Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Pemohon sekaligus Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto usai sidang pendahuluan gugatan ijazah Wapres Gibran Rakabuming di MK pada Senin (21/9/2026).

"Mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo selaku kepala negara ya telah berhasil menjaga iklim demokrasi," ujar Bonatua.

"Semoga di Mahkamah Konstitusi ini beliau tetap juga memperhatikan sterilisasi dari hakim-hakim supaya kiranya mereka betul-betul bisa menjadi negarawan," lanjutnya.

Diketahui, Bonatua merupakan salah satu pemohon Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wapres Tahun 2024 ke MK yang diajukan Denny Indrayana.

Baca Juga Relawan Gibran Jadi Pihak Terkait, Kubu Denny Indrayana: Harusnya Gibran Rakabuming di https://www.kompas.tv/nasional/691926/relawan-gibran-jadi-pihak-terkait-kubu-denny-indrayana-harusnya-gibran-rakabuming

#gibran #wapres #mahkamahkonstitusi #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691953/bonatua-ucap-terima-kasih-ke-prabowo-usai-sidang-pendahuluan-mk-gugatan-ijazah-wapres-gibran
Transkrip
00:00yang juga sangat telaten mengejar tidak hanya ijasa Gibran,
00:04tapi juga ijasa Jokowi.
00:06Silahkan.
00:07Baik, terima kasih Bang Rebli.
00:09Jadi, terima kasih ya, selamat malam semua.
00:11Assalamualaikum.
00:15Jadi, terserang ini berawal dari dirahasiakannya dokumen-dokumen yang sebenarnya itu milik publik ya.
00:24Kalau seandainya dokumennya tidak dirahasiakan,
00:28mungkin tim bukti-buktinya akan diperkarakan juga di tempat ini.
00:35Berawal ini kan 2019 ya,
00:37saya juga meminta dokumen ke KPU RI, KPU Kota Sulu.
00:42Ternyata sukat ini juga masih dirahasiakan mereka waktu itu.
00:46Di mana sukat ini dikasih, tapi ditamin-tamin, disembunyiin.
00:50Akhirnya saya pikir, ya ini tidak benar.
00:54Ketika dokumen pejabat publik dirahasiakan,
00:56maka ada sesuatu yang gusuk disembunyikan.
00:59Makanya saya menempuh jalan kedua,
01:02yaitu saya minta langsung ke Kementerian Pendidikan Dasar Menengah.
01:07Ternyata BPID-nya juga merahasiakan.
01:10Dan ketika saya sanggah,
01:13malah Kementerian Pendidikan Dasar Menengah memberi saya persyaratan.
01:17Yaitu, ini mungkin upaya kolusi ya ke saya ya.
01:20Saya dikasih tunjuk jika mau menandatangani surat perjanjian bermaterai,
01:26bahwa saya akan merahasiakan tidak memberikannya ke publik.
01:30Tidak boleh.
01:31Lantas saya berpikir, saya kan orang pendidikan publik.
01:34Kenapa saya harus berjanji berdata ke badan publik?
01:38Makanya saya...
01:42...mengetah informasi publik di KIP.
01:45Dan dengan alotnya sampai 6 bulan bersidang,
01:48dan mereka masih bersekuku,
01:49akhirnya ya terima kasih buat KIP ya.
01:52Artinya masih ada negarawan yang masih mau menjaga demokrasi negara ini.
01:57Kita tahu informasi ini adalah jendela demokrasi.
02:00Dan kalau tanpa mereka,
02:03kita tidak akan tahu ijajah Bapak Joko Widodo bagaimana.
02:07Tanpa mereka, kita tidak akan tahu surat keterangan
02:10Bapak Gibran Raka Buming Raka bagaimana.
02:15Dan sekarang,
02:17yang ribu-ribu sekarang ini,
02:19semua pada mempermasalkan, termasuk saya,
02:21bersidang di mana-mana,
02:23menuntut hak hukum,
02:24itu adalah akibat
02:26kerahasiaan yang selama ini dijaga rapi.
02:30Yang mengutip tadi kata istilah kita, TST.
02:34Itu benar-benar rencana ya.
02:37Kenapa?
02:37Bayangkan dari KPU Kota Solo,
02:40KPU DKI, KPU RI,
02:42semua ini sepakat untuk menyembunyikannya.
02:44Semuanya sepakat.
02:45Sakan-akan ini terstruktur.
02:47Seperti itu.
02:47Jadi, saya berupa sekali lagi
02:50mengucapkan terima kasih kepada
02:51Bapak Prabowo selaku kepala negara ya,
02:54telah berhasil menjaga iklim demokrasi.
02:56Semoga di Mahkamah Konstitusi ini,
03:00beliau tetap juga memperhatikan
03:02sterilisasi dari
03:04hakim-hakim,
03:05supaya kiranya
03:06mereka betul-betul bisa menjadi negarawan.
03:09Saya akan itu saja.
03:10Terima kasih.
03:10Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan