00:27Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
00:35SDSMP Negeri Tiga Satap Moro menjadi satu-satunya sekolah di Dusun Setonggeng.
00:40Di tengah segala keterbatasan, anak-anak desa Selatmi melanjutkan langkah pendidikan mereka.
00:48Bahkan jaringan listrik pun belum sepenuhnya menjangkau sekolah.
00:53Aktivitas belajar yang butuh aliran listrik masih mengandalkan genset berbahan bakar solar.
01:05Ketika listrik terhubung, suasana kelas jadi berbeda.
01:10Proses belajar-mengajar pun lebih berwarna.
01:12Dengan memanfaatkan perangkat digital, guru dan murid bisa mengakses internet.
01:18Seperti yang dilakukan Hanif, guru mata pelajaran IPA.
01:22Ia mengajak siswa belajar, tak hanya dari buku dan papan tulis.
01:28Silahkan ke depan dan membawa catatannya, ada informasi penting.
01:32Bertahun-tahun mengajar, Hanif awalnya terbiasa menyiapkan bahan ajar seadanya.
01:38Namun kini, akses internet membuatnya lebih mudah menjangkau berbagai referensi,
01:44menelusuri materi pembelajaran, hingga mengembangkan bahan ajar yang lebih beragam.
01:50Di IPA itu banyak sekali yang harus divisualisasikan, karena tidak ada.
01:56Misalnya di dalam organ tubuh kita, itu harus kita jelaskan.
02:00Terus ada mata pelajaran kimia yang harus kita bahas.
02:04Nah, biasanya pada saat itu, saya cuma menyuruh para siswa untuk melihat buku dari gambar.
02:11Nah, dari adanya bakti aksi dan papan pintar tersebut,
02:14mempermudah pembelajaran dan membuat anak asik dalam pembelajaran.
02:18Seperti misalnya, menteridikan bentuk-bentuk organ dan sebagainya.
02:24Terus kita bisa mencari contoh di hal-hal lain untuk menjelaskan ke anak.
02:29Jadi, kadang anak itu menunggu momen kita belajar menggunakan internet.
02:36Tak hanya di dalam ruang kelas, manfaat akses internet juga dirasakan para guru di luar kelas.
02:42Karena sistem kita juga harus pakai internet, seperti absen online,
02:48terus ada rapor dan sebagainya, kita membutuhkan internet.
02:52Para guru itu banyak ada tugas online, seperti Zoom meeting dan sebagainya, meeting dari laptop.
02:58Nah, itu biasanya guru pergi ke hutan atau seberang desa.
03:02Bahkan paling minimalis, guru pada ke pelabuhan untuk mencari sinyal.
03:07Masuknya bakti aksi di sini sangat membantu para guru untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.
03:15Antusiasme yang sama juga dirasakan murid-murid SMP Negeri 3 Satap Moro.
03:21Tadi belajar tentang organ tubuh, otak, belajar pakai papan notif lebih seru.
03:28Dari bandingkan ke depan pakai papan tulis, pakai internet juga lebih mudah, terjawaban.
03:37Senang, karena semuanya kayak berubah gitu.
03:43Yang pakai papan ini senangnya bisa main-main quiz.
03:48Kalau pakai papan, kita banyak menyatat.
03:51Kalau pakai internet ini, kita banyak mengingatkan.
03:57Kepala Sekolah SMP 3 Satap Moro berharap,
04:00agar tak hanya fasilitas internet yang diperkuat di sekolahnya.
04:04Kami berharap juga dari pihak tertentu yang terkait,
04:09yang memberikan seperti berpelatihan atau kegiatan untuk para guru, kemudian siswa.
04:15Tapi yang lebih utamanya, kalau di sekolah kami ini,
04:18yang pertama sekali itu yang membantu ya,
04:24pembelajaran secara digitalnya,
04:27yaitu tadi penambahan gawe atau seperti perangkat pembelajaran yang menggunakan IT.
04:34Kehadiran internet di dunia pendidikan menjadi jembatan untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan.
04:41Namun, kesenjangan geografis yang dihadapi daerah 3T
04:45membuat pemerataan akses komunikasi dan internet amat menantang.
04:50Harapan kami tadi, saya bilang, bukan hanya sekedar internet,
04:55tapi meningkatkan kualitas pendidikan mereka,
04:59akses pelayanan kesehatan, dan lain-lain menurut kami.
05:02Kemudian, tinggal nanti itu yang akses BTS ke rumah-rumah,
05:09atau ke pulau-pulau, mungkin itu yang perlu kita perkuat lagi.
05:12Nah, memang salah satu persoalan kami ada beberapa di daerah 3T itu,
05:19akses listriknya agak susah.
05:21Hanya 12-14 atau 16 jam.
05:27Memang elektrifikasi kautin karimun di pusat Ibu Kota Kecamatan 100%,
05:32tetapi kecamatan nanti desanya pulau,
05:37nanti desa itu ada dusun, dusunnya pulau lagi.
05:40Nah, itu jadi persoalan kita.
05:42Mungkin tantangan kita adalah tentang listrik sebenarnya.
05:45Dan kami berharap mungkin dengan metode,
05:50apakah nanti pemerintah bantu dengan,
05:52contohnya dapat menggunakan listrik, menggunakan solar cell misalnya,
05:57sehingga bisa 24 jam diakses oleh masyarakat,
06:01dan seperti itu.
06:03Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah
06:07jadi kunci agar akses telekomunikasi dapat menjangkau tanpa sekat.
06:14Kalau saat ini, target utama kami sampai 2026-2027
06:19itu adalah peningkatan kualitas layanan.
06:22Peningkatan kualitas layanan,
06:25biasanya yang paling mudahnya kita ukur dari kapasitas,
06:27dari berapa MBPS menjadi berapa MBPS satu.
06:31Yang kedua, kami akan melakukan beberapa migrasi teknologi.
06:36Persoalan listrik ini menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian secara komprehensif.
06:42Tetapi, Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan beberapa wilayah,
06:48terutama yang terkait dengan sinyal pedesaan itu,
06:51dengan menggabungkan backhaul satelit,
06:55dan juga untuk elektrisiti kita memanfaatkan solar panel.
06:59Nah, jadi kita lakukan secara off-grid,
07:02karena masyarakat tidak bisa lagi menunggu.
07:08Kadang Pak Nasrin telpon,
07:10ataupun WA,
07:11Bu, antar besok ada tamu dari Selangur,
07:14dari Malaka gitu kan,
07:15jadi tolong Bu, di restok produknya.
07:25Sebagai daerah kepulauan,
07:27Kabupaten Karimun terdiri dari ratusan pulau,
07:30baik yang berpenghuni maupun tanpa penghuni.
07:33Pulau-pulau yang terpisah laut,
07:35menjadi tantangan dalam membangun dan menghubungkan setiap wilayah.
07:40Di wilayah seperti Selatmi,
07:41konektivitas internet diperkuat lewat pembangunan BTS 4G.
07:46Tanjung Balai Karimun,
07:48Palaparing Barat,
07:49hadir sebagai pendukung tulang punggung telekomunikasi nasional.
07:54Kabel Laut Serat Optik,
07:55menghubungkan Tanjung Balai Karimun dengan sejumlah wilayah,
07:59mulai dari Dumai,
08:00Bengkalis,
08:01Siak,
08:02Tebing Tinggi,
08:03Tanjung Bemban Batam,
08:05hingga Tarempa dan Ranai.
08:11Warjila,
08:12perempuan berusia 69 tahun ini,
08:14secara tak langsung turut merasakan manfaat dari konektivitas di Tanjung Balai Karimun.
08:20Usaha dendeng daun singkong yang ia rintis,
08:23kini bisa menjangkau pasar lebih luas,
08:25meski ia awam teknologi.
08:28Mungkin ibu udah,
08:29karena usia udah sepuh,
08:30itu karena gapsek kan mbak ya,
08:32istilahnya kurang paham kalau untuk digital ini kan mbak,
08:35kalau seusia ibu mungkin udah ada yang gak bisa,
08:37bisa ya pun cuma terima aja.
08:40Dari dapur rumahannya,
08:42dendeng daun singkong yang telah ia produksi selama 12 tahun,
08:46kini menjadi salah satu buah tangan para pelancong yang singgah di Tanjung Balai Karimun.
08:52Semua berawal dari komunikasi sederhana via telepon.
08:55Kadang Pak Nasrin telepon,
08:57ataupun WA,
08:58dan juga ibu kadang menanyakan,
09:00bagaimana Pak produk aman gitu kan,
09:03nah gitu jadi Pak Nasrin langsung konfirmasi,
09:05oh bu, antar besok ada tamu dari Selangor, dari Malaka gitu kan,
09:09jadi tolong bu di restock produknya.
09:13Akses komunikasi menjadi jembatan bagi pengelola gerai kostal,
09:17seperti Nazarudin,
09:19untuk memperluas penjualan produk UMKM lokal.
09:22Gerai oleh-oleh di pesisir Tanjung Balai Karimun ini,
09:25menampung berbagai produk UMKM dari berbagai pulau di Kabupaten Karimun.
09:31Dendeng Daun Singkong milik Warjilah salah satunya.
09:35Dukungan akses komunikasi dan internet,
09:38memudahkan koordinasi antara pelaku usaha dan gerai,
09:41sehingga distribusi produk berjalan lebih efektif.
09:45Ya, Alhamdulillah.
09:46Jadi dengan 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun ini,
09:50memang kita ketahui banyak pulau-pulau ya.
09:52Jadi saya dapat informasi dari teman-teman pelaku usaha ini,
09:55dari dinas terkait juga,
09:57bahwa di kecamatan ini ada produk ini,
10:00ini, ini, dan ini.
10:01Akhirnya saya rangkul.
10:02Saya rangkul, saya promosikan.
10:04Nah, inilah tepat sasaran wadah terbesar di Kabupaten Karimun
10:07yang ada di Gerai Kostal ini.
10:09Nah, beginilah sekarang adanya.
10:11Sudah ada kemajuan
10:13membantu perekonomian keluarga di pulau-pulau terkecil.
10:18Tidak hanya mengandalkan promosi di toko fisik,
10:21Gerai ini juga memanfaatkan media sosial
10:24untuk memperkenalkan bermacam produk UMKM Tanjung Balai Karimun.
10:28Kemudianlah, dengan terbantunya sosmed internet yang saya gunakan ini,
10:33seperti Facebook, IG, atau TikTok.
10:38Makanya mereka tahu di Gerai Kostal ini dari internet saya, gitu.
10:41Tinggal menuliskan oleh-oleh kaskarimun di mana, gitu.
10:46Akhirnya inilah tempatnya, gitu, wadahnya di sini, gitu.
10:49Di situlah tiga yang saya gunakan sosmed ini
10:52menjadi Gerai Kostal ini dikenali seluruh macanegara.
10:58Konektivitas membuka akses lebih luas dan berdampak
11:02menggerakkan roda ekonomi rakyat
11:04dan meningkatkan kualitas hidup warga daerah terluar Indonesia.
11:11Palaparing Barat jadi tulang punggung
11:14konektivitas telekomunikasi di Tanjung Balai Karimun.
11:18Infrastruktur ini mendukung penyaluran jaringan
11:21agar provider seluler bisa menjangkau masyarakat di wilayah ini.
11:26Jadi kurang lebih fungsi dari Palaparing Barat
11:29kami bisa analogikan seperti jalan tol,
11:32di mana Palaparing Barat adalah jalan tolnya.
11:34Nanti isi dari jalan tol itu diisi oleh tenan atau operator-operator
11:41yang membutuhkan jalur data.
11:43Kemudian tenan tersebut yang akan mendistribusikan data itu
11:47atau jalur data itu langsung ke warga
11:50atau masyarakat yang ada di area Karimun.
11:53Sehingga dampak dari adanya Palaparing Barat itu
11:56bisa langsung dirasakan oleh masyarakat
11:59karena masyarakat bisa langsung menggunakan akses internet
12:02baik itu ke area Batam maupun ke area yang lain di belahan dunia
12:06menggunakan jalur yang sudah disediakan oleh Palaparing Barat.
12:10Sebagai backbone jaringan, infrastruktur Palaparing Barat
12:15tidak hanya dibangun.
12:17Perawatan dan pemantauan intensif dibutuhkan
12:20untuk memastikan jaringan tetap berfungsi
12:22dan layanan telekomunikasi terus berjalan optimal.
12:28Ini sebenarnya common ya di dunia telekomunikasi
12:31di mana di setiap NOC itu ada sistem yang namanya
12:35NMS atau Network Monitoring System.
12:37Itu yang dipantau 24 jam oleh pusat biasanya dari Jakarta.
12:42Nah kurang lebihnya ketika ada gangguan
12:45karena di Jakarta monitoring 24 jam
12:48secara otomatis ketika ada alarm
12:50teman-teman dari Jakarta akan menginformasikan ke masing-masing NOC
12:54bahwa ini ada gangguan
12:56kemudian gangguannya itu kurang lebihnya apa
12:59teman-teman NOC sudah tahu nih
13:00misalnya ada kabel putus gitu ya
13:02Jadi respon dari NOC sampai kami melakukan aksion
13:06harusnya dalam hitungan menit sudah bisa ketemu
13:09masalahnya ada di mana.
13:12Hadirnya Palaparing Barat menjadi salah satu wujud kehadiran negara
13:16meski berada di daerah terluar Indonesia
13:19konektivitas dirawat, diperkuat, dan terus dikembangkan.
13:23Di Batam, Kepulauan Riau
13:26terdapat salah satu bagian penting
13:28dari infrastruktur konektivitas digital Indonesia
13:31Stasiun Bumi Satria 1
13:34salah satu dari 11 stasiun bumi
13:37yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia
13:39mengendalikan satelit Satria 1
13:42memperkuat jaringan internet dan layanan digital
13:45di 150 ribu titik
13:46terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.
13:52Sejak 2025 sampai 2026
13:55kapasitas Satria yang kami dedikasikan
13:58satu lokasi itu awalnya 4 MBPS
14:01dengan pertumbuhan yang semakin meningkat
14:03dan permintaan masyarakat yang semakin banyak
14:06saat ini baseline-nya sudah 20 MBPS
14:09jadi kita mulai bergeser dari sekedar ketersediaan akses
14:14tetapi kita akan bergeser kepada
14:16bagaimana akses ini bermakna atau meaningful connectivity
14:20dan memberikan manfaat kepada aktivitas masyarakat
14:25dimanapun akses dari pemerintah ini dibangun
14:29berbagai upaya telah dilakukan
14:32untuk membangun infrastruktur
14:34dan memperluas konektivitas internet di penjuru negeri
14:38kini penguatan sumber daya manusia
14:42juga tidak kalah penting
14:44agar kemajuan teknologi jalan beriringan
14:47dengan kualitas masyarakat Indonesia
14:49yang terus meningkat
15:02selamat menikmati
15:05Terima kasih telah menonton!