00:00Di sebalik jerebu tebal yang menyelubungi Kalimantan, Indonesia,
00:05Wasilah 27 tahun masih menyimpan kenangan bersama suaminya Aris Suthio Lutfil Hadi
00:11yang maut ketika membantu memadam kebakaran hutan.
00:15Bagi Wasilah, pemergian Aris bukan sekadar kehilangan pasangan hidup
00:20tetapi juga insan yang dikenali kerana keprihatinannya terhadap masyarakat.
00:27Aris, 30 tahun, merupakan sukarelawan yang membantu operasi pemadaman
00:33sebelum mengalami masalah penafasan akibat terdedah kepada asap tebal pada 10 September lalu.
00:41Bukan memang kerja di situ tapi antusiasnya, jiwa sosialnya.
00:49Suami saya memang bagus, baik kalau di Kota Waringin.
00:56Kan kami tinggal di Kota Waringin.
00:57Setiap ada acara apapun, pasti almarhum tetap ikut serta.
01:02Selalu ditunjuk, jadi panitia, segala macam.
01:06Itu pun kami dikabarkan almarhum meninggal dalam keadaan berdadak.
01:12Sebulan berlalu, kenangan kehidupan bersama Aris masih segar dalam ingatan wasilah
01:18terutamanya saat mereka meluangkan masa bersama.
01:22Kini, dia hanya mampu menatap gambar dan video lama bersama anak perempuan mereka,
01:28Salsyabila Azgadina.
01:30Yang masih berjuang untuk memadamkan api, jangan terlalu dipaksa.
01:41Kalau kondisinya memang tidak memungkinkan untuk membantu, lebih baik istirahat.
01:47Karena kasihannya apa?
01:50Karena ada anak istri, orang tua, keluarga yang menunggu di rumah.
01:57Jangan sampai ada lagi korban dari kebakaran ini.
02:05Dalam masa yang sama, petugas pemadam kebakaran di kawasan itu tersebut depan risiko asap tebal
02:12dan perubahan arah angin ketika berusaha memadam titik panas
02:16sekaligus mendedahkan mereka kepada masalah penafasan.
02:22Di sebalik hutan yang hangus dan jerebu yang masih menyelebungi kawasan itu,
02:28pemergian aris menjadi peringatan tentang risiko yang dihadapi mereka
02:32yang berjuang memadam kebakaran
02:35serta keluarga yang menanti kepulangan insan tersayang.
02:40Terima kasih telah menonton!