00:01Sebenarnya saya mendapatkan informasi bahwa ada salah satu sumber titik panas atau mungkin bahkan titik api yang menyala persis di
00:11dekat rumah warga yang ada di perbatasan jalan provinsi ini, saudara.
00:15Saya akan coba masuk ke dalam untuk melihat seperti apa situasinya.
00:20Oke.
00:22Dan ini adalah rumahnya ya.
00:25Rumah warga terdekat dari area lahan yang terbakar, sekarang kamu mendekat.
00:34Amin, ibu yang punya rumah ini, ibu, setiap hari tinggal di sini?
00:38Iya, memang kami kan di sini betuk pun, Bang.
00:41Selama ada kebakaran, kami tidak berani balik.
00:44Tidak berani balik, Bang. Takutlah.
00:47Takut kebakaran lahan ini membakar juga rumah ibu?
00:50Iya, pastilah, Bang. Kami berdua sama bapak itu dari belakang nyemprot ini sampai maghrib, sampai maghrib baru masuk ke rumah.
00:56Sudah berapa lama kondisi seperti ini?
00:59Pokoknya kami, ibu yang bertahan di sini sudah hampir sebulan lah.
01:02Sudah hampir sebulan ya?
01:03Sudah mulai api dari sana itu kan harapannya mati, tapi ternyata sampai sini juga apinya.
01:09Berarti ibu menghirup asap ini sudah kurang lebih sebulan?
01:12Iya.
01:16Saya akan coba masuk ke area lebih dalam ya.
01:20Di sini sudah ada pasional TNI dan juga PPBD.
01:24Ada titik api di sini, Pak?
01:26Tidak, Pak.
01:27Mari saya coba menggunakan kenyalaan, karena ingin menyatakan.
01:30Saya akan coba masuk ke dalam ya, saudara, untuk melihat seperti apa titiknya.
01:34Ini menggunakan selang ya, yang sudah disambungkan ke mobil pembangunan kebakaran.
01:39Nah, perampasannya sudah sampai di sini tadi.
01:41Sudah sampai di sini, Pak?
01:42Iya.
01:42Ini yang masih parah asap ya.
01:44Oh, oke.
01:45Ini saat ini ada kebulan asap yang sangat pekat ya, Pak.
01:48Iya, pekat sekali, Pak.
01:49Oke.
01:50Tapi kalau melihat posisi titik sumber panas, Pak, atau api di sini, apakah memungkinkan merambut ke rumah warga?
01:58Karena jaraknya sudah dekat sekali ini.
02:00Iya, ini kalau dibiarkan, tidak sampai satu jam, sudah sampai ke rumah warga ini.
02:25Terus saya akan masuk secara langsung ke area lahan yang kemudian terbakar di Kabupaten Ketapan.
02:32Tepatnya di desa sungai Telang, tetapi karena area ini adalah area yang berbahaya, saya tidak akan sendiri.
02:38Saya akan ditemani dengan Bapak Bupati Ketapang, Bapak Alexander Medina, dan juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Pak Alex, dan
02:48juga Pak Unifar.
02:49Terima kasih untuk waktunya, Pak.
02:51Di depan kita persis, Pak, bisa dilihat bahwa pertama 1 September, area ini berubah, ataupun menjelma menjadi lautan api.
02:58Apa yang sesungguh terjadi saat itu, Pak?
03:00Ya, karena itu suatu malam hari itu angin lebih kencang, dan ini lahan gambut dalam.
03:06Nah, kalau gambut itu, apinya ada di bawah, ya.
03:11Kalau kedalaman sampai 20-30 meter, kalau siang hari tidak nampak.
03:15Kalau malam nanti kelihatan merah-merah apinya.
03:17Di area pelang ini, kedalaman gambut dari 10 sampai 40 meter.
03:21Gambut terdalam di wilayah Ketapang di sini.
03:23Gambut terdalam di wilayah Ketapang?
03:25Oke.
03:26Makanya kebakaran lahan juga yang terparah di sini, gambutnya.
03:30Oh, oke. Ini wilayah terparah, ya?
03:32Ya, jilanya sini. Dari jalan pelang ini.
03:35Untuk titik apinya sendiri, Pak?
03:38Ya.
03:38Awal mulai titik api itu gimana?
03:41Salah satunya ada beberapa titik api.
03:43Widung itu lagi 8 pengadaman.
03:45Oh, oke.
03:46Di tim gabungan kita dari TNI, Polri, ya.
03:49BPPD.
03:50Artinya ini proses pengadaman masih terus berlangsung, ya, Pak, ya?
03:53Ya, kalau gambut itu nggak bisa sangat-sangat tuntas.
03:55Tidak bisa seratus persen tuntas.
03:58Jadi, ada hujan, ya?
04:00Kalau kita ini aja ada berlembab, apa, untuk pendinginian lah pengadaman sementara.
04:04Secara perubahan, Pak, saya juga sudah melihat secara visual drone,
04:07area ini begitu luas.
04:09Berapa sebarang yang terbakar?
04:11Lebih kurang 500 titik, lah.
04:13500.
04:13Dari hari ini kan sampai hari ini lebih kurang 2 ribu.
04:16Iya.
04:162 ribu dari rendah menengah sampai ketinggi.
04:19Kalau kita ambil 50 persen keakurasiannya, ya, mungkin di sini ada 25 titik tanah gambut.
04:27Hati-hati.
04:28Ini bukan berarti nggak ada api, nih.
04:30Asapnya ada api.
04:31Di dalamnya, ya, Pak, ya?
04:32Yang masih berasap, nih.
04:33Dalamnya masih ada api, nih.
04:35Ada satu selang yang digunakan.
04:37Ada titik lain, mungkin, Pak?
04:38Ada.
04:38Yang bisa di...
04:39Di sana.
04:40Tujuk apa?
04:40Ada juga.
04:41Ini banyak, nih.
04:42Oke, boleh kita ke sana, ya, Pak, ya?
04:43Oke.
04:44Saya bersama dengan Pak Bupati.
04:45Jadi, kan banyak orang ngira, loh, apa yang dipadamkan?
04:48Nggak ada apinya?
04:49Sebenarnya, nggak gitu kalau digambut.
04:50Artinya, meskipun yang terlihat kepulauan asap, tidak terlihat api pada saat kondisi terang,
04:56tetapi ini sebenarnya masih area yang menjadi sumber panas, ya, Pak, ya?
05:01Iya.
05:03Jadi, tunjukkan itu salah satu personil yang sedang membasahi, ya?
05:07Kurang lebih kurang lebih kurang, ya.
05:08Tapi pertanyaannya, Pak, proses pemadaman ini apakah memang hanya menggunakan selang?
05:12Atau mungkin ada metode lain?
05:14Ya, yang kita punyai, nih.
05:16Yang kedua, kan kita water bombing, ya, Minatak Probe.
05:19Water bombing, sebentar lagi terbang.
05:20Ya, water bombing.
05:21Water bombing sebentar lagi terbang?
05:22Ya, cuman kan kalau asap terlalu kuat, dia juga nggak bisa.
05:25Tidak bisa melihat, ya?
05:26Bukit semua dari atas.
05:28Oh, mungkin nggak masih salah.
05:29Tapi, mohon maaf, ketika dua bulan atau mungkin satu bulan lebih,
05:34proses pemadaman karhotla ini belum kunjung selesai,
05:37apakah mungkin ada kekurangan alat-alat mungkin, Pak?
05:40Atau mungkin sumber daya manusia?
05:42Ya, salah satunya alat kita akui, ya.
05:45Alat kita kurang.
05:46SDM kita cukup.
05:47Karena kita juga dapat tambahan dari Mabes Polri, dari Brimob, dan dari Mabes Teddy, ya.
05:52Dan alat ini pertama dari mobil tanki, ya.
05:55Yang kedua, alat mesin penyiram, termasuklah, apa itu, pumpop nozzol.
06:02Nah, itu satu, ya.
06:03Yang kedua, sumber air.
06:05Sumber air yang utama.
06:06Maka, kita lihat tadi, di situ kan sudah digali baru.
06:09Nah, awalnya, susut sekali air kita harus angkut dulu pakai mobil tanki ke sini.
06:14Baru mereka disengisihkan, semprot, gitu.
06:16Dan ini ada kebaran api, ya?
06:18Ya, ini yang masih menyala.
06:19Ini kalau ini api permukaan.
06:21Nah, ini tadi kan nggak ada api, kan?
06:22Iya.
06:22Nah, sekarang ada api.
06:23Jadi, awalnya dia hanya aneh, hanya kayak gini, nih.
06:27Oh, oke.
06:27Hanya seperti ini, ya, Pak?
06:28Hanya asap.
06:28Tapi ketika ada bahan bakarnya, dia akan menyala.
06:31Ini kan bahan bakar, ya.
06:32Oh, oke.
06:32Bahan bakar itu ya rumput, daun yang kering.
06:35Ah, kayaknya, sana-sana.
06:37Di sana, ya?
06:38Nah, di sana juga ada kebaran api lagi.
06:40Di sini, Pak, muncul.
06:41Oh, oke.
06:42Ini karena kita sudah lokalisir tadi, kan?
06:44Sudah diberikan pembasangan.
06:50Dengan area kebakaran lahan di wilayah kita saat ini yang bahkan menyentuh hingga ratusan hektare.
06:57Dengan alat, mohon maaf sekali lagi, seadanya.
07:00Dan juga dengan hal-hal yang masih banyak dibutuhkan.
07:02Apakah bisa seluruh titik di sini padam, Pak?
07:07Nah, semampu kami.
07:08Kalau bilang bisa atau tidak, ya.
07:10Yang penting kita sudah itiar.
07:11Kita kompak lah semua sargas yang ada, ya.
07:14Semampu kami.
07:16Ya, yang kedua ya, minta pertolongan tadi.
07:18Oh, terbombing, kan?
07:19Setelah itu, ya, kalau bisa sudah mencukupi syarat, ya kita minta hujan.
07:25Kalau tidak ada hujan, itu akan mempersulit juga, Pak?
07:27Ya, tinggal pas lagi nih.
07:30Semampu kita beritiar lah.
07:31Ya, berjuang lapangan.
07:32Tapi kalau ada bantuan alat, mungkin kan pengarahan sumber daya lebih maksimal, ya.
07:37Sekarang kan alat terbatas, kan kita giliran.
07:39Gili-giliran, gitu.
07:41Sedangkan titiknya banyak.
07:45Terjadi juga kebakaran hutan lelan itu di beberapa wilayah konsesi.
07:49Lalu pertanyaannya, apakah ada potensi kelalaian pengawasan, Pak?
07:53Yang kemudian dilakukan sehingga kebakaran terus berulang.
07:55Terima kasih.
07:57Terima kasih.
07:57Terima kasih.
Komentar