00:00Saya tertarik tadi laporan yang terakhir ya tentang penangkapan orang-orang yang melakukan pembakaran sengaja.
00:20Itu jumlahnya berapa ya sampai sekarang di semua provinsi?
00:25Datanya ada di Kapolri atau di Kepala BNPB?
00:33Datanya di Bapak Kapolri Pak Presiden.
00:37Bapak Kapolri berapa total oknum yang ditangkap karena membakar hutan?
00:46Mohon izin Bapak Presiden.
00:50Kami mungkin langsung menjelaskan yang terkait dengan masalah Tadudla.
00:56Namun sebelumnya nanti setelah ini mungkin kami jelaskan juga terkait dengan masalah penanganan NTT dan erupsi juga Pak kalau diizinkan.
01:07Ya saya mau nanti aja saya mau tahu yang itu.
01:10Berapa orang yang sudah ditangkap?
01:12Jadi mohon izin Bapak, ada 200 laporan polisi yang saat ini kita proses, ada 138 tersangka yang kita amankan,
01:27119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi Bapak yang kami proses, kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap
01:4118 perusahaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi,
01:48pembekuan atau pencaputan izin, apakah mereka juga melakukan pidana Pak?
01:54Kalau memang nanti mereka juga melakukan pidana, maka kami akan proses Pak.
02:00Jadi angka ini akan terus bergerak Bapak, bertambah, disesuaikan dengan tim yang saat ini terus bergerak di lapangan.
02:10Mungkin itu yang bisa kami laporkan.
02:12Baik, terima kasih. Saya tertarik juga ya, itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat.
02:27Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi.
02:35Tapi turun diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18.
02:48Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kutanan, Gedeh ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai,
03:07kalau perlu kita segera cabut semuanya itu, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya dan sebagainya.
03:20Ini sudah, sudah keliwatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
03:38Baik, kemudian saya mau tanya ya, Kepala BNPB.
03:45Kalau kita lihat sekarang mungkin areal kebakaran yang paling besar adalah di Rio, kalau tidak salah.
03:54Kalimantan Barat, Bapak Presiden?
03:56Oh, masih di Kalimantan Barat?
03:58Betul, Bapak Presiden.
03:59Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat?
04:03Lahan terbakar, luas lahan terbakar, Kalimantan Barat, Bapak Presiden.
04:06Yang nomor dua, Rio.
04:08Oke.
04:09Siap.
04:12Baik, Kalimantan.
04:14Kalimantan.
04:17Belum padam.
04:18Oh iya, iya, iya.
04:18Eh.
04:25Iya, kalau di slide ini.
04:29Yang luas, yang belum padam, yang paling banyak per hari ini memang Rio, Bapak Presiden.
04:34Yang belum padam hari ini.
04:36Iya, iya, iya.
04:36Iya.
04:37Tapi kan yang belum padam, yang Kalbar tinggal 97 hektare.
04:44Betul, Bapak Presiden.
04:44Tapi saya lihat cara, darah keseluruhan 38 ribu hektare, Bapak Presiden.
04:49Ini paling luas.
04:51Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI, nanti posisi cinuk-cinuk sebaiknya ada di mana.
05:04Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu.
05:11Itu harus diperhatikan, mungkin kita harus kerahkan.
05:16Aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke, iya, zona inti.
05:26Baik.
05:34Ya, sekarang kita kembali.
05:41Baik.
05:42Baik.
05:44Baik.
05:45Baik.
05:46Baik.
05:46Baik.
05:47Baik.
05:47Baik.
Komentar