Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ignasius Jonan menyoroti kritik terbuka dari pihak Singapura dan Malaysia terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Ia menilai kritik dan ancaman yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial tidak akan menghasilkan solusi yang baik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurutnya, penanganan karhutla perlu dilakukan melalui kerja sama antar negara, terlebih ASEAN telah memiliki kerangka kerja ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang disepakati oleh negara-negara anggota.

Ignasius mendorong Indonesia, Singapura, dan Malaysia memperkuat kolaborasi untuk menangani karhutla, termasuk melalui pertukaran teknologi, kesiapan personel, serta penyelidikan bersama apabila terdapat dugaan unsur kesengajaan.

Ia juga menilai penyelesaian dan penerapan sanksi perlu dibahas secara adil melalui kerja sama.

Menurutnya, persoalan kabut asap lintas batas merupakan tantangan kawasan yang membutuhkan koordinasi bersama, bukan sekadar saling melontarkan kritik secara terbuka.



Produser: Prayogi Haro

Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697367/full-ignasius-jonan-soroti-kritik-singapura-malaysia-soal-karhutla-minta-kerja-sama-asean

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kenapa sekarang dilakukan kritik?
00:02Kenapa tidak saat-saat yang lalu?
00:04Karena banyak juga perusahaan,
00:06sebagian dimiliki oleh perusahaan yang didirikan di Singapura atau Malaysia.
00:09Jadi dari 98 kasus korporasi yang sedang kita dalami,
00:14ini ada keterlibatan pihak Asik.
00:19Mengkritik,
00:21apalagi secara terbuka di sosial media,
00:27apalagi juga melakukan ancaman secara terbuka,
00:32menurut saya tidak akan menghasilkan outcome yang baik.
00:38Baik dalam jangka pendek maupun jangka pendek.
00:41You need to treat them as an outcast in the region,
00:43bukan sangat Malaysia.
00:44Tetapi tekangan diplomatik daripada peringkat region ini sangat kuat.
00:48Kita bicara kebakaran hutan dan lahat.
00:52Apa yang disebut kahutlah.
00:55Singapura dan Malaysia melakukan kritik melalui para tokohnya.
01:01Padahal kita sudah memiliki framework
01:03ASEAN Agreement on Transboundary Haste Pollution
01:06yang diratifikasi atau ditanggatangani di Malaysia
01:09oleh 10 negara.
01:11Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN.
01:14Apakah Singapura atau Malaysia memiliki playbook yang berbeda?
01:19Ataukah hanya untuk bicara secara politis untuk melayani konstituannya?
01:24Saya pikir ini tidak akan menghasilkan solusi yang baik.
01:28Kalau ingin ini ditangani, ayo kerjasama.
01:33Setiap negara menurut saya harus memiliki peralatan,
01:40harus memiliki teknologi, dan harus memiliki personil yang cukup.
01:44Kalau menangani human trafficking bisa, menangani terorisme bisa bersama,
01:49menangani perdagangan obat bias bisa bersama.
01:52Kenapa ini tidak?
01:53Kok tiba-tiba mengkritik secara terbuka?
01:56Kalau ada unsur kesengajaan,
01:58coba dicari bersama,
02:00bekerja sama.
02:02Ayo tangani bersama.
02:03Kalau ingin dikenakan sanksi secara fair dan optimal,
02:06kita duduk bareng.
02:07Jadi selesaikan.
02:08Karena banyak juga perusahaan,
02:10itu juga ada yang listrik,
02:12kemungkinan listrik di Singapura atau di Malaysia.
02:15Atau sebagian dimiliki oleh perusahaan yang didirikan di Singapura atau Malaysia.
02:19Kenapa sekarang dilakukan kritik?
02:22Kenapa tidak saat-saat enak?
02:24Bencana ekologi tidak semua bisa dihindar.
02:28Tapi yang penting adalah kita bekerja sama.
02:31Tidak perlu mengkritik.
02:32Tidak perlu saling melakukan hal-hal yang saling menghina.
02:36Karena ini framework-nya, framework ASEAN.
02:38Terima kasih.
02:39Saya Gengar Sosyuna.
03:18Cara baru nonton di Smart TV.
03:21Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:27Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:31Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:34Pilih aplikasi, lalu install.
03:37Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:42Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan