Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mendesak pemerintah Singapura untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berbasis di negara tersebut dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui unggahan di akun Instagramnya pada Senin (19/10/2026), Lutfi menilai surat peringatan yang dikirim Menteri Grace Fu baru menjadi langkah awal.

Ia meminta penyelidikan turut menelusuri pihak yang mengendalikan operasional perusahaan dan mengambil keputusan, termasuk kantor pusat korporasi maupun family office, jika ditemukan bukti yang mengarah pada dugaan pelanggaran.

Lutfi juga meminta pemerintah Singapura bersikap transparan mengenai perkembangan penyelidikan, kendala yang dihadapi, serta langkah hukum berikutnya. Menurutnya, penegakan hukum harus berlaku tanpa membedakan kekayaan, pengaruh, maupun koneksi pihak yang diperiksa.

#singapura #karhutla #mantanmendag
Transkrip
00:00Pemerintah Singapura mengumumkan akan mengirim surat peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia terkait kabut asap.
00:07Tetapi, apakah pemerintah Singapura hanya berani menulis surat untuk menyenangkan pemilih dan donatur mereka?
00:15Baiklah, sini saya akan jelaskan.
00:17Kaya Indonesia harus tahu cara main mereka dan apa yang pemerintah Singapura tidak pernah ceritakan kepada public.
00:24Menteri Lingkungan Singapura, Chris Fu, berdiri di konferensi pers dan menyebutkan tujuh nama perusahaan.
00:31Coba kita buka datanya.
00:33Empat dari tujuh perusahaan yang mereka sebutkan itu adalah pemasok untuk grup konglomerat yang memiliki holding raksasa dan listing saham
00:42di Singapura.
00:43Bahkan, di laporan Greenpeace Oktober 2026,
00:46empat dari lima grup sawit besar yang disorot memiliki titik api termasuk raksasa bursa Singapura
00:53seperti First Resources dan Bumi Tama Agri yang nilainya hampir 10 miliar dolar Singapura.
01:00Kantor pusatnya berada di Singapura.
01:03Mengapa bisa begitu?
01:04Coba teman-teman lihat model ekonomi Singapura sendiri.
01:07Singapura tidak punya lahan luas dan tidak punya pasar domestik yang besar.
01:12Jadi, yang mereka jual adalah apa yang tidak butuh tanah.
01:16Menjadi kantor pusat korporasi, modal, dan hanya tempat pengambilan keputusan atau yang mereka sebut dengan headquarter status.
01:25Jualan mereka kepada perusahaan global itu sederhana.
01:28Menaruh pabrik dan perkebunannya di negara tetangga yang lebih murah.
01:33Sementara pengambilan keputusannya duduk di Singapura.
01:37Bahkan, di aturan pajak Singapura sendiri, melalui insentif kantor pusat dan Global Trader Program,
01:44syarat hukum untuk mendapatkan tarif pajak spesial 5-15% adalah wajib memiliki staff dengan jumlah minimum pengeluaran yang real
01:53dan operasional bisnis di Singapura.
01:56Jadi, yang benar yang mana, Menteri Grisfu?
01:58Waktu perusahaan-perusahaan itu meminta diskon pajak, kalian klaim keputusan bisnisnya diambil di Singapura.
02:04Tetapi, giliran muncul kabut asap.
02:07Tiba-tiba, kalian pura-pura mereka tidak ada hubungannya dengan Singapura.
02:12Sekarang, saya buka model bisnis PTI, LTD, dan Family Office mereka yang tidak mau diakui pemerintah Singapura.
02:19Bagaimana cara para Taipan Sawit ini beroperasi?
02:23Mereka meminjam uang riliunan dari bank di dalam negeri Indonesia untuk membangun perkebunan raksasa di tanah Indonesia.
02:30Karena bank Singapura sendiri tidak akan mau memberikan pinjaman untuk mengambil risiko di Indonesia.
02:36Tetapi, begitu kebunnya berjalan, mereka mendirikan perusahaan induk dengan bendera Singapura dan kemudian membayar pajak dengan murah melalui struktur bendera
02:47tersebut.
02:48Lalu, setelah itu, mereka listing di Singapura.
02:51Keuntungan berlipat ganda, mereka investasikan di Family Office yang mempunyai aset minimum setidaknya 20 juta dolar.
03:00Ini seperti mempunyai rumah, makan, dan minum di Singapura, tetapi membuang sampah dan air besar di Indonesia.
03:09Struktur di atas adalah bagian utama yang diperangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto yang dinamakan transfer pricing.
03:18Jadi, transfer pricing adalah barang mentahnya dijual terlebih dahulu dari Indonesia ke perusahaan dagang mereka di Singapura.
03:26Supaya nilai keuntungannya digeser ke luar negeri, didesain supaya tax effective, membayar pajak penghasilannya seminimal mungkin di Indonesia, dan memarkir
03:36kekayaannya di Singapura.
03:38Ini adalah permainan yang sangat licik.
03:41Negara kita dikeruk, lalu dirugikan, melalui pajak yang berkurang.
03:46Kita semua tahu bedanya tax avoidance dan tax evasion itu tipis sekali.
03:51Indonesia yang kebagian asap, rusak lingkungan, dan buruk namanya, sementara Singapura yang mengantongi keuntungannya.
03:59Family office-nya bertambah besar, dan komisi pengelolaan keuangannya masuk ke kantong pemerintah Singapura.
04:06Maka dari itu, saya mau bertanya langsung kepada Presiden Singapura, Perdana Menteri Singapura, dan Menteri Hukum mereka, Sean Mugang.
04:16Mengapa hukum di Singapura begitu kejam dan tanpa ampun kepada warga biasa Singapura yang tidak punya apa-apa,
04:24tapi begitu lunak dan sangat melindungi para miliarder yang punya perusahaan listing, headquarter status, dan family offices di Singapura?
04:33Kalian punya family office dan induk perusahaan di Singapura yang mengendalikan konsesi di Indonesia sejak 2014,
04:41berinvestasi ratusan juta dolar di Singapura, tapi tidak pernah sekalipun dituntut pidana di bawah undang-undang pencemaran asap lintas batas
04:51kalian sendiri.
04:52Mengapa mereka tidak pernah dituntut?
04:55Jangan hanya menulis surat, jangan hanya mengirim peringatan ke Jakarta,
05:00geledah kata mereka di Singapura, menggunakan hukum Singapura.
05:04Kalau mau tegas, jangan hanya tegas kepada orang kecil, tapi tegas kepada semua orang.
05:11Kalau kata pepatah Minang, jalan berdua mau di tengah, terhimpit mau di atas, terkurung mau di luatau,
05:19kalau mau pakai suatu kata orang Singapura sendiri,
05:22kiasu.
05:23Jangan menjadi pusat keuangan yang mengantongi miliaran dolar waktu ada untung,
05:28bersembunyi waktu ada musibah, dan menyalahkan Indonesia waktu ada asap.
05:33Sekarang kita akan lihat Singapura ini terbuat dari apa.
05:36Kalau mereka lembek kepada orang kaya, para Taipan itu akan aman.
05:41Tapi kalau hukum, mereka betul-betul adil, buktikan sekarang.
05:45Dan ini pesan saya untuk para Taipan Indonesia yang lebih percaya pemerintah Singapura
05:51daripada negara sendiri.
05:53Bersiaplah karena saya belum selesai.
05:56Kalau pemerintah Singapura mau ikut menari, melindungi kepentingan bisnis ini,
06:01saya akan putar terus urusan ini sampai mereka tidak tahu bagaimana cara menghentikannya.
06:10Lihat saja nanti.

Dianjurkan