Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Harga cabai rawit dan jeruk nipis di Pasar Induk Tradisional Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan. Kenaikan harga terjadi antara lain akibat sejumlah daerah asal pengiriman barang mengalami kemarau.

Sepekan lalu, cabai rawit dijual Rp80 ribu per kilogram. Kini harganya naik menjadi Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut telah terjadi selama satu bulan terakhir dan membuat sejumlah konsumen mengurangi jumlah pembelian.

Harga jeruk nipis juga naik dari Rp14 ribu menjadi Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Pedagang mengaku stok barang mulai terbatas karena pasokan dari daerah asal pengiriman terdampak kemarau.

Saat harga naik, omzet pedagang turut menurun. Pedagang juga mengurangi jumlah stok untuk mencegah barang membusuk dan tetap memperoleh keuntungan.

#cabairawit #jeruknipis #samarinda #kalimantantimur #hargapangan #pasar

Baca Juga Cabai Rawit Tembus Rp95 Ribu! Hasil Panen Turun akibat Kemarau Panjang | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/693980/cabai-rawit-tembus-rp95-ribu-hasil-panen-turun-akibat-kemarau-panjang-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694105/harga-cabai-rawit-di-samarinda-naik-jadi-rp100-ribu-jeruk-nipis-capai-rp20-ribu-kompas-siang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Informasi lainnya saudara, kenaikan harga cabai rawit dan jeruk nipis terjadi di Pasar Induk Tradisional Segiri Samarinda, Kalimantan Timur.
00:08Hal ini antara lain akibat sejumlah daerah tempat pengiriman asal barang mengalami kemarau.
00:19Di Pasar Induk Tradisional Segiri, sebekan lalu cabai rawit dijual Rp80.000 per kilogram.
00:26Namun, kini harganya naik menjadi Rp100.000 per kilogram.
00:30Kenaikan harga ini telah terjadi selama satu bulan terakhir.
00:34Akibatnya, sejumlah konsumen mengurangi jumlah saat pembelian.
00:39Kenaikan harga juga dirasakan pedagang jeruk nipis.
00:42Jika sebelumnya harga jeruk nipis Rp14.000 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
00:51Pedagang mengaku stok barang juga kini mulai terbatas.
01:00Apa saja tadi bu belanja naik, bu?
01:02Lombok.
01:04Lombok berapa, bu, harganya?
01:05Rp100.000.
01:06Rp100.000?
01:08Jadi kalau mengantisipasinya, bu, belinya dikurangin, atau seperti apa?
01:12Ya, dikurangin.
01:13Sudah jual, sekarang sudah mencapai Rp20.000, mungkin yang bagus untuk beli yang istilahnya hijau.
01:19Kalau yang si Sapri saya sekarang itu yang kuning-kuning, kita jualnya Rp18.000.
01:25Karekannya lumayan, dan modalnya sudah naik tampil ini.
01:28Kalau stok aman saja, Kak?
01:29Kalau stok, sebenarnya ada remputan ya.
01:33Oh, ini karena kemarau berarti, Kak, ya?
01:35Ya, karena kemarau.
01:36Terima kasih.

Dianjurkan