Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kehadiran akses internet mulai membawa perubahan bagi masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Konektivitas digital membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di SD-SMP Negeri 3 Satap Moro, Dusun Setonggeng, Desa Selat Mie, akses internet membantu guru mengembangkan bahan ajar yang lebih interaktif. Sebelumnya, keterbatasan jaringan listrik dan internet membuat kegiatan belajar masih mengandalkan buku serta papan tulis. Kini, guru dan siswa dapat memanfaatkan perangkat digital untuk mengakses berbagai materi pembelajaran.

Internet juga membantu guru menyelesaikan tugas administrasi dan mengikuti kegiatan daring. Meski demikian, keterbatasan listrik dan kondisi geografis wilayah kepulauan masih menjadi tantangan pemerataan konektivitas.

Manfaat serupa dirasakan pelaku UMKM. Warjilah, produsen dendeng daun singkong yang telah menjalankan usahanya selama 12 tahun, kini dapat menjangkau pasar lebih luas melalui komunikasi dengan gerai oleh-oleh di Tanjung Balai Karimun. Gerai tersebut juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk UMKM dari berbagai pulau.

Pemerataan akses internet didukung infrastruktur Palapa Ring Barat dan Satelit SATRIA-1. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperluas layanan telekomunikasi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Ke depan, peningkatan kualitas jaringan dan dukungan infrastruktur listrik diharapkan dapat memperkuat manfaat konektivitas digital bagi pendidikan, perekonomian, dan kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan.

#internet #pulau #kepri #umkm

Baca Juga Kampung Internet Komdigi Permudah Akses Pembelajaran di Sekolah Lombok | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/696992/kampung-internet-komdigi-permudah-akses-pembelajaran-di-sekolah-lombok-sapa-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697803/internet-buka-akses-pendidikan-dan-ekonomi-bagi-warga-kepulauan-karimun-di-kepri-jurnal-indonesia
Transkrip
00:27Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
00:35SDSMP Negeri Tiga Satap Moro menjadi satu-satunya sekolah di Dusun Setonggeng.
00:40Di tengah segala keterbatasan, anak-anak desa Selatmi melanjutkan langkah pendidikan mereka.
00:48Bahkan jaringan listrik pun belum sepenuhnya menjangkau sekolah.
00:53Aktivitas belajar yang butuh aliran listrik masih mengandalkan genset berbahan bakar solar.
01:05Ketika listrik terhubung, suasana kelas jadi berbeda.
01:10Proses belajar-mengajar pun lebih berwarna.
01:12Dengan memanfaatkan perangkat digital, guru dan murid bisa mengakses internet.
01:18Seperti yang dilakukan Hanif, guru mata pelajaran IPA.
01:22Ia mengajak siswa belajar, tak hanya dari buku dan papan tulis.
01:28Silahkan ke depan dan membawa catatannya, ada informasi penting.
01:32Bertahun-tahun mengajar, Hanif awalnya terbiasa menyiapkan bahan ajar seadanya.
01:38Namun kini, akses internet membuatnya lebih mudah menjangkau berbagai referensi,
01:44menelusuri materi pembelajaran, hingga mengembangkan bahan ajar yang lebih beragam.
01:50Di IPA itu banyak sekali yang harus divisualisasikan, karena tidak ada.
01:56Misalnya di dalam organ tubuh kita, itu harus kita jelaskan.
02:00Terus ada mata pelajaran kimia yang harus kita bahas.
02:04Nah, biasanya pada saat itu, saya cuma menyuruh para siswa untuk melihat buku dari gambar.
02:11Nah, dari adanya bakti aksi dan papan pintar tersebut,
02:14mempermudah pembelajaran dan membuat anak asik dalam pembelajaran.
02:18Seperti misalnya, menteridikan bentuk-bentuk organ dan sebagainya.
02:24Terus kita bisa mencari contoh di hal-hal lain untuk menjelaskan ke anak.
02:29Jadi, kadang anak itu menunggu momen kita belajar menggunakan internet.
02:36Tak hanya di dalam ruang kelas, manfaat akses internet juga dirasakan para guru di luar kelas.
02:42Karena sistem kita juga harus pakai internet, seperti absen online,
02:48terus ada rapor dan sebagainya, kita membutuhkan internet.
02:52Para guru itu banyak ada tugas online, seperti Zoom meeting dan sebagainya, meeting dari laptop.
02:58Nah, itu biasanya guru pergi ke hutan atau seberang desa.
03:02Bahkan paling minimalis, guru pada ke pelabuhan untuk mencari sinyal.
03:07Masuknya bakti aksi di sini sangat membantu para guru untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.
03:15Antusiasme yang sama juga dirasakan murid-murid SMP Negeri 3 Satap Moro.
03:21Tadi belajar tentang organ tubuh, otak, belajar pakai papan notif lebih seru.
03:28Dari bandingkan ke depan pakai papan tulis, pakai internet juga lebih mudah, terjawaban.
03:37Senang, karena semuanya kayak berubah gitu.
03:43Yang pakai papan ini senangnya bisa main-main quiz.
03:48Kalau pakai papan, kita banyak menyatat.
03:51Kalau pakai internet ini, kita banyak mengingatkan.
03:57Kepala Sekolah SMP 3 Satap Moro berharap,
04:00agar tak hanya fasilitas internet yang diperkuat di sekolahnya.
04:04Kami berharap juga dari pihak tertentu yang terkait,
04:09yang memberikan seperti berpelatihan atau kegiatan untuk para guru, kemudian siswa.
04:15Tapi yang lebih utamanya, kalau di sekolah kami ini,
04:18yang pertama sekali itu yang membantu ya,
04:24pembelajaran secara digitalnya,
04:27yaitu tadi penambahan gawe atau seperti perangkat pembelajaran yang menggunakan IT.
04:34Kehadiran internet di dunia pendidikan menjadi jembatan untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan.
04:41Namun, kesenjangan geografis yang dihadapi daerah 3T
04:45membuat pemerataan akses komunikasi dan internet amat menantang.
04:50Harapan kami tadi, saya bilang, bukan hanya sekedar internet,
04:55tapi meningkatkan kualitas pendidikan mereka,
04:59akses pelayanan kesehatan, dan lain-lain menurut kami.
05:02Kemudian, tinggal nanti itu yang akses BTS ke rumah-rumah,
05:09atau ke pulau-pulau, mungkin itu yang perlu kita perkuat lagi.
05:12Nah, memang salah satu persoalan kami ada beberapa di daerah 3T itu,
05:19akses listriknya agak susah.
05:21Hanya 12-14 atau 16 jam.
05:27Memang elektrifikasi kautin karimun di pusat Ibu Kota Kecamatan 100%,
05:32tetapi kecamatan nanti desanya pulau,
05:37nanti desa itu ada dusun, dusunnya pulau lagi.
05:40Nah, itu jadi persoalan kita.
05:42Mungkin tantangan kita adalah tentang listrik sebenarnya.
05:45Dan kami berharap mungkin dengan metode,
05:50apakah nanti pemerintah bantu dengan,
05:52contohnya dapat menggunakan listrik, menggunakan solar cell misalnya,
05:57sehingga bisa 24 jam diakses oleh masyarakat,
06:01dan seperti itu.
06:03Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah
06:07jadi kunci agar akses telekomunikasi dapat menjangkau tanpa sekat.
06:14Kalau saat ini, target utama kami sampai 2026-2027
06:19itu adalah peningkatan kualitas layanan.
06:22Peningkatan kualitas layanan,
06:25biasanya yang paling mudahnya kita ukur dari kapasitas,
06:27dari berapa MBPS menjadi berapa MBPS satu.
06:31Yang kedua, kami akan melakukan beberapa migrasi teknologi.
06:36Persoalan listrik ini menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian secara komprehensif.
06:42Tetapi, Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan beberapa wilayah,
06:48terutama yang terkait dengan sinyal pedesaan itu,
06:51dengan menggabungkan backhaul satelit,
06:55dan juga untuk elektrisiti kita memanfaatkan solar panel.
06:59Nah, jadi kita lakukan secara off-grid,
07:02karena masyarakat tidak bisa lagi menunggu.
07:08Kadang Pak Nasrin telpon,
07:10ataupun WA,
07:11Bu, antar besok ada tamu dari Selangur,
07:14dari Malaka gitu kan,
07:15jadi tolong Bu, di restok produknya.
07:25Sebagai daerah kepulauan,
07:27Kabupaten Karimun terdiri dari ratusan pulau,
07:30baik yang berpenghuni maupun tanpa penghuni.
07:33Pulau-pulau yang terpisah laut,
07:35menjadi tantangan dalam membangun dan menghubungkan setiap wilayah.
07:40Di wilayah seperti Selatmi,
07:41konektivitas internet diperkuat lewat pembangunan BTS 4G.
07:46Tanjung Balai Karimun,
07:48Palaparing Barat,
07:49hadir sebagai pendukung tulang punggung telekomunikasi nasional.
07:54Kabel Laut Serat Optik,
07:55menghubungkan Tanjung Balai Karimun dengan sejumlah wilayah,
07:59mulai dari Dumai,
08:00Bengkalis,
08:01Siak,
08:02Tebing Tinggi,
08:03Tanjung Bemban Batam,
08:05hingga Tarempa dan Ranai.
08:11Warjila,
08:12perempuan berusia 69 tahun ini,
08:14secara tak langsung turut merasakan manfaat dari konektivitas di Tanjung Balai Karimun.
08:20Usaha dendeng daun singkong yang ia rintis,
08:23kini bisa menjangkau pasar lebih luas,
08:25meski ia awam teknologi.
08:28Mungkin ibu udah,
08:29karena usia udah sepuh,
08:30itu karena gapsek kan mbak ya,
08:32istilahnya kurang paham kalau untuk digital ini kan mbak,
08:35kalau seusia ibu mungkin udah ada yang gak bisa,
08:37bisa ya pun cuma terima aja.
08:40Dari dapur rumahannya,
08:42dendeng daun singkong yang telah ia produksi selama 12 tahun,
08:46kini menjadi salah satu buah tangan para pelancong yang singgah di Tanjung Balai Karimun.
08:52Semua berawal dari komunikasi sederhana via telepon.
08:55Kadang Pak Nasrin telepon,
08:57ataupun WA,
08:58dan juga ibu kadang menanyakan,
09:00bagaimana Pak produk aman gitu kan,
09:03nah gitu jadi Pak Nasrin langsung konfirmasi,
09:05oh bu, antar besok ada tamu dari Selangor, dari Malaka gitu kan,
09:09jadi tolong bu di restock produknya.
09:13Akses komunikasi menjadi jembatan bagi pengelola gerai kostal,
09:17seperti Nazarudin,
09:19untuk memperluas penjualan produk UMKM lokal.
09:22Gerai oleh-oleh di pesisir Tanjung Balai Karimun ini,
09:25menampung berbagai produk UMKM dari berbagai pulau di Kabupaten Karimun.
09:31Dendeng Daun Singkong milik Warjilah salah satunya.
09:35Dukungan akses komunikasi dan internet,
09:38memudahkan koordinasi antara pelaku usaha dan gerai,
09:41sehingga distribusi produk berjalan lebih efektif.
09:45Ya, Alhamdulillah.
09:46Jadi dengan 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun ini,
09:50memang kita ketahui banyak pulau-pulau ya.
09:52Jadi saya dapat informasi dari teman-teman pelaku usaha ini,
09:55dari dinas terkait juga,
09:57bahwa di kecamatan ini ada produk ini,
10:00ini, ini, dan ini.
10:01Akhirnya saya rangkul.
10:02Saya rangkul, saya promosikan.
10:04Nah, inilah tepat sasaran wadah terbesar di Kabupaten Karimun
10:07yang ada di Gerai Kostal ini.
10:09Nah, beginilah sekarang adanya.
10:11Sudah ada kemajuan
10:13membantu perekonomian keluarga di pulau-pulau terkecil.
10:18Tidak hanya mengandalkan promosi di toko fisik,
10:21Gerai ini juga memanfaatkan media sosial
10:24untuk memperkenalkan bermacam produk UMKM Tanjung Balai Karimun.
10:28Kemudianlah, dengan terbantunya sosmed internet yang saya gunakan ini,
10:33seperti Facebook, IG, atau TikTok.
10:38Makanya mereka tahu di Gerai Kostal ini dari internet saya, gitu.
10:41Tinggal menuliskan oleh-oleh kaskarimun di mana, gitu.
10:46Akhirnya inilah tempatnya, gitu, wadahnya di sini, gitu.
10:49Di situlah tiga yang saya gunakan sosmed ini
10:52menjadi Gerai Kostal ini dikenali seluruh macanegara.
10:58Konektivitas membuka akses lebih luas dan berdampak
11:02menggerakkan roda ekonomi rakyat
11:04dan meningkatkan kualitas hidup warga daerah terluar Indonesia.
11:11Palaparing Barat jadi tulang punggung
11:14konektivitas telekomunikasi di Tanjung Balai Karimun.
11:18Infrastruktur ini mendukung penyaluran jaringan
11:21agar provider seluler bisa menjangkau masyarakat di wilayah ini.
11:26Jadi kurang lebih fungsi dari Palaparing Barat
11:29kami bisa analogikan seperti jalan tol,
11:32di mana Palaparing Barat adalah jalan tolnya.
11:34Nanti isi dari jalan tol itu diisi oleh tenan atau operator-operator
11:41yang membutuhkan jalur data.
11:43Kemudian tenan tersebut yang akan mendistribusikan data itu
11:47atau jalur data itu langsung ke warga
11:50atau masyarakat yang ada di area Karimun.
11:53Sehingga dampak dari adanya Palaparing Barat itu
11:56bisa langsung dirasakan oleh masyarakat
11:59karena masyarakat bisa langsung menggunakan akses internet
12:02baik itu ke area Batam maupun ke area yang lain di belahan dunia
12:06menggunakan jalur yang sudah disediakan oleh Palaparing Barat.
12:10Sebagai backbone jaringan, infrastruktur Palaparing Barat
12:15tidak hanya dibangun.
12:17Perawatan dan pemantauan intensif dibutuhkan
12:20untuk memastikan jaringan tetap berfungsi
12:22dan layanan telekomunikasi terus berjalan optimal.
12:28Ini sebenarnya common ya di dunia telekomunikasi
12:31di mana di setiap NOC itu ada sistem yang namanya
12:35NMS atau Network Monitoring System.
12:37Itu yang dipantau 24 jam oleh pusat biasanya dari Jakarta.
12:42Nah kurang lebihnya ketika ada gangguan
12:45karena di Jakarta monitoring 24 jam
12:48secara otomatis ketika ada alarm
12:50teman-teman dari Jakarta akan menginformasikan ke masing-masing NOC
12:54bahwa ini ada gangguan
12:56kemudian gangguannya itu kurang lebihnya apa
12:59teman-teman NOC sudah tahu nih
13:00misalnya ada kabel putus gitu ya
13:02Jadi respon dari NOC sampai kami melakukan aksion
13:06harusnya dalam hitungan menit sudah bisa ketemu
13:09masalahnya ada di mana.
13:12Hadirnya Palaparing Barat menjadi salah satu wujud kehadiran negara
13:16meski berada di daerah terluar Indonesia
13:19konektivitas dirawat, diperkuat, dan terus dikembangkan.
13:23Di Batam, Kepulauan Riau
13:26terdapat salah satu bagian penting
13:28dari infrastruktur konektivitas digital Indonesia
13:31Stasiun Bumi Satria 1
13:34salah satu dari 11 stasiun bumi
13:37yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia
13:39mengendalikan satelit Satria 1
13:42memperkuat jaringan internet dan layanan digital
13:45di 150 ribu titik
13:46terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.
13:52Sejak 2025 sampai 2026
13:55kapasitas Satria yang kami dedikasikan
13:58satu lokasi itu awalnya 4 MBPS
14:01dengan pertumbuhan yang semakin meningkat
14:03dan permintaan masyarakat yang semakin banyak
14:06saat ini baseline-nya sudah 20 MBPS
14:09jadi kita mulai bergeser dari sekedar ketersediaan akses
14:14tetapi kita akan bergeser kepada
14:16bagaimana akses ini bermakna atau meaningful connectivity
14:20dan memberikan manfaat kepada aktivitas masyarakat
14:25dimanapun akses dari pemerintah ini dibangun
14:29berbagai upaya telah dilakukan
14:32untuk membangun infrastruktur
14:34dan memperluas konektivitas internet di penjuru negeri
14:38kini penguatan sumber daya manusia
14:42juga tidak kalah penting
14:44agar kemajuan teknologi jalan beriringan
14:47dengan kualitas masyarakat Indonesia
14:49yang terus meningkat
15:02selamat menikmati
15:05Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan