Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 21 menit yang lalu
Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu upaya untuk mendukung aktivitas ekonomi, termasuk di lingkungan usaha kreatif. Melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), transaksi jual beli dapat dilakukan dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut.

Di The Hallway Space, kawasan Pasar Kosambi, Kota Bandung, penggunaan QRIS menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi digital di lingkungan pelaku usaha. Namun, penerapan teknologi pembayaran ini menyisakan pertanyaan yang lebih jauh: sejauh mana kemudahan transaksi digital benar-benar dirasakan oleh merchant atau pelaku usaha?.

Pertanyaan tersebut penting karena keberhasilan digitalisasi tidak hanya dilihat dari tersedianya kode QR di meja kasir. Pengalaman pengguna, kendala teknis, kebiasaan pelanggan, hingga dampaknya terhadap aktivitas usaha juga perlu diperhatikan.

Salah satu kegiatan yang mendorong pemanfaatan pembayaran digital di kawasan tersebut adalah QRISKeun, program yang digagas Bank Indonesia Jawa Barat. Berdasarkan bahan peliputan, kegiatan itu berlangsung pada 17 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari puncak Pekan QRIS Nasional 2026 di Jawa Barat.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas penggunaan QRIS ke berbagai sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ruang ekonomi kreatif.

Dalam praktiknya, pembayaran digital melibatkan lebih dari sekadar pemindaian kode QR. Merchant perlu memastikan transaksi berhasil diterima, sementara pelanggan perlu memahami cara menggunakan layanan pembayaran tersebut dengan benar.

Di lingkungan seperti The Hallway Space, penerapan QRIS juga berkaitan dengan kesiapan masing-masing tenant. Pengelola memiliki peran dalam menyampaikan informasi program, sedangkan pelaku usaha menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan pelanggan dan menjalankan transaksi sehari-hari.

Karena itu, pengalaman merchant menjadi bagian penting untuk menilai manfaat penggunaan QRIS. Kemudahan pembayaran, respons pelanggan, serta kemungkinan munculnya kendala teknis merupakan beberapa aspek yang perlu ditelusuri melalui pengalaman langsung pelaku usaha.

Tidak semua merchant tentu memiliki pengalaman yang sama. Jenis usaha, karakteristik pelanggan, dan kebiasaan pembayaran dapat memengaruhi penggunaan QRIS dalam aktivitas jual beli.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, keterangan pengelola dan merchant diperlukan guna menjelaskan bagaimana program QRISKeun dilaksanakan, bagaimana respons tenant, serta apakah terdapat perubahan dalam penggunaan pembayaran digital setelah kegiatan tersebut.

Secara regional, penggunaan QRIS di Jawa Barat menunjukkan angka transaksi yang besar. Dalam data yang tercantum pada bahan peliputan, volume transaksi QRIS di Jawa Barat pada triwulan II 2026 mencapai 1,46 miliar transaksi, dengan nilai transaksi sebesar Rp125,35 triliun.

Video : Kavin Faza
Editor ; Kavin Faza
VO : Kavin Faza

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:20Aktivitas jual-beli di ruang kreatif kini semakin lekat dengan pembayaran digital.
00:26Di The Highway Space, Pasar Kosambi, Kota Bandung, penggunaan QRIS menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong transaksi yang praktis
00:35dan mudah diakses masyarakat.
00:40Bank Indonesia Jawa Barat menggagas QRISK di The Highway Space pada 17 Agustus 2026 lalu.
00:48Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak Pekan QRIS Nasional 2026 di Jawa Barat.
00:55Dengan tujuan memperluas pemanfaatan QRIS ke berbagai sektor termasuk UMKM dan ruang ekonomi kreatif.
01:06Jadi awal mulanya kita ada komunikasi dari pihak The Highway sama pihak Bank Indonesia untuk menggelar program QRISK.
01:14Terus juga ada program QRISK di Pasar khususnya di The Highway Space ini kurang lebih udah jalan 2-3 tahun
01:21kalau nggak salah.
01:21Di mana banyak-banyak hampir seluruhnya tenan yang berjualan di The Highway Space itu udah wajib menggunakan QRISK.
01:31Total tenan kurang lebih di The Highway Space itu ada 70 tenan.
01:34Nah iya salah satu hebatnya dari QRISK ini adalah dari wisatawan luar negeri itu ke Indonesia itu juga udah bisa
01:42payment menggunakan QRISK.
01:49Namun penerapan pembayaran digital tidak hanya berbicara tentang tersedianya kode QR di setiap toko.
01:57Pengelola ruang kreatif juga memiliki peran dalam memastikan program ini dikenal oleh para tenan dan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha
02:06sehari-hari.
02:11Responnya sangat baik karena dari teman-teman ini QRISK ini adalah salah satu produk yang sangat membantu dan sangat memudahkan
02:22untuk transaksi menggunakan digital payment gitu.
02:27Jadi ini tuh biasanya kan kadang orang ada yang ketinggalan cash atau cashnya ternyata kurang.
02:33Nah sekarang udah sangat mudah banget bisa belanja pakai QRISK saja.
02:54Bagi merchant, pemanfaatan pembayaran digital dapat dirasakan secara berbeda, bergantung pada jenis usaha dan kebiasaan pelanggan.
03:04Pengalaman mereka menjadi sangat penting untuk melihat apakah QRISK benar-benar mempermudah transaksi, bagaimana kendala yang dihadapi dan apakah ada
03:14perubahan dalam pengelolaan usaha.
03:17Oke, halo, perkenalkan saya Rido Adeza. Saya dari toko Halodo yang berada di dalam The Hallway Space.
03:26Untuk penggunaan untuk penggunaan QRISK itu kita dari pas beroperasi juga kita udah menggunakan QRISK secara langsung gitu.
03:36Kalau untuk transaksi rata-rata sih konsumen kita itu rata-rata menggunakan paymentnya menggunakan QRISK.
03:45Kalau gagal transaksi sih pasti ada, cuman yang memang yang bukan setiap hari itu ada gagal transaksi tapi ada beberapa
03:55di hari-hari tertentu mungkin karena sinyal yang kurang bagus.
04:03Secara regional, penggunaan QRISK di Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang besar.
04:09Pada tribulan kedua 2026, volume transaksi QRISK tercatat mencapai 1,46 miliar transaksi dengan nilai 125,35 triliun rupiah.
04:24Meski demikian, pertumbuhan transaksi secara regional belum cukup untuk menyimpulkan bahwa omset setiap merchan ikut meningkat.
04:36QRISK menjadi salah satu upaya memperluas pembayaran digital hingga ke ruang ekonomi kreatif.
04:42Retangan berikutnya adalah memastikan penggunaan tidak berhenti pada adopsi teknologi,
04:49tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan pelaku usaha serta tetap memperhatikan keamanan transaksi.
04:56Dari The Hallway Space, efektivitas program ini dapat dilihat melalui pengalaman pengelola dan merchan di lapangan.
05:10Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan