- 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengusutan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan setelah KPK menyita uang tunai sekitar Rp106,3 miliar dalam operasi tangkap tangan.
Hingga kini, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum diperiksa KPK. Dalam dialog bersama politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam dan mantan penyidik KPK Yudi Purnomo, dibahas desakan agar KPK segera memanggil Nusron serta perkembangan penyidikan yang telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Yudi Purnomo menilai KPK perlu segera melakukan gelar perkara dan menentukan status pihak-pihak yang relevan berdasarkan alat bukti yang diperoleh.
Sementara itu, Ridwan Hisjam menyatakan Partai Golkar mendukung proses hukum dan tidak akan melakukan intervensi terhadap penyidikan.
Ridwan juga menyebut isu pengunduran diri Nusron dari Golkar serta menyinggung perlunya evaluasi di pemerintahan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/692347/kasus-hgb-kian-panas-kpk-didesak-periksa-nusron-wahid-ini-kata-golkar-eks-penyidik-kompas-pagi
Hingga kini, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum diperiksa KPK. Dalam dialog bersama politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam dan mantan penyidik KPK Yudi Purnomo, dibahas desakan agar KPK segera memanggil Nusron serta perkembangan penyidikan yang telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Yudi Purnomo menilai KPK perlu segera melakukan gelar perkara dan menentukan status pihak-pihak yang relevan berdasarkan alat bukti yang diperoleh.
Sementara itu, Ridwan Hisjam menyatakan Partai Golkar mendukung proses hukum dan tidak akan melakukan intervensi terhadap penyidikan.
Ridwan juga menyebut isu pengunduran diri Nusron dari Golkar serta menyinggung perlunya evaluasi di pemerintahan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/692347/kasus-hgb-kian-panas-kpk-didesak-periksa-nusron-wahid-ini-kata-golkar-eks-penyidik-kompas-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Intro
00:08Pengusutan kasus suap pengurusan hak guna bangunan di Kabupaten Bogor
00:11terus memunculkan desakan agar KPK memeriksa Menteri ATRBPN Nusron Wahid
00:16Dalam penjadikan kasus ini KPK bahkan menyebut barang bukti yang disita dalam operasi tangkap tangan
00:21adalah yang terbesar sepanjang sejarah OTT KPK, yaitu 106,3 miliar rupiah
00:27Nusron belum diperiksa KPK, tetapi desakan agar ia mundur dari jabatannya sebagai Menteri muncul
00:33karena sejumlah pejabat S1 hingga orang kepercayaannya di Kementerian ATRBPN
00:37telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap HGB oleh KPK
00:41Soal desakan Nusron mundur, salah satunya disampaikan Ketua Great Institute, Syahgan Danenggolan
00:47yang menilai Nusron punya tanggung jawab moral untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri
00:52sehingga tak perlu menunggu keputusan Presiden untuk Marisha Fall
01:09Partai Golkar tempat Nusron bernaung tidak ingin bicara soal desakan mundur dari jabatan Menteri ATRBPN
01:14namun Golkar menegaskan mendukung pengusutan kasus korupsi ini hingga tuntas
01:19termasuk jika Nusron akhirnya jadi tersangka
01:23iya, jadi gini, itu tadi yang saya katakan pertama
01:26Presiden S1 tetap harus dikedepankan ya
01:29bahwa kemudian kalau itu ada bukti-bukti yang kuat
01:33lalu penetapan tersangka ya kita menghargai full
01:36tapi untuk pemeriksaan sebagai saksi, Golkar mendukung hal itu?
01:40oh iya, menyerahkan semua proses hukum
01:42Golkar tidak akan melakukan intervensi kekuasaan
01:46intervensi atas nama partai terhadap proses itu
01:48Ketua Umum Bahlil, Pak Nusron sendiri juga sudah menyampaikan hal demikian
01:53saya akan ikut proses
01:54jadi ini kan tergantung bukti-bukti ya
01:57alat bukti apa segala macam yang didapatkan oleh pihak penyidik
02:01nanti itu akan sangat mempengaruhi
02:03seberapa jauh keputusan sebagai
02:05katakanlah misalnya Kak Do
02:06kalau ada indikasi sebagai tersangka
02:08karena tersangka kan sudah ada 8 orang ya
02:12sementara KPK masih terus mencari sejumlah barang bukti
02:15untuk mendalami peran-peran pihak
02:17selain 8 tersangka yang sudah ditetapkan
02:19KPK mengungkapkan telah menggeledah ruangan 2 dirjen lain
02:23untuk meniliki perkara suap HGB
02:25namun KPK belum mengungkap waktu pemeriksaan Menteri Nusron
02:30tadi dilakukan kegiatan di lapangan, penggeledahan begitu
02:35ini karena berdasarkan keterangan-keterangan yang berkembang
02:39atau dokumen-dokumen yang ada
02:41di proses kegiatan tertangkap tangan yang pertama
02:45bahwa disitu ada keterlibatan pihak di bidang yang lain
02:54KPK telah menetapkan 8 tersangka kasus pengurusan HGB
02:57mereka adalah pejabat di Kementerian ATR BPN
02:59politisi hingga pihak swasta
03:01Tim Liputan Kompas TV
03:10Saudara pengusutan kasus swa pengurusan hak guna bangunan terus berkembang
03:15KPK tengah menyelidiki ada 2 dirjen lain di Kementerian ATR BPN
03:20namun belum ada jadwal pemeriksaan terhadap Menteri Nusron
03:23melihat besarnya jumlah uang hasil operasi tangkap tangan yang disita
03:28dan keterlibatan pejabat eselon 1 di Kementerian ATR BPN
03:32muncul desakan agar Nusron mundur dari jabatan menteri
03:37kami akan ulas bersama dengan politisi senior Partai Golkar
03:40sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring
03:43ada Pak Ridwan Hisham dan juga ada mantan penyidik KPK
03:46Mas Yudi Purnomo
03:47Selamat pagi Assalamualaikum Bapak-Bapak
03:50Waalaikumsalam pagi Mbak Disti, Pak Ridwan
03:53Oke, kita masih berfokus kepada penyelidikan atau pengusutan
03:59kasus dugaan swa pengurusan hak guna bangunan
04:03begitu di Kabupaten Bogor yang kemudian menyeret ada berbagai macam kalangan
04:08mulai dari pejabat di Kementerian ATR BPN
04:12kemudian ada pihak swasta bahkan politisi
04:15Nah, saya ingin tahu dulu ke Mas Yudi
04:17Mas Yudi, Anda, sepengalaman Anda menjadi bagian dari KPK
04:23beberapa waktu lalu
04:24guna pengusutan kasus ini kan pasti akan ada follow the money
04:28begitu ya, ketika ada empat orang terdekat dari seorang Menteri
04:33yang jadi pertanyaan pasti
04:35kapan ini KPK memeriksa Menteri Nusron?
04:39Kok belum diperiksasi sampai sekarang?
04:40Apa yang menjadi halangannya?
04:43Ya, saya pikir halangannya itu ada di pimpinan KPK ya
04:48karena kalau kita melihat konstruksi perkara dalam OTT yang disampaikan oleh KPK
04:56saya pikir sudah bukan hanya ditemukan dua alat bukti yang cukup
05:01ya, tetapi juga kaya akan alat bukti bahwa OTT yang dilakukan oleh KPK itu
05:07sudah sempurna ya, untuk bisa menyasar siapa intelektual data yang mempunyai kewenangan tertinggi
05:15dalam dugaan kasus korupsi tersebut
05:17siapa yang menjadi koordinatornya
05:20siapa yang menjadi eksekutornya
05:22yang kita tahu bahwa
05:24kemudian ditemukan uang 106,3 miliar
05:29sehingga bahasa saya ini sebenarnya sudah voltoid
05:32bahwa pada malam itu seharusnya ya
05:35KPK juga bukan hanya berhenti
05:37dari orang yang disebut KPK 4 orang kawan dekat
05:41yang kita tahu bahwa KPK menyebut secara tegas dan jelas
05:454 orang kepercayaan disebut oleh KPK
05:48ini kan tanpa mengkompimasi kepada Menteri
05:51yaitu Bang Nusron
05:52artinya ya KPK sudah sangat rigid sekali bukti yang dimiliki
05:57itu sebabnya kenapa saya mengkritik KPK
06:00pada malam itu tidak segera dilakukan penyebutan
06:04kepada yang bersangkutan sebagai bagian dari OTT
06:07sehingga kemudian momentumnya itu lepas
06:09saat ini kita pun juga melihat
06:11bagaimana KPK menyampaikan kan
06:13pengembangan kasusnya kan bukan ke atas
06:15tetapi kemana?
06:16ke samping, ke dijen-dijen yang lain
06:19ya karena dijen sebelumnya kan sudah dipiksa
06:21itu artinya apa analisis saya
06:23artinya bahwa KPK ngapain dia mengembangin ke atas
06:27karena sebenarnya KPK sudah lengkap
06:29buktinya aliran dananya itu tentu
06:31kita tahu 4 orang kepercayaan ini kan
06:33tidak ada dalam struktur formal
06:35mereka adalah struktur informal
06:37atau kita sering menyebutnya shadow government
06:40nah kenapa orang-orang ini begitu dipercaya?
06:43kita lihat dari pengalamannya
06:44misalnya Pak Fat, ya kan
06:46kemudian Haji Arief dan sebagainya
06:48itulah sebabnya bagi saya
06:49saat ini tentu
06:51akan coba dibangun alibi-alibi
06:53terkait dengan uang tersebut
06:55tapi bagi saya
06:56uang 106 miler ini terlalu banyak
06:59untuk dibangun alibi
07:00siapa yang akan kemudian
07:02ya mau berani pasang badan
07:05terhadap uang itu
07:06karena kalau kemarin
07:07Haji Arief pasang badan itu adalah uang dia
07:09karena dia dikenal sebagai seorang pengusaha
07:11tentu tidak akan ditapkan oleh KPK
07:13sebagai tersangka
07:14jadi bagi saya
07:15ya saat ini
07:17yang perlu dilakukan oleh KPK
07:19sebenarnya
07:19bukan terkait dengan konstruksi hukum
07:23ya bukan terkait dengan alat bukti
07:25bukan terkait dengan
07:26kayanya barang bukti
07:27tetapi adalah keberanian
07:29ya dari KPK
07:31saya melihat
07:31bahwa bisa jadi
07:33ya KPK memberikan waktu
07:35ya
07:35mungkin karena ada negoisasi
07:38atau apa di ruang gelap
07:39ya
07:40memberikan waktu
07:41karena kalau misalnya
07:42ya waktu
07:43kemarin
07:44Nusang Wahid itu
07:45segera ditangkap oleh KPK
07:47dia akan menjadi menteri pertama
07:48yang kena OTT
07:49nah sekarang
07:49kita lihat nih
07:51ya ke depannya
07:52KPK kan sudah banyak
07:53menemukan dokumen-dokumen
07:55bukti-bukti
07:56di penyidikan
07:57ini berkembang
07:58saya harap
07:58pimpinan KPK
07:59segera melakukan gelar perkara
08:01dan segera menetapkan statusnya
08:03kalau memang
08:03ya memanggil yang bersangkutan
08:05itu tidak
08:06mempunyai keberanian
08:08ya
08:08walaupun
08:08ya sekarang ini kan
08:10kalau menetapin tersangka
08:11agar tidak diperaper
08:12biasanya dipanggil dulu
08:14saya pikir oke lah
08:15saya pikir kita harus memberikan waktu
08:17pada KPK
08:18agar kasus ini
08:19tidak berlarut-larut
08:19segera
08:20panggil yang bersangkutan
08:22kemudian gelar perkara
08:23dan tentukan
08:24statusnya
08:25kalau tidak
08:26yang terjadi adalah
08:27saat ini kan
08:28seperti berlarut-larut
08:29seperti ada
08:31tarik ulur
08:32ya berbagai macam
08:33kepentingan
08:34padahal ini sebenarnya
08:35murni penegakan hukum
08:36karena apa?
08:37karena buarang bukti
08:39tindak pidana korupsinya
08:40106,3 miliar itu
08:42sudah ada
08:43dan ini bagi
08:44dan orang kepercayanya pun
08:464 sudah tersangka
08:47jadi KPK
08:48jangan sampai
08:49going nowhere
08:50karena ini adalah
08:51tanggung jawab
08:52KPK menuntaskan
08:53OTT yang belum
08:54tuntas
08:55yang puzzle-nya
08:55hilang
08:56waktu OTT
08:57kemarin
08:58begitu Mbak Adisti
08:59oke jadi kalau menurut Anda
09:00sebenarnya tidak terlalu
09:01sulit untuk bisa
09:02kemudian
09:03mengungkap
09:04dan ini lebih jelas
09:05secara terang-benerang
09:06siapa saja yang terlibat
09:07tapi memang saat ini
09:09yang ditunggu
09:09keberanian dari KPK
09:13Mas Yud
09:14betul Mbak Adisti
09:14jadi tinggal
09:15tunggu pimpinan KPK
09:16karena bagi saya
09:17kawan-kawan
09:18ini Mbak Adisti
09:18saya ingin
09:19membawa suasana kebaktinan
09:20pada saat OTT
09:21OTT itu kan dimulai
09:22dari pengaduan masyarakat
09:24pengaduan masyarakat
09:25itu sudah sangat jelas
09:26ya
09:26bahwa KPK
09:28mengklarifikasi
09:28memverifikasi
09:29dan kemudian
09:30menyampaikan
09:31bahwa
09:32dan tanda kutip
09:33ya
09:33penyelenggaran negara
09:34yang akan menjadi
09:35ya
09:36atau apa namanya
09:37pelaku tindak
09:39pidana korupsi
09:39dalam kasus OTT ini
09:40adalah menteri
09:41misalnya sebagai penyelenggaran negara
09:42jadi sebenarnya
09:43sudah sangat jelas
09:44ini kok tiba-tiba
09:45rekoset jadi
09:46hanya dirjen gitu kan
09:48ataupun kemudian
09:49hanya 4 orang kepercayaan
09:50kalau orang kepercayaan ini
09:52adalah orang yang punya
09:52jabatan
09:53ataupun struktur formal
09:55oke lah
09:55mereka bisa kena
09:56tapi ini kan bukan
09:57siapa-siapa Mbak
09:58ya kan
09:58mereka adalah orang-orang
09:59yang tadi saya katakan
10:01shadow government
10:02yang membuat kuasa
10:04dan kekuasaan mereka ada
10:05ya tentu
10:06dari orang yang memberikan
10:07mereka kepercayaan
10:08yaitu menterinya
10:09karena Mbak
10:10kalau kita lihat
10:11kasus yang OTT
10:11kemarin saja
10:12yang memberikan uang
10:13adalah presiden komisaris
10:15salah satu
10:17perusahaan
10:17properti terbesar
10:19di Indonesia
10:19bagaimana mungkin
10:20mereka
10:20dia ketika memberikan
10:22uang tersebut
10:23ya
10:23kemudian percaya
10:25kepada
10:25orang-orang yang
10:27gak punya struktur
10:28di BPN
10:28misalnya
10:29pasti dia sudah tahu
10:30bahwa
10:30ini untuk siapa
10:31pasti ini dugaannya
10:33untuk menteri
10:34seperti itu Mbak Adisti
10:35oke jadi ini
10:36kelas kakap ya
10:37ya betul
10:39kakap
10:39oke saya ingin ke
10:41Pak Ridwan
10:41Pak Ridwan ini bagaimana
10:42ada desakan
10:43agar menteri
10:44Nusron ini
10:45mundur
10:45jadi sebenarnya
10:46kalau dari Golkar sendiri
10:48seperti apa
10:49sudah ada
10:50tindakan tegas
10:52atau seperti apa
10:55ini
10:56Mbak
10:57ini
10:58kalau Golkar
10:58saya kira sudah final
10:59kita ya
11:00sudah final
11:01sejak
11:02Pak Doli
11:04sudah menyampaikan
11:05bahwa
11:05si Nusron ini
11:07sudah mengundurkan diri
11:09sebetulnya
11:09beberapa bulan yang lalu
11:11nah tapi
11:12kita tahu lah
11:13bahwa Pak Nusron ini
11:14kan senior
11:15di Golkar
11:16saya istilahkan
11:17insan politik
11:18nah sehingga
11:20pengunduran dirinya itu
11:21memang baru
11:22diekspos sekarang
11:23apakah betul
11:25sebulan
11:26atau dua bulan yang lalu
11:27atau baru kemarin
11:28kita kena ada tahu
11:29yang tahu yang menghubungkan
11:31karena itu
11:31masalah administrasi
11:33di Golkar
11:33tapi prinsipnya
11:35bahwa
11:36Partai Golkar
11:37sudah
11:37menyatakan
11:38dengan jelas
11:39bahwa kita
11:40mendukung
11:41proses hukum
11:42dan silakan
11:43KPK
11:44untuk
11:44melaksanakan
11:46nah itu
11:46apa namanya
11:48sikap dari
11:49Partai Golkar
11:49tetapi kita harus
11:51melihat Mbak
11:52bahwa masalah ini
11:53kita jangan
11:54menganggap
11:55hanya tadi
11:56disampaikan oleh
11:57Mas Yudi
11:58100 miliar
11:59berapa gitu
12:00karena
12:02saya ini kan
12:03kebetulan juga
12:04berkomunikasi ya
12:05dengan teman-teman saya
12:06di Real Estate
12:07karena saya ini kan
12:08saat ini penasihat
12:09Dewan Pimpinan Pusat
12:11Real Estate Indonesia
12:12itu memang
12:13hal-hal
12:15seperti ini
12:16sudah sangat
12:17apa
12:17sudah sangat
12:18anulazim
12:19terjadi
12:20tetapi memang
12:21kita kaget
12:22karena
12:23kenapa
12:23kalau sampai ke menteri
12:24itu biasanya
12:25di tingkat-tingkat bawah
12:27nah
12:27ternyata ada
12:29garapan besar
12:30yang sedang
12:31menjadi
12:31apa namanya
12:33sasaran
12:33sehingga
12:34oke jadi menurut Anda
12:34hal-hal semacam ini
12:35adalah hal-hal yang
12:36lazim
12:37dilakukan
12:39sangat lazim
12:40sangat lazim
12:42kami di
12:43Pimpinan Pusat
12:43Real Estate itu
12:44masalah-masalah
12:45gini itu
12:46sangat
12:46tetapi
12:47itu di dalam
12:48di kita
12:49biasanya kita masukkan
12:50di dalam biaya-biaya
12:51operasional
12:52tetapi karena
12:53ini ada sesuatu ya
12:55target-target
12:56sehingga
12:56sesuatu apa
12:57Pak Ridwan
12:59ya saya kira
13:01kita tidak usah
13:01menyebutkan ya
13:02sesuatu apa
13:03kenapa
13:04atau ada
13:05fundraising ya
13:06kalau fundraising
13:07biasanya
13:08kalau ada gempa bumi
13:09atau apa
13:10fundraising
13:10ini ada sesuatu
13:12sehingga
13:12sampai
13:13ada fundraising
13:15melibatkan
13:16komisaris
13:17apa
13:17direktur utama
13:18ini teman saya
13:20Andrianto ini
13:21dua minggu yang lalu
13:21masih rapat sama saya
13:22sebelum dia
13:23di UTT
13:24nah jadi
13:25itu hal yang
13:26banyak
13:27tapi
13:27saya mendapatkan
13:28informasi dari
13:29para pengusaha
13:30pengusaha
13:31bukan saja
13:31pengusaha
13:32ya itu
13:34pengusaha-pengusaha
13:34sawit
13:35itu pun juga
13:35banyak
13:36itu karena
13:36pengurusan
13:37apa namanya
13:38HGB
13:40atau
13:40peruntukan-peruntukan
13:42tanahnya
13:43itu juga
13:44menjadi sasaran
13:45nah sehingga
13:46saya melihat
13:47KPK
13:48tidak menganggap
13:49enteng ini
13:49100 miliar
13:50maksudnya
13:51ini ratusan miliar
13:53malah informasinya
13:54bisa di atas
13:55500
13:55nah sehingga
13:56itulah mungkin
13:57menurut saya
13:58mungkin
13:59KPK
14:00membutuhkan
14:00waktu agak panjang
14:02agar dana
14:03yang bisa
14:05ditemukan
14:05dikejar
14:06itu bisa
14:07lebih besar
14:08oke jadi
14:09menurut Anda
14:09tidak hanya
14:10sebatas hanya
14:10106, sekian
14:12miliar saja
14:13bisa lebih besar
14:14seperti gunung es
14:16di bawahnya
14:16begitu menurut Anda
14:17bisa sampai
14:19500an
14:19karena banyak
14:20pengusaha yang
14:21yang sudah
14:22pengusaha-pengusaha
14:22ini juga
14:23apa namanya
14:24merasa tertekan
14:25kan mereka
14:25di ini
14:26begini
14:27nah itu
14:28jadi
14:28saya kira
14:29KPK sangat bagus
14:31cara bekerjanya
14:32untuk memaksimalkan
14:34dana yang bisa
14:35diambil
14:35karena
14:36sekarang kita ini
14:37kan
14:38kekurangan dana
14:40sampai pajak
14:41ada yang
14:42apa namanya
14:43harus kena pajak
14:43dan lain-lain
14:44karena pemerintah
14:45membutuhkan pendana
14:46ini cukup besar
14:47nah
14:47dana-dana inilah
14:48sekarang
14:49yang
14:49yang sedang
14:50dicari
14:51menurut saya
14:52ya
14:52oleh KPK
14:53sehingga
14:54tertunda
14:55untuk
14:55mengundang
14:57atau memanggil
14:58saudara
14:59Nusron
14:59untuk menjadi saksi
15:00itu yang pertama
15:02yang kedua
15:03saya kira tadi
15:04masukan dari
15:05Mas Yudi
15:05ini kan
15:05kalau sampai
15:07Menteri ini
15:09dipanggil
15:10atau apalagi
15:11sampai
15:11dikenakan
15:12tersangka
15:13dalam posisi
15:15masih menjabat
15:16ini kan
15:16juga merupakan
15:17AIB
15:18buat
15:18Kabinet Indonesia
15:20Merah Putih
15:20jadi
15:21kalau
15:22untuk menyelamatkan
15:23AIB itu
15:26Pak Nusron
15:28kalau
15:28memang
15:29betul-betul
15:30merasa
15:32bahwa
15:32dia yang
15:34menyuruh
15:34atau memberikan
15:35petunjuk-petunjuk
15:36ya harus
15:37siap untuk
15:39mempertanggungjawabkan
15:40itu saya kira
15:41atau
15:42mungkin
15:43saya kira
15:43karena ini sudah
15:45kabinet ini
15:46kan sudah
15:46hampir dua tahun
15:47ya
15:48nanti tanggal
15:481 Oktober
15:49ini kan sudah
15:50mulai
15:51dua tahun
15:53saya kira mungkin
15:53Pak
15:54Presiden
15:56Pak Presiden
15:58Prabowo
15:59melakukan
16:00resafel
16:01besar-besaran
16:02kalau saya minta
16:02besar-besaran
16:03karena sejak awal
16:05saya di Kompas TV
16:06hari kedua
16:07pada waktu
16:07calon-calon
16:09Menteri diundang
16:10di
16:10di Kertanegara
16:12saya sudah memberikan
16:13kritikan
16:14kepada
16:14Presiden
16:15Pak Prabowo
16:16bahwa
16:17ini kok yang dipanggil
16:18kok tim sukses
16:19kok yang dipanggil
16:21relawan-relawan
16:22bagaimana
16:23dengan janjinya
16:24sebagai
16:25zaken kabinet
16:26orang-orang ahli
16:27orang-orang profesional
16:28karena tim relawan
16:30itu bukan
16:31di situ
16:32tempatnya
16:32tapi kalau
16:33di tempat lain
16:35jadi
16:36adalah evaluasi
16:37kepada Presiden
16:39untuk segera
16:40melakukan
16:41perbaikan
16:41terutama
16:42resafel kabinet
16:43dan sekaligus
16:44memberikan
16:45apa namanya
16:46memenuhi janjinya
16:47kepada rakyat
16:48pada saat
16:49apa namanya
16:50kampanye
16:51itu hal
16:52yang baik
16:52karena Pak Presiden
16:53kan masih 3 tahun lagi
16:54Presiden Prabowo
16:55Gibran ini
16:56masih 3 tahun
16:58masih panjang
16:58saya kira
16:59oke tapi kemudian
17:00di tahun kedua
17:01kepemimpinan Prabowo
17:01Subianto
17:02kemudian ada
17:03permasalahan semacam
17:04ini mencuat
17:05dan juga menjadi
17:05atensi kita semua
17:08apakah menunggu
17:09harus resafel dulu
17:10atau kemudian
17:11lebih gentle
17:11ya sudah
17:12Pak Nusron
17:13ada arahan dari Golkar
17:14walaupun memang
17:15sudah mundur
17:16dari Golkar
17:17begitu ya
17:17ya sudah lah
17:18lebih baik mundur saja
17:19dari jabatan menteri
17:22saya kira
17:23teman-teman
17:24yang
17:24yang di sekitar
17:26Pak Nusron
17:26sudah banyak
17:27teman-teman Golkar
17:28yang meminta
17:29Pak Nusron
17:30sudah lah
17:31ini harus di
17:32apa namanya
17:33karena sudah
17:34apa ya
17:34istrinya sangat
17:35terbuka sekali
17:36ini
17:37kalau kita melihat
17:38medsos-medsos ya
17:40apa namanya
17:41yang
17:42yang beredar itu
17:43itu menjadi
17:45pembicaraan
17:46sampai di tingkat
17:46daerah-daerah
17:48karena ini kan
17:48melibatkan
17:49orang se-Indonesia
17:51saya tidak perlu
17:53menyebutkan
17:53bahwa dana itu
17:54kemana ya
17:55tapi itu
17:56dana itu sudah
17:56mengalir kemana-mana
17:58jadi tidak
17:59untuk pribadi
18:00saja kan
18:01pribadinya
18:02siapa namanya
18:03yang
18:04tertangkap
18:05UTT ini
18:06nah itu
18:07saya berada
18:07sudah beredar
18:08kemana-mana
18:08sampai ada yang
18:09bawa sekian koper
18:11naik mobil
18:12dan lain-lain
18:13itu
18:13seluruh Indonesia
18:15oke jadi
18:16menurut Anda
18:17memang rekan
18:18sesama Golkar itu
18:19sudah ada
18:19omongan juga
18:21ke Panusron
18:22lebih baik Anda
18:23mundur saja
18:23dari jabatan menteri
18:25iya Panusron pun
18:26juga sekarang
18:27dalam posisi yang
18:28yang tidak
18:29tidak bisa terbuka
18:30seperti dulu ya
18:31mungkin ya
18:32sedang
18:33dalam posisi yang
18:34apa
18:36apa namanya
18:37tertutup lah
18:38untuk hal ini
18:39karena kita lihat
18:40Panusron ini
18:41orang yang
18:42paling terbuka
18:43coba kalau
18:43apa namanya
18:44konvensi pers
18:45atau kalau
18:46kalau mama abid
18:47malah
18:48wartawan itu
18:49yang ditantang
18:49sama Panusron
18:50terakhir di DPR
18:51malah gak mau bicara
18:53malah
18:53di desa-desa wartawan
18:55ini
18:55prestasi saya juga
18:56saya kakit
18:57berubah
18:57Panusron ini
18:58padahal
18:58Panusron ini
18:59orang yang berani
19:00menghadapi semua
19:01permasalahan-permasalahan
19:03malah ditantang
19:04mahasiswa ditantang
19:05sama Panusron
19:05waktu
19:06mau ada
19:07demo-demo
19:08apa
19:08diajak dialog
19:09nah itu
19:10jadi
19:10kali ini
19:11yang terjadi
19:12perubahan
19:12nah makanya
19:13teman-teman
19:14sudah sampaikan
19:15sudah lah
19:15ini
19:16apa namanya
19:17mungkin perlu
19:18kita melakukan
19:19renungan-renungan lah
19:21yang lebih dalam
19:22tentang perjalanan
19:23politik kita
19:24termasuk Golkar juga
19:26karena
19:26kalau saya sudah
19:27sejak awal
19:28sebagai politisi senior
19:30di Golkar
19:31saya sudah cukup lama
19:32sejak Orde Baru
19:33saya sudah di Senayan
19:3497
19:35itu
19:36ya
19:37kita harus menyelamatkan
19:38partai ini
19:39karena partai ini
19:40memang sudah
19:41punya
19:42apa namanya
19:43ya
19:43punya pegangan
19:44yang namanya
19:44PDLT itu
19:45kandel Golkar itu
19:47harus berprestasi
19:48ya tidak boleh
19:50ujuk-ucuk
19:51kedua
19:51dedikasinya
19:52tidak perlu diragukan
19:54oke loyalitas
19:55dan juga
19:57yang sangat penting
19:58tidak tercelah
19:59tidak tercelah
20:00itu bukan
20:00masalah korupsi saja
20:02banyak
20:02masalah-masalah
20:04etika
20:04masalah-masalah
20:05adab
20:06masalah-masalah
20:07budaya kita
20:08masalah agama
20:09itu semua itu
20:11masuk di dalam
20:11tidak tercelah
20:12kalau namanya
20:13kita tercelah
20:14ya itu sudah tidak
20:15pantas untuk
20:17duduk di kepengurusan
20:18partai Golkar
20:19atau dipromosikan
20:20OTG Golkar
20:21baik itu di DPR
20:22DPR di provinsi
20:24maupun juga
20:25jabatan-jabatan
20:27oleh Golkar
20:28tapi kalau jadi
20:28anggota
20:29bebas-bebas saja
20:30oke tapi
20:30kalau dari
20:31secara individu
20:32Anda kepada
20:32panusron
20:33karena Anda
20:34juga punya
20:34apa ya
20:35kedekatan juga
20:36begitu ya
20:38saran Anda
20:38masukkan Anda
20:39perspektif Anda
20:40memang lebih baik
20:40mundur dari
20:41jabatannya
20:41sebagai menteri
20:42kalau menurut Anda
20:43untuk bisa
20:44lebih fokus
20:46ya
20:46saya kira
20:48masalah ini
20:49terlalu pribadi ya
20:50Mbak
20:50menurut saya ya
20:52karena Pak Nusron
20:53juga kan punya
20:54hitungan-hitungan juga
20:55karena Nusron ini
20:56di tim
20:58pemenangannya
20:59Pak Prabowo
21:00diberanikan
21:01termasuk
21:02orang kedua
21:03dia ini
21:04orang ketatunya
21:07tim pemenangannya
21:08kan siapa itu
21:08menteri juga
21:10yang kedua
21:10ya Pak Nusron
21:11jadi orang-orang
21:13yang penting
21:13di dalam tim
21:14pemenangan itu
21:15karena dia
21:15sekretaris
21:16TPN
21:17nah sehingga
21:18mungkin banyak
21:19hitungan-hitungan
21:20yang perlu
21:20diperhitungkan
21:21sehingga
21:22posisinya memang
21:23sangat strategis
21:24tapi kan
21:24dengan terjadi
21:26seperti ini
21:27dan semua
21:28rakyat Indonesia
21:29ini kan
21:29tidak baik juga
21:31buat
21:31apa namanya
21:32pemerintahan
21:33Prabowo-Jibran ini
21:35kalau memang
21:36tidak segera
21:37dituntaskan
21:38apapun hasilnya
21:39apakah
21:40nanti Pak Nusron
21:41tidak terlibat
21:42itu hanya adalah
21:44orang-orangnya
21:46yang
21:46salah
21:47mengartikan
21:48atau menafsirkan
21:49perintah-perintah
21:50kan bisa juga
21:50nah itu
21:52perintahnya
21:52atau kerjanya
21:54yang lain
21:54karena memang
21:55mereka
21:56mencari
21:57kesempatan-kesempatan
21:59bisa saja
21:59begitu
22:00oke
22:00jadi ada
22:01ada dugaan
22:02salah menafsirkan
22:03begitu
22:04kalau menurut Anda
22:04Pak Ridwan Hisham
22:05nah saya inginkah
22:06kita
22:07ya apa
22:08kita
22:08positif thinking
22:09karena Nusron ini
22:10orang yang sudah cukup lama ya
22:13dia politisnya senior
22:15jadi
22:15mungkin dia
22:17apa namanya
22:18maksudnya itu
22:19salah ditafsirkan oleh
22:20kawan-kawan
22:21bawah-bawahannya
22:22atau
22:22anak buahnya kan
22:24dirjen ada ini
22:25ada dirjen
22:26ada kepala badan
22:27nah itu salah menafsirkan
22:28apa
22:29perintahnya
22:30tinggal kita buktikan
22:31nanti
22:32jadi memang KPK
22:33saya sangat setuju
22:35KPK harus segera
22:36supaya ini
22:37tidak terjadi
22:38apa ya
22:39istilahnya
22:40pebicaraan
22:41dan-dandan
22:41kami dari Golkar
22:43sangat ini
22:43sangat apa
22:45kalau ini
22:46tidak segera dituntaskan
22:47kami juga dirugikan
22:48karena nama Golkar ini
22:50terlalu terbawa-bawa
22:51dianggung Golkar ini
22:52perintah koruptor
22:53dan lain-lain
22:54kami minta
22:55agar ini segera dituntaskan
22:56karena
22:57banyak kader-kader Golkar
22:58yang baik-baik
22:59bersih-bersih
23:00PDLT-nya
23:01itu banyak
23:02ribuan
23:03bukan ribuan
23:04kita itu
23:05jutaan anggota kita
23:06nah itu kan sangat kecewa
23:08kalau cuma
23:09di
23:10apa ya
23:10di
23:10beritakan seperti ini
23:12satu dua orang
23:13tapi sudah
23:14mencemari semuanya
23:15mencemarkan
23:16partai
23:17secara keseluruhan
23:18oke saya ingin ke Mas Yudi
23:20oke saya ingin ke Mas Yudi
23:21responnya bagaimana
23:22apakah mungkin ada dugaan
23:23seorang dirjen
23:25yang begitu
23:26cukup
23:27mumpuni
23:28dan sudah mengetahui
23:29lapangan
23:30salah menafsirkan
23:32perintah dari
23:34seorang menteri
23:34kalau juga tadi disebutkan oleh
23:36Pak Ridwan Hisham
23:37ini sebenarnya
23:39ada dugaan juga
23:39ini harus diusut juga
23:40gak cuma 100 miliar
23:42mungkin bahkan ada
23:43dikatakan
23:44500 miliar lebih
23:45begitu ya
23:46dan ini adalah hal yang
23:47lazim
23:48sudah dilakukan
23:49ya
23:51sederhana sekali
23:52jawabannya ya
23:54bahwa
23:54kalau jumlahnya
23:55hanya 1 miliar
23:562 miliar
23:57ratusan juta
23:58ya tentu disitu
23:59di jen terlibat
24:01ya
24:01tapi kan ini jumlahnya
24:03fantastis
24:04ya
24:04apalagi juga ada
24:06orang kepercayaan
24:07yang
24:07yang menjadi
24:08koordinator
24:09untuk kemudian
24:10mengumpulkan uang
24:12ya bahkan
24:12menimpun uang
24:14sebanyak itu
24:14gitu
24:15jadi
24:15saat ini
24:16saya melihat
24:17ada dua hal yang sangat penting
24:18pertama
24:19penuntasan kasus
24:20kalau untuk penuntasan kasus
24:22maka saya lihat
24:23KPK memang
24:24on the right track ya
24:25bagaimana melakukan
24:26penggeledahan
24:27penyitaan barang bukti
24:28ya kemudian juga
24:31mengembangkan
24:32apa
24:33uang yang tidak
24:34hanya sebatas
24:35pada 106,3 miliar
24:37yang
24:37saya betul
24:38saya paham bahwa
24:39dari berbagai macam
24:40pengalaman saya
24:41ini kan OTT
24:42dengan jumlah temuan terbesar
24:44sepanjang sejarah KPK
24:46ya sebelumnya kan mungkin
24:47hanya miliaran
24:48paling banyak
24:48dan pengalaman saya
24:50ketika OTT
24:50misalnya 300 juta
24:52ya itu bisa berubah
24:53ketika mengembangkan
24:55itu bisa berubah menjadi
24:56400 miliar
24:58ya kemudian
24:59kemarin dalam perkara
25:01mantan jam fisius
25:02kita bisa melihat
25:03bagaimana
25:04dari temuan
25:05sekitar 500 miliar
25:07dan 74
25:08kilogram
25:09ternyata asetnya itu
25:10ditemukan
25:11lebih banyak lagi
25:12ratusan miliar
25:13seperti itu
25:13ini juga
25:14ini artinya
25:15106,3 miliar
25:17bagi saya
25:18itu adalah sisa
25:19ya
25:19pasti sudah ada
25:21jadi
25:21follow the money
25:22nanti akan lebih banyak
25:23berkembang kepada
25:24dugaan-dugaan
25:26penerimaan-penerimaan
25:27uang
25:27dari tempat-tempat lain
25:29ya
25:29yang kemudian
25:30kenapa hanya tinggal
25:31106,3 miliar
25:33disini nanti KPK
25:34tentu akan
25:35bekerjasama
25:35dengan PPATK
25:37nanti tentu akan
25:39kemudian
25:39follow
25:40bukan hanya
25:41follow the money
25:41follow the witness
25:42dan kemudian
25:43menggali keterangan
25:44dan sebagainya
25:44tapi kemudian
25:45yang kedua
25:46selain penuntasan perkara
25:47ya
25:48juga tentu
25:49ada
25:49penjelasan
25:51kasus yang paling
25:52yang ditunggu oleh
25:53masyarakat
25:54ya itu
25:55mengapa
25:55ya
25:56menteri
25:57ya
25:57jangankan
25:58tersangka
25:59dipanggil saja
26:00itu belum
26:00gitu kan
26:01itu bagi saya
26:02yang akan menjadi
26:03beban
26:03bagi saya
26:04tentu banyak
26:05apa di luar sana
26:07ya
26:07apakah kemudian
26:08menteri ini
26:09dilindungi
26:10kemudian dibuat
26:11skenario
26:12untuk penyelamatan
26:14ya kan
26:14saya serta
26:15katakan disini
26:16ya
26:16skenario
26:17ataupun alibi
26:18apapun
26:19ya untuk
26:20menyelamatkan
26:20itu tidak akan
26:21berguna
26:22karena apa
26:22karena uangnya
26:24udah ada
26:24ya saya pikir
26:25kalau nanti
26:26misalnya
26:26dibuat ada orang
26:28yang mau pasang
26:28badan
26:29saya pikir
26:29nanti akan
26:29diterusuri
26:30ya uang ini
26:31kan adalah
26:32uang tunai
26:33ya kan
26:33tidak ada
26:34pengusaha
26:35menimbung uang
26:35sebanyak itu
26:36bahkan pengusaha
26:37pengusaha besar pun
26:38ya pasti
26:38mereka akan
26:39menggunakan
26:39perusahaan
26:40mereka
26:42ataupun
26:43juga
26:43dengan
26:44rekening pribadi
26:44tapi kan jumlahnya
26:45juga
26:45sebanyak itu juga
26:46sampai ratusan miliar
26:47jadi bagi saya
26:48ya
26:49bahwa
26:50kejelasan
26:51status ya
26:52saya tidak melihat
26:52dari sisi politik
26:53dan sebagainya
26:54tapi
26:55kejelasan status
26:56berdasarkan logika
26:57hukum yang sudah
26:58terbangun
26:58sejak adanya
26:59OTT
27:00ini bagi saya
27:01akan menjadi
27:02beban KPK
27:03bola panas ini
27:04sekarang ada di KPK
27:05mau dibawa
27:06kemana
27:07arah kasus ini
27:09kalau kemudian
27:10di PTS kan
27:11saya pikir juga
27:12tidak akan bisa
27:13atau kemudian
27:14tidak
27:15diapa-apain
27:16menteri
27:16NW nya
27:17itu juga
27:18tidak akan bisa
27:19gitu kan
27:20sayang
27:21maruah lembaga
27:22sayang
27:23nasib
27:23pemberasian korupsi
27:24ke depan
27:24karena apa
27:25nanti KPK
27:25akan dibilang
27:26tebang pilih
27:27nanti KPK
27:28kemudian akan
27:29dibilang
27:30apa namanya
27:31kayak pisau
27:32tajamnya ke bawah
27:33ke atas
27:33tumpul
27:34karena tadi mbak
27:34bahwa dari
27:358 orang yang menjadi
27:36tersangka
27:37itu sudah sangat
27:38terang-benderang
27:39sekali
27:40dugaan
27:41menteri terlibat
27:42itu sangat-sangat
27:43kuat
27:43karena uang yang
27:44dikumpulkan juga
27:45tidak receh
27:46mbak
27:46kalau misalkan
27:47uang itu kan
27:48tentu bersumber
27:48dari berbagai macam
27:49misalnya kalau dari
27:50internal BPN
27:51tidak mungkin ada orang
27:52berani untuk
27:53memberikan uang
27:54kepada orang-orang
27:55kepercayaan ini
27:56kalau mereka tidak yakin
27:57bahwa orang-orang
27:58kepercayaan ini
27:58berhasil membuktikan
28:00bahwa mereka
28:01benar-benar disuruh
28:01menteri NW
28:02atau bisa jadi
28:03ya menterinya sendiri
28:04yang menyampaikan
28:04kepada orang-orang tersebut
28:06bahwa ini adalah
28:06orang-orang kepercayaan
28:07mbak
28:07mendapatkan perdikat
28:09orang-orang kepercayaan
28:10yang tidak mempunyai
28:11ya
28:12apa
28:13SK-SK formal
28:14itu
28:15bukan hanya
28:16berdasarkan
28:17ya
28:17omongan saja
28:18tapi juga
28:19berdasarkan
28:20pembuktian
28:20karena tentu mbak
28:22orang-orang
28:22kayak tadi
28:22misalnya presiden
28:23komisaris
28:24ya tentu kan
28:25tadi
28:26bahkan beliau
28:27dapat dengan
28:27Pak Ridwan dan sebagainya
28:29yang sudah paham
28:29tentang kondisi kita
28:30kan bukan anak kemarin
28:31sore orang-orang ini
28:32ya pasti ketika memberikan
28:34ya apalagi jumlahnya
28:35banyak itu kan
28:36waktu OTT kemarin
28:371 miliar lebih
28:38kalau tidak salah
28:39itu kan pasti juga
28:40sudah ada
28:40jaminan
28:41bahwa uang ini
28:42akan mampu
28:43untuk
28:44ya membuat prestasi
28:45ataupun
28:46keinginan mereka
28:47hasrat mereka
28:48untuk mendapatkan sesuatu
28:49kemarin kan
28:50buka blokir
28:50itu terpenuhi
28:51jadi bagi saya
28:52ya sudah
28:53tidak ada lagi
28:55jalan bagi KPK
28:56untuk kembali
28:57ke titik awal
28:58ini bagi
28:59saya
29:00tentu
29:00kalau bagi
29:01Bang Nuswan Wahid
29:02ya tinggal nunggu aja nih
29:03KPK mau ngapain
29:04ya kan
29:05tapi bagi saya
29:06sekarang ketika bola
29:07di tangan KPK
29:08disinilah
29:09KPK harus melihat
29:10bahwa nasib
29:11pemberantasan korupsi
29:13kalau ini
29:13tidak tuntas
29:15maka
29:15yang terjadi
29:16kepercayaan masyarakat
29:17akan semakin turun
29:18terhadap KPK
29:20seperti itu
29:21oke kita akan tunggu
29:22bagaimana penuntasan
29:23dari kasus ini
29:25begitu yang akan dilakukan
29:26oleh KPK
29:27apakah dalam waktu dekat
29:29akan memeriksa
29:30dari Menteri ATRBPN
29:31Usron Wahid
29:32kita akan tunggu
29:33bagaimana
29:34kasus ini akan bergulir
29:35terima kasih
29:35mantan penyidik KPK
29:37Mas Yudi Purnomo
29:37kemudian ada
29:38senior partai Golkar
29:40ada Pak Ridwan Hisham
29:41juga telah bergabung
29:42bersama kami
29:42sehat selalu
29:43Bapak-Bapak
29:43Assalamualaikum
29:44Selamat pagi
29:45Waalaikumsalam
29:46Waalaikumsalam
29:47Warahmatullahi Wabarakatuh