Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut sudah ada 8 perusahaan yang sedang diproses di kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Hal itu disampaikan Kapolri dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara daring bersama Presiden Prabowo Subianto, pada Senin (7/9/2026).

"Ada 200 laporan polisi yang saat ini sedang kami proses. Ada 138 tersangka yang kita amankan," kata Sigit.

Tak hanya itu, Sigit mengaku ada 8 korporasi yang sedang diproses karena diduga terlibat dan bertanggung jawab menyebabkan kebakaran.

Baca Juga [FULL] Prabowo Dengar Laporan Kapolri-BNPB soal Penanganan Erupsi Anak Krakatau hingga Karhutla di https://www.kompas.tv/nasional/689515/full-prabowo-dengar-laporan-kapolri-bnpb-soal-penanganan-erupsi-anak-krakatau-hingga-karhutla



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689516/kapolri-lapor-ke-prabowo-soal-penanganan-karhutla-138-tersangka-8-korporasi-diproses
Transkrip
00:00Saya tertarik tadi laporan yang terakhir ya tentang penangkapan orang-orang yang melakukan pembakaran sengaja.
00:20Itu jumlahnya berapa ya sampai sekarang di semua provinsi?
00:25Datanya ada di Kapolri atau di Kepala BNPB?
00:33Datanya di Bapak Kapolri Pak Presiden.
00:37Bapak Kapolri berapa total oknum yang ditangkap karena membakar hutan?
00:46Mohon izin Bapak Presiden.
00:50Kami mungkin langsung menjelaskan yang terkait dengan masalah Tadudla.
00:56Namun sebelumnya nanti setelah ini mungkin kami jelaskan juga terkait dengan masalah penanganan NTT dan erupsi juga Pak kalau diizinkan.
01:07Ya saya mau nanti aja saya mau tahu yang itu.
01:10Berapa orang yang sudah ditangkap?
01:12Jadi mohon izin Bapak, ada 200 laporan polisi yang saat ini kita proses, ada 138 tersangka yang kita amankan,
01:27119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi Bapak yang kami proses, kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap
01:4118 perusahaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi,
01:48pembekuan atau pencaputan izin, apakah mereka juga melakukan pidana Pak?
01:54Kalau memang nanti mereka juga melakukan pidana, maka kami akan proses Pak.
02:00Jadi angka ini akan terus bergerak Bapak, bertambah, disesuaikan dengan tim yang saat ini terus bergerak di lapangan.
02:10Mungkin itu yang bisa kami laporkan.
02:12Baik, terima kasih. Saya tertarik juga ya, itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat.
02:27Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi.
02:35Tapi turun diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18.
02:48Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kutanan, Gedeh ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai,
03:07kalau perlu kita segera cabut semuanya itu, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya dan sebagainya.
03:20Ini sudah, sudah keliwatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
03:38Baik, kemudian saya mau tanya ya, Kepala BNPB.
03:45Kalau kita lihat sekarang mungkin areal kebakaran yang paling besar adalah di Rio, kalau tidak salah.
03:54Kalimantan Barat, Bapak Presiden?
03:56Oh, masih di Kalimantan Barat?
03:58Betul, Bapak Presiden.
03:59Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat?
04:03Lahan terbakar, luas lahan terbakar, Kalimantan Barat, Bapak Presiden.
04:06Yang nomor dua, Rio.
04:08Oke.
04:09Siap.
04:12Baik, Kalimantan.
04:14Kalimantan.
04:17Belum padam.
04:18Oh iya, iya, iya.
04:18Eh.
04:25Iya, kalau di slide ini.
04:29Yang luas, yang belum padam, yang paling banyak per hari ini memang Rio, Bapak Presiden.
04:34Yang belum padam hari ini.
04:36Iya, iya, iya.
04:36Iya.
04:37Tapi kan yang belum padam, yang Kalbar tinggal 97 hektare.
04:44Betul, Bapak Presiden.
04:44Tapi saya lihat cara, darah keseluruhan 38 ribu hektare, Bapak Presiden.
04:49Ini paling luas.
04:51Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI, nanti posisi cinuk-cinuk sebaiknya ada di mana.
05:04Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu.
05:11Itu harus diperhatikan, mungkin kita harus kerahkan.
05:16Aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke, iya, zona inti.
05:26Baik.
05:34Ya, sekarang kita kembali.
05:41Baik.
05:42Baik.
05:44Baik.
05:45Baik.
05:46Baik.
05:46Baik.
05:47Baik.
05:47Baik.
Komentar

Dianjurkan