Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
​Peta Megathrust Indonesia, Ini Wilayah dan Potensi Risikonya

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:03Tau gak kamu, di Indonesia ternyata memiliki sejumlah zona Megatrust yang berpotensi menjadi sumber gempa berkekuatan besar.
00:11Zona ini tercantum dalam peta sumber dan bahaya gempa Indonesia yang diperbarui pada 2024.
00:18Yuk kita bahas.
00:19Halo, kembali lagi bersama aku Michelle di MTV NLens.
00:22Megatrust merupakan zona subduksi, yaitu wilayah ketika satu lempeng tektonik menunjem ke bawah lempeng lainnya.
00:30Indonesia memiliki sejumlah zona Megatrust karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik yaitu cincin api.
00:37Zona ini membentang dari pantai barat Sumatera, Selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Laut Maluku, hingga Utara Papua.
00:46Dalam peta 2017, Indonesia tercatat punya 13 titik zona Megatrust.
00:50Jumlah ini kemudian bertambah menjadi 14 dalam pembaruan peta 2024.
00:56Salah satu zona dengan estimasi magnitudo maksimum terbesar adalah Megatrust Aceh Andaman yang mencapai magnitudo 9,2.
01:04Kemudian ada Megatrust Jawa dengan estimasi maksimum magnitudo 9,1 serta Mentawai Siberut, Mentawai Pagai, dan Enggano yang masing-masing
01:14termencapai magnitudo 8,9.
01:16BMKG juga menyoroti dua wilayah ini masih berstatus seismic gap yaitu Selat Sunda dan Mentawai Siberut.
01:23Kedua wilayah tersebut telah lama tidak mengalami pelepasan energi gempa besar.
01:29Salah satu dampak yang paling perlu diwaspadai adalah tsunami, terutama jika gempa terjadi di bawah laut dan menyebabkan dasar laut
01:38bergeser secara tiba-tiba.
01:40Misalnya apabila gempa besar terjadi di segmen Mentawai Siberut, wilayah posisir Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Bengkulu berpotensi terdampak.
01:50Selain tsunami, gempa megatrust juga dapat menghasilkan guncangan kuat yang berpotensi merusak bangunan dan infrastruktur.
01:58Bahkan dapat memicu bencana seperti tanah longsor hingga kebakaran.
02:03Jadi perlu banget nih kita meningkatkan tingkat kewaspadaan dan memantau informasi resmi dari BMKG atau portal resmi lainnya.
02:12Nah selanjutnya kita mau bahas apa lagi nih?
02:26Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan