Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
AS, KOMPAS.TV - Presiden Donald Trump mengklaim telah melenyapkan bom nuklir milik Iran.

Hal itu disampaikan Trump saat berpidato di sebuah rapat umum di North Carolina pada Selasa waktu setempat.

Trump menuding Iran telah melakukan pembunuhan terhadap banyak sekali warga negara Amerika. Ia juga menuding Iran menjadi penyebab kesengsaraan yang terjadi di sejumlah negara karena harga yang melambung tinggi.

Perundingan antara Amerika dan Iran telah terhenti beberapa pekan terakhir, dengan Trump secara terbuka menolak proposal terbaru Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Baca Juga Kelompok Houthi Rilis Rekaman Pertempuran Lawan Pasukan yang Didukung Arab Saudi | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/697344/kelompok-houthi-rilis-rekaman-pertempuran-lawan-pasukan-yang-didukung-arab-saudi-sapa-pagi

Teheran juga menyatakan, Iran akan membalas dengan kekuatan yang setara atau lebih besar jika Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir mereka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismael Baghei, menyatakan, dalam dua tahun terakhir, Teheran tidak pernah membiarkan serangan apa pun tanpa balasan.

Baca Juga Yusril Dukung Revisi UU Tipikor Ubah Definisi Korupsi, Sebut Bukan Kejahatan Luar Biasa di https://www.kompas.tv/nasional/697326/yusril-dukung-revisi-uu-tipikor-ubah-definisi-korupsi-sebut-bukan-kejahatan-luar-biasa

#trump #iran #nuklir #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/697345/presiden-as-trump-klaim-lenyapkan-bom-nuklir-milik-iran-sapa-pagi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Informasi selanjutnya datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim telah melenyapkan bom nuklir milik Iran.
00:08Hal ini disampaikan Trump saat berpidato di sebuah rapat umum di North Carolina pada selasa waktu setempat.
00:19Trump menuding Iran telah melakukan pembunuhan terhadap banyak sekali warga negara Amerika.
00:24Dan ia juga menuding Iran menjadi penyebab kesengsaraan yang terjadi di sejumlah negara karena harga yang melambung tinggi.
00:32Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah terhenti beberapa pekan terakhir dengan Trump secara terbuka menolak proposal terbaru Teheran untuk
00:42membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
00:56Terima kasih telah menonton!
01:27Sementara Teheran juga menyatakan Iran akan membalas dengan kekuatan yang setara atau lebih besar jika Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir
01:35mereka.
01:36Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagehi, menyatakan dalam dua tahun terakhir Teheran tidak pernah membiarkan serangan apapun tanpa
01:47balasan.
01:53Terima kasih telah menonton!
02:17Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagehi, menyatakan dalam dua tahun terakhir.
02:30Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagehi, menyatakan dalam dua tahun terakhir.
02:47Kementerian Luar Negeri, Ismail Bagehi, menyatakan dalam dua tahun terakhir terhadap Iran sebelum melanjutkan perundingan.
02:50Sementara Ketua Parlemen Iran, Mohamad Bagir Galibaf juga meminta Amerika menuhi tujuh syarat dari Teheran untuk membuka Selat Hormuz, salah
03:00satunya pencabutan blokade laut.

Dianjurkan