Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Bagaimana seekor merpati bisa menemukan jalan pulang dari ratusan bahkan ribuan kilometer, padahal ia belum pernah melewati rute itu sebelumnya? Video ini membongkar lima kompas rahasia yang tersembunyi di tubuh merpati. Kita telusuri kompas matahari yang dikoreksi jam biologis lewat percobaan cermin Gustav Kramer dan Klaus Schmidt-Koenig, kompas magnetik dari mineral magnetite dan protein cryptochrome yang dibuktikan lewat magnet kecil William Keeton di Cornell University, peta bau yang ditulis angin dari percobaan Floriano Papi dan Hans Wallraff, petunjuk visual, hingga suara infrasonik dari deburan samudra. Di bagian akhir kita temukan titik lemah sistem secanggih ini, yaitu gangguan elektromagnetik buatan manusia, dan pelajaran apa yang bisa dipetik untuk teknologi navigasi masa depan. Disampaikan dengan gaya santai seperti cerita teman, penuh analogi sehari-hari, cocok untuk kamu yang penasaran dengan keajaiban sains di sekitar kita. Kalau video ini membuatmu kagum, tekan like, tulis pendapatmu di kolom komentar, dan subscribe agar tidak ketinggalan cerita sains berikutnya.
Transkrip
00:00Seekor merpati dilepas di kota yang belum pernah ia datangi.
00:04Jaraknya 400 km dari rumahnya,
00:07tiga hari kemudian burung itu mendarat tepat di atap kandangnya.
00:11Ini bukan dongeng karena balapan merpati jarak jauh rutin menempuh hingga seribu kilometer
00:16dan sudah didokumentasikan peneliti selama puluhan tahun.
00:20Lalu bagaimana caranya? Padahal ia belum pernah melewati rute itu,
00:24hari ini kita bongkar lima kompas rahasia di tubuh seekor merpati.
00:30Padahal otaknya hanya sebesar kacang tanah,
00:32tapi ia menyimpan peta magnetik seluas ratusan kilometer.
00:37Selama puluhan tahun ilmuwan mengira merpati pulang hanya dengan menghafal jalan.
00:41Tapi sebuah percobaan sederhana meruntuhkan dugaan itu.
00:45Pada tahun 1970-an, William Keaton menempelkan magnet kecil di punggung merpati
00:52lalu melepaskannya saat langit berawan dan burung-burung itu tersesat tidak tahu arah.
00:57Para peneliti di Cornell University menyimpan sebuah magnet kecil sebesar kuku
01:02yang dulu ditempel di punggung seekor merpati
01:05dan magnet mungil itulah yang membuktikan merpati merasakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan manusia.
01:12Padahal alatnya semurah magnet kulkas,
01:15tapi cukup membuat seekor merpati kehilangan arah.
01:18Jauh sebelum magnet itu, ada misteri lain yang lebih dulu membingungkan ilmuwan.
01:23Pada tahun 1950-an, Gustav Kramer lewat percobaan cerminnya
01:29membuktikan burung bisa menjadikan matahari sebagai kompas.
01:33Lalu Klaus Schmidt-Koenig menggeser jam biologis merpati beberapa jam lebih cepat
01:38dan merpati salah arah dengan sudut yang persis mengikuti pergeseran jamnya.
01:42Artinya merpati membaca matahari sekaligus mengoreksi posisinya dengan jam internal di tubuhnya.
01:50Seekor merpati pada dasarnya membawa jam matahari dan jam tangan sekaligus di dalam kepalanya.
01:57Kompas pertama merpati adalah medan magnet bumi.
02:00Kekuatannya hanya sekitar 1 perseratus dari magnet kulkas.
02:04Saking lemahnya, manusia tidak bisa merasakannya sama sekali,
02:07tapi merpati merasakannya dengan jelas.
02:10Di paru atas merpati ada butiran magnetitet,
02:14yaitu mineral besi yang bergetar mengikuti arah medan magnet.
02:17Di matanya ada protein bernama kriptokrom,
02:20yaitu protein peka, peka cahaya yang bereaksi terhadap medan magnet,
02:24sehingga merpati diduga bisa melihat medan magnet sebagai pola cahaya samar.
02:29Sudut medan magnet pun tidak sama di semua tempat.
02:330 derajat di Khatulistiwa, 90 derajat di Kutub.
02:36Perbedaan sudut itu memberi tahu merpati seberapa jauh ia dari utara atau selatan,
02:41persis seperti garis lintang pada peta.
02:45Saat langit berawan, kompas matahari mati,
02:48dan magnet kecil di punggung merpati mengacaukan satu-satunya kompas cadangan yang tersisa.
02:53Kompas kedua merpati justru ada di hidungnya.
02:56Pada tahun 1970-an, Floriano Papi menutup lubang hidung merpati dengan kapas
03:03selalu melepaskannya di tempat asing,
03:05dan merpati-merpati itu tidak bisa menentukan arah pulang.
03:09Artinya, merpati membaca peta dari bau.
03:13Di kandangnya, merpati belajar bahwa angin dari utara selalu membawa bau tertentu,
03:18misalnya bau laut atau bau hutan.
03:20Ketika dilepas di tempat asing,
03:22bau yang terbawa angin memberi tahu dari arah mana ia berada jika dihitung dari rumahnya.
03:28Hans Wallraff membuktikan hal yang sama di Jerman dengan hasil yang konsisten.
03:33Merpati tidak menghafal jalan pulang, ia menciumnya.
03:37Kompas ketiga merpati adalah matanya sendiri.
03:40Saat sudah dekat rumah, merpati beralih ke petunjuk visual
03:44dan mengenali sungai, jalan raya, serta bentuk bangunan.
03:47Tapi ada satu indera lagi yang paling misterius.
03:51Merpati bisa mendengar infrasonik, yaitu suara berfrekuensi di bawah 20 Hz.
03:56Terlalu rendah untuk didengar telinga manusia,
03:59tapi cukup jelas bagi merpati.
04:02Suara itu berasal dari deburan ombak samudera dan gesekan angin di pegunungan,
04:06lalu merambat hingga ratusan kilometer.
04:09Para peneliti menduga merpati memakai suara-suara raksasa ini
04:13sebagai rambu jalan di langit.
04:15Lalu bagaimana semua kompas ini bekerja sama tanpa saling bertabrakan?
04:20Otak merpati memadukan semuanya seperti ponselmu
04:23yang menggabungkan penunjuk lokasi, sinyal wifi, dan kompas menjadi satu titik biru.
04:29Sekor merpati pada dasarnya membawa lima indera navigasi dalam satu kepala.
04:35Para ilmuwan menyimpulkan navigasi merpati bekerja dalam dua langkah.
04:39Langkah pertama menentukan posisi, disinilah peta magnetik dan peta bau bekerja.
04:44Langkah kedua memilih arah, disinilah kompas matahari dan kompas magnetik mengambil alih.
04:50Seperti kamu yang membuka peta dulu untuk tahu posisimu baru menentukan blok kiri atau kanan.
04:56Merpati, balap bisa menempuh seribu kilometer dengan kecepatan rata-rata-rata 80 km per jam.
05:02Secepat mobil di jalan tol tanpa berhenti, tanpa bertanya arah pada siapapun.
05:07Dan sistem secanggih itu ternyata punya satu titik lemah yang justru dibuat oleh manusia.
05:14Ingat magne kecil dari Cornell University, benda mungil itulah yang membuktikan merpati merasakan medan magnet bumi.
05:22Dan justru disinilah kekhawatirannya.
05:24Medan magnet yang dibaca merpati sangat halus, sehingga mudah terganggu oleh kebaisingan elektromagnetik buatan manusia.
05:31Badai matahari yang kuat pernah membuat kawanan merpati balap tersesat massal.
05:37Menara pemancar dan kabel listrik tegangan tinggi juga diduga mengacaukan kompas mereka.
05:42Artinya teknologi yang memudahkan hidup manusia justru bisa membutakan lepas alami seekor burung.
05:48Merpati membuktikan navigasi presisi tidak butuh satelit, cukup indera yang peka, dan otak yang pandai memadukan sinyal.
05:56Sekor burung kecil baru saja mengajari manusia cara membaca planet ini tanpa satelit.
06:02Lain kali kamu melihat merpati bertengger di kabel listrik, ingatlah ada 5 kompas yang bekerja diam-diam di kepalanya yang
06:10kecil.
06:10Terima kasih sudah menyimak sampai akhir, semoga ada satu fakta yang menempel di kepalamu.
06:16Kalau video ini membuatmu kagum, tekan like dan bagikan ke temanmu.
06:21Tulis di komentar indera merpati mana yang paling membuatmu terkejut kompas matahari, kompas magnet, atau hidung pencium baunya.
06:29Jangan lupa subscribe biar tidak ketinggalan cerita berikutnya.
06:33Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:36Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan