Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JOMBANG, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menyerukan pesan "Jas Hijau" saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Istilah tersebut disampaikan Prabowo sebagai pengingat agar bangsa Indonesia tidak melupakan jasa para ulama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.

"Karena itu saya ingin menyampaikan Jas Hijau. Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama," kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada para ulama dan kiai yang tidak banyak dikenal publik, tetapi menurutnya terus berperan menjaga akhlak generasi muda.

"Saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para kiai dan ulama," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan NU dan Muhammadiyah selama pemerintahannya.

Prabowo juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan membahas komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687832/disambut-tepuk-riuh-prabowo-serukan-jas-hijau-jangan-sekali-kali-melupakan-jasa-ulama
Transkrip
00:00Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para kiai dan ulama.
00:11Karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diprokramasikan di Jakarta.
00:20Tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya.
00:30Dan dalam pertempuran Surabaya, Oktober-November tahun 1945, peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran daripada pesantren sangat besar.
00:47Sudara-sudara, karena itu, saya ingin,
00:57Kalau pernah, kalau tidak salah, Bung Karno ya, mengatakan jas merah.
01:06Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.
01:11Saya ingin menyampaikan jas ijo.
01:20Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama.
01:31Terima kasih kepada semua ulama.
01:35Yang terkenal maupun kiai-kiai kampung, yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi.
01:42Tapi setiap hari, menjaga akhlak anak-anak kita.
01:46Menjaga kerukunan umat dan kerukunan antarumat.
01:55Menjaga kedamaian di desa dan mendoakan bangsa tanpa meminta apapun kepada negara.
02:05Terima kasih.
02:08Hormat saya kepada para ulama semuanya.
02:17Indonesia, insya Allah akan bangkit.
02:22Saya hampir dua tahun jadi Presiden Republik Indonesia.
02:26Saya terima kasih dukungan Nadatul Ulama dan Muhammadiyah.
02:32Terima kasih.
02:34Dengan belum sampai dua tahun, kita telah mencapai prestasi-prestasi besar.
02:42Kita sudah suasembada pangan.
02:46Dan sebentar lagi, kita akan suasembada energi.
02:50Insya Allah, kita tidak dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun.
03:05Kita telah membangun puluhan ribu dapur umum MBG.
03:17MBG sudah sekarang dinikmati lebih dari 62 juta penerimaan manfaat.
03:25Kepala BGN yang baru sudah ada di sini.
03:30Ini anak muda yang jantungnya kuat.
03:36MBG adalah program yang besar.
03:39Tantangannya banyak, kekurangannya masih banyak.
03:44Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut.
03:48Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita.
03:54Dan semua ibu-ibu hamil dan semua orang tua lanjut usia.
04:00Itu tekat kita.
04:02Dan sebentar lagi puluhan ribu kooperasi merah putih akan beroperasi.
04:11Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya, harga subsidi.
04:25Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan dan tidak akan diperdagangkan.
04:33Saudara-saudara, prestasi kita cukup, tantangan kita banyak.
04:42Baca El Nino yang sangat kuat, tantangan karena kita hidup di gugusan pulau yang sangat makmur,
04:53tapi juga penuh dengan tantangan-tantangan alam.
04:58Tapi negara kita kuat dan semakin kuat.
05:03Dunia dari yang maha besar sangat besar.
05:07Saya telah lihat hasil-hasil kita sekarang.
05:11Kita temukan ladang-ladang gas, ladang-ladang emas yang luar biasa kekayaan kita.
05:18Saudara-saudara, percaya sama saya beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa.
05:24Dan tidak akan, tidak akan ada yang bisa mendung kita.
05:30Saudara-saudara sekalian.
05:32Yang penting, yang penting kita harus berani memberantas korupsi.
05:43Kita harus berani memberantas korupsi, karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kita hilang.
05:53Dibawa lari ke luar negeri.
05:54Tapi kita mulai menutup, kita mulai menghentikan itu.
05:59Insya Allah, negara kita akan tambah kuat.
06:04Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat.
06:09Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya, saudara-saudara kalian.
06:20Saya kira itu.
06:21Terima kasih, Nadatul Ulama.
06:24Terima kasih, para Kiai.
06:27Terima kasih, para ibu-ibunyai.
06:31Terima kasih, para santri-santriwati.
06:35NU kuat artinya Indonesia kuat.
06:40Kalau NU rukun, Indonesia rukun.
06:47NU berhikmat, Indonesia bermartabat.
06:50Terima kasih.
06:53Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
07:17Terima kasih.
07:37Bismillahirrahmanirrahim.
07:38Pada sore hari ini, hari Kamis 27 Agustus 2026, dengan rahmat, Tuhan yang amat besar, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik
07:54Indonesia, secara resmi, membuka muktamar ke-35 Nadatul Ulama.
08:02Terima kasih.
08:05Terima kasih.
08:17Terima kasih.
08:17Terima kasih.
08:26Terima kasih.
08:27Terima kasih.
08:39Terima kasih.
08:39Terima kasih.
09:01Terima kasih.
09:04Terima kasih.
09:07Terima kasih.
09:18Terima kasih.
09:30Terima kasih.
09:30Terima kasih.
09:34Terima kasih.
09:34Terima kasih.
09:56Terima kasih.
10:16Terima kasih.
10:20Terima kasih.
10:44Terima kasih.
10:53Terima kasih.
10:58Terima kasih.
11:02Terima kasih.
11:08Terima kasih.
11:22Terima kasih.
11:23Terima kasih.
11:31Terima kasih.
11:41Terima kasih.
11:42Terima kasih.
11:46Terima kasih.
12:16Terima kasih.
12:19Terima kasih.
12:42Terima kasih.
12:52Terima kasih.
12:57Terima kasih.
12:59Terima kasih.
13:01Terima kasih.
13:09Terima kasih.
13:11Terima kasih.
13:13Terima kasih.
13:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan