Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kumbang badak mungkin terlihat seperti serangga biasa yang merangkak di tumpukan daun. Tapi di balik cangkangnya yang keras, ada sepasang tanduk yang menyimpan kekuatan luar biasa. Saat dua jantan bertarung memperebutkan wilayah, mereka saling menjatuhkan dengan kekuatan setara 8500 kali berat tubuhnya sendiri — angka yang bahkan mengalahkan kemampuan serangga yang dianggap paling kuat di dunia.

Dalam video ini kita akan membongkar bagaimana tanduk itu bekerja: dari pola serat kitin yang mirip serat karbon, hingga sudut 110 derajat di pangkal tanduk yang menjadi rahasia daya angkatnya. Ilmuwan dari Universitas Tokyo dan berbagai laboratorium robotika mempelajari struktur ini untuk membuat lengan robot yang lebih ringan namun lebih kuat.

Tonton sampai akhir untuk melihat satu ukuran pada tanduk ini yang masih belum bisa dijelaskan siapa pun.

#kumbangbadak #serangga #faktaalam

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Seekor kumbang berukuran sebesar jempol tangan mengangkat beban setara 8.500 kali berat tubuhnya sendiri.
00:07Bukan di laboratorium, bukan dengan alat bantu.
00:10Ini terjadi setiap malam ditumpukan daun dan batang pohon saat dua kumbang badak jantan saling menjatuhkan.
00:17Kalau ada manusia yang sanggup melakukan itu, dia bisa mengangkat truk kontainer penuh dengan satu tangan.
00:24Jadi bagaimana seekor kumbang bisa membangun mesin perang di kepalanya sendiri?
00:30Masalahnya begini, secara logika tanduk besar di kepala itu justru membebani kumbang.
00:36Makin besar tanduknya, makin berat tubuhnya, makin lambat geraknya, makin mudah dimangsah.
00:42Ini sudah jadi teka-teki ilama di kalangan peneliti serangga yang mengamati pertarungan kumbang badak di habitat aslinya.
00:49Dan ada satu sudut lengkungan pada pangkal tanduk yang sampai sekarang belum bisa dijelaskan mengapa harus 110 derajat dan bukan
00:57sudut lain.
00:58Sudah ada yang menjelaskan bentuk tanduknya, ada yang mengukur berat badannya, tapi angka yang satu itu masih menggantung tanpa jawaban.
01:08Masalah kedua, justru makin rumit kalau kamu lihat bahannya.
01:12Tanduk ini dibuat dari kitin.
01:14Kitin itu bahan dasar yang sama seperti cangkang serangga pada umumnya.
01:18Serat kitin di tanduk ini tersusun paralel seperti serat karbon pada bodi mobil balap.
01:23Tapi, kitin bukan baja.
01:26Kalau kamu pegang satu helai kitin kering, rasanya ringkih, seperti keripik yang gampang patah.
01:31Padahal tanduk kumbang badak dipakai untuk mendorong lawannya keluar dari cabang pohon.
01:38Menurut perkiraan para peneliti, dorongan yang harus ditahan tanduk itu bisa setara dengan menahan dorongan dua orang dewasa yang mendorong
01:46dari sisi berlawanan.
01:48Nah, disinilah keajaiban sebenarnya mulai terbuka.
01:52Tanduk ini bukan satu bongkah kitin yang solid.
01:55Tanduk ini punya banyak lapisan.
01:57Bukan cuma dua atau tiga lapis.
01:59Tapi puluhan lapisan tipis kitin yang saling bertumpuk dengan arah serat yang berbeda-beda.
02:05Kalau kamu pernah melihat kayu lapis atau plywood, kamu tahu bentuknya?
02:10Serat lapisan satu searah dari kiri ke kanan.
02:13Serat lapisan berikutnya searah dari atas ke bawah.
02:16Pola itu menyilang bergantian seperti anyaman.
02:20Dan pola menyilang inilah yang bikin tanduk tahan terhadap tekanan dari hampir semua arah.
02:25Kayu lapis yang tipis saja sudah jadi bahan andalan untuk melapisi bagian bawah kapal selama berabad-abad.
02:32Tapi tanduk kumbang badak melakukannya di skala mikroskopis dengan lapisan yang jauh lebih tipis dan jauh lebih rapat.
02:41Tapi lapisan itu baru sebagian cerita.
02:43Di bawah mikroskop elektron, peneliti menemukan bahwa setiap lapisan kitin punya ketebalan sekitar 1 sampai 3 mikrometer.
02:51Untuk bayangan, selai rambut manusia punya ketebalan sekitar 70 mikrometer.
02:57Jadi satu helai rambut-kambut itu setara dengan puluhan lapisan tanduk kumbang.
03:03Lapisan-lapisan yang sangat tipis itu menyimpan pori-pori mikroskopis di antara seratnya.
03:08Dan pori-pori itu bukan kecacatan.
03:11Pori-pori itu justru jadi peredam kejut alami.
03:14Ketika kumbang badak menanduk lawannya dengan dorongan mendadak, lapisan-lapisan itu bergeser sedikit satu sama lain.
03:22Geseran sekecil itu menyerap energi benturan seperti suspensi mobil yang meredam gonjangan jalanan berlubang.
03:29Hasilnya, tanduk tidak retak atau patah meski terkena, hentakan berulang kali.
03:35Sekarang soal bentuknya, tanduk ini tidak lurus ke atas.
03:38Tanduk ini melengkung ke depan membentuk huruf verbalik dengan sudut kira-kira 110 derajat di pangkalnya.
03:46Sudut itu bikin kumbang badak bisa mengaitkan tanduknya di bawah tubuh lawan lalu mengangkat ke atas.
03:53Prinsipnya persis seperti capit pengangkat bat barang di pelabuhan.
03:56Kalau capit itu terlalu lebar, barangnya lepas.
04:00Kalau terlalu sempit, barangnya tidak masuk.
04:03Dan 110 derajat ternyata posisi yang pas untuk menangkap lebar tubuh kumbang lawan.
04:09Peneliti yang mengamati puluhan pertarungan mencatat pola yang konsisten.
04:14Pemenang, pertarungan hampir selalu adalah kumbang yang lebih dulu berhasil mengaitkan tanduk di bawah lawan.
04:21Kecepatan mengangkat juga penting.
04:23Kumbang badak bisa mengangkat lawannya dalam waktu kurang dari satu detik.
04:28Lawan yang terangkat kehilangan pijakan dan jatuh ke bawah.
04:33Dan disinilah cerita ini berubah dari soal serangga menjadi soal masa depan teknologi.
04:38Seorang peneliti bernama Isamu Okumura dari Universitas Tokyo menjadikan tanduk kumbang badak sebagai obyek studi.
04:46Ia dan timnya memindai struktur tanduk itu lalu membandingkannya dengan desain lengan robot yang selama ini dibuat dari logam solid.
04:54Ternyata pola lapisan kitin yang menyilang itu jauh lebih efisien.
04:59Satu lengan robot yang mengikuti pola tanduk kumbang badak bisa dibuat 60% lebih ringan sambil tetap menahan tekanan yang
05:07sama.
05:08Sekarang laboratorium robotika di Jepang dan Eropa mulai memasukkan konsep lapisan kitin menyilang ini ke dalam materi prototip lengan untuk
05:17lini produksi pabrik.
05:19Jadi bukan cuma kumbang yang menang pertarungan.
05:22Tapi para insinyur juga mengambil pelajaran dari pertarungan itu.
05:26Kumbang badak dengan tanduk di kepalanya yang menahan 8.500 kali berat tubuhnya mengubah cara kita memikirkan kekuatan sebuah bahan.
05:36Satu pertanyaan yang masih menggantung, kenapa sudut pangkal tanduk harus 110 derajat dan bukan 100 atau 120?
05:45Sampai hari ini belum ada yang bisa menjelaskan angka itu secara pasti.
05:49Kalau kamu punya teori sendiri, tulis di komentar-tulis di komentar sudut berapa menurutmu yang paling ideal untuk menangkap lawan.
05:57Terima kasih sudah menonton sampai habis.
06:00Tekan like kalau cerita ini bikin kamu lihat serangga dengan cara berbeda dan subscribe biar tidak ketinggalan pembahasan berikutnya.
06:08Sampai ketemu lagi.

Dianjurkan