00:00Pemirsa Asosiasi Penambang Nickel Indonesia meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pengenaan tarif royalti baru di sektor ESDM.
00:13APNI menilai kenaikan tarif royalti tersebut akan menambah beban bagi industri nikel saat ini.
00:18Kalangan pelaku usaha pertambangan berharap pemerintah segera mengevaluasi ulang rencana pembelakuan aturan kenaikan tarif royalti di sektor mineral.
00:32Asosiasi Penambang Nickel Indonesia menilai pentingnya evaluasi rencana kenaikan tarif royalti karena harga nikel global tengah mengalami penurunan tajam sebagai dampak ketegangan geopolitik saat ini.
00:44Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nickel Indonesia, Medi Katrin Lengke, dalam program Market Review mengatakan pemberlakuan peraturan pemerintah terbaru yang mengatur kenaikan tarif royalti ESDM
00:57akan menambah beban bagi industri nikel baik di sisi hulu maupun hilir.
01:03Medi menilai kenaikan beban tersebut akan berdampak pada kinerja industri nikel nasional
01:08dan dikhawatirkan juga berimplikasi pada penurunan daya saing serta berkurangnya kontribusi industri nikel terhadap perekonomian nasional.
01:18Yang menambahkan, APNI juga telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah dan berharap pada langkah konkret dari pemerintah dalam pertimbangan kebijakan terkait tarif royalti Minerva.
01:30Tapi kalau pengusaha terlalu terbebani, bagaimana nanti dampak produksi di mana para perusahaan juga akan melakukan efisiensi produksi?
01:38Nah, kalau sudah efisiensi produksi, penerimaan negara juga turun ya Mas Pras ya?
01:42Nah, ini yang sedang kita negosiasikan Mas Pras, mudah-mudahan pemerintah mendengar nih keluh kesakita dan kita lihatlah hasilnya.
01:49Sebelum Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2025
01:56tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak atau PNBP yang berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
02:07Ada pemenyesuaian tarif royalti untuk komoditi nikel akan didasarkan harga rata-rata acuan internasional atau harga mineral acuan.
02:16Di mana tarif royalti untuk biji nikel dengan HMA dibawah 18.000 dolar Amerika per ton,
02:23yakni sebesar 14 persen dan jika HMA berada di atas 31.000 per ton, tarifnya naik menjadi 19 persen.
02:31Sedangkan untuk produk pemurnian seperti nikel peak iron, nikel matte, dan ferronikel memiliki tarif berkisar antara 3,5 hingga 7 persen.
02:42Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:46Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:48Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:50Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:52Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:54Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:56Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
02:58Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
03:00Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel
Comments