Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Channel ini menyajikan materi seputar Data Science & Artificial Intelligence, Networking & Cyber Security, serta Database & Programming. Seluruh materi disusun secara sistematis untuk membantu Anda memahami konsep, teknologi, dan praktik yang digunakan di dunia teknologi informasi, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Setiap pembahasan berfokus pada pengembangan keterampilan melalui materi yang mudah dipahami, relevan dengan kebutuhan industri, dan disampaikan untuk tujuan edukasi. Seluruh konten mengedepankan penerapan teknologi secara legal, etis, dan bertanggung jawab, sehingga dapat menjadi referensi belajar bagi pelajar, mahasiswa, maupun profesional.

Playlist video terkait:
▪ Data Science & Artificial Intelligence https://dailymotion.com/playlist/xcwmlu
▪ Networking & Cyber Security https://dailymotion.com/playlist/xcwmsm
▪ Database & Programming https://dailymotion.com/playlist/xcwmsi

PEMBAHASAN MATERI
Playlist Materi Ilmu Komputer berisi kumpulan video pembelajaran, tutorial, penjelasan konsep, studi kasus, demo, dan pembahasan lengkap seputar berbagai bidang dalam ilmu komputer. Materi yang disajikan mencakup dasar hingga tingkat lanjut, mulai dari pemrograman, pengelolaan database, jaringan komputer, keamanan siber, sistem operasi, pengembangan perangkat lunak, arsitektur komputer, hingga berbagai teknologi yang digunakan dalam dunia komputasi modern.

Temukan pembahasan mengenai komputer dan pemrograman, algoritma, struktur data, PHP, JavaScript, Python, Laravel, MySQL, PostgreSQL, API, rekayasa perangkat lunak, database, jaringan komputer, administrasi server, cloud computing, virtualisasi, Linux, Windows Server, keamanan jaringan, cyber security, ethical hacking, kriptografi, keamanan aplikasi, DevOps, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), machine learning, serta berbagai konsep, teknologi, dan praktik terbaik di bidang ilmu komputer. Playlist ini cocok bagi pelajar, mahasiswa, programmer, web developer, software engineer, administrator sistem, profesional IT, maupun siapa saja yang ingin mempelajari dan memperdalam wawasan di dunia ilmu komputer secara menyeluruh.

CONTACT US
▪ Email support@mycoding.id
▪ WhatsApp https://wa.me/6281274309663
▪ Telegram https://t.me/mycodingxd

OFFICIAL LINKS
▪ Web https://mycoding.id
▪ Blog https://blog.mycoding.id
▪ News https://en.mycoding.id
▪ Apps https://play.google.com/store/apps/dev?id=5237501547073493079

SOCIAL MEDIA
▪ https://linkedin.com/company/mycodingxd
▪ https://facebook.com/mycodingxd
▪ https://instagram.com/mycodingxd
▪ https://tiktok.com/@mycodingxd
▪ https://twitter.com/mycoding_xd
▪ https://pinterest.com/mycoding_xd

CHANNEL LINKS
▪ YouTube https://safelink.asia/youtube
▪ DailyMotion https://safelink.asia/dailymotion
▪ WhatsApp https://safelink.asia/whatsapp
▪ Telegram https://safelink.asia/telegram

Powered by https://linkedin.com/company/401XDGroup

#DataScience #ArtificialIntelligence #CyberSecurity #Networking #Programming #Database
Transkrip
00:00Oke, selamat datang semuanya.
00:02Hari ini kita akan menyelami sebuah topik yang, wah, benar-benar udah mengubah cara kita membangun perangkat lunak modern,
00:07yaitu arsitektur microservice.
00:09Kalau dilihat dari luar sih, kedengarannya kayak solusi ajaib buat semua masalah ya.
00:14Tapi, seperti yang akan kita lihat bareng-bareng, dibalik konsepnya yang kelihatannya simple,
00:18ternyata ada kompleksitas yang dalem banget dan tantangan-tantangan yang nggak terduga.
00:22Yuk, kita bedah sama-sama.
00:24Nah, buat memandu kita dalam pembahasan kali ini, sumber utama kita adalah sebuah buku yang oke banget.
00:29Judulnya Microservice APIs, yang ditulis oleh Jose Haro Peralta.
00:34Anggap aja buku ini bukan cuma manual teknis biasa,
00:36tapi lebih kayak peta harta karun yang dibuat berdasarkan pengalaman langsung di lapangan.
00:40Peta ini bakal nuntun kita ngelewatin jebakan-jebakan yang sering banget ditemui pas membangun sistem terdistribusi.
00:46Ini dia agenda kita hari ini.
00:47Kita mulai dari ide utama dibalik buku ini.
00:49Terus, kita bakal sedikit nostalgia melihat kembali arsitektur monolith yang jadi pendahulunya.
00:54Setelah itu, kita baru bahas microservice sebagai solusinya,
00:56tapi kita juga akan bongkar tantangan-tantangan barunya.
00:59Dan di akhir, kita bakal bahas filosofi kunci dari buku ini untuk menaklukkan semua kerumitan itu.
01:04Jadi, sebenarnya masalah besar apa sih yang mau dipecahin sama buku ini?
01:07Gini, masalahnya itu banyak banget tim yang latah,
01:11ikut-ikutan adopsi microservice cuma karena lagi ngetrend,
01:14tanpa benar-benar paham konsekuensinya apa.
01:16Mereka kayak terjun bebas, berharap nemuin solusi,
01:19tapi yang sering terjadi malah mereka nyiptain masalah yang jauh lebih besar dan lebih ruwet dari sebelumnya.
01:24Nah, disinilah inti masalahnya.
01:27Jose Haro Peralta ngasih kita peringatan keras soal dua bahaya besar.
01:31Pertama, api yang dirancang asal-asalan.
01:33Padahal api ini kan jembatan komunikasi antar layanan.
01:35Kalau jembatannya aja udah rapuh, ya ancur satu kota.
01:38Kedua, dan ini nih yang paling horor, yaitu monolith terdistribusi.
01:42Coba deh bayangin, Anda dapat semua masalah dari sistem lama, yang kaku,
01:46eh ditambah lagi sama semua kerumitan jaringan dari sistem terdistribusi.
01:48Ini skenario mimpi buruk buat para developer beneran.
01:52Oke, supaya kita bisa bener-bener menghargai kenapa microservice ini ada,
01:55kita harus mundur sedikit.
01:57Ngertiin dulu dunia yang digantikannya.
01:58Dunia yang didominasi sama arsitektur tunggal yang kita kenal sebagai monolith.
02:02Ini adalah cara klasik membangun aplikasi yang udah mendominasi industri selama puluhan tahun.
02:06Biar gampang, coba bayangin monolith itu kayak sebuah restoran super besar,
02:10di mana dapur, kasir, area makan, sama gudang,
02:14semuanya ada dalam satu bangunan raksasa yang nggak bisa dipisah-pisahin.
02:17Semuanya diurus sama satu manajer dan jalan sebagai satu unit utuh.
02:20Nah, kalau ada masalah kecil aja di dapur, misalnya pipa airnya bocor,
02:24bisa-bisa seluruh restoran harus tutup buat perbaikan.
02:26Itulah monolith, satu bongkahan kode yang jadi satu kesatuan.
02:29Tentu ada alasannya kenapa monolith dulu populer banget.
02:32Ya karena gampang dan cepat buat memulainya.
02:34Semua kode ada di satu tempat, jadi kelihatannya simpel di awal.
02:37Tapi, seiring berjalannya waktu, bangunan raksasa ini mulai nunjukin retaknya.
02:41Misalnya restoran lagi rame, terus mau nambah kapasitas dapur,
02:44wah, itu artinya harus renovasi seluruh gedung.
02:45Ada perubahan kecil di sistem kasir, eh, nggak disangka-sangka malah bikin sistem inventaris gudang jadi rusak.
02:50Setiap kali ada pembaruan, rasanya jadi kayak pertaruhan besar yang berisiko tinggi.
02:54Karena menghadapi masalah-masalah tadi, muncullah sebuah ide baru.
02:58Sebuah pendekatan yang cukup radikal, mikroservis.
03:00Jadi, alih-alih satu restoran raksasa, coba sekarang bayangkan sebuah food court dengan banyak kiosk spesialis.
03:06Ada kiosk khusus minuman, kiosk khusus pizza, kiosk khusus dessert.
03:09Kerennya, masing-masing kiosk ini beroperasi secara independen.
03:12Dan, definisi dari Martin Fowler dan James Lewis ini ngenak banget.
03:15Kata kuncinya itu ada di rangkaian layanan kecil dan berjalan dalam prosesnya sendiri.
03:19Jadi, setiap kiosk di food court kita tadi itu adalah sebuah layanan kecil yang punya satu tugas spesifik.
03:25Mereka nggak saling ikut campur urusan internal satu sama lain, mereka cuma berkomunikasi lewat pesanan.
03:30Nah, di dunia kita, di dunia software, pesanan ini ya lewat API.
03:33Keuntungannya jadi jelas banget, kalau kiosk pizza lagi super rame,
03:37iya kita tinggal tambah oven dan staff hanya di kiosk itu, tanpa perlu mengganggu kiosk minuman.
03:42Kalau kiosk dessert mau coba resem baru, mereka bisa langsung lakuin tanpa ada resiko merusak operasional kiosk lain.
03:47Jadinya, rilis fitur baru jadi lebih aman, pengujian lebih fokus, dan efisiensi sumber daya jadi jauh-jauh lebih baik.
03:53Inilah janji kemandirian dan kelincahan yang dicari-cari.
03:56Tapi, ceritanya nggak gerenti di sini.
03:59Ternyata, ngelola sebuah food court itu jauh lebih rumit daripada ngelola satu restoran.
04:04Tiba-tiba kita harus mikirin, gimana kalau kurir yang nganter bahan baku ke kiosk pizza nyasar?
04:09Gimana kita mastiin semua kiosk pakai sistem pembayaran yang sama dan bisa terintegrasi?
04:13Wah, pahlawan kita ini ternyata punya sisi lain yang kompleks juga.
04:17Dan inilah pertanyaan krusial yang diajukan oleh buku ini.
04:20Jawabannya, tentu saja.
04:22Tidak, microservice itu bukan peluru perak.
04:25Dia itu alat yang sangat kuat, tapi kalau dipakai tanpa keahlian,
04:28dia bisa menciptakan masalah yang jauh lebih sulit dipecahkan daripada masalah yang tadinya mau dia selesaikan.
04:34Buku ini menguraikan tantangan-tantangan intinya.
04:37Gimana caranya mecah monolit jadi layanan-layanan yang pas?
04:40Ini lebih kayak seni daripada sains lho.
04:42Gimana caranya mastiin semua kiosk di food court tadi bisa kerjasama dengan lancar?
04:47Terus, apa yang terjadi kalau kiosk minuman tiba-tiba kehabisan es batu?
04:50Melacak pesanan satu pelanggan yang melibatkan tiga kiosk berbeda itu jadi super sulit.
04:55Dan tiba-tiba, kita harus ngurusin puluhan sistem kecil, bukan lagi satu sistem besar.
04:59Kompleksitasnya meledak.
05:01Di sinilah kita kembali pada monster yang kita takuti tadi, monolit terdistribusi.
05:04Ini adalah kondisi di mana kita punya banyak kiosk independen,
05:07tapi setiap kiosk harus nungguin kiosk lain dulu sebelum bisa melayani pelanggan.
05:10Jadinya, kita dapat semua kerumitan operasional food court,
05:13tapi dengan kelambanan dan kekakuan dari satu restoran raksasa.
05:16Inilah definisi kegagalan total dalam adopsi microservice.
05:19Lalu, gimana dong caranya biar kita bisa dapat untungan microservice tanpa jatuh ke dalam perangkapnya?
05:24Nah, Jose Haro Peralta menawarkan sebuah filosofi yang sederhana,
05:28tapi sangat kuat.
05:29Sebuah pergeseran cara berpikir kita dalam bekerja.
05:31Dahulukan perencangan.
05:33Jangan sentuh kode sebelum rencananya benar-benar matang.
05:35Metodologinya disebut pengembangan berbasis dokumentasi.
05:38Intinya adalah pendekatan API first.
05:41Jadi sebelum kita membangun kiosk-kiosk di food court kita,
05:44kita rancang dulu menu dan sistem pesanannya secara super detail.
05:48Gimana cara kiosk pizza nerima pesanan dari kasir pusat?
05:51Apa format datanya?
05:52Apa yang terjadi kalau pesanan gagal?
05:54Semua itu didefinisikan secara jelas dalam sebuah dokumen.
05:57Prosesnya jadi logis dan sistematis banget.
05:59Pertama, semua pihak setuju pada cetak biru atau dokumentasi API-nya.
06:03Kedua, setiap tim membangun kiosknya masing-masing secara paralel
06:06dengan mengacu pada cetak biru yang sama persis.
06:08Ketiga, pengujian juga dilakukan berdasarkan cetak biru itu
06:11untuk memastikan setiap kiosk mematuhi aturan main yang udah disepakati bersama.
06:15Dengan cara ini, dokumentasi API bukan lagi cuma sekedar catatan tambahan
06:18yang dibikin setelah selesai coding.
06:20Dia menjadi sebuah kontrak yang hidup dan mengikat.
06:23Dia jadi sumber kebenaran tunggal yang bisa mencegah miskomunikasi
06:26dan asumsi-asumsi yang salah antar tim.
06:28Kontrak inilah yang memastikan bahwa ketika semua kiosk sudah siap,
06:31mereka bisa langsung terhubung dan bekerjasama dengan mulus.
06:33Pada akhirnya, buku ini mengajak kita untuk merenung.
06:36Filosofi rancang dulu ini adalah tentang membangun jembatan komunikasi yang solid
06:40antar tim dan layanan.
06:41Karena tanpa perencanaan API yang matang,
06:44setiap tim akan membangun layanan mereka dalam isolasi,
06:46menciptakan tembok-tembok tak terlihat yang baru akan ketahuan
06:49pas semuanya coba diintegrasikan.
06:51Pilihan ada di tangan kita.
06:52Mau membangun jembatan yang terencana,
06:54atau malah membangun tembok karena kelalaian.

Dianjurkan