00:00Coba deh liat layar komputer kita sehari-hari.
00:02Isinya ya, desktop, icon, jendela.
00:05Keliatannya gampang banget kan?
00:06Tinggal klik, seret, beres.
00:08Tapi pernah kepikiran gak?
00:09Jangan-jangan kemudahan ini ada harganya?
00:11Pernah gak sih?
00:12Ngerasa kayak lagi ada di ruangan yang keren banget,
00:14tapi semua pintunya dikunci.
00:16Kita mau ngelakuin sesuatu yang spesifik,
00:18sesuatu yang penting,
00:19eh, tombolnya gak ada.
00:20Menunya gak ada.
00:21Nah, disitulah kemudahan tadi malah jadi tembok pembatas.
00:24Dan ini membawa kita ke semacam persimpangan jalan.
00:28Ada dua dunia nih buat berinteraksi sama komputer.
00:30Dunia pertama, yang kita kenal sehari-hari,
00:32dunia GUI.
00:33Gampang, intuitif, tapi ya terbatas.
00:35Dunia kedua, dunia command line.
00:37Keliatannya mungkin lebih ribet,
00:39tapi ini soal kontrol langsung,
00:40soal kekuatan tanpa batas.
00:42Oke, jadi di kupasan kali ini,
00:44kita bakal jalan bareng lewatin semua ini.
00:46Pertama, kita coba lihat apa sih yang ada di balik klik.
00:49Terus, kita belajar bahasanya komputer.
00:52Dari situ, kita buka kekuatan buat manipulasi file,
00:54bahkan ngelakuin hal-hal yang mustahil secara otomatis.
00:57Dan terakhir, kita akan nemuin
00:58sebuah cara pandang yang baru.
01:00Sip, kita mulai dari yang pertama,
01:02melampaui klik.
01:03Jadi, antar muka yang kita pakai setiap hari ini,
01:05emang keren.
01:06Tapi, di balik kemudahan itu,
01:08ada loh batasan-batasan yang sering nggak kita sadari.
01:10Kapan sih kita bener-bener butuh ini?
01:12Well, ada banyak momen di mana
01:13ngeklik aja tuh nggak cukup.
01:14Pernah kan ngalamin masalah komputer yang ribet banget?
01:16Coba deh cari solusinya di internet.
01:18Hampir pasti jawabannya itu berupa
01:19baris perintah.
01:20Atau, bayangin, kita ngurusin server di luar negeri.
01:22Seringnya nggak ada tuh tampilan grafis sama sekali.
01:25Nah, disinilah gerbang menuju kekuatan sesungguhnya dibuka.
01:28Oke, pertanyaannya sekarang,
01:29gimana caranya kita bisa masuk dan ngambil kekuatan ini?
01:32Jawabannya ada di bagian kedua.
01:33Kita harus ngerti bahasanya.
01:35Kita perlu belajar ngobrol langsung sama komputer kita,
01:37tanpa perantara.
01:38Dan buat petualangan ini,
01:39kita punya pemandu yang oke banget.
01:41Buku Ubuntu Linux Toolbox dari Christopher Negus.
01:44Yang bikin buku ini spesial,
01:45itu bukan cuma daftar perintahnya,
01:47tapi cara berfikirnya.
01:47Buku ini nggak nanya,
01:49eh, kamu mau tahu perintah apa?
01:51Tapi lebih ke,
01:52kamu mau nyelesain kerjaan apa?
01:53Beda banget kan?
01:54Di sampulnya emang tertulis,
01:56ada lebih dari seribu perintah.
01:57Wah, tapi tenang-tenang,
01:59ini bukan ujian hafalan kok.
02:00Anggap aja,
02:01ini kayak kita dikasih peta sebuah kota besar.
02:03Kita nggak perlu hafal tiap jalan kan?
02:05Cukup tahu aja,
02:06kalau ada banyak banget tempat keren yang bisa kita tuju.
02:08Dan yang lebih keren lagi,
02:10ada filosofi yang dalam dibalik semua ini.
02:12Tau nggak,
02:13nama Ubuntu itu sendiri datang dari bahasa Afrika kuno
02:15yang artinya,
02:16kemanusiaan terhadap sesama.
02:17Ini kayak pengingat ya,
02:19kalau alat secanggih dan sekuat apapun,
02:21pada akhirnya tujuannya itu buat memberdayakan kita,
02:23sebagai manusia.
02:24Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang paling seru,
02:27kekuatan buat memanipulasi.
02:28Lupakan dulu soal kodenya ya.
02:30Coba kita bayangin aja dulu,
02:31apa sih yang pengen kita lakuin?
02:33Apa yang sebenarnya bisa kita lakuin dengan ini?
02:35Ngeliat deh contoh-contoh ini.
02:36Mau nyari satu kata spesifik di ratusan dokumen sekaligus?
02:39Ada perintahnya.
02:40Mau banti nama 50 foto dalam sekejap?
02:42Cuma butuh satu baris.
02:44Nguntak-natik file di server yang letaknya entah di mana?
02:46Gampang.
02:46Semua kerjaan yang kalau pakai klik-klik bisa berjam-jam,
02:49di sini kelar dalam hitungan detik.
02:50Tapi, tunggu dulu.
02:52Kekuatan ini ternyata bukan cuma buat kerjaan serius loh.
02:55Ada sisi lain dari komen lain yang mungkin gak pernah kita bayangin sama sekali.
02:59Siapa yang nyangka coba kita bisa ngelakuin ini?
03:02Muter film, tapi bukan film biasa.
03:04Filmnya jadi karya seni yang dibikin dari teks,
03:07dari huruf, dan simbol.
03:09Namanya, ASCII art.
03:10Langsung di layar terminal kita.
03:12Ini bukti kalau komen lain itu bukan cuma alat kerja,
03:15tapi juga bisa jadi kanvas buat kita berkreasi.
03:17Nah, sekarang kita sampai di puncaknya.
03:19Kekuatan supernya.
03:21Otomatisasi.
03:21Di sinilah kita bakal mengubah kerjaan yang butuh ratusan kali klik,
03:24jadi cuma satu baris perintah ajaib.
03:26Bayangin aja, kita punya 100 foto yang ukurannya harus diubah.
03:29Kalau pakai cara biasa ya satu-satu.
03:31Buka, ubah ukuran, simpan, ulangin lagi.
03:33Bosenin kan?
03:34Nah, dengan skrip pendek, semua itu bisa otomatis.
03:37Cukup tulis beberapa baris kode,
03:39jalanin sekali,
03:40dan wush, kerjaan berjam-jam selesai dalam sekejap.
03:43Dan semua ini pada akhirnya membawa kita ke intinya.
03:47Bagian kelima, jalan menuju kekuatan.
03:49Ini bukan lagi soal menghafal perintah,
03:51tapi soal mengubah cara kita berpikir.
03:53Penulis bukunya, Christopher Negges,
03:55ngerangkum ini dengan pas banget.
03:56Dia bilang, cuma sedikit antarmuka grafis yang bisa ngasih pilihan
03:59dan fleksibilitas sebanyak yang kita dapat dari perintah.
04:02Kata kuncinya di sini tuh, fleksibilitas.
04:04Jadi, intinya apa?
04:06Intinya bukan buat ngafalin seribu perintah itu.
04:08Bukan sama sekali.
04:09Tujuannya adalah, biar kita ngerti,
04:11masalah apa aja sih yang bisa kita beresin?
04:12Ini soal mengubah cara pandang kita.
04:14Dari yang tadinya nanya,
04:15tombol mana yang harus saya klik?
04:16Jadi, apa ya yang mungkin bisa saya lakukan?
04:18Dan ini ninggalin kita dengan satu pertanyaan buat derenungkan.
04:21Di dunia yang kayanya makin hari, makin sederhana,
04:24makin terbatas antarmukanya,
04:26sebenarnya, kekuatan apa sih yang udah kita lupakan?
04:28Dan yang lebih penting, kekuatan apa yang bisa kita rebut kembali?