Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan kembali mengancam permukiman warga di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, delapan warga sempat terjebak selama sekitar empat jam ketika api dan asap mendekati rumah mereka.

Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah akses jalan yang terbakar, kepulan asap tebal, serta kondisi malam yang membatasi jarak pandang.

Dalam dialog bersama Kompas Pagi, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan berbagai langkah percepatan penanganan Karhutla.

Baca Juga Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Tunggangan Politik, Kepengurusan PBNU Ditarget Rampung Sebulan di https://www.kompas.tv/video/688250/gus-kikin-tegaskan-nu-bukan-tunggangan-politik-kepengurusan-pbnu-ditarget-rampung-sebulan

Operasi darat dan udara terus dilakukan, mulai dari pembasahan lahan, penyekatan, penambahan sumur dan pompa air, hingga water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

BNPB juga menyebut adanya rencana bantuan tiga helikopter dari pemerintah Jepang untuk mendukung operasi pemadaman di Kalimantan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/688251/full-bnpb-soal-karhutla-dekati-permukiman-8-warga-terjebak-4-jam-di-palangkaraya-kompas-pagi
Transkrip
00:03Intro
00:04Anda kembali bersama kami di Sapa Indonesia Pagi
00:07Saudara 8 orang terjebak selama 4 jam saat kebakaran hutan dan lahan
00:11mulai mendekati rumah mereka di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
00:15Proses evakuasi berlangsung dramatis
00:18Intro
00:25Kebakaran hutan dan lahan mendekati permukiman warga
00:28di Jalan Yosudar Seujung di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
00:32Satu keluarga yang terdiri dari 8 orang
00:36sempat terjebak di rumah mereka selama 4 jam
00:39hingga pertolongan tiba
00:45Proses evakuasi pun berlangsung dramatis
00:48di tengah api yang terus membara
00:51Disitu kan ada rumah saya disitu gitu
00:53Walaupun gak saya tinggali tapi sayang gitu
00:574 rumah
00:584 rumah
00:59Masuk berapa warganya Pak?
01:01Semua yang gak ada satu aja tempat kami aja
01:03Yang lainnya sudah aman Pak?
01:05Aman aman
01:06Ibu sama anak-anak sudah tinggal
01:08Kepala keluarga
01:10Kepala keluarga aja yang amankan
01:16Akses jalan yang sudah terbakar
01:18serta kepulan asap tebal jadi hambatan proses evakuasi
01:23Terus untuk saat ini kami mungkin masih akan setambil dulu
01:26Melihat kondisi situasi dan di lapangan
01:30Apakah api masih menyala atau tidak
01:31Nanti kalau misalnya korban bisa dibujuk lagi
01:35Untuk ke tempat yang aman
01:37Kita coba untuk ke tempat yang aman
01:39Untuk kendala saat ini masih cuaca, angin
01:42Dan juga ada faktor malam juga
01:45Dan juga pandangan terbatas
01:528 warga yang dievakuasi langsung menjalani pemeriksaan kesehatan
01:57Kurnia Tarigan, Kompas TV, Palangkaraya, Kalimantan Tengah
02:07Sementara itu saudara kebakaran lahan berkobar di dekat bandara Supadio, Kalimantan Barat
02:13Tiupan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat hingga ke badan jalan
02:19Kepulan asap pekat ini menutupi jalan Angkasa Pura II, Desa Limbung, Kabupaten Kubur Raya
02:25Akibatnya jarak pandang pengendara terbatas
02:28Personel TNI dan sukarelawan berjibaku
02:32Melakukan pemadaman agar api tidak terus menjalar
02:35Para pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalur ini
02:45Begitu besar
02:46Saya tahu ini kalau bandara kan misalnya angin yang arah sini Pak
02:49Saya berharap ini juga nanti tidak akan kena
02:51Asap begitu besar
02:53Ini kasihan saya lihat bahwa Bapak TNI berjibaku dengan penuh
02:58Aduh, ini saya tidak bisa bayangkan ya kalau
03:01Masyarakat juga tidak mendukung untuk pemadaman
03:06Sedara kebakaran hutan dan lahan semakin membahayakan permukiman dan mengancam keselamatan warga
03:12Seperti apa penanganan dan wilayah mana saja yang paling parah terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan
03:18Kita ulas bersama pelaksana tugas Kepala Pusat
03:21Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Pancahitan
03:25Pak Berton selamat pagi, apa kabar?
03:29Selamat pagi Mas Ian, baik-baik disini
03:31Pak Berton kita ketahui bahwa informasi terbaru yang kami dapatkan
03:35Dari BNPB terkait dengan Karhutla ini meluas di 4 provinsi dan juga ada mencatat lebih dari 108 hektare lahan terbakar
03:45Namun kita mulai dari bagaimana sih percepatan penanganan Karhutla ini Pak?
03:50Karena memang semakin membahayakan dan juga semakin mendekati permukiman warga
03:54Ya, dapat kami sampaikan bahwa memang pemerintah saat ini sangat prihatin terhadap kejadian Karhutla yang ada di beberapa provinsi prioritas
04:07Ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Selatan dan juga di beberapa provinsi di Sumatera
04:13Dan kecepatannya ini memang luar biasa ya karena memang adanya bahan untuk terbakar itu yaitu vegetasi yang sudah mengering
04:25Kemudian adanya juga gambut yang sudah mengering di bawah permukaan tanah
04:32Jadi ini sangat kencang sekali dan cepat sekali untuk merambat dan memang sangat sulit untuk dipadamkan
04:40Jadi di Kalimantan Barat misalnya memang kemarin kami memiliki data bahwa ada ketambahan titik panas
04:49Namun titik api berkurang
04:51Di Kalimantan Tengah juga demikian
04:53Ada yang titik panasnya meningkat tapi titik api menurun
04:58Yang di Kalimantan Selatan titik api dan titik panas juga menurun
05:04Nah ini menjadi berita baik
05:05Namun ini belum menggambarkan bahwa masih kita selesai dengan kasus ini
05:14Karena memang hari tanpa hujan sampai bulan September ini masih terus berlangsung
05:20Oke jadi langkah real terkait dengan percepatan penanganannya seperti apa saja Pak langkah-langkahnya?
05:26Ya seperti jamak kami sampaikan bahwa kami melakukan dua operasi sebenarnya untuk melakukan penanganan karhutlah ini
05:39Yang pertama adalah pelaksanaan operasi gabungan yang di darat
05:45Itu dengan TNI, Polri, kemudian Manggalakni, BBBD dan seluruh pihak sebenarnya termasuk dunia usaha
05:53Sampai kita menurunkan hampir 50 ribu orang sebenarnya untuk di darat
05:57Nah ini dilakukan deteksi awal penyekatan apa pemberantasan penanganan api
06:04Kemudian membuat penyekatan-penyekatan baru agar air bisa gampang dijangkau
06:10Kemudian pembasahan, nah ini semua dilakukan teman-teman di lapangan sampai siang dan malam
06:18Hampir 24 jam dilaksanakan
06:20Kemudian operasi udara, tentu ini operasi udara juga sangat tergantung pada situasi dan kondisi
06:26Terutama pada saat visibility atau kemampuan daya lihat kita itu terbatas
06:34Ini juga akan bisa mengganggu
06:36Nah di Kalimantan Barat misalnya visibility yang rendah ini menyebabkan waterbombing
06:44Yang operasi udara kita lakukan juga kurang maksimum
06:47Dan selain itu untuk operasi modifikasi cuaca juga sangat tergantung pada situasi
06:54Bibit awan yang ada di atmosfer
06:58Jadi ketika tidak ada bibit awan kami tidak bisa melakukan semai garam
07:03Untuk memaksimumkan potensi terjadinya hujan
07:08Oke beragam strategi sudah dilakukan begitu ya Pak ya
07:11Tadi sudah ada penyekatan baru dan juga ada pembasahan dan juga operasi udara dan juga modifikasi cuaca
07:18Dari berbagai strategi ini begitu kita lihat bahwa informasi terbaru
07:22Meskipun tadi Bapak sudah menyebutkan bahwa sejumlah titik panas meningkat
07:27Tapi titik api menurun
07:28Tapi kalau kita ketahui juga sejumlah titik kebakaran juga masih banyak begitu
07:33Sebetulnya ada strategi apa saja
07:36Apalagi yang akan dilakukan paling tidak pada pekan ini Pak
07:40Untuk percepatan penanganan karhutlah
07:42Ataukah memang strateginya sama dengan pekan lalu
07:47Ya atas arahan dari Bapak Presiden
07:51Tentunya kita akan melakukan pengeboran
07:54Jadi sumur-sumur ditambah
07:57Kemudian pompa-pompa air juga dan selang-selangnya itu ditambahkan
08:02Sehingga ada potensi-potensi air yang bisa kita dapatkan di titik-titik yang kebakaran atau berpotensi kebakaran
08:10Ini mungkin salah satu caranya
08:13Dan kami juga sudah mendapatkan informasi bahwa
08:18Minggu depan ini ada bentuan dari tiga heli dari pemerintah Jepang
08:23Untuk melakukan waterbombing nanti di Kalimantan
08:29Jadi berbagai upaya sebenarnya sudah dilaksanakan
08:33Baik itu secara manual
08:35Baik itu secara peralatan dan juga melalui udara
08:39Untuk memaksimumkan upaya kita
08:41Oke sejumlah langkah dan juga upaya sudah dimaksimalkan
08:44Termasuk tadi juga kemungkinan akan ada bantuan heli dari Jepang
08:49Tapi kalau kita berbicara terkait dengan korban terdampak
08:52Pak Berton apa saja sih upaya-upaya yang dilakukan terhadap korban terdampak kebakaran
08:58Termasuk mereka yang juga terdampak asap dari kebakaran ini
09:03Karena memang asapnya sudah meluas ke kota-kota
09:07Ataupun permukiman-permukiman warga
09:08Ya kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan
09:13Dan Kementerian Kesehatan sudah menyebarkan puluhan ribu masker di lokasi-lokasi tentu
09:21Dan ini sudah dibagikan
09:23Dan juga ada bantuan terhadap klinik atau fasilitas kesehatan
09:29Terkait fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan pada saat ada korban
09:36Yang sudah pada tahap untuk penanganan medis
09:39Jadi misalnya ada konsentrat oksigen dengan peralatan-peralatan lainnya
09:45Sehingga ini bisa digunakan nanti
09:47Obat-obatan juga diperbanyak tentu
09:50Di tempat puskesmas maupun rumah-rumah sakit yang terdampak
09:55Baik upaya juga terhadap warga terdampak kebakaran dan juga asap
09:59Begitu dilakukan dengan koordinasi bagaimana membagikan masker bagi warga
10:04Dan juga memberikan bantuan fasilitas kepada klinik bagi warga
10:09Ataupun mempercepat pemulihan bagi mereka
10:12Ataupun warga yang dirujuk ataupun dirawat
10:14Baik itu di klinik maupun di rumah sakit
10:16Terima kasih Bertuan Panjaitan
10:18PLT Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
10:22Atas penjelasannya bersama kami di Sapa Indonesia Pagi
10:25Sehat Selalu Pak
10:25Terima kasih
Komentar

Dianjurkan