Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan hasil paper test di empat bandara yang ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan bebas dari abu vulkanik.

Hasilnya, paper test menunjukkan empat bandara sudah negatif dari abu vulkanik.

"Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan hasil negatif, yaitu di Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto terkait Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9/2026).

Baca Juga Kapolri Lapor ke Prabowo soal Penanganan Karhutla: 138 Tersangka, 8 Korporasi Diproses di https://www.kompas.tv/nasional/689516/kapolri-lapor-ke-prabowo-soal-penanganan-karhutla-138-tersangka-8-korporasi-diproses



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689519/bmkg-hasil-paper-test-abu-vulkanik-di-4-bandara-soetta-hingga-halim-dinyatakan-negatif
Transkrip
00:00di 50 sigmat yang telah kami keluarkan.
00:02Dan kemudian ada hal yang juga barusan saya laporkan kepada Bapak Sekretaris Kabinet.
00:07Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan negatif,
00:14yaitu di Soekarno-Hatta, Alim Perdana Gusuma, Husin Sasranegara, dan Budiarto Curug.
00:20Untuk Soekarno-Hatta, ini empat kali berturut-turut paper testnya telah menunjukkan hasil negatif,
00:26artinya tidak ada debu volkanik yang terpantau dari paper test ini.
00:31Hal ini terus kami komunikasikan dengan VAC yang ada di Darwin agar sigmatnya dapat dipulihkan,
00:39dan kemudian nanti Bapak Menteri Perhubungan selanjutnya akan menjelaskan terkait dengan otoritas bandara
00:45yang akan menentukan pembukaan mungkin secara terbatas dari bandara-bandara yang telah dipantau
00:51empat kali berturut-turut telah bersih dari debu volkanik.
00:56Kemudian juga kami membuat, atas arahan Bapak Seskap dan Bapak Mensesnek,
01:01kami membuat Aviation Weather Station, jadi website yang secara terupdate terus-menerus,
01:08karena banyak sekali pertanyaan masyarakat, bandara mana yang sedang ditutup, sampai kapan.
01:12Nah ini semua bisa dibuka di dalam website ini.
01:15Terima kasih Pak Seskap dan Pak Mensesnek atas arahannya.
01:18Dan saat ini ada 9 bandara yang ditutup di Indonesia, 8 yang ada di sekitar Selat Sunda akibat letusan gunung
01:26Anak Krakatau,
01:27dan 1 yaitu di bandara Lewa-Leba Wanupitu yang ada di Lembata ditutup karena adanya letusan gunung Ili Lewatolog.
01:38Ini posisinya akan bisa diakses masyarakat dan secara real time akan berubah ketika bandara-bandara ini mulai beroperasi kembali.
01:46Kemudian kami masuk ke tsunami, bahwa setelah kejadian erupsi dari gunung Krakatau dulu waktu di tahun 2018,
02:01ada longsoran yang menyebabkan tsunami waktu itu di Tanjung Lesung dan sekitarnya,
02:06ini kami telah memasang 20 tsunami gig yang tersebar di sekitar area Selat Sunda.
02:12Tsunami gig ini terus-menerus memantau dan sampai saat ini tidak ada anomali kenaikan muka air laut akibat tsunami
02:20yang diakibatkan oleh erupsi gunung Anak Krakatau.
02:24Kemudian juga kami juga memantau erupsi gunung Krakatau,
02:29selebihnya nanti akan dibahas mungkin oleh Kepala Badan Geologi,
02:34bahwa ada tiga lokasi rekaman magnet bumi yang kami pasang di Lampung Selatan,
02:40kemudian diseram hingga di Sukabumi, ini juga memantau anomali dari erupsi gunung Anak Krakatau.
02:46Dan juga kami pantau sejak dari pukul 23, tanggal 4 September,
02:52hingga yang terjadi pada saat ini, amplitude gangguan geomagnetik dan jumlah sambalan petir vulkanik,
03:00itu menunjukkan tingkat erupsi yang lebih kecil dari dua erupsi pada tanggal 4 September malam,
03:07dan juga tanggal 5 September. Jadi ada proses peluruhan dari erupsi berdasarkan data medan magnet
03:14dan juga dari petir vulkanik yang dimiliki BMKG.
03:18Kemudian juga ada 20 lebih sensor seismograf yang berada di sekitar Selasunda,
03:25ini terus memantau terkait dengan erupsi gunung Anak Krakatau,
03:31dan juga potensi terjadinya flank collapse juga seperti tahun 2018,
03:36agar kita terus bersiap untuk kedatangan tsunami apabila memang akan terjadi.
03:41Kemudian juga kami kebetulan juga telah memasang high frequency radar
03:47yang dapat memantau kondisi gelombang, arus, angin, dan juga sekarang kita setting menjadi tsunami mood,
03:56sehingga ketika tsunami datang pada jarak sekitar 150 km,
04:00ini dapat dideteksi dengan adanya high frequency radar array ini yang telah kita pasang di pantai Carita
04:07hingga memanjang hingga ke Tanjung Lesung.
04:10Kemudian juga untuk selain penerbangan,
04:14juga BMKG terus memonitor koordinasi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Laut,
04:18Kementerian Perhubungan untuk kondisi perairan.
04:21Telah diterbitkan juga notice to mariners,
04:24intinya bahwa ada pelarangan pergerakan atau aktivitas kapal
04:30dalam gradius 3 km dari kawah gunung Anak Krakatau
04:33selama badan biologi menetapkan 100 level 3 untuk siaga.
04:38Kemudian sedikit tentang modifikasi cuaca,
04:41sedikit lagi ini adalah hal yang sangat menantang bagi BNPB dan juga BMKG
04:47dalam melaksanakan operasi modifikasi cuaca,
04:49karena kita harus menjaga agar tidak terjadi kerusakan mesin pesawat,
04:53penurunan jaga pandang, dan gangguan navigasi dan sensor pesawat akibat debu vulkanik,
04:58juga harus adanya perubahan rute karena ada sebaran debu ini.
05:01Kemudian tadinya akan dilaksanakan di Bandara Hussein Sastra Negara,
05:07tapi kemudian ditutup dan sekarang semoga dalam waktu dekat bisa dibuka
05:11agar dari Hussein, kemudian dari Kertajati,
05:13ini juga bisa beroperasi dan akan lebih efektif lagi
05:17apabila bandar udara di Pondok Cabe bisa dibuka.
05:20Karena kita bisa melihat bahwa semakin jauh jaraknya dari Selasunda,
05:24maka efektivitas dari operasi modifikasi cuaca ini akan menurun.
05:28Misalnya kalau kita harus melaksanakan dari posku Ahmad Yani,
05:31maka jangkauannya agak terbatas untuk dapat menghujankan daerah di sekitar Selasunda tersebut.
05:38Kemudian juga izin kami laporkan, Bapak Presiden,
05:42bahwa BMKG dan BNPB itu juga telah memiliki pengalaman
05:48dalam melakukan operasi modifikasi cuaca dalam menangani debu vulkanik
05:53di letusan Gunung Lautobi.
05:55Ini juga telah berhasil dengan efektif memicu presipitasi atau hujan yang merata di wilayah karger,
06:02membersihkan pemukiman dan jalan raya dari abu,
06:05dan juga mendukung pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
06:09Harapannya nanti dengan pengalaman ini kita dapat menerapkan hal yang sama
06:13di daerah sekitar Selasunda untuk mengurangi dampak bagi masyarakat luas.
06:20Saya kira demikian yang dapat kami laporkan,
06:22Bapak Presiden, saya kembalikan kepada Bapak Seska.
06:25Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:31Terima kasih Bapak Kepala BMKG.
06:34Selanjutnya mungkin
Komentar

Dianjurkan