Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menjadwalkan ulang pemanggilan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB).

KPK kini mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron. Penyidik dapat melayangkan panggilan kedua jika alasan ketidakhadiran pada panggilan pertama dinilai tidak patut dan wajar. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan delapan tersangka, empat di antaranya disebut sebagai orang dekat Nusron.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai KPK belum cukup tegas dalam mengusut kasus besar dan menyayangkan Presiden tidak segera mencopot Nusron dari jabatannya agar dapat menjalani proses hukum. Sementara itu, kader Partai Golkar David Pajung menyatakan partainya menjunjung asas praduga tak bersalah sehingga keterlibatan Nusron perlu diuji.

Kasus ini menjadi sorotan setelah KPK menyita barang bukti OTT senilai lebih dari Rp106 miliar. KPK juga meminta Nusron kooperatif dan memenuhi proses pemeriksaan.

#kpk #nusronwahid #suaphgb #korupsi #golkar #kompastv

Baca Juga FULL! Bola Panas KPK, Ray Rangkuti dan Kurniawan Pertanyakan KPK Belum Juga Periksa Nusron, Ada Apa? di https://www.kompas.tv/nasional/697683/full-bola-panas-kpk-ray-rangkuti-dan-kurniawan-pertanyakan-kpk-belum-juga-periksa-nusron-ada-apa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697743/nusron-tak-kunjung-diperiksa-kpk-ada-apa-dengan-kasus-dugaan-suap-hgb-kompas-petang
Transkrip
00:00Sorotan lain saudara, usai dua kali tak datang, KPK belum juga menjadwalkan ulang pemanggilan Menteri ATR BPN Nusron Wahid sebagai
00:09saksi kasus suap HGB.
00:10Sementara Partai Golkar tempat Nusron bernaung mengatakan keterlibatan Nusron dalam kasus ini perlu diuji.
00:42Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional ATR BPN Nusron Wahid
00:47hingga kini belum memenuhi panggilan KPK, guna memberikan keterangan dalam kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan di lingkungan Kementerian
00:56ATR BPN.
00:57Sejauh ini KPK menetapkan delapan tersangka dan empat diantaranya disebut sebagai orang dekat Nusron.
01:03KPK kini tengah mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron Wahid.
01:08KPK bilang penyidik dapat melayangkan panggilan kedua jika alasan ketidakhadiran pada panggilan pertama dinilai tidak patut dan wajar.
01:15Sehingga memang itu subjektivitas dari penyidik untuk menentukan apakah alasannya patut dan wajar.
01:23Nah sehingga saat ini masih reevaluasi dan tentunya untuk panggilan seorang saksi itu memang dilihat dari kebutuhan penyidik.
01:35Tetapi menurut pengamat politik Rai Rangkuti, KPK dinilai tak punya taji untuk mengusut kasus besar.
01:41Baik secara nilai korupsi maupun pelakunya orang besar.
01:45Rai juga menyayangkan Presiden tidak segera mencopot Nusron dari jabatannya untuk menjalani proses hukum.
01:52Selama dua tahun terakhir ini KPK hanya menangkap orang-orang yang dananya kecil dan atau pelakunya kecil.
02:00Oleh karena mereka tidak terbiasa menangani kasus-kasus besar, misalnya berbanding dengan kejaksaan,
02:06maka prosesnya kita lihat sangat lambat dan sangat bertele-tele.
02:10Dalam penyidikan ada Presiden di belakang dia, ada Ketua Golkar di belakang dia.
02:14Tapi apakah keduduannya menghalangi proses hukum?
02:18Saya tidak percaya keduduannya menghalangi proses hukum.
02:21Meskipun dalam hal ini misalnya juga saya menyesalkan mengapa Pak Presiden
02:26belum juga mencopot Sudara Nusron sebagai menteri.
02:31Nah kenapa saya percaya kedua tokoh ini tidak berada di belakangnya?
02:35Karena kalau dibiarkan kasusnya begini, ini tidak menguntungkan sama sekali
02:41baik kepada Presiden maupun kepada Golkar.
02:46Sementara menurut kader Partai Golkar, David Pajung,
02:49partainya menjunjung asas Praduga tak bersalah.
02:52Sehingga keterlibatan Nusron dalam kasus ini perlu diuji.
02:57Golkar itu menghargai proses yang segerang berlangsung.
03:00Karena di situ hanya menyebut saja bahwa ini kan anak buah dia kan,
03:04yang kemarin OTT itu, sebagian besar anak buah dia.
03:07Dalam konteks kalau dibilang itu ada kader Golkar yang dua orang itu,
03:12kemudian bagian dari struktur pemerintahan di kementeriannya.
03:17Kan itu aja sebenarnya. Apakah menteri terlibat apa enggak?
03:19Kan itu perlu diuji.
03:21Jadi Golkar menyerahkan itu pada proses.
03:24Kasus suap HGB di kementerian ATR BPN menjadi sorotan.
03:27Karena bukti korupsi OTT yang berhasil di sita KPK mencapai lebih dari 106 miliar rupiah.
03:33Barang bukti ini menjadi yang terbesar dalam sejarah KPK.

Dianjurkan