasa ya.
10:41Kalau dalam menjelang pemilu itu suasana hangat dalam perpolitikan itu biasa.
10:47Pasti itu akan terjadi.
10:49Apalagi nanti kan mungkin akan muncul calon-calon lain ya.
10:53Misalnya putranya Pak SBY,
10:56AHY dia pasti akan maju.
10:59Lalu PDIP, Ibu Puan atau calon lainnya akan maju.
11:04Dan peluang partai-partai lain.
11:06Jadi memang pertarungannya akan seru dan menjadi hangat gitu ya.
11:10Dan kalau bila mana Pak Jokowi jadi,
11:17lalu mendorong Wak Pres Gibran maju sebagai calon,
11:21sementara Pak Prabowo juga maju,
11:23tentu akan seru sekali.
11:25Jadi yang dulunya memang berpasangan, akhirnya akan bertarung.
11:31Dan ini kan pengalaman di pemilu sebelumnya juga terjadi ya.
11:36Waktu itu kan Pak SBY berpasangan dengan JK,
11:41akhirnya bertarung berpisah.
11:43Lima tahun kemudian ya, Pak JK maju, Pak SBY juga maju.
11:47Tapi kalau bicara soal sekarang kan,
11:50belum juga satu tahun pemerintahnya Pak Prabowo dan Mas Gibran,
11:54langkahnya Pak Jokowi yang disebut punya peluang jadi Ketua Umum PSI.
12:00Dan kalau Pak Jokowinya mengiakan,
12:02kemungkinan besar kan itu akan terjadi ya Mas Hart.
12:05Ini langkah yang memang harus disiapkan Pak Jokowi untuk mencari kendaraan politik?
12:10Atau tadi justru berpotensi bahwa jangan-jangan nanti di pemerintahnya ada hawa yang berbeda?
12:17Ya, pokoknya di luar, kan dalam pemerintahan itu kita percaya ya,
12:26pemerintahan itu akan berlangsung lima tahun ya.
12:28Pemerintahnya Pak Prabowo dan Mas Gibran harus berjalan lima tahun.
12:32Tapi kan tidak tahu, di luar itu bisa ada perubahan-perubahan,
12:36ada dinamika politik atau ada sesuatu yang memang terjadi,
12:40sehingga harus ada perubahan-perubahan.
12:43Nah, kalau terjadi itu kan pasti semuanya sudah mengantisipasi ya.
12:49Tapi bila berjalan normal lima tahun,
12:51dan terbuka dalam pertarungan kandidasi di 2029,
12:57otomatis itu akan bertarung.
12:59Dan memang butuh, butuh kendaraan.
13:03Mas Gibran butuh kendaraan politik untuk bisa maju sebagai calon presiden.
13:09Jadi bisa dikatakan ini strategi lah ya untuk memiliki kendaraan politik.
13:13Karena 2029 kan, it's everyone's game, jadi harus punya kekuatan masing-masing gitu ya Mas Har.
13:18Tapi kalau kita lihat dari gesture-nya ya,
13:20baik itu Pak Prabowo maupun Pak Jokowi,
13:23itu tidak mau terlihat berbeda kutub, ya nggak sih Mas Har?
13:26Misalnya Pak Jokowi ini, saat ada isu matahari kembar,
13:29dengan tegas bilang bahwa mataharinya hanya satu, Pak Presiden Prabowo Subianto.
13:34Begitu pula Pak Prabowo, saat dikatakan apakah betul ada di bawah bayang-bayang,
13:39Pak Jokowi juga menolak itu,
13:41mengatakan bahwa kalau teleponan ya soal Idul Fitri, Silatu Rahmi, dan sebagainya,
13:45tidak mau terlihat berseberangan.
13:47Mas Har melihat apakah dua tokoh ini tidak mau tanda kutip diadu di publik,
13:51dalam hal pandangan dan arah politik?
13:53Ya, karena kan Pak Prabowo kan juga orang yang pasti tahu diri lah ya,
14:03sudah diangkat menjadi Menteri,
14:08didorong, didukung menjadi calon Presiden, dan memenangkan.
14:12Tentu Pak Prabowo tidak akan begitu saja melupakan atau meninggalkan Pak Jokowi.
14:19Tapi jelas, sebagai Presiden Pak Prabowo,
14:24pasti kan seperti yang dia bilang, saya bukan boneka, bukan Presiden boneka.
14:28Artinya, saya harus lepas dari bayang-bayang Pak Prabowo, Pak Jokowi ya.
14:34Dan untuk maju kembali nanti, bila mana beliau sehat,
14:38sampai 2029, kan juga butuh reputasi, track record.
14:44Yang memang dia harus mendapat cerita baik, berreputasi dari masyarakat.
14:51Jadi, rakyat itu nanti ketika pemilihan umum,
14:56ketika kalau menganggap pemerintahan Prabowo berhasil,
14:59dia dikasih reward untuk dipilih kembali.
15:02Tapi, bila gagal kan pasti divanis, tidak dipilih.
15:06Kira-kira seperti itu sih kalau menurut saya.
15:09Tapi bicara soal kedaraan politik ya, Mas Her,
15:12memang kan dalam sejarahnya atau dalam track record kita lihat ya,
15:16rekam jejaknya beberapa tahun terakhir dari pemerintahan ke pemerintahan,
15:21Presiden yang jadi Ketua Umum itu bukan hanya satu.
15:24Bu Megawati, Pak SBY, juga di mana itu ada kekuatan Pak Prabowo,
15:31ada kekuatan lain atau ada kekuatan politik
15:35yang membuat posisi tawar Presiden itu saat purna tugas misalnya lebih besar lagi,
15:41karena masih punya bargaining politik. Begitu ya, Mas Her?
15:44Betul. Jadi, kalau dalam sejarahnya,
15:48kita lihat dari kebelakangnya, zaman Bung Karno.
15:54Bung Karno yang mendirikan Partai Nasional Indonesia, PNI.
16:00Saya ingat sekitar 1927 itu,
16:04Bung Karno dan beberapa temannya mendirikan dulunya,
16:07namanya Perserikatan Nasional, kemudian menjadi persatuan,
16:11dan akhirnya menjadi Partai Nasional Indonesia.
16:14Tapi ketika Bung Karno ditahan,
16:17dia sudah melepaskan jabatannya sebagai Ketua Partai.
16:22Dan di jabat waktu itu Ketua PNI adalah Mr. Sartono.
16:25Jadi ketika Bung Karno ditetapkan sebagai Presiden,
16:30tanggal 18 Agustus, bersama Bung Hatta sebagai Wakil Presiden,
16:34Bung Karno bukan lagi Ketua Partai PNI.
16:38Tapi kemudian, sehari kemudian kan,
16:42Presiden juga, waktu itu Panitia Persiapan Kemelihatan Indonesia, PPKI,
16:48mempersiapkan ada satu Partai Nasional,
16:51Partai Negara yang memang menjadi andalan untuk bergulirnya pemerintahan.
16:58Yaitu dibikin lagi PNI waktu itu.
17:01Tapi bukan Bung Karno Ketuanya.
17:04Dan dalam sejarahnya, PNI itu kan ketika pemilu pertama tahun 1955,
17:11itu menjadi pemenang pemilu.
17:13Bersama dengan ada Partai NU, Masyumi, dan juga Partai PKI waktu itu.
17:20Jadi memang erat kaitannya Presiden dengan kepemimpinan di partai politik.
17:31Lalu di eranya Pak Harto,
17:35Pak Harto memang tidak pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar waktu itu.
17:43Cukup menjadi Ketua Dewan Pemilu.
17:45Tapi peranannya sungguh luar biasa.
17:49Mengendalikan.
17:50Terakhir kan kalau dia ingin mundur, ya mundur.
17:54Tapi dia bilang Presidennya siapa? Saya.
17:57Wakil Presidennya dia bisa tunjuk ada Malik, bisa tunjuk Pak Tri,
18:01Umar Wira Hadikusuma, Pak Tri, dan siapa saja.
18:05Dari situlah penentunya adalah Pak Harto sebagai Ketua Dewan Pemilu.
18:10Tapi Golkar sendiri kan sebetulnya cikal bakalnya didirikan oleh Bung Karno juga.
18:16Salah satunya.
18:17Di samping tokoh-tokoh lain.
18:19Jadi waktu itu kan Golkar namanya itu golongan fungsional.
18:24Kekaryaan tahun 1959.
18:26Kemudian ketika setelah peristiwa G30 SPKI,
18:32Kekuasaan Bung Karno selesai,
18:37Pak Harto muncul lah.
18:39Dia membentuk yang namanya Sekretariat Bersama.
18:42Sekber Golkar.
18:44Nah itulah yang kemudian cikal bakalnya menjadi Partai Golkar.
18:47Partai Golkar pada pemilu dari 1971-1997 kan
18:55terus dipimpin oleh kalangan militer semua ya.
18:59Ada Pak Sudarmono, ada Amir Murtono, ada Wahono.
19:04Itu militer semua.
19:06Jadi Pak Harto tetap sebagai Ketua Dewan Pemilu.
19:11Jadi meskipun bukan Ketua,
19:15dia memegang peranan.
19:17Sangat mengendalikannya.
19:18Betul, punya hak prerogatif.
19:20Lalu di zamannya Pak Habibie ya.
19:25Pak Habibie juga melanjutkan Pak Harto menjadi Ketua Dewan Pemilu Partai Golkar.
19:30Kemudian meskipun pada akhirnya dia harus diimpin oleh
19:34termasuk juga oleh sebagian kader Partai Golkar juga ya.
19:40Kemudian dia harus turun.
19:42Dan kemudian Pak Habibie ikut berperan
19:47sebagai mantan Ketua Dewan, bukan Dewan Pemilu ya,
19:51tapi Dewan Pertimbangan Partai Golkar.
19:53Dia ikut menyaksikan perselisihan konflik internalnya di Golkar loh.
19:58Waktu itu pasca pemilu 2014 kan Pak Habibie.
20:03Waktu itu ya Agung Laksono dengan Pak Abu Rizal Bakri,
20:05kenapa itu jadi ramai?
20:07Keduanya itu punya power yang besar di Golkar.
20:10Punya juga masa yang masing-masing besar juga di Golkar.
20:15Sehingga ada faksi itu membuat para senior-seniornya termasuk Pak Habibie
20:19juga harus turun tangan pada saat itu ya.
20:21Harus, harus turun sebagai mantan Ketua Dewan Pertimbangan ya.
20:25Dan waktu itu kan Golkar kan pecah.
20:29Karena yang satu mendukung Pak Jokowi,
20:34yang satunya adalah mendukung Pak Prabowo.
20:38Perpecahan itu yang kemudian sampai berlalu-lalu diselesaikan.
20:42Tapi kembali ke Presiden yang juga merangkap Ketua Umum Partai itu kan
20:50setelah Pak Habibie adalah Pak Gusdur.
20:55Pak Gusdur pernah juga menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa.
21:00Bahkan Pak Gusdur yang ikut memimpin, mendirikan,
21:04kelahirannya Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB ya.
21:08Meskipun setelah dia menjadi Presiden, sebelumnya sudah dilepaskan.
21:12Dilepaskan ke Almarhum Mathuri Abdul Jalil.
21:17Nah itu dipimpin, tapi dalam perjalanannya PKB kan ada konflik internal ya
21:23dengan Caimin, Moemin Iskandar.
21:27Akhirnya keluarga Gusdur kan tersingkir.
21:30Yang muncul adalah Caimin.
21:33Nah Pak Gusdur, setelah Pak Gusdur adalah Bumega.
21:40Bumega itu sejak 99 itu menjadi Ketua Umum Partai sampai sekarang.
21:46Jadi meskipun Presiden, dia tetap memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
21:54Dan yang kita tahu dalam beberapa kali Kongres dia ditetapkan kembali oleh kadernya.
22:02Bagi Ketua Umum.
22:04Setelah Bumega, Pak SBY.
22:07Beliau itu belum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ketika menjadi Presiden.
22:15Ketuanya kan yang pertama adalah Pak Subur.
22:18Pak Subur Budi Santoso.
22:20Pak SBY ikut dalam perancangan pembentukan Partai Demokrat.
22:26Sampai akhirnya terbentuk dan Pak SBY terpilih.
22:33Terpilih menjadi Ketua Partai.
22:37Tetapi menggantikan Anas Urbaningrum.
22:402013.
22:42Pak SBY mundur sebagai Ketua Demokrat.
22:45Digantikan oleh Pak AHY.
22:47Tahun 2020.
22:51Lalu Pak Jokowi.
22:53Kalau Pak Jokowi yang menariknya Pak Jokowi ini dari kader bahkan.
22:57Beliau itu kan sama sekali waktu terpilih di Wadikota Solo kan sudah kader.
23:07Lalu sebagai Gubernur DKI juga kader.
23:10Dan sebagai Presiden pun juga kader.
23:16Malah disebut oleh versi PDB kan adalah petugas partai.
23:20Jadi memang anggota partai yang ditugaskan oleh partainya untuk menjalankan mandat sebagai Presiden.
23:28Tapi kalau kita lihat Pak Jokowi pada saat memimpin.
23:30Ini kenapa banyak juga jadi perhatian.
23:34Karena bukan Ketua Umum posisinya kader.
23:37Tapi bisa punya sering kali kan kalau kita sama-sama mencatat.
23:41Punya pandangan yang berbeda atau sikap politik yang berbeda dengan PDI Perjuangan.
23:45Yang notabene adalah partai asalnya Pak Jokowi.
23:48Betul. Karena kan Pak Jokowi merasa sebagai Presiden saya adalah mandat taris dari semua rakyat Indonesia.
23:55Bukan partai.
23:57Jadi ya ada kalanya ada kepentingan partai yang tidak diperjuangkan oleh Pak Jokowi.
24:06Itu yang menimbulkan periksi-periksi ya.
24:10Yang kemudian berpuncaknya kepada menjelang Pilpres kemarin.
24:15Tapi banyak pihak juga yang bilang bahwa pada saat itu Pak Jokowi tidak menjadi Ketua Umum partai manapun.
24:21Meskipun PSI yang kita bahas sejak awal.
24:24Itu kan sejak awal itu sudah mengidolakan Pak Jokowi.
24:27Arahnya mengikuti kebijakan Pak Jokowi.
24:30Pak Jokowi bilang apa? Ikut, manut.
24:32Itu pasti.
24:33Pak Jokowi tidak memilih pada saat itu, pada saat masih aktif sebagai Presiden, sebagai Ketua Umum PSI misalnya.
24:39Karena ingin menggaet kekuatan politik yang lebih besar lagi.
24:42Iya. Waktu itu beliau kan mungkin berpikiran ada partai politik yang jauh lebih besar yang lebih punya kekuatan.
24:48Golkar misalnya yang pada akhirnya Pak Erlangga itu keputusannya juga dipengaruhi sekali Pak Jokowi.
24:54Tapi waktu itu juga seru juga ya.
24:57Pertemuan-pertemuan politik, lobby-lobby politik sampai jalan pagi bersama Pak Erlangga.
25:03Di Bogor. Yang kita lari-larian.
25:05Loh ternyata akhirnya di Bogor.
25:07Ngejar kita.
25:08Kita ingin tahu sebetulnya jadi kemana nih Pak Jokowi.
25:12Dan soalnya ditampilkan itu kan ya mas ya.
25:14Betul.
25:15Berdua. Dari mulai naik golf, jalan, sarapan, sampe makan bareng dan sebagainya.
25:20Pak Jokowi kan juga pakai kaos kuning kan.
25:22Iya itu.
25:24Pakai kaos kuning dan wah simbolnya Golkar banget nih.
25:27Iya simbolnya. Betul.
25:28Jadi ya kelihatannya beliau memang mungkin merasa belum waktunya untuk ini.
25:35Bahkan waktu Mas Gibran maju aja kan Golkar duluan yang announce.
25:38Iya.
25:39Betul. Betul.
25:40Jadi Pak Jokowi itu memang mengikuti karena Golkar partai terbesar kan.
25:46Ya.
25:47Yang boleh dibilang bisa memenuhi keinginannya ketimbang partainya sendiri PDIP waktu itu.
25:55Even Pak Bahlil jadi Ketua Umum pun semua banyak sekali yang bilang bahwa itu orangnya Pak Jokowi di sana.
26:03Iya.
26:04Masar ya.
26:05Betul.
26:06Jadi ya bisa paralel nanti itu misalnya kalau Pak Bahlil tetap sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
26:15Beliau tetap dipegang di PSI ya kemungkinan akan berkoalisi ya barangkali.
26:22Iya.
26:23Tapi kita masih melihatlah dinamika yang terjadi.
26:26Tapi kan jadi Presiden sekaligus Ketua Umum Partai politik kalau kita bicara sepanjang sejarah ya.
26:33Kalau masih aktif itu kan banyak yang berbicara apakah kepentingan partainya akan lebih didahulukan dibandingkan dengan kepentingan rakyat secara umum.
26:42Nah Mas Har melihatnya seperti apa sih catatan selama ini?
26:45Iya.
26:46Kalau ya Mbak juga bisa merasakan ya kita sama-sama di Istana kan.
26:51Yang memang salah satu efek dari perangkapan jabatan Presiden merangkap Ketua Umum Partai kan diantaranya ada semacam pengendalian partai politik yang dilakukan oleh Presiden.
27:09Sehingga itu akan menjadi dominasi untuk partai-partai lain ya.
27:13Sehingga ada kontrol, ada kepentingan pribadi yang bermain di situ ya.
27:19Tapi kan ada sisi lainnya juga bahwa kalau beliau memegang partai kan juga bisa lebih ikut pengendalikan partai untuk menggerakkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang sejalan.
27:37Lebih powerful juga ya.
27:39Iya betul-betul powerful.
27:41Bahkan kita dulu juga sering kalau acara-acara itu internal-internal.
27:47Kita nggak taunya ketemu kadernya gitu ya.
27:52Jadi kadang ya Ketua Partai yang merangkap Presiden juga ikut menyelipkan agenda-agenda partai ataupun pertemuan-pertemuan dengan kader aktivisnya di dalam selipan-selipan agenda.
28:07Iya nggak bisa dipisahkan juga ya Mas Har ya kalau itu.
28:10Nah tapi kalau sekarang kondisinya Pak Jokowi bisa jadi Ketua Umum PSI, apa-apa yang bisa kita cermati bersama ke depannya?
28:20Konstelasi politik ke depannya akan seperti apa kalau Pak Jokowi jadi Ketua Umum PSI?
28:25Ya, secara politik akan muncul satu kekuatan baru ya.
28:33Apapun meskipun Pak Jokowi mungkin sudah meninggalkan kepresidenan, dia tetap menjadi figur politik yang sangat kuat ya.
28:41Kan tangan dan kakinya juga masih tersebar.
28:46Jadi itu satu kekuatan politik yang mungkin nggak bisa diremehkan juga oleh partai-partai lain gitu ya.
28:55Dan ini pengalaman-pengalaman pemilu yang lalu pada 14 Februari 2024 itu tentu menjadi pegangan juga.
29:07Apa yang akan terjadi dan pasti sudah diantisipasi oleh semua partai politik untuk tidak terulang lagi.
29:15Segala upaya, permainan, dan segala langkah-langkah itu.
29:19Ini yang mungkin akan menjadi sorotan utama ya.
29:24Jadi konstelasi politik betul-betul 2029 itu akan sangat rame, hangat, dan bahkan ya kita lihat...
29:34Panas sih kayaknya mas, kalau hangat tuh masih anget-anget kuku.
29:37Ini kayaknya panas.
29:39Bisa terjadi seperti itu.
29:42Dan sebagai masyarakat, sebagai rakyat apa sih yang bisa kita harapkan dari kondisi politik yang akan sangat cair di 2029?
29:52Salah satunya momentum yang saat ini kita tunggu apakah ia atau nggak Pak Jokowi jadi Ketua Umum PSI.
29:58Kalau tadi dari sisi peta politiknya kan demikian.
30:00Tapi dari masyarakat apa sih yang manfaatnya apa buat kita?
30:05Buat kita pemilu tetap harus berjalan dengan lancar, damai, terus jujur.
30:13Banyak pilihan.
30:14Iya, pilihannya banyak.
30:16Kan pemilu menghabiskan uang rakyat juga.
30:19Sayang juga uang rakyat yang diambil untuk pebiayaan pemilu.
30:23Tapi kalau hasilnya tidak baik, tidak memenuhi keinginan masyarakat.
30:27Jadi untuk apa rakyat itu harus digerakkan untuk datang ke TPS memilih.
30:35Tapi kenyataannya kita mendapat pilihan-pilihan yang kurang tepat.
30:40Padahal keinginan kita setiap pemilu itu menghasilkan adalah kebaikan.
30:45Adalah pemerintahan yang lebih baik.
30:48Adalah ekonomi yang lebih baik.
30:51Kesejahteraan.
30:53Dan juga tentu situasi politik yang makin stabil.
31:03Boleh saja terjadi suksesi perebutan kekuasaan,
31:08tapi koridor demokrasi tetap harus dijalankan.
31:12Karena rakyat juga pasti capek melihat-melihat.
31:17Drama-drama politik semata.
31:21Jangan sampai cuma dramanya saja, tidak ada manfaatnya untuk masyarakat.
31:25Jadi tidak cuma di tingkat elit saja, tapi masyarakat elit juga harus dapat manfaatnya.
31:32Dan tidak cuma dibutuhkan vote-nya saja.
31:35Tapi memang betul-betul untuk kesejahteraan.
31:37Itu harapan kita bersama.
31:39Selalu harapannya demikian.
31:41Praktiknya sudah atau belum, biar kita menilai.
31:44Dan kita lihat bagaimana kelanjutannya.
31:47Seseru kita menunggu, apakah ia dan kapan kalaupun ia ya?
31:52Tunggu Juli, 19 Juli.
31:54Apalagi nanti pemilihan ketua umum PSI-nya itu ada di Solo.
31:59Sinyal-sinyal itu kita sudah baca.
32:02Kalau Juli di Solo, ya masa ia?
32:06Masa ia tidak?
32:08Tapi apapun politik, segala sesuatu bisa berkembang.
32:12Dinamikanya kuat. Kita lihat.
32:15Kita tunggu.
32:17Yuk kita tungguin.
32:18Nanti kalau sudah ada jawabannya, Juli jangan lupa puter nih.
32:21Podcast kita Istana dan Presiden.
32:23Atau sebelum nanti berlangsung pemilihannya di Solo.
32:27Ya, nonton juga ini Istana dan Presidennya.
32:29Oh iya, waktu itu Friska sama Mas Har udah ngobrolin soal ini.
32:32Sesuai atau tidak? Pasti iya sih.
32:34Udah pendek banget kita, Mas Har.
32:36Lucky banget ya. Terima kasih Mas Hartono.
32:38Sudah ngobrol di Istana dan Presiden.
32:40Kita ketemu lagi minggu depan.
32:42Atau obrol-obrol di depan dan belakang panggungnya Istana dan Presiden.
32:48Saya Friska Clarissa.
32:49Jangan lupa like, komen, subscribe.
32:51Sebarkan ini ke kawan-kawan di grup WhatsApp dan di grup mana-mana.
32:56Biar banyak yang nonton.
32:57Biar episodenya semakin banyak.
32:59Kalau gitu kita ketemu lagi minggu depan.
33:01Dadah!
Komentar