Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan angin masih bertiup ke arah tenggara, sehingga saat ini masih ada 9 bandara yang ditutup imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Untuk mengurangi dampak abu vulkanik, BMKG memprediksi pada tanggal 9-12 September akan ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Potensi ini akan dioptimalkan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca Juga BMKG: Hasil Paper Test Abu Vulkanik di 4 Bandara Soetta hingga Halim Dinyatakan Negatif di https://www.kompas.tv/nasional/689519/bmkg-hasil-paper-test-abu-vulkanik-di-4-bandara-soetta-hingga-halim-dinyatakan-negatif

#anakkrakatau #erupsi #bmkg

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689528/abu-vulkanik-anak-krakatau-bmkg-prediksi-potensi-hujan-9-12-september-optimalkan-modifikasi-cuaca
Transkrip
00:00Ketinggian 15.000 feet itu masih bertiup ke arah Tenggara, sehingga beberapa, sampai saat ini ada 9 bandara yang masih
00:09di, notamnya masih ditutup.
00:11Jadi sekarang anginnya ke sana, dan kemudian juga kami laporkan salah satu hal yang paling efektif untuk,
00:18fenomena paling efektif untuk dapat mengurangi dampak dari abu volkanik adalah dengan turunnya hujan.
00:24Kami sudah memantau bahwa kira-kira di tanggal 9 hingga 12 September 2026, ini akan ada potensi awan dan juga
00:34hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,
00:37khususnya di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
00:40Untuk itu nanti akan kami pertebal dengan OMC bersama dengan BNPB, dan untuk lokasi bandaranya juga akan kami bahas setelah
00:50ini.
00:50Kemudian kami izin sampaikan bahwa Presiden bahwa untuk dapat melaksanakan operasi dari operasional bandara kita,
01:01maka sesuai dengan ketentuan dari International Civil Aviation Organization,
01:05maka BMKG secara intensif dari kemarin juga hari ini kita terus berkomunikasi dengan Volcanic Ice Advisory Center yang ditunjuk oleh
01:14AIQ,
01:15yaitu yang ada di Darwin, Australia, dan kemudian ini membawahi Asia Tenggara dan juga Australia dan sekitarnya.
01:24Jadi nanti untuk dapat pembukaan kembali bandara juga kami berkomunikasi dengan Darwin, Australia,
01:32agar signifikan meteorologi information dapat disesuaikan.
01:36Ini kita melihat bahwa untuk Abu Volcanic pada lapisan tinggi hingga 50 ribu kaki ini telah terlepas,
01:44yaitu ada kotak yang sudah menjauh ke samudera Hindia, itu adalah untuk yang Abu Volcanic di ketinggian yang mencapai 50
01:52ribu kaki,
01:54sedangkan yang agak rendah dari permukaan hingga 15 ribu kaki masih berada di sekitar area terdampak.
01:59Nah ini yang nanti secara efektif operasi modifikasi cuaca dan juga hujan yang akan terjadi tanggal 9 hingga 15 September
02:08nanti dapat mengurangi dampak dari Abu Volcanic ini.
02:13Kemudian ini adalah poligon sigmat yang dikeluarkan juga oleh VAC Darwin, Australia,
02:20dan ini kami telah mengeluarkan langsung signifikan meteorologi information tepat setelah erupsi pertama pada tanggal 4 September,
02:30yaitu jam 23.23 dan kami telah mengeluarkan saya kira ini lebih dari 50 sigmat yang telah kami keluarkan.
02:38Dan kemudian ada hal yang juga barusan saya laporkan kepada Bapak Sekretaris Kabinet,
02:43ada 4 bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan negatif,
02:50yaitu di Soekarno-Hatta, Palim Perdana Kusuma, Hussein Sasranegara, dan Budiarto Curug.
02:55Untuk Soekarno-Hatta, ini 4 kali berturut-turut paper testnya telah menunjukkan hasil negatif,
03:02artinya tidak ada debu volcanic yang terpantau dari paper test ini.
03:07Hal ini terus kami komunikasikan dengan VAC yang ada di Darwin agar sigmatnya dapat dipulihkan,
03:15dan kemudian nanti Bapak Menteri Perhubungan selanjutnya akan menjelaskan terkait dengan otoritas bandara
03:20yang akan menentukan pembukaan mungkin secara terbatas dari bandara-bandara yang telah dipantau 4 kali berturut-turut,
03:28telah bersih dari debu volcanic.
03:32Kemudian juga kami membuat, atas arahan Bapak Seskap dan Bapak Mensesnek,
03:37kami membuat Aviation Weather Station, jadi website yang secara terupdate terus-menerus,
03:44karena banyak sekali pertanyaan masyarakat, bandara mana yang sedang ditutup, sampai kapan,
03:48nah ini semua bisa dibuka di dalam website ini.
03:51Terima kasih Pak Seskap dan Pak Mensesnek atas arahannya.
03:54Dan saat ini ada 9 bandara yang ditutup di Indonesia,
03:578 yang ada di sekitar Selat Sunda akibat letusan Gunung Anak Krakatau,
04:03dan 1 yaitu di Bandara Lewa-Leba-Wanupitu yang ada di Lembata ditutup karena adanya letusan Gunung Ili Lewa-Tolok.
04:13Ini posisinya akan bisa diakses masyarakat dan secara real time akan berubah ketika bandara-bandara ini mulai beroperasi kembali.
04:21Kemudian kami masuk ke tsunami, bahwa setelah kejadian erupsi dari Gunung Krakatau dulu waktu di tahun 2018,
04:36ada longsoran yang menyebabkan tsunami waktu itu di Tanjung Lesung dan sekitarnya,
04:41ini kami telah memasang 20 tsunami gig yang tersebar di sekitar area Selat Sunda.
04:47Tsunami gig ini terus-menerus memantau dan sampai saat ini tidak ada anomali kenaikan muka air laut akibat tsunami
04:55yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
05:00Kemudian juga kami juga memantau erupsi Gunung Krakatau,
05:05selebihnya nanti akan dibahas mungkin oleh Kepala Badan Geologi,
05:09bahwa ada 3 lokasi rekaman magnet bumi yang kami pasang di Lampung Selatan,
05:15kemudian diserang hingga di Sukabumi, ini juga memantau anomali dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
05:21Dan juga kami pantau sejak dari pukul 23, tanggal 4 September,
05:28hingga yang terjadi pada saat ini,
05:31amplitude gangguan geomagnetik dan jumlah sambalan petir vulkanik,
05:36itu menunjukkan tingkat erupsi yang lebih kecil,
05:38dari dua erupsi pada tanggal 4 September malam dan juga tanggal 5 September.
05:44Jadi ada proses peluruhan dari erupsi berdasarkan data medan magnet
05:50dan juga dari petir vulkanik yang dimiliki BMKG.
05:54Kemudian juga ada 20 lebih sensor seismograf yang berada di sekitar Selasunda,
06:01ini terus memantau terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau
06:07dan juga potensi terjadinya flame collapse juga seperti tahun 2018,
06:12agar kita terus bersiap untuk kedatangan tsunami apabila memang akan terjadi.
06:17Kemudian juga kami kebetulan juga telah memasang high frequency radar
06:23yang dapat memantau kondisi gelombang arus angin dan juga sekarang kita setting menjadi tsunami mood,
06:32sehingga ketika tsunami datang pada jarak sekitar 150 km,
06:36ini dapat dideteksi dengan adanya high frequency radar array ini
06:40yang telah kita pasang di Pantai Carita hingga memanjang hingga ke Tanjung Lesung.
06:45Kemudian juga untuk selain penerbangan,
06:49juga BMKG terus memonitor koordinasi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Laut,
06:54Kementerian Perhubungan untuk kondisi perairan.
06:57Telah diterbitkan juga notice to mariners,
06:59intinya bahwa ada pelarangan pergerakan atau aktivitas kapal
07:05dalam gradius 3 km dari kawah Gunung Anak Krakatau
07:09selama badan biologi menetapkan 100 level 3 untuk siaga.
07:13Kemudian sedikit tentang modifikasi cuaca,
07:17sedikit lagi ini adalah hal yang sangat menantang
07:20bagi BNPB dan juga BMKG dalam melaksanakan operasi modifikasi cuaca
07:24karena kita harus menjaga agar tidak terjadi kerusakan mesin pesawat,
07:28penurunan jaga pandang dan gangguan navigasi dan sensor pesawat
07:31akibat debu volkanik,
07:33juga harus adanya perubahan rute karena ada sebaran debu ini.
07:37Kemudian tadinya akan dilaksanakan di Bandara Hussein Sastra Negara,
07:42tapi kemudian ditutup dan sekarang semoga dalam waktu dekat bisa dibuka
07:46agar dari Hussein, kemudian dari Kertajati,
07:49ini juga bisa beroperasi dan akan lebih efektif lagi
07:52apabila bandar udara di Pondok Cabe bisa dibuka.
07:55Karena kita bisa melihat bahwa semakin jauh jaraknya dari Selasunda,
07:59maka efektivitas dari operasi modifikasi cuaca ini akan menurun.
08:03Misalnya kalau kita harus melaksanakan dari posku Ahmad Yani,
08:07maka jangkauannya agak terbatas untuk dapat menghujankan daerah di sekitar Selasunda tersebut.
08:13Kemudian juga izin kami laporkan Bapak Presiden bahwa BMKG dan BNPB
08:19itu juga telah memiliki pengalaman dalam melakukan operasi modifikasi cuaca
08:26dalam menangani debu vulkanik di letusan Gunung Lautobi.
08:30Ini juga telah berhasil dengan efektif,
08:34memicu presipitasi atau hujan yang merata di wilayah karger,
08:38membersihkan pemukiman dan jalan raya dari abu,
08:40dan juga mendukung pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
08:44Harapannya nanti dengan pengalaman ini kita dapat menerapkan hal yang sama
08:49di daerah sekitar Selasunda untuk mengurangi dampak bagi masyarakat luas.
08:55Saya kira demikian yang dapat kami laporkan Bapak Presiden.
08:59Saya kembalikan kepada Bapak SESKA. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan