Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Asap kebakaran hutan dan lahan memakan korban jiwa. Seorang guru honorer meninggal dunia karena sesak napas akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Duka masih dirasakan keluarga Lisna, seorang guru honorer sekolah dasar di Banjarmasin. Mereka masih tak menyangka jika kepekatan kabut asap karhutla yang menyelimuti Banjarmasin perlahan menggerogoti kesehatan Lisna.

Sebagai seorang guru, setiap harinya Lisna terpaksa menerobos pekatnya kabut asap menuju ke sekolah. Lisna tetap harus mengajar secara daring meski sekolah telah menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa.

Namun, kondisi kabut asap yang tak kunjung mereda membuat penyakit asma Lisna kerap kambuh. Alhasil, Lisna kerap izin tak bisa mengajar.

Pada 27 September, kondisi Lisna kian memburuk. Ia tiba-tiba mengalami sesak napas. Keluarga berusaha membawa Lisna ke rumah sakit, namun nyawa Lisna tak tertolong.

Lisna meninggalkan seorang putri yang masih berusia 5 tahun. Keluarga kini hanya bisa berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan lebih serius agar tak ada lagi nyawa yang terenggut.

#guru #kabutasap #karhutla #banjarmasin

Baca Juga Kabut Asap Pekat Selimuti Jalan Lintas Timur Sumatera, Jarak Pandang Pengendara Terbatas | JN di https://www.kompas.tv/regional/694803/kabut-asap-pekat-selimuti-jalan-lintas-timur-sumatera-jarak-pandang-pengendara-terbatas-jn

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694836/kabut-asap-karhutla-banjarmasin-makan-korban-guru-honorer-meninggal-dunia-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara kompas yang kami awali dengan informasi asap kebakaran hutan dan lahan memakan korban jiwa.
00:06Seorang guru honorer meninggal dunia karena sesak nafas akibat kabut asap yang menyelimuti kota Banjarmasin.
00:19Duka masih dirasakan keluarga Lisna, seorang guru honorer sekolah dasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
00:26Mereka masih tak menyangka jika kepekatan kabut asap Karhutlah yang menyelimuti Banjarmasin perlahan menggerogoti kesehatan Lisna.
00:36Sebagai seorang guru, setiap harinya Lisna terpaksa menerobos pekatnya kabut asap menuju ke sekolah.
00:44Ya, Lisna tetap harus mengajar secara daring meski sekolah telah menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa.
00:51Namun, kondisi kabut asap yang tak kunjung meredah membuat penyakit asma Lisna kerap kambuh.
00:59Alhasil, Lisna kerap izin tak bisa mengajar.
01:03Kepala sekolahnya, bila nyiapin asmanya kambuh kan subuh tuh, minta izin, ada kesekolahan, diizin akan aja oleh bapak.
01:11Kondisi asapnya memang tebal kabut di lokasi?
01:14Tebal, tebal, sepanjang jalan tebal.
01:18Kemungkinan itu, cuma kan di dasar ada asmanya, mungkin karena kabut menil, malah lebih micu.
01:24Memang lebih rancak tuh, pakai asmanya kambuh setiap hari.
01:31Pada 27 September, kondisi Lisna kian memburu.
01:35Ia tiba-tiba mengalami sesak nafas.
01:38Keluarga berusaha membawa Lisna ke rumah sakit.
01:41Namun, nyawa Lisna tak tertolong.
01:44Tenang jam sembilan malam, dadanya kan sesak.
01:50Habis itu minta uapakan, dikasih lagi satu botol.
01:55Kada ampih juga, ambil itu sasak, sakit dada ulun, ma.
01:58Habis itu kan diambil akun abahnya, mobil orang sebelah itu.
02:03Habis itu, ada bebisik kayaknya, ma, kan pas diragap gitu.
02:08Nah, ma, padahal kan lo nabah, lo naa, tolong jagakan anak ulun.
02:17Lisna meninggalkan seorang putri yang masih berusia lima tahun.
02:22Keluarga kini hanya bisa berharap,
02:24pendanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan lebih serius,
02:28agar tak ada lagi nyawa yang terenggut.
02:31Nabila Sheva, Syahidah Aisyah, Kompas TV Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dianjurkan