Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Di balik aroma tanah yang basah dan sinar mentari pagi di hamparan sawah bawang, tersimpan kisah tentang tangan-tangan yang tak pernah berhenti bekerja.

Mereka adalah para petani sosok yang sering luput dari sorotan, namun perannya sangat vital bagi kehidupan dan stabilitas ekonomi negeri.

Setiap santapan yang tersaji di dapur rumah tangga, adalah hasil kerja keras yang panjang para petani. Dari menanam, merawat, hingga menunggu masa panen, semua dilakukan dengan ketekunan dan harapan agar hasilnya bisa mencukupi kebutuhan, bukan hanya bagi keluarga mereka, tapi juga bagi masyarakat luas.

Namun di balik semangat itu, ada tantangan yang kian nyata.
Jumlah petani muda terus menurun. Generasi baru perlahan menjauh dari lumpur sawah dan aroma tanah.
Pertanian dianggap berat, kotor, dan tidak menjanjikan masa depan.

Data menunjukkan, rata-rata usia petani di Indonesia kini telah melewati empat puluh tahun. Sementara anak-anak muda lebih memilih bekerja di kota, mengejar karier digital, atau sekadar merasa bahwa menjadi petani bukan lagi pilihan masa depan.

Padahal, di tangan para petani inilah roda ekonomi daerah terus berputar.
Melalui hasil pertanian yang terjaga, mereka turut berperan dalam menekan laju inflasi dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.

Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi di Jawa Barat. Data per September 2025, inflasi tahunan di Jawa Barat sebesar 2,19 persen. Angka tersebut masih on the track dengan target 2,5 persen plus minus 1.

Kestabilan itu salah satunya berkat kontribusi sektor pertanian, termasuk dari para petani bawang yang menjaga pasokan tetap tersedia di pasaran. Sektor pertanian terbukti memiliki peran strategis tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai penopang stabilitas ekonomi daerah.

Dari tanah bawang inilah, lahir ketahanan pangan, kestabilan harga, dan harapan bagi masa depan.

Video : Kavin Faza
Editor : Kavin Faza

#bawangmerah #petani #ayobandung #bankindonesia
Transkrip
00:00Di balik setiap butir padi yang kita makan, setiap sayuran segar di meja, dan setiap hasil bumi yang menghidupi jutaan keluarga, ada tangan-tangan petani yang bekerja tanpa lelah.
00:24Namun hari ini, dunia pertanian menghadapi tantangan yang semakin nyata.
00:30Petani muda kian hari kian berkurang. Generasi baru perlahan menjauh dari lumpur sawah dan aroma tanah basah.
00:37Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah petani muda usia 19 hingga 39 tahun di Jawa Barat pada tahun 2023 adalah 653 orang, yang merupakan sekitar 17 persen dari total petani di Jabar.
00:55Di banyak daerah, usia rata-rata petani kini telah melewati 40 tahun.
01:01Sementara anak-anak muda lebih memilih bekerja di kota, mengejar karir digital, atau sekadar merasa bahwa menjadi petani bukan pilihan masa depan.
01:10Ironisnya, di saat dunia berbicara tentang ketahanan pangan dan kemandirian bangsa, para pelaku utamanya justru mulai menghilang satu persatu.
01:20Namun, di tengah keprihatinan itu, masih ada secerca harapan yang tumbuh di tanah negeri ini.
01:26Harapan yang disemai oleh generasi muda, mereka yang melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga kehidupan.
01:35Perkenalkan nama aku Anissa, aku mahasiswa pertanian, Alhamdulillah udah lulus ya, dari 2023.
01:42Waduh, sedih banget sih Kang kalau menurut aku ya.
01:45Karena kan sebenarnya pertanian, peternakan, dan perikanan tuh gak bisa kita lepaskan selama manusia tetap ada dan membutuhkan nutrisi gitu ya.
01:53Gak bisa Kang, ini udah urgensi banget ya.
01:56Apalagi sekarang gitu kan, aku ngeliat dari teman-teman aku aja gitu ya.
01:59Dari 40 siswa tuh, mungkin bisa dihitung jari yang tetap di dunia pertanian.
02:04Sisanya itu ada lintas jurusan gitu bekerjanya.
02:07Ada yang jadi guru, ada yang diperbankan, ada yang di media sosial, dan banyak banget.
02:11Dan banyak selalu sekarang program pemerintah, cuman memang minatnya sih Kang.
02:15Tapi siapapun kalian, meskipun kalian bukan jurusan pertanian, minimal kalian harus bisa nanam, buat jaga-jaga dan perlindungan dari kelaparan.
02:29Dari situlah rumah bawang tercipta, sebuah rumah kecil di tengah hamparan hijau.
02:35Bukan rumah biasa, melainkan ruang belajar bagi siapapun yang ingin menanam dengan cara baru, cara yang lebih cerdas.
02:43Rumah bawang hadir sebagai learning farm, tempat di mana para petani dapat belajar dan berlatih menanam bawang merah dari biji dengan teknik yang baik dan benar.
02:52Untuk wilayah Jawa Barat, khususnya di Bandung, itu untuk sekarang kebanyakan nanam bawang dari umbi,
03:02yaitu yang didapat dari wilayah tertentu, yang mana ini petani konvensional.
03:08Dan dengan hadirnya rumah bawang ini, kita sedikit merubah pola yang tadinya nanam umbi ke tanam bibit TSS ini.
03:18Keunggulannya itu yang pertama, secara kemurnian bibit terjaga, ketahanan penyakitnya juga yaitulah yusarium,
03:26terus produksinya tinggi, dan juga warnanya itu lebih cerah.
03:30Peran petani tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan pangan,
03:39tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan menggerakkan ekonomi daerah.
03:45Melalui pasokan hasil pertanian yang terjaga, petani berkontribusi dalam pengendalian inflasi di berbagai wilayah.
03:53Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi di Jawa Barat.
03:57Data per September 2025, inflasi tahunan di Jawa Barat sebesar 2,19 persen.
04:05Angka tersebut masih on the track dengan target 2,5 persen plus minus satu.
04:10Sektor pertanian memiliki peranan strategis,
04:13tidak hanya dalam menjaga ketersediaan pangan,
04:16tetapi juga dalam mendukung stabilitas harga dan perekonomian di daerah.
04:20Untuk sekali panin bisa menghasilkan 3 atau 4 ton per 300 tumbak.
04:31Untuk pemasarannya dijual ke Pasar Induk Ramadjati.
04:36Untuk segi ekonomi, Alhamdulillah dari bawang merah menjanjikan.
04:41Cuma perawatannya saja yang lumayan-lumayan sulit, gampang-gampang susah.
04:46Alhamdulillah saya sebagai petani bawang merah bisa mensuplai ke pasar
04:51dan menjaga stabilitas harga di pasar cenderung stabil.
04:57Dan menjaga inflasi.
04:58inflasi.
05:04Terima kasih.

Dianjurkan