00:00Indonesia kena dampak langsung dan tidak langsung ketika Gemini dan Gemini perang tarif
00:06mengacak-ngacak tatanan dagang dunia.
00:09Ini adalah konteks Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
00:13Bagaimana posisi Indonesia? Berikut ulasan jurnalis Kompas TV,
00:16Malaika Keridaman dan Juru Kamera Andika Ahadiyah.
00:20Saudara, belakangan ini kalau kita lihat media sosial,
00:23genzi-genzi mengatakan kalau ada pertengkaran antara Gemini.
00:26Bukan Gemini-Gemini apa tapi merujuk ke Presiden Trump dan juga Presiden China.
00:32Nah saya mau langsung tanyakan ke Sadia Gauno,
00:35Pak Sandi, apa sih sebenarnya kebijakan resiprokal Trump ini dan dampaknya apa terhadap Indonesia?
00:41Ini Gemini lawan Gemini ya, jadi dua-duanya zodiacnya sama,
00:47jadi dampaknya kepada Indonesia tentunya kita harus sikapi dengan penuh kehatian.
00:52Ini bahasa genzi ya, kita hati-hati tapi kita juga jangan pesimis.
00:58Kita tetap harus melihat ini sebagai peluang.
01:02Ada bukan opor ayam tapi ini opportunity, ini baru lagi lebaran kan.
01:07Jadi ada beberapa peluang yang bisa kita dapatkan kalau kita cermat
01:13untuk melihat dalam 90 hari ke depan produk-produk kita yang seperti tekstil,
01:21kita harus bantu untuk bernegosiasi agar tarifnya ini tidak di 34 persen juga produk alas kaki.
01:32Nah ke depannya ini peluang buat kita agar produk-produk tersebut
01:34tidak hanya dikirimkan atau diekspor ke Amerika tapi justru dengan mencintai produk-produk Indonesia
01:42kita bisa membeli barang-barang produk-produk Indonesia tersebut dari industri kita
01:48sehingga kita memperkuat ketangguhan daripada ekonomi kita.
01:52Kita bisa mendiversifikasi, kita bisa lebih buka peluang untuk pasar-pasar lain seperti Afrika,
02:00kita bisa lihat negara Asia lainnya dan ada peluang-peluang di bisnis kesehatan,
02:07di bisnis pendidikan, di industri hijau, ekonomi baru, teknologi yang kita justru bisa menarik investasi.
02:15Jadi kalau saya melihatnya bahwa ini masih menyisakan peluang tapi tentunya kita harus berhati-hati
02:23karena dampak ekonominya ini akan gonjang-ganjing pasar keuangan, rupiah mungkin agak tertekan
02:30tapi ini harus kita sikapi dengan selain kehati-hatian mencari peluang untuk tetap bisa optimis
02:39membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
02:41Nah Pak, ngomongin soal opportunity bukan opor ayam, sebenarnya kan ada beberapa klausa ya
02:47yang tidak terkena trade ataupun tidak terkena tarif oleh kebijakan resiprokal Presiden Trump ini.
02:55Kalau kita lihat ada mungkin mineral, juga ada koper, tembaga dan juga besi.
02:59Apakah itu juga bisa menjadi peluang Indonesia untuk mengekspor begitu ya sumber-sumber daya mineral kita?
03:05Ya kita harus bisa melanjutkan hilirisasi karena selama ini kita hanya mengekspor mineral kita
03:13dalam kondisi raw material ya atau belum diproses, belum dihilirisasi.
03:19Dan ini sangat merugikan kita karena nilai tambahnya tidak kita terima, lapangan kerjanya tidak tercipta.
03:26Nah oleh karena itu kita harus melanjutkan hilirisasi dan diversifikasi daripada pasar ekspor kita
03:33dan juga kita harus melakukan menarik investasi secara besar-besaran.
03:38Karena Indonesia pasar yang sangat luas, kita bisa mampu untuk menarik industri
03:44untuk mengembangkan pasarnya di pasar domestik.
03:49Jadi juga ada beberapa produk-produk lain ya yang dikecualikan
03:53seperti misalnya kemarin adalah produk-produk yang berkaitan dengan elektronik dan lain sebagainya.
04:02Nah tapi menurut saya ini kesempatan kita untuk memperkuat pasar domestik kita,
04:07meningkatkan investasi kita, dan menggenjot ekspor ke negara-negara lain
04:12yang tidak menerapkan tarif resiprokal.
04:16Pak terakhir nih, ini kan masih 90 hari lagi dan masyarakat sudah sangat khawatir
04:21dengan kebijakan resiprokal Presiden Trump ini.
04:25Ada nggak saran ataupun tips gitu untuk pemerintah supaya tidak makin membuat masyarakat khawatir?
04:31Kalau kita lihat kan 34 persen ini rumusnya ya, dari defisit,
04:37pembilangnya defisit, penyebutnya itu adalah total trade kita.
04:41Nah kita dikena 34 persen ini karena ada defisit.
04:44Jadi mungkin dalam jangka pendek, kita harus mengalihkan pembelian daripada produk-produk
04:51yang kita bisa dapatkan dari Amerika dengan harga yang sama dan tidak merugikan ekonomi Indonesia.
04:56Misalnya minyak dan gas bumi, misalnya produk-produk kedelai,
05:02itu bisa kita dapatkan atau gandum bisa didapatkan dari Amerika dengan harga yang terjangkau.
05:08Yang kedua, jangka menengah dan panjang, ini adalah kesempatan kita untuk melakukan deregulasi.
05:15Beberapa kebijakan-kebijakan seperti kuota untuk produk-produk pangan,
05:20itu sudah jadul banget deh, sudah tidak jaman sekarang itu harus dipangkas,
05:25karena itu jadi ekonomi krente sebelumnya.
05:28Jadi ini yang harus kita ganti dengan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kita.
05:34Sehingga harga-harga kita bisa terjangkau, produk-produk pangan kita bisa diproduksi dengan efisien,
05:42dan kita bisa menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang luas.
05:46Karena ekonomi kita terus bertumbuh, 5% plus minus,
05:50dan kita mudah-mudahan bisa mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi lagi.
05:54Terima kasih banyak, Pak Sandiaga Uno sudah mau melakukan waktunya untuk diwawancara bersama Kompas Sivina.
05:59Itu dia, saudara, mudahnya memahami apa yang sedang terjadi,
06:05tepatnya kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Trump.
06:09Namun tadi juga sudah dikatakan oleh Pak Sandiaga Uno,
06:12ada beberapa opportunity bagi Indonesia,
06:14dan saat ini kami harus masih menunggu nantinya apa kebijakan dan langkah pemerintah
06:19supaya pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap jalan, tetap stabil,
06:24dan kita berdoa bersama, semoga ada keajaiban,
06:28dan kita lihat nantinya apa dampak dari kebijakan resiprokal Presiden Trump ke negara kita, Indonesia.
06:35Mereka Kridaman, Andika Hadiat, Kompas TV, Jakarta.
06:39Terima kasih.
06:40Terima kasih.
06:41Terima kasih.
06:42Terima kasih.
Komentar