00:00Itu fokus pada tidak lagi manusara
00:02Tidak kemana-mana
00:02Saya mau balik lagi ya, kenapa MK menggunakan
00:05Permendikbud bukan
00:07Per KPU nomor 1923
00:09Karena otoritas untuk menyesuaikan kesetaraan pendidikan
00:12Itu adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
00:13Bukan KPU, kalau KPU mengeluarkan itu
00:16Mengkonfirmasi, KPU itu melayani
00:18Pencalonan Gibran, karena gak ada WAPRES
00:20Yang cuma Suket, kecuali hanya Gibran
00:21Prabowo tidak pakai Suket, yang lain tidak pakai
00:23Hanya Saudara Gibran dan Kebudayaan
00:25Maju pakai Suket, yang kedua
00:27Jangankan KPU, MK saja melayani
00:29Ini orang, Gibran itu kan masih
00:31Anak di bawah umur, belum 40 tahun
00:33Tapi demi melayani Gibran, Mahkamah Konstitusi
00:35Yang saat itu ketuanya Anwar Usman
00:37Sampai mengeluarkan putusan 90 yang akhirnya
00:39Menganulir, memberikan penjelasan lebih lanjut
00:41Tidak harus 40 tahun, tapi pernah menduduki
00:43Jabatan politik, yakni menjadi wali kota
00:44Kendati belakangan, ini dikoresi, karena wali kota itu
00:47Mesti jauh untuk menjadi pemimpin presiden
00:49Setidaknya gubernur, dan itu sudah ada di
00:51Putusan MK yang terbaru, tapi saya lebih lanjut
00:53Akan bicara begini, kita ingin menegakkan
00:55Etika, moral, dan integritas berbangsa
00:57Jangan sampai kita serba promisif
00:59Ada kesalahan, bukannya orang yang salah
01:01Disansi, normanya diubah, ada kesalahan
01:03Bukannya orang yang dimajulkan, oh besok kita
01:05Perbaikilah, PKPU-nya kita perbaikilah, undang-undang
01:07Bahwa besok diperbaiki, iya saya setuju
01:09Tapi hari ini, setiap anak bangsa
01:11Yang punya kedudukan di mata hukum yang sama
01:12Ketika melanggar pelaturan perdunang-undangan
01:14Maka dia harus diberikan sanksi, agar apa?
01:16Agar ada etika moral bagi integritas kebangsaan kita
01:19Dalam menghadirkan kebunyakannya nasional
01:20Sekarang Kang Ujang tahu, kenapa ekonomi kita
01:23Hari ini jauh di bawah Vietnam
01:24Kenapa pekerjaan 19 juta tak kunjung hadir
01:27Di antaranya apa? Anak bangsa yang luar biasa
01:30Adik-adik yang kuliah yang luar biasa
01:31Yang hasilnya tentu lebih qualified daripada orang yang modal suket
01:33Itu tidak bisa masuk di kepemimpinan nasional
01:36Karena diganjal, karena yang serba permisif inilah
01:38Karena orang-orang modal suket lah
01:39Yang menjadi pemimpin Pak Sobari yang sudah lama
01:42Dididik oleh pendidikan
01:43Nah sekarang kita bicara, saya tidak anti pendidikan luar negeri
01:46Saya juga menghormati
01:47Tetapi sebagai bangsa yang punya kedaulatan hukum nasional
01:49Ada proses yang disebut dengan
01:52Kedaulatan jurisdiksi nasional itu
01:53Yang paling tinggi ketimbang dari luar negeri
01:56Sekarang begini saja lah, jangankan cuma sekolah
01:58Undang-undang internasional saja
01:59Ya, covenant saja
02:01Kalau belum diratifikasi, tidak mengikat secara nasional
02:04Dan ini kita bukan anti, ada pintu
02:06Sayangnya pintu ini yang tidak diikuti
02:08Dan ketika pintu yang tidak diikuti
02:09Mahkamah telah mempertimbangkan
02:11Bahwa ini masalah syarat bermasalah
02:13Tinggal DPR
02:14Nah saya ingatkan kepada DPR
02:15Jangan kalian bermain-main
02:17Jangan kalian seolah-olah berantem
02:18Tapi pucuk pimpinan kalian nanti akan bernegosiasi
02:21Menggunakan suara kami yang keras ini
02:22Hanya untuk dapat mungkin lepas dari kasus
02:24Mungkin dapat duit
02:25Mungkin dapat jalan-jalan
02:26Ini yang akan menambah rusaknya bangsa kita