00:00 Kita akan berbincang bersama dengan Mas Lukman Hakim, Research Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia.
00:05 Apa kabar Mas Lukman?
00:07 Baik.
00:08 Terima kasih banyak untuk waktunya pada pagi hari ini.
00:12 Mas Lukman, yang paling menonjol kemarin malah ngalahin informasi soal pertumbuhan ekonomi itu adalah rupiah ya.
00:17 Rupiah menguat tajam sempat ke 15.400an dari yang 15.900an, 15.800an gitu ya, hampir 16.000.
00:25 Apakah ini karena didukung meningkatnya peluang bahwa The Fed atau Bank Central Amerika Serikat akan menghentikan kenaikan suku bunga di bulan Desember mengingat data non-farm payrollnya juga lebih rendah dari perkiraan?
00:37 Oke, jadi emang setuju ya dengan ekspetasi bahwa para pelaku pasar tuh melihatnya The Fed menunggu ya, masih menunggu sebenarnya untuk tidak menaikan suku bunga lagi, udah terjadi ya di kemarin.
00:51 Dan ekspetasi kedepannya sih menurunkan atau cut ya suku bunganya.
00:56 Salah satunya didukung oleh data kenegar kerjaan US pada Oktober kemarin yang tercatat lebih rendah ya.
01:02 Dan itu juga menjadi faktor pendorong untuk US atau The Fed untuk memotong suku bunganya.
01:10 Selain itu kemarin terkait dengan rupiah, penguatan rupiah sih kita melihatnya ada di tengah penurunan US, tertulis yield ya, yang membuat penurunan USD.
01:20 Sehingga IDR menguat.
01:23 Oke, Anda melihat seberapa kuat penguatan dari rupiah kira-kira? Atau memang masih sulit untuk diproyeksi?
01:31 Kita melihatnya sih dengan tren penurunan US tertulis yield, kita melihatnya ada penguatan IDR kembali ya.
01:39 Terutama ada ekspetasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya.
01:43 Jadi dengan penurunan suku bunga kita melihatnya ada potensi juga untuk IDR mengalami penguatan seperti itu.
01:50 Oke, ada peluang rupiah melanjutkan penguatan target berikutnya kira-kira ada di posisi berapa?
01:55 Sekarang kan ya agak lemah lagi, kemarin sempat menguji 15.400an, saat ini di 15.500an.
02:01 Kita ekspetasinya jika data ekonomi semakin mendukung, dengan adanya penurunan tenaga kerja di US, kita melihatnya ada berpotensi menuju ke 15.000an lagi.
02:12 Oke, ke posisi 15.000an. Angka psikologis.
02:16 Baik, IASG juga kemarin mengalami penguatan yang signifikan dan ada beberapa analis yang menilai bahwa resisten dari Indeks Harga Saham Gabungan itu adalah di posisi terdekat 6.835an dan closingnya di 6.878an, lebih tinggi.
02:30 Kemarin kayaknya agak open gap gitu ya, Indeks Harga Saham Gabungan ini atau menurut Anda seperti apa?
02:36 Kita lihatnya sih untuk IASG karena kemarin menguat 1,3% ya, which is cukup bagus. Jadi penguatan IASG mengikuti rally pasar regional, di tengah nilai tukar rupiah mengalami peningkatan,
02:49 serta yield yang mengalami penguatannya, meskipun dari dalam negeri pasar masih mencerna GDP Indonesia yang dibawah ekspektasi pasar,
02:58 bahwa laju pertumbuhan melambat ke level terendah selama 2 tahun terakhir, which is masih dari regional kayak gitu untuk sentimen pendorongnya untuk IASG.
03:08 IASG ini udah kategori uptrend atau belum?
03:12 Kita lihatnya sih belum ya, baru mau mengalami rebound secara teknikal.
03:16 Baru rebound aja gitu ya, kapan nih baru confirm uptrend? Nanti akan kita bahas berikut juga rekomendasi sama pilihan dari Reliance Sekuritas Usai Jeddah ya.
03:25 Kami akan segera kembali pemirsa sesaat lagi.
03:28 [suara anjing]
03:30 Terima kasih telah menonton!
Comments