Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Direktur Eksekutif lembaga kajian Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai langkah politik melalui DPR untuk menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA) terkait surat keterangan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seharusnya menjadi langkah kedua.

Ray menilai putusan MA yang menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran batal demi hukum menjadi alasan bagi Gibran untuk mempertimbangkan pengunduran dirinya.

"Apalagi kira-kira yang membuat Saudara Gibran enggak mau mundur? Apalagi kira-kira yang mau dikejar oleh Saudara Gibran dengan dua putusan Mahkamah Agung ini?" ujar Ray di Sapa Malam KompasTV, Sabtu (31/10/2026).

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan lagi sekadar diskualifikasi atau pemakzulan, melainkan menyangkut pemenuhan persyaratan sejak awal.

Ray juga mempertanyakan dasar moral Gibran untuk tetap menjalankan jabatan wakil presiden jika persyaratan pendidikannya telah dinyatakan tidak ada melalui putusan hukum.

"Jadi saya sebetulnya sebelum kepastian hukum itu adalah kepastian moral. Persyaratan Anda dinyatakan tidak ada. Basis moral Anda lagi menjabat itu apa?" katanya.

Ray menambahkan, apabila Gibran tetap memilih bertahan, partai-partai politik perlu mengambil langkah untuk memastikan kepastian hukum atas putusan MA tersebut.

Lebih lanjut Sekjen Projo, Freddy Damanik, mengingatkan agar putusan MA ditempatkan sesuai dengan objek perkara yang diperiksa.

"Pembatalan suket atau penyetaraan pendidikan itu hanya berdampak pada aspek administratif dokumen pendidikan. Tidak serta-merta memiliki instrumen hukum untuk membatalkan hasil Pilpres yang telah melalui tahapan pemilu dan penetapan pasangan terpilih," kata Freddy.

Selain itu, Freddy merujuk PKPU Nomor 19 Tahun 2023 yang menurutnya tidak mewajibkan lulusan luar negeri memiliki surat keterangan penyetaraan pendidikan.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699077/putusan-ma-picu-perbedaan-sikap-partai-politik-gibran-didesak-mundur-ini-kata-pengamat
Transkrip
00:03Intro
00:05Kita masuk ke diskusi utama Sapa Indonesia Malam
00:07Usai putusan Mahkamah Agung soal surat keterangan atau suket Ijazahwa Pres Gibran
00:12Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menilai desakan Gibran untuk mundur?
00:16Jangan diabaikan
00:17Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menilai putusan MA semakin memperkuat bukti
00:23bahwa syarat konstitusi bagi seorang calon presiden atau wakil presiden tidak dipenuhi
00:28Hasto bilang PDI Perjuangan juga serius menanggapi hasil putusan ini dengan berkomunikasi
00:34terhadap sejumlah partai politik di DPR terkait hak angket Ijazah Gibran
00:40Politik, baik itu melalui cara-cara politik maupun melalui suatu proses
00:46karena rakyat sudah menyampaikan melalui berbagai representasinya
00:52terhadap dorongan agar pelanggaran etika, moral, dan keteladanan ini
00:58serta pelanggaran konstitusi ini bisa disikapi secara serius
01:03apa disampaikan Pak Omar Rubin, Pak Andres Padano
01:05dan meminta yang bersangkutan sebaiknya mundur
01:08dan ini adalah suara dari begitu banyak rakyat yang makin besar
01:13suara ini gak boleh di-APK
01:20Polemik temuan MK soal Ijazah Wakil Presiden Gibran
01:24kini mulai dibicarakan antara parpol di DPR
01:28Dua partai politik, yaitu PD Perjuangan dan PKS
01:33mengaku sudah bertemu dan berkomunikasi
01:36untuk membahasang angket Ijazah Gibran di DPR
01:39PKS menegaskan keseriusannya untuk membawa temuan MK soal Ijazah Gibran
01:45melalui jalur konstitusional
01:48hingga berkomunikasi dengan partai politik lain di DPR
01:53Sudah menjalin komunikasi antar sekjen
01:56poin komunikasinya adalah
01:58ada kesamaan pandangan tentang isu Ijazah GED ini
02:03untuk ditindaklanjuti lewat jalur-jalur konstitusional yang tersedia
02:08seperti itu, yang kedua kami juga menyampaikan sekjen kami
02:11kepada PDIP bahwa PKS terus menjadi jembatan aspirasi bagi masyarakat
02:17yang ingin datang menyampaikan aspirasinya terkait isu ini
02:20dan kemudian kami di partai yang memiliki kursi di parlemen
02:27akan berupaya untuk menindaklanjutinya
02:28dan ketiga, PDIP juga berencana akan membangun komunikasi
02:34dengan partai-partai lainnya di fraksi-fraksi lainnya
02:38Partai Gerindra, respon sikap rekan koalisinya yakni PKS
02:42yang telah membahas peluang menggulirkan hak angket
02:45bersama PDI Perjuangan di DPR
02:47atas masalah Ijazah Wapres Gibran Rakabumi
02:50Juru bicara Partai Gerindra, Sukiyat Santoso
02:54menghormati langkah PKS tersebut
02:58Pada prinsipnya kami menghormati apa yang menjadi kedaulatan dan kewenangan
03:04yang dimiliki oleh masing-masing partai politik
03:06terkait untuk menyikapi situasi kebangsaan apapun isunya
03:10apa yang menjadi inisiasi dari Partai Keadilan Sejahtera
03:15untuk katakanlah mengusulkan hak angket terkait dengan surat keterangan pendidikan Mas Gibran
03:20itu menjadi kedaulatan dan kewenangan
03:22yang dimiliki oleh Partai Keadilan Sejahtera sendiri
03:24jadi prinsipnya Partai Gerindra tidak bisa mencampur ini itu
03:31Sementara, politisi PSI Faldo Maldini meyakini
03:34Partai Koalisi masih solid mendukung Gibran sebagai wakil presiden
03:39walaupun saat ini PKS sudah menjalin komunikasi dengan PDIP
03:43soal usulan hak angket ijazah Gibran
03:47Sebenarnya Partai Politik Koalisi di dalam internal sendiri
03:51ini masih solid gak sih untuk mendukung Mas Gibran nih?
03:54Saya kira dengan bagaimana pimpinan ya
03:58pimpinan DPR sudah statement
04:00Bang Dasko statementnya clear
04:02kita hormati putusan MK
04:04putusan ya, kawan-kawannya kan lebih banyak melihatnya pertimbangannya
04:07putusannya tidak diterima
04:10aku katanya yang kedua tidak bisa didiskualifikasi
04:12ya toh?
04:13masih solid ini?
04:15ya solid dong
04:15kita solid, apalagi PKS baru gabung
04:17solid kita, makin solid
04:19tapi kan barusan udah mau ini, mau berbeda pendapat
04:22gimana tuh Mas?
04:23kita ingin kan berbeda pendapat tapi tetap satu keyakinan
04:27setelah temuan MK soal surat keterangan penyetaraan ijazah Gibran
04:31kemarin Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang menyatakan
04:35jika surat penyetaran ijazah Gibran tidak sah
04:39putusan dari dua lembaga tinggi negara
04:42memicu dinamika politik di DPR saat ini
04:46tim liputan Kompas TV
04:53Mahkamah Agung kemarin memutus soal pembatalan Suket Gibran
04:57lalu apa implikasi dari putusan MA ini?
05:00apakah ini bisa memberi dasar lebih kuat bagi DPR
05:02untuk menindaklanjuti perkara Suket Gibran
05:04sekaligus mengaktifkan mekanisme pasal 7A dan 7B
05:08Undang-Undang Dasar 1945
05:10atau mekanisme pemberhentian Presiden maupun WAPRES
05:14bergabung dalam diskusi kami malam hari ini
05:16Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti
05:18ada Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
05:21dan Sekjen Projo Freddy Damanik
05:24selamat malam semuanya dengan Tifal disini
05:27selamat malam Bung Tifal
05:29Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
05:32terima kasih semua sudah meluangkan waktu berbicara bersama saya malam ini
05:35Bung Ray, kalau melihat responnya tadi
05:38beberapa partai PKS, PDIP sudah memberikan respon
05:41dari Gerindra masih melihat dulu dan menghormati putusan dari MA
05:46Anda melihatnya partai-partai ini yang masih belum bersuara
05:49lagi melihat apa, lagi menimbang apa sebetulnya?
05:53Ya, saya tidak tahu
05:55tetapi menurut saya
05:59sebut saja langkah politik di DPR
06:02katakan begitu
06:03mestinya itu sudah langkah kedua
06:05langkah pertamanya sebetulnya kembali kepada Gibran sendiri
06:08apakah Gibran dengan logo mengatakan mundur atau tidak
06:11mengingat dua putusan dari lembaga hukum tertinggi di Indonesia ya
06:16Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung
06:18sudah dengan nyata-nyata mengatakan bahwa
06:20baik ajalahnya maupun sekretnya dianggap tidak ada sama sekali
06:24bahkan di putusan Mahkamah Agung itu
06:27itu sudah menjumpakan amar putusan
06:29yang menyebut bahwa
06:30suket dari saudara Gibran ini
06:34dinyatakan batal demi hukum
06:36batal demi hukum itu artinya
06:38dianggap sudah tidak ada
06:40jadi itu bukan soal diskualifikasi
06:42bukan lagi soal pemazulan
06:45tapi sejak dari awal
06:47Mahkamah Agung menyatakan bahwa
06:49saudara Gibran ini tidak memenuh syarat
06:51nah, dengan dua putusan ini
06:54justru pertanyaannya
06:56apalagi kira-kira yang membuat
06:57saudara Gibran tidak mau mundur
06:59apalagi kira-kira yang mau dikejar oleh saudara Gibran
07:02dengan dua putusan Mahkamah Agung ini
07:04mau kira-kira nyari celah apalagi
07:07mau kira-kira berdari apalagi
07:09mau kira-kira pakai argumen apalagi
07:12tapi kalau saudara Gibran tetap merasa bahwa
07:17lain-lain aja
07:18mau putusan MK 5 kali, 6 kali
07:21MK 100 kali gitu
07:23gue tetap wakil presiden
07:25misalnya begitu ya
07:26ya sudah lah
07:27mau tidak mau ya saya mikir
07:29ya partai politik harus mengambil jalannya
07:32sehingga itu untuk
07:33bentuk kepastian hukum atas putusan MA itu tadi menurut Anda?
07:37betul, saya sih betulnya sebelum kepastian hukum itu adalah
07:40kepastian moral
07:44oke
07:46kecapsahan perseratan Anda
07:47ingat akan tidak ada
07:48basis moral Anda lagi menjabat itu apa?
07:52oke
07:52Bung Freddy, saya ke Anda
07:54sebagai relawan
07:55Anda melihatnya karena begini
07:56kalau sudah ada tarik-tarikan di sini
07:58dorongan-dorongan untuk kemudian ditindak lanjuti oleh DPR
08:01kemudian sekarang ada lagi putusan dari Mahkamah Agung
08:04Anda pribadi sebagai relawan
08:06punya pesan nggak?
08:08atau kemudian
08:08apa yang ingin Anda ingatkan?
08:10kepada partai-partai terutama koalisi pemerintah yang ada di DPR
08:13merespons dinamika yang ada sekarang?
08:16ya
08:17karena tadi Bang Rey
08:20komentar tentang hukum
08:21saya juga membahas itu sedikit ya
08:24khususnya
08:25putusan MA yang terakhir ini
08:28jadi kan
08:28putusan MA itu harus ditempatkan secara proporsional
08:33sesuai objek perkara
08:34yang diperiksa tentunya
08:35sengketa yang diputus itu adalah
08:38sengketa tata usaha negara
08:40mengenai pembatalan surat keterangan penyetaraan pendidikan
08:43bukan sengketa hasil pilpres dan bukan pula
08:46pemberhentian wakil presiden
08:49ya
08:50pembatalan suket atau penyetaraan pendidikan itu hanya berdampak pada
08:54aspek administratif dokumen pendidikan
08:58tidak serta-merta memiliki instrumen hukum
09:01untuk membatalkan hasil pilpres yang telah melalui tahapan pemilu dan penetapan pasangan terpilih
09:07jadi jangan kita campur adukan ranah hukum administrasi negara dengan hukum pemilu
09:12konstitusi dan hukum tata negara
09:15ketiganya tentu memiliki objek kewenangan dan mekanisme penyelesaian yang berbeda
09:20jadi kepastian hukum yang kita bicarakan tadi
09:24kepastian hukum adalah justru fondasi demokrasi kita
09:28putusan dalam perkara administrasi pendidikan
09:31tidak bisa serta-merta digunakan untuk menganulir seluruh proses elektoral yang telah selesai
09:38jadi tidak bisa serta-merta langsung diproseskan oleh DPR dengan upaya pemakzulan itu tadi
09:42tidak bisa mandat rakyat yang telah diwujudkan melalui pemilu tidak bisa dibatalkan
09:46hanya dengan menarik kesimpulan sepihak seperti kata Bang Re itu
09:50jadi mekanisme pemberhentian presiden ya itu sudah jelas
09:54pasal 7A, 7B, konstitusi itu proses tersebut
09:58ya semua sudah tahu lah
10:00tidak perlu saya jelasin lagi melibatkan DPR, makamah konstitusi, dan MPR
10:04dan mengenai, apa ya kata Bang Re tadi
10:07kalau bicara kita, oke lah nanti disini ada Bang Doli
10:12itu pembatalan suket itu sendiri
10:14ya itu sudah diatur di dalam PKPU
10:18bahwa memang di lulusan luar negeri PKPU 19-2023 itu tidak memerlukan suket
10:27di luarannya di PKPU nomor 19 tahun 2023
10:31jadi menurut kami ya relawan Projo khususnya
10:34dan saya percaya relawan seluruhnya, pendukung Gibran seluruhnya
10:39ini belum memenuhi syarat untuk masuk ke dalam
10:43katakanlah mekanisme di DPR
10:47walaupun untuk kewenangan dan hak politik DPR
10:53saya tidak lagi mau berargumen panjang-panjang gitu
10:57saya kalau tetap ngeyel, tetap ngotot, tetap pakai argumen apa
11:02ya sudah, jalur politik
11:04jalur politik itu apa?
11:06ya tawan-tawan Doli segera menanggir langkah politik
11:10untuk menyatakan HMP
11:11atau menyatakan pendapat
11:13jangan lagi kita panjang-panjang berdebat lagi
11:16mau dibantah bagaimana lagi, mau ditaksirkan apa lagi
11:19makanya saya mengatakan
11:21jangan lagi bermain di kata-kata hukum
11:23dua lembaga tinggi negara
11:25dua lembaga tertinggi hukum negara
11:28mengatakan bahwa
11:30Sudara Gibran tidak punya jasa
11:31suketnya itu dinyatakan tidak sah
11:33mau berlindung di belakang apa lagi
11:36oke, Bung Doli
11:37nah kalau kayak begini ini gak ada habis-habisnya
11:40oleh karena ini loh maksud saya
11:42memang Gibran ini mau
11:45kalau beliau mundur itu terhormat
11:47atau beliau mau dimundurkan
11:50oke, Bung Doli
11:51karena ini sudah ada dorongan juga
11:53terlebih PKS dan PDI Perjuangan
11:55sudah menyuarakan juga
11:56ada kemungkinan untuk membuka serius
11:57pembahasan soal hak kanket ini
11:59Golkar posisinya gimana?
12:05halo?
12:05ya, Bang Doli silahkan
12:07saya sudah mendengar suara dasar
12:08pertama
12:10ya, pertama tentu
12:12seperti
12:16sebelumnya yang saya katakan
12:18kita ini kan negara hukum
12:20tentu kita
12:24negara hukum
12:25salah satu bentuk kehormatan itu
12:27adalah apapun keputusan hukum
12:29itu kita harus hormati, hargai
12:33suka, mau
12:35nah, tapi tetu dengan
12:37yang belakang menjadi
12:39pemik
12:40ini kan
12:41putusan hukum ini
12:43pada akhirnya juga berimplikasi
12:45kepada
12:45masalah politik
12:47gitu ya
12:47nah, saya menyebutkan
12:49ini sudah masuk
12:51kepada rana politik
12:52yang lebih cepat
12:53sebenarnya
12:54karena saya jujur
12:55mengatakan bahwa
12:56ya, saya pun agak kaget ya
12:58kemudian
12:59tiba-tiba
13:00ada putusan
13:01mahkamah agung
13:02ketika kita
13:04dalam kurang lebih
13:05tiga mingguan
13:06itu masih
13:07pro-kontra
13:08soal perusahaan mahkamah konstitusi
13:10gitu loh
13:10nah
13:12jadi
13:13saya kira memang
13:14urusan ini
13:15mendorong lebih cepat
13:17kepada
13:17proses politik
13:19nah tinggal
13:20kalau bicara tentang politik
13:22ya ini ada dua hal
13:23saya seru mengatakan
13:25karena ini berkaitan dengan
13:26soal politik
13:27yang tidak kecil ya
13:29politik negara
13:32bukan politik harian
13:34bukan politik yang
13:35biasa-biasa saja
13:36ya
13:36memang ini perlu
13:38pembicaraan
13:39tiga tinggi juga
13:40diantara
13:41pimpinan-pimpinan politik
13:42terutama yang ada
13:43di DPR
13:43ya
13:44karena DPR itu kan
13:45juga adalah perpanjangan
13:46tangan dari
13:47partai politik yang ada
13:49nah jadi
13:50sebetulnya
13:51mungkin ya
13:52bisa jadi
13:53dengan adanya
13:54putusan mahkamah
13:55agung ini
13:56ya pimpin partai politik ini
13:58dan lebih cepat
13:59segera untuk
14:00membicarakan ini
14:01tapi kalau spesifik
14:02di Golkar
14:02yang masih ditimbang-timbang
14:03dalam hal apa bang
14:04sebetulnya
14:06nah
14:06kita begini
14:07kita kan
14:08sampai sekarang
14:09ya kalau putusan
14:11mahkamah agung
14:12tentu kita ingin
14:13mendapat perusahaan lengkap
14:14dulu ya
14:14putusannya lengkap
14:16tapi baca
14:16apa detailnya
14:18gitu ya
14:18kan sampai sekarang
14:20kita belum punya
14:20belum dapat
14:21jadi itu
14:22proposisi
14:23nah
14:23sementara
14:24kalau ada teman-teman
14:25di DPR
14:26misalnya ya
14:27tadi disebutkan
14:28teman-teman PKS
14:29teman-teman PDIP
14:30gitu ya
14:31saya mungkin
14:32mungkin bisa jadi
14:33sudah ada
14:34pebicaraan di level
14:35masing-masing
14:36partainya ya
14:37dan tentu kita
14:38hormati
14:39nah kalau kemudian
14:40nanti misalnya
14:41teman-teman PKS
14:42PDIP
14:43membangun komunikasi
14:45kami ya
14:45teman-teman
14:46fraksi yang ada
14:47di DPR
14:48ya tentu komunikasi
14:49dialog kan
14:50selama ini
14:51biasa-biasa saja
14:52terjadi gitu
14:52nah jadi
14:54kita menghormati
14:55apa yang mereka
14:56ambil di dalam
14:57fraksi itu
14:58kalau diundang
14:58ya kita datang
14:59gitu
15:00tapi sambil kita
15:01menunggu
15:01bagaimana
15:02pembicaraan
15:03di level
15:05partai-partai politik
15:06yang ada
15:06tim binang
15:07partai puting
15:08yang ada di DPR
15:09Bung Rai
15:09kalau menurut Anda
15:10wait and see ini
15:11cukup masuk atas
15:11terlebih kan dari Golkar
15:12masih menunggu juga
15:14bentuk putusan
15:15yang dikeluarkan oleh
15:16MA belum lama ini
15:18ya sebetulnya
15:20secara moral
15:21partai Golkar
15:22Gerindra
15:23kemudian
15:24apa namanya itu
15:25PAN gitu
15:26dan Demokrat
15:28adalah partai yang
15:29paling bertanggung jawab
15:30betulnya
15:31terhadap situasi ini
15:32gitu
15:33nah oleh karena itu
15:34sebetulnya
15:34mereka lah yang harus
15:36terlebih dahulu
15:36maju ke depan
15:38untuk menyatakan sikap
15:39apakah tetap akan
15:41membiarkan suasana
15:42seperti ini terjadi
15:43atau mereka menyatakan
15:44mengambil langkah politik
15:46gitu
15:47nah dan ini akan terus
15:48dipertanyakan oleh publik
15:49karena mereka lah
15:50yang mencalonkan
15:51ya sudara Gibran
15:52sebagai wakil presiden dahulu
15:54lebih khusus lagi
15:56kepada Golkar
15:57karena saat itu
15:57Golkar
15:58terasosiasi
15:59dengan Gibran
16:00ya
16:01kita ingat
16:02saat itu misalnya
16:03Gibran
16:04hampir dikalungi
16:05apa namanya
16:07jaket warna kuningnya
16:08jaket Golkar gitu
16:10waktu mau
16:10launching beliau
16:11sebagai calon
16:12wakil presiden
16:12nah oleh karena itu
16:14yang menurut saya
16:15Golkar
16:16ya
16:16Gerindra
16:17itu bukan menunggu
16:18orang lain melakukannya
16:19mereka lah mestinya
16:20yang secara moral
16:21tampil ke depan
16:22mengingat sudah ada
16:24dua putusan
16:24hukum tertinggi
16:25di republik ini
16:26yang harus
16:27menyatakan sikap
16:29terhadap situasi ini
16:30gitu
16:30apakah mereka
16:31akan membiarkan
16:32sebuah presiden
16:33satu orang wakil presiden
16:34yang secara hukum
16:36tidak memiliki
16:36dasar lagi
16:37atau seperti apa
16:39jadi tanggung jawab
16:40sejarah mereka
16:41nantinya gitu
16:41oleh karena itu ya
16:43bukannya PDI
16:44yang ngajak mereka
16:45mestinya
16:45mereka lah yang harus
16:46merundingkannya ke PDI
16:48mereka yang harus
16:49merundingkannya ke PKS
16:50dan juga mungkin
16:51Kelwana Nasdem
16:52bagaimana kita harus
16:53bersikap pada situasi
16:55yang seperti ini
16:55apakah mau
16:56dibiarkan
16:57republik ini
16:58dengan seorang
16:59wakil presiden
17:00yang dinyatakan
17:00secara hukum
17:01tidak lagi memiliki
17:03dasar
17:03atau seperti apa
17:04sejarah nanti
17:06yang akan mempertanyakan
17:07itu kepada
17:08Bung Saudara Doli
17:09sebagai seorang
17:10aktivis 98
17:11Bung Fredi
17:12apakah kalau kemudian
17:13saya kaitkan
17:14dengan pernyataan
17:15dalam berbagai kesempatan
17:17saya sebut saja
17:17Bung Andi Azwan
17:19kemudian David Payung
17:19juga menyampaikan
17:20kepada kami
17:21ada narasi
17:22bahwa yang namanya
17:23Prabowo Gibran
17:24juga satu paket
17:24satu kena
17:25yang akan berdampak
17:26ke yang lain
17:26apakah itu juga
17:27yang diperhatikan
17:27relawan
17:28kalau kemudian
17:29hak-hak ini
17:29terus digulir-gulirkan
17:30dan akan berdampak
17:31juga ke banyak pihak
17:32dalam sekali yang lebih luas
17:33jawabnya nanti ya
17:33kita jadah sebentar
17:34tetap di kompasi
17:49Bapak-Bapak
17:50sebelum melanjutkan diskusi
17:51saya mau ajak Anda
17:52menyimak pernyataan
17:53dari Partai Demokrat
17:54ini datang dari
17:54politisi Andi Arief
17:55yang menyebut
17:56partainya
17:56menghormati putusan
17:57Mahkamah Agung
17:58soal surat keterangan
17:59penyetaraan
18:00ijazah SMA Gibran
18:01sebagai Partai Koalisi
18:02Pendukung Prabowo Gibran
18:03katanya Partai Demokrat
18:04saat ini
18:05masih mempertimbangkan
18:06sejumlah aspek
18:07sebelum menentukan
18:08sikap politik resminya
18:09kita coba simak dulu
18:10hormati
18:13keputusan
18:14MA itu
18:16harus biasa
18:18dalam setiap putusan hukum
18:19harus dihormati
18:20kedua
18:21soal
18:21kepastian hukum
18:22jadi
18:23sebuah putusan
18:25pengadilan itu
18:26mesti ada
18:27kepastian hukumnya
18:28nah
18:29kepastian hukum ini
18:29akan jadi pertimbangan kami
18:31ketiga
18:33juga
18:33soal
18:34stabilitas pemerintahan
18:35ya
18:35karena
18:36Partai Demokrat
18:37ini kan juga
18:38selain
18:39partai yang
18:40punya independensi
18:41tapi juga terikat
18:42dalam koalisi
18:43tentu
18:44hal-hal ini
18:45akan jadi
18:46pertimbangan
18:49ditambah lagi
18:49Bung Fredy
18:50ini melanjutkan
18:51pertanyaan saya sebelumnya
18:52dalam berbagai kesempatan
18:53Bung Andi Azwan
18:54David Payung
18:55juga menyampaikan
18:55kepada saya
18:56atau kepada
18:57Kompas TV
18:57bahwa jangan lupa
18:58satu paket loh
18:59orang ini
19:00Gibran dan Prabowo
19:01Prabowo dan Gibran
19:01ini satu paket
19:02ini juga yang jadi
19:03dasar kenapa kemudian
19:04pertimbangan untuk
19:05mengarah ke politik
19:06akan berdampak
19:07cukup luas nantinya
19:08iya
19:09justru memang kami melihat
19:11ini sasaran
19:12utamanya memang
19:14targetnya adalah
19:15Presiden Prabowo
19:16ya Presiden Prabowo
19:18jadi
19:18tumbangkan dulu
19:20Wak Pres Gibran
19:22kemudian sasaran berikutnya
19:23adalah Presiden
19:24menumbangkan Presiden Prabowo
19:26ada beberapa alasan ya
19:27ini kenapa menang
19:29adalah karena
19:30ya harus kita akuin ya
19:31kekuatan
19:33selain partai-partai pendukung
19:35kedua
19:35kekuatan dua tokoh ini
19:36ini yang
19:37yang membuatku
19:38kuatkan
19:39ya
19:39Hambalang
19:40Solo
19:41dan partai-partai tentunya
19:42ketika
19:43satu ditumbangkan
19:44maka menumbangkan
19:45yang satunya akan gampang
19:46itu yang pertama
19:47yang kedua
19:47tadi udah
19:48bicaraan di Arif
19:49stabilitas politik
19:51ya Presiden
19:52ya pemerintah
19:53sangat membutuhkan
19:54stabilitas politik
19:54oleh karena itu
19:55kami gak percaya
19:56ini akan bergulir
19:57ke
19:58ke DPR
19:59kemudian yang berikutnya ya
20:01ini bicara
20:02suket
20:03ini kalau mau jujur
20:04bicara suket
20:05walaupun
20:06pihak yang
20:07menyerang
20:07atau mendeligitimasi
20:08Gibran ini
20:09mengatakan ini
20:10misalnya PKPU
20:1219
20:132023
20:13saya katakan tadi
20:14adalah menggibran
20:15ya dibangun
20:16narasi seperti itu
20:17sebetulnya bukan
20:18justru
20:20kalau
20:21Gibran dikenakan
20:22suket
20:23maka
20:24Pak Prabowo
20:25justru
20:25yang lebih parah
20:27saya disclaimer dulu
20:28saya tidak ada kepentingan
20:29untuk menyerang Presiden Prabowo
20:30tapi saya
20:31mau memberikan
20:33ya
20:33kesadaran kepada publik
20:34para pendukung
20:35Prabowo Gibran
20:36para pendukung
20:37pemerintahan ini
20:39bahwa ini memang
20:40ya targetnya adalah
20:41Presiden Prabowo
20:42ya suket itu sendiri
20:44ya kami
20:45ya melihat
20:46coba
20:47waktu pendaftaran itu
20:49ya Presiden Prabowo
20:50SMA di luar negeri
20:51dan lain-lain
20:52apa ada gak itu suket
20:53kalau memang
20:54alasannya suket
20:56kan begitu
20:56jadi sangat jelas
20:57targetnya adalah
20:58Presiden
20:59Prabowo
21:01kan begitu
21:01jadi
21:01kami
21:02tapi
21:03kalau bicara politik
21:04ya bagi kami
21:05kata Bang Reh
21:06tadi
21:06apa namanya
21:07terhormat
21:08mundur
21:09justru
21:10bagi kami pendukung
21:11ya Prabowo Gibran
21:12pendukung Gibran
21:13pendukung Pak Joko
21:14justru lebih terhormat
21:15walaupun kalah
21:16lebih terhormat
21:17kalau itu kalah
21:18di proses pemakzulan
21:20maka akan
21:21kelihatan disitu
21:22Wapir Gibran
21:23akan memimpin
21:24kelompok-kelompok muda
21:25menunjukkan sikap
21:26bahwa memang
21:27terbukti
21:28bahwa orang-orang
21:30yang gerambisi
21:31berkuasa
21:31pengen jadi Wapres
21:32kalah
21:34tidak bisa menang
21:35di dalam proses pemilu
21:36ingin berkuasa
21:37akan kelihatan
21:38dari proses
21:39pemakzulan ini
21:40siapa orang-orang itu
21:41Bang Doli
21:42itukah juga
21:42yang menjadi pertimbangan
21:43bagi Golkar
21:45makanya kemudian
21:46sampai sekarang
21:46belum ketemu
21:47masih wait and see
21:47itu tadi
21:48karena ya
21:48prinsipnya
21:49satu paket
21:50Prabowo Gibran ini
21:52enggak
21:53pertama begini ya
21:54ini menurut saya
21:55enggak usah melebar-lebar
21:56apalagi nyerang
21:57Pak Prabowo
21:57gitu ya
21:59jadi
22:00enggak usah
22:01bicara
22:01kemudian
22:02nanti
22:05cara
22:06Pak Prabowo
22:07dengan
22:08presiden
22:09dengan wakil presiden
22:10gitu
22:10jadi kita
22:11satu-satu saja
22:12ini ada fakta
22:14ya
22:14ada fakta
22:15putusan mahkamah konstitusi
22:16dan putusan mahkamah agung
22:17gitu loh
22:18nah
22:18tentu kami
22:20partai-partai politik
22:21saya kira
22:21ini kan sekarang
22:23sedang mencermati
22:24seperti yang saya katakan
22:25tadi ya
22:26ini berkaitan
22:27atau sebelum-sebelumnya
22:28ini berkaitan
22:29dengan soal
22:30seluruh aspek
22:32kehidupan
22:33berbangsa
22:34dengan negara kita
22:34itu yang saya sebut
22:35sebagai
22:35politik
22:37negara itu
22:38ya
22:39jadi aspirasi
22:40yang disampaikan
22:41oleh tadi misalnya
22:42oleh Bung Rai
22:43ke kita
22:43dan kita mendengarkan
22:45juga aspirasi
22:46dari teman-teman
22:48atau masyarakat
22:48yang lain
22:49gitu ya
22:49itu yang saya kira
22:51juga akan menjadi
22:51pertimbangan
22:52pada
22:55pembicaraan
22:55atau pertemuan-pertemuan
22:56di tingkat
22:57pimpinan partai politik
22:58itu
22:58gitu loh
22:59jadi
23:01apa
23:01saya kira
23:02memang ini
23:03gak bisa
23:03berlarut-larut ya
23:05gak bisa
23:06berlama-lama
23:07harus ada
23:08segera
23:08keputusan politik
23:10ya
23:11supaya
23:11semuanya jelas
23:12apapun
23:13keputusan politik itu
23:14ya
23:15dan ini saya kira
23:16ditunggu semua
23:16supaya jangan
23:17ah ini kan
23:18mulai melebar
23:19kemana-mana nanti
23:19nih ya
23:20kan
23:20nyasar ke sana
23:21nyasar ke sini
23:21termasuk ada yang menduga
23:23gini juga bang
23:23ada yang menduga
23:24koalisi pemerintah
23:26lagi gak solid
23:26apalagi PKS kan
23:27bergabung di pemerintahan
23:28juga sekarang
23:29sampai punya sikap sendiri
23:30sebetulnya solid gak sih
23:31koalisi pemerintahan sekarang?
23:34iya solid lah
23:35saya kira kan
23:36selama ini kan juga
23:36solid-solid aja
23:37nah
23:38apa namanya
23:39Bung Doli
23:40kayaknya
23:40Bung Doli
23:42kayaknya perlu
23:42merespon
23:43Bung Doli
23:44kayaknya perlu
23:45merespon tadi
23:46pernyataan
23:46Bung Freddy
23:47kalau saya
23:48tidak salah
23:49menangkap
23:50Bung Freddy
23:50mengatakan
23:51bagi mereka
23:52jauh lebih terhormat
23:53kalau ada
23:55proses politik
23:56yang memakzulkan
23:57suadara Gibran
23:58daripada mundur
23:59sebagai wakil presiden
24:00bagaimana
24:01Anda menanggapinya
24:02kalau saya
24:02tidak salah
24:03menangkapnya
24:04itu tadi
24:04yang disebutkan oleh
24:05Bung Freddy
24:05bagi Gibran
24:07dan kawan-kawannya
24:08jauh lebih terhormat
24:10kalau proses politik
24:12yang memberhentikan
24:13daripada mundur
24:15sebagai wakil presiden
24:16Bung Doli silahkan
24:16Bung
24:17saya kira nanti
24:20itu kan
24:20kalau memang
24:21sampai kepada
24:22seperti itu
24:22nanti keputusannya
24:23ya
24:24apa namanya
24:26kalau itu
24:27berdasarkan
24:27kesimpulan
24:29kesepakatan
24:30antara pembantuan
24:31dan pembantuan politik
24:32ya kami di DPR
24:33ya jalan
24:34ya ini bukan
24:35soal terhormat
24:36atau tidak terhormat
24:37ya saya kira ya
24:38apakah memang
24:39ini kita kembalikan saja
24:40kepada mekanisme
24:41yang
24:42memang sudah
24:43diatur
24:44dalam
24:45Undang-Undasar 45 kita
24:47kalau
24:48pada akhirnya
24:49tadi kan
24:49ini kan
24:50kemudian ada
24:51pernyataan yang direspon
24:52oleh Bung Rai
24:53kalau memang
24:54sampai kepada
24:55seperti itu
24:55oke Bung Rai
24:57kalau menurut Anda
24:58jika ini tidak
24:59ditindak lanjuti
25:00dalam skala politiknya
25:01apa benefit resikonya
25:02menurut Anda
25:04justru ini akan
25:05berlarut-larut
25:06ini yang akan
25:07menimbulkan
25:08apa yang disebut
25:08dengan kegaduhan
25:10orang gak mungkin
25:11bisa menerima
25:12kenyataan
25:13bahwa wakil presiden
25:14mereka itu
25:14gak lagi punya
25:15dasar hukum
25:17gitu
25:17kalau karena itu
25:18akan diributkan terus
25:19dan dengan
25:20sendirinya akan
25:21mengganggu
25:21pemerintahan
25:22Pak Prabowo
25:23jangan dikaitkan
25:25dengan Pak Prabowo
25:26semua orang sekarang
25:27bisa memisahkan
25:27antara persoalan
25:28diperan
25:29ini kan persoalan
25:30Pak Prabowo
25:30kalau persoalan
25:32diperan itu
25:32terkait dengan
25:33dasar hukum
25:34beliau sebagai
25:34wakil presiden
25:35karena sudah
25:36dibatalkan oleh
25:37dua lembaga
25:38hukum tertinggi
25:39di Republik
25:39persoalan kepada
25:40Pak Prabowo
25:41itu adalah
25:41soal kinerja
25:42itu dua hal
25:43yang berbeda
25:43kalau kinerja itu
25:45bisa dinaikkan
25:46besok lusa
25:46tapi kalau soal hukum
25:48tapi kalau soal hukum
25:48gak bisa lagi
25:49dibatalkan
25:49karena ini
25:50putusan hukum
25:50tertinggi
25:51dan oleh karena ini
25:52akan gaduh terus
25:53kalau gak ada
25:54solusinya
25:54makanya saya
25:55mengatakan
25:56jalan terbaiknya
25:58tidak gaduh
25:58cepat
25:59prosesnya cepat
26:00gak pakai gaduh-gaduh
26:01gak pakai ini
26:02macam-macam
26:03termasuk di dalamnya
26:04adalah jalan terhormat
26:06bagi saudara Jipran
26:07beliau mundur
26:08sebagai wakil presiden
26:09untuk memberi contoh
26:11kepada siapapun
26:12kalau memang
26:13ditemukan hal-hal
26:14yang tidak
26:15ya sesuai
26:16kelak
26:17di dalam masa
26:18kepemimpinannya itu
26:19beliau tidak akan
26:20pernah ragu-ragu
26:21untuk menyatakan mundur
26:22dan tradisi mundur ini
26:24sudah harus mulai
26:25dilazimkan
26:25di dalam
26:26kultur politik kita
26:28ini sekarang ini kan
26:29ya kita punya
26:30masalah soal hutan
26:32yang terbakar
26:33gak ada kelihatan
26:34yang merasa
26:34bertanggung jawab
26:35gak ada kelihatan
26:36yang merasa
26:36malu dan sebagainya
26:38dan sebagainya
26:38gitu
26:38nah oleh karena itulah
26:39ya sebagai anak muda
26:41kata Bung Freddy
26:41tadi tadi
26:42sebaiknya
26:43Gibran memperlihatkan
26:44kepada publik
26:46bahwa kekuasaan itu
26:48bukan segala-galanya
26:49bukan segala
26:50bukan hal yang patut
26:51untuk dipertahankan
26:52terus-menerus
26:53meskipun itu
26:54dengan jalan
26:55berliku-liku
26:56bernaik turun
26:57bahkan kadang-kadang
26:58memiliki
26:59apa namanya itu ya
27:00apa istilahnya itu
27:02tafsiran-tafsiran
27:03yang sebetulnya
27:04di dalam otak
27:05dan pikiran manusia
27:06itu tafsiran
27:07yang terlalu mengada-ada
27:08Bang Doli
27:09biar ini tidak berlarut-larut
27:10tadi
27:11maka ekspektasinya
27:12publik harus menunggunya
27:14bagaimana sikap DPR ini
27:15Anda juga
27:15sepakat bahwa ini
27:16jangan sampai berlarut-larut
27:17tapi tindak lanjut di DPRnya
27:19apakah menunggu sampai
27:20akhir masa reses ini
27:21kemudian balik ke masa sidang
27:22atau dari sekarang
27:23sudah mulai ada obrolan
27:24atau bagaimana sebetulnya Bang?
27:25tidak
27:26kami sebetulnya
27:27kalau di dalam partai
27:28masing-masing
27:29saya kira
27:30sedang melakukan
27:32analisis ya
27:33kajian terhadap
27:34putusan-putusan
27:35apalagi ada
27:36tambahan putusan
27:37Mahkamah Agung
27:38kemudian yang kedua
27:39sedang mempertimbangkan
27:41ya
27:41kalau misalnya
27:42kita ambil putusan
27:44A
27:44itu implikasinya apa
27:45kalau kami ambil
27:47putusan B
27:47itu
27:48implikasinya apa
27:50nah itu
27:50sedang semua dihitung
27:51nah dengan putusan Mahkamah Agung ini
27:54saya kira memang
27:55dulu
27:56sebelum ada
27:57putusan Mahkamah Agung ini
27:58mungkin
27:58masih kita punya
28:00ada waktu lah ya
28:02yang lebih longgar gitu
28:03tapi setelah putusan Mahkamah Agung ini
28:05saya kira ini kan
28:05makin eskalatif ya
28:06nah tentu
28:08saya kira memang
28:08tidak berlama-lama
28:09makanya
28:10ya diskusi
28:11seperti malam ini
28:13kemudian
28:13apa yang disampaikan oleh masyarakat
28:15akan kami terus cermati
28:16itu yang nanti akan kami
28:18analisis
28:19kami pertimbangkan
28:20untuk kemudian mendorong
28:21pimpinan-pimpinan kami
28:22untuk bicara
28:23sesama partai politik itu
28:25tapi sejauh ini
28:25ada sinyal gak
28:26dari Pak Prabowo
28:27untuk mengumpulkan
28:27partai-partai koalisi
28:28untuk menindaklanjuti
28:29putusan-putusan itu tadi Bang
28:32sampai saya jauh ini
28:33belum ada
28:34ya
28:34saya kira juga kan
28:36Pak Prabowo
28:36bukan hanya sebagai
28:38tuan partai politik
28:39tapi dia
28:40sebagai proyek presiden
28:41yang juga
28:41sedang fokus juga kan
28:42untuk mengatasi
28:44mas malah yang sedang kita hadapi
28:45gitu
28:46nah tapi
28:47kita lihat lah
28:48nanti siapa yang kemudian
28:49akan
28:51mengambil inisiatif
28:52untuk melakukan
28:53pertemuan itu
28:53oke
28:54Bang Freddy
28:55ada pesan gak
28:56dari Pak Jokowi
28:57dengan membaca dinamika
28:58masalah
28:58ijazah gate
28:59ini kalau saya pinjam
29:00dari istilah dari
29:01jurubicara PKS
29:02kepada kami
29:03ini ada pesan gak sih
29:04atau ada hal-hal yang mungkin
29:06jadi
29:07curhatan dari Pak Jokowi
29:08gak ke teman-teman relawan
29:09iya
29:11pesannya
29:11pesannya
29:12pesannya beliau itu
29:13ini yang disasar
29:14Presiden Prabowo
29:15saya
29:16bukan
29:18ya tadi bukan menyerang
29:20Bang
29:20Bang Doli
29:20Bang Re
29:21saya tidak
29:22apalagi menyerang kinerja
29:23yang saya mau sampaikan adalah
29:25konteks suket
29:26Presiden Prabowo itu
29:28lulusan luar negeri
29:29maka sudah pasti
29:31akan merembet
29:32ke Presiden Prabowo
29:33begitu lah
29:35itu
29:35baru bicara suket
29:37kemudian berbicara
29:39pasangan calon
29:40saya sekali lagi
29:42tidak menyerang
29:43Presiden Prabowo
29:44tapi saya mau
29:45apa
29:46memberitahu publik
29:48dan para pendukung
29:49Prabowo Gibran
29:50ya walaupun saya yakin
29:51seribu persen ini solid
29:52ya
29:53baik di parlemen
29:55maupun
29:56masyarakat pendukung lainnya
29:58kami relawan
29:59sangat solid
29:59tapi saya mau kasih tahu
30:01bahwa
30:01tadi saya ditanyakan
30:03itu
30:04Pak Jokowi
30:05posisinya seperti itu
30:06bahwa ini yang diserang adalah
30:08Presiden Prabowo
30:09karena ini kekuatan ini
30:10bersatu kuat
30:11ketika
30:13satu
30:13lemah
30:14ditumbangkan
30:15maka yang satu
30:16akan menjadi lemah
30:17begitu
30:18jadi
30:19bicara yang saya sampaikan tadi
30:21yang
30:22lebih terhormat itu
30:23ya
30:24sama
30:25Pak Jokowi juga berpikiran
30:26seperti itu
30:27ya
30:28walaupun tidak
30:29katakan
30:29Wak Pres Gibran
30:31tidak mempunyai
30:32partai politik
30:33ya
30:33kalau secara
30:34hitung-hitungan
30:35kalkulasi politik
30:36tapi kan dia harusnya
30:37didukung oleh partai koalisi
30:39tetapi walaupun
30:39tidak didukung
30:40tapi lebih terhormat
30:41beliau ditumbangkan
30:43dimajulkan
30:43melalui proses
30:44DPR
30:45biar
30:45masyarakat
30:46biar masyarakat melihat
30:48biar masyarakat melihat
30:49bahwa ambisi
30:50kekuasaan yang
30:51luar biasa ini
30:53yang bisa mengangkangi
30:54konstitusi
30:55oke
30:55kami tangkap poinnya
30:56disitu
30:56Bung Rerangkuti
30:57Bang Freddy Damanik
30:58Bang Ahmad Doli Kurnia
30:59terima kasih
31:00sudah berdiskusi
31:00perlu kita sampaikan
31:01sekali lagi
31:02ya mungkin
31:02tinggal saja
31:03durasi terbatas
31:03saya kira
31:05cara melihat
31:06bahwa
31:07yang ditembak ini
31:08Prabowo
31:08bukan Gibran
31:09itu cara
31:10apa namanya itu
31:11Gibran dan teman-temannya
31:13untuk berlindung
31:14di belakang
31:15persona
31:15Pak Prabowo
31:16oke
31:17kami tangkap poinnya
31:18disitu
31:18Bapak-bapak sekalian
31:19terima kasih
31:19sudah berdiskusi bersama kami
31:20selamat malam semuanya
31:21selamat malam
31:22selamat malam
31:23sampai ketemu lagi
31:25terima kasih
31:26sesaat lagi disampai Indonesia
31:28malam banjir bandang
31:28melanda Las Vegas
31:30Amerika Serikat
31:30tetap bersama kami

Dianjurkan