Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 tahun yang lalu
Denpasar, KOMPASTV -

saudara pandemi covid 19 tentu berdampak pada sektor pariwisata di bali yang menjadi salah satu ujung tombak perekonomian. hotel dengan tidak adanya tamu yang menginap/ menjadi beban oprasional tersendiri bagi pengusaha. hal inilah yang menjadi alasan beberapa pemilik harus menjual hotelnya.



bali surganya pariwisata dunia. data bps mencatat, wisatawan asing yang datang ke bali pada tahun 2019 lalu mencapai hampir 6,5 juta. bahkan ditengah pandemi covid 19/ tahun 2020 dari bulan januari hingga april tercatat 1.050.024 wisatawan asing mengunjungi bali.

tak ayal banyaknya wisatawan ke bali, mewajibkan bali memiliki akomodasi yang baik. tahun 2019 tercatat ada 507 hotel bintang 1 sampai 5, dengan jumlah kamar 58.770 kamar/ yang dominasi berada di kabupaten badung. hotel non bintang pun lebih banyak, mencapai 3.912 dengan 54.184 kamar. jumlah ini belum termasuk villa/ resort bahkan home stay yang menawarkan fasilitas akomodasinya.

namun ditengah pandemi covid 19, sejak maret 2020 penurunan kunjungan wisatawan otomatis dirasakan pelaku pariwisata. tentu dengan adanya lockdown di banyak negara/ membuat travel dan industri pariwisata zero income. dampak pandemi covid 19 membuat tidak adanya pemasukan untuk hotel, namun pelaku pariwisata masih harus mengeluarkan biayai perawatan untuk properti.

menurut pengamat sekaligus pelaku pariwisata, ida bagus ngurah wijaya , yang membuat pemilik harus menjual hotelnya/ karena tingginya oprasional namun minimnya kunjungan wisatawan namun hingga kini belum ada data berapa jumlah hotel yang dijual, karena hal tersebut kewenangan setiap pemilik hotel



#pariwisatabali #ekonomibali #dampakpandemi

Komentar

Dianjurkan