00:00Ya bagus ya, jadi itu harusnya itu menunjukkan equality before the law
00:04Alta kesamaan dirajat seseorang di mata hukum
00:07Cuman ada yang lucu ya, kenapa?
00:09Jokowi itu hadir pada jam 9.42
00:12Kemudian sudah keluar pada jam 10.47
00:16Jadi artinya apa?
00:17Hanya dalam waktu satu jam kurang
00:19Udah belum itu dihitung waktu berjalannya, waktu duduk
00:22Jadi artinya, kalau tadi kemudian dikatakan ada 22 pertanyaan
00:26Ini luar biasa sama Bespolri
00:28Ya cepat sekali, harus dikasih upward
00:31Seseorang bisa diperiksa dengan 22 pertanyaan
00:34Dan alhamdulillah di acara Kompas Petang ini
00:36Ternyata terungkap dari kuasa hukumnya
00:39Hanya 8 pertanyaan ternyata
00:41Come on gitu
00:42Apa ini kok, klarifikasi kok hanya 8 pertanyaan
00:45Dan 8 itu katanya ditanya soal yang sangat detail
00:48Mulai dari SD, SMP, SMA
00:51Kemudian katanya ada soal kuliah, skripsi
00:54Coba dihitung
00:55Karena pertanyaan pertama itu biasanya adalah
00:58Apakah Anda sehat, SMA dan Rohani
00:59Kedua biasanya identitas
01:01Kemudian yang ketiga biasanya terus
01:03Liwaih hidup dan lain sebagainya
01:05Terus baru nanti dua pertanyaan terakhir itu adalah
01:07Soal apakah Anda ingin yang ditambahkan
01:10Kemudian ada keterangan lain
01:12Nah jadi berapa sebenarnya pertanyaannya?
01:14Jadi ini membuat logika akal sehat kita
01:17Selaku masyarakat itu bertanya
01:18Kenapa masih ada perlakuan yang super istimewa
01:22Red carpet terhadap seseorang yang katanya sudah tidak lagi menjabat
01:27Padahal kita tahu dia masih Dewan Pengaritanan
01:29Jadi menurut saya tolonglah kepolisian
01:32Jangan kemudian membuat hal-hal yang membuat blunder
01:35Atau membuat pertanyaan dari masyarakat
01:38Jangan-jangan di pemeriksaannya tidak objektif
01:39Atau jangan-jangan tidak independen
01:41Karena terbukti
01:42Kalau itu dikatakan awalnya 22 pertanyaan
01:44Ternyata hanya 8 pertanyaan
01:46Dan itu dalam waktu 1 jam
01:48Luar biasa cepat
01:49Belum lagi dengan adanya pengembalian
01:51Yang kan sudah dikembalikan ijazahnya
01:53Katanya
01:53Padahal ijazah itu kan mau diteliti
01:55Kalau mau diteliti harusnya ditinggal dulu
01:58Mungkin bukan disita
02:00Tapi artinya ditinggal dulu untuk pemeriksaan dilapor
02:02Seharusnya bagaimana?
02:06Ya seharusnya perlakukan sama seperti masyarakat lain
02:08Apalagi dia dalam status terlapor
02:10Dia yang dilaporkan
02:12Jokowi itu dilaporkan oleh tim pembela ulama dan aktivis
02:15Dan harus yang terlapor itu
02:17Perlakuannya ditanya sangat detail gitu loh
02:19Anda dilaporkan
02:20Jadi setidak-tidaknya ya
02:22Hampir samalah dengan yang lain
02:24Yang lain kan bisa diperiksa
02:25Bahkan mungkin jam 10 pagi
02:27Sampai dengan kadang-kadang
02:28Sampai dengan jam 11 malam gitu
02:30Dengan pertanyaan berkembang
02:31Kenapa ini bisa cepat sekali
02:32Dan kemudian kenapa hanya
02:34Ya
02:34Hanya semacam apa ya
02:36Kayak formalitas aja gitu
02:38Tapi sekali lagi
02:39Saya juga ingin agar pemeriksaan nanti benar terbuka
02:42Termasuk nanti hasil uji
02:43Dari skripsi yang ada
02:45Skripsi harus terbuka
02:46Diumumkan kepada masyarakat
02:47Nanti ada uji tinta
02:48Penting banget tuh
02:49Uji kertasnya pakai carbon dating 14
02:51Ya carbon dating 14 tuh
02:52Bisa meneliti betul tuh
02:54Jenis kertasnya apa
02:54Dan tinta
02:55Saya pernah katakan di kompas
02:57Bahwa ada 6 jenis tinta setidak-tidaknya
02:59Tinta yang pertama yang menuliskan
03:01Ijosah
03:02Tinta kedua nama dia
03:04Tinta ketiga untuk embos logo
03:06Tinta keempat untuk tanda tangan rektor
03:08Prof Yaakob waktu itu
03:09Tinta kelima tuh untuk
03:10Tinta dari dekan
03:13Dan tinta berikutnya
03:14Yang 6 tuh adalah capnya
03:15Itu harus beda-beda
03:17Dan terus detil
03:17Kayak pemeriksaan kesehatan
03:19Kalau kita diperiksa
03:19Kan hanya tidak hanya dikatakan satu kalimat
03:21Atau narasi saja
03:22Anda sehat atau Anda sakit
03:24Tapi detil kan
03:25Ada SGU itu kita berapa
03:26SGPT kita berapa
03:27Gula darah sebelum makan berapa
03:29Gula darah sudah makan berapa
03:30Jadi kalau itu tidak detil
03:31Saya berterima kasih tadi
03:33Salah satu narsum di Kupas Petang
03:35Ya itu Prof. Jamin Gintim mengatakan
03:37Perlu ada uji internasional
03:38Untuk membanding
03:39Bagus
03:40Cakep
03:40Jadi itu yang kita tunggu
03:42Karena yang namanya ekshumasi
03:43Itu juga penting
03:44Ya dalam kasus
03:45Brigade Joshua waktu itu
03:47Ya kalau kita yakin dengan
03:49Otopsi yang pertama
03:50Kita bisa juga melakukan ekshumasi
03:52Demikian juga pada kasus VINA
03:53Atau pada kasus Yessica
03:55Misalnya waktu itu
03:56Bisa dilakukan hal yang begitu
03:57Terima kasih telah menonton
03:59Terima kasih telah menonton
04:01Terima kasih telah menonton
04:03Terima kasih telah menonton
04:07Terima kasih telah menonton
04:09Terima kasih telah menonton
04:11Terima kasih telah menonton
04:13Terima kasih telah menonton
04:17Terima kasih telah menonton
04:19Terima kasih telah menonton
04:23Terima kasih telah menonton
04:25Terima kasih telah menonton
04:27Terima kasih telah menonton
04:29Terima kasih telah menonton
04:31Terima kasih telah menonton
04:33Terima kasih.
05:03Saya membuatkan undangan dari Baris Green untuk memberikan keterangan atas aduan dari masyarakat kepada Baris Green dan saya memenuhi undangan itu.
05:23Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat yang lalu diantarkan ke Baris Green dan sudah saya ambil.
05:32Ada 22 pertanyaan yang tadi disampaikan sekitar ijazah dari SD, SMP, SMA sampai universitas juga yang berkaitan dengan skripsi, dengan kegiatan.
05:57Masyarakat saya di sekitar itu.
06:01Pak, itu kan tadi sekalian mengambil ijazah, apakah artinya proses uji lapornya sudah selesai dilakukan atau seperti itu?
06:06Nanti ditanyakan ke Baris Green.
Komentar