Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 bulan yang lalu
Semoga terhibur, jangan lupa subrubed,like,koment dan shear...
Transkrip
00:00Ini adalah Ibu Ruli dan Pak Untung.
00:02Saya buka dulu.
00:03Ibu Ruli dan Pak Untung ini adalah anak dari Jenderal Ahmad Yani.
00:10Seorang Jenderal korban G30S PKI.
00:16Saya tahu nih banyak kontroversinya nih.
00:19Saya paham sekali.
00:20Bahkan ceritanya bahwa sebenarnya kalau kita bicara G30S PKI-nya gak seperti itu katanya ceritanya.
00:27Makanya jangan close the door.
00:29Open the door ya.
00:31Jadi kita belak-belakan apa yang terjadi ya.
00:34Harus.
00:34Harus ya.
00:35Iya om aman saya enggak.
00:36Ya om ya makasih.
00:39Om enak buka-bukaan.
00:41Enggak enggak.
00:42Karena kan yang menerima informasi itu kan ada yang pro ada kon.
00:46Iya.
00:46Betul kan?
00:47Ya kita kasih tahu yang betul.
00:48Karena sejarah biasanya ditulis sama yang.
00:52Yang menang.
00:52Saya enggak ngomong-ngomong.
00:53Saya yang ngomong.
00:56Saya mau ngomong itu memang.
00:59Biarin om aja ya ngomong.
01:01Enggak ada masalah.
01:01Enggak ada masalah om ya.
01:02Enggak ada.
01:03Tapi mungkin sebelum kita kesana nih om.
01:06Kita ke ayah dulu ya om ya.
01:08Mungkin panggilnya ayah.
01:09Bapak.
01:10Gak apa?
01:10Bapak.
01:11Oke itu bapak dulu jadwal matian.
01:13Jadi.
01:14Maaf.
01:15Gak panggil om.
01:16Bapak gitu.
01:16Jangan.
01:17Bro.
01:18Gini bro.
01:20Mau ngasih sekarang.
01:24Panggil apa aja?
01:25Panggil apa aja?
01:26Ibu Ruli boleh.
01:27Ibu Ruli.
01:28Ini dosen loh.
01:30Oh iya.
01:31Nanti saya katanya ngajar di tempat beliau juga.
01:34Makanya saya harus hormat.
01:36Kalau nggak dikeluarkan secara tidak hormat.
01:38Guru Ruli.
01:40Iya.
01:41Dan bro untung.
01:43Jadi.
01:44Kalau cerita dari bapak sendiri itu benar ditembak di rumah?
01:48Oh iya.
01:49Di depan saya.
01:51Di depan saya dan di depan adik saya.
01:54Ditembak langsung?
01:56Gimana?
01:56Bisa ceritain sedikit.
01:58Bisa ceritain sedikit.
02:00Dari mulai yang mana sekarang?
02:02Mulai dari mereka masuk atau mulai dari pas pendembakan?
02:06Mereka masuk?
02:07Mereka masuk dari pintu belakang.
02:09Pintu belakang itu yang tidak pernah dikunci.
02:12Ada 12 orang tentara yang setiap hari jaga di situ.
02:17Artinya 12 orang yang jaga bersenjata?
02:20Lengkap.
02:22Tambah 5 orang lagi yang biasa melekat, biasa mau bapak.
02:26Kemana lalu pergi.
02:27Di situ dia.
02:30Dari cops, polisi.
02:32Tidak lama?
02:34Malam itu tidak ada.
02:35Malam itu tidak ada.
02:37Ada sebabnya sebetulnya.
02:39Disuruh ngawal Ibu Yanni ke Taman Suropati rumah dinas yang kedua.
02:45Rumah dinas Menteri Panglima Katan Darat.
02:49Di situ.
02:49Ibu Yanni memang tidak ada di rumah malam itu.
02:54Lima orang pengawal pribadi yang biasa melekat ini tambah satu ajudan namanya Letnan Sandi.
03:01Kita panggilnya Om sama Letnan Sandi itu.
03:04Itu berangkat ke Taman Suropati.
03:08Itu antara sekitar 10-11 malam.
03:11Ngawal Ibu.
03:12Yang berita bapak.
03:15Yang berita bapak.
03:16Ditambah lagi dua yon komat para.
03:20Ini pasca ini ya.
03:21Sebelum kejadian.
03:23Dua orang yon komat para.
03:25Disuruh pulang bapak bapak.
03:27Disuruh pulang?
03:28Disuruh pulang.
03:28Dengan alasan?
03:29Dengan alasan rumahnya kecil.
03:31Gak ada.
03:32Kau mau tidur dimana?
03:32Besok pagi aja kok datang lagi ke sini.
03:35Artinya pada saat itu yang menjaga berapa orang?
03:3712 orang.
03:38Bersenjata?
03:39Bersenjata lengkap.
03:40Anak buahnya kolonel latif.
03:44Oke.
03:44Kok bisa masuk pak?
03:45Bukan bisa masuk.
03:47Bukan.
03:47Maksudnya mereka penyerangannya kok bisa masuk?
03:49Dengan 12 orang.
03:51Gak.
03:52Cepat bukan 3 orang.
03:534 orang.
03:54Yang datang?
03:56Hampir satu kompi.
03:57Yang datang bukan satu kijang, dua kijang.
04:00Tidak.
04:00Pakai bus, pakai truk.
04:03Itu yang datang.
04:07Itu yang datang.
04:09Cakra birawa ditambah lagi dengan...
04:12Mungkin anak buahnya latif itu.
04:15Atau dari batalion mana ini?
04:17Yang memang dari 2002 itu.
04:192002 latif kan?
04:21Dan itu baru masuk akhirnya?
04:23Masuk lah.
04:24Yang masuk itu hanya cakra birawa.
04:26Yang 12 orang tetap di luar pak.
04:28Jagat.
04:29Jagat tetap sudah dilih cuti senjatanya.
04:32Yang masuk cakra birawa.
04:34Yang memang dari luar.
04:36Dan cakra birawa itu tiap hari, hampir tiap hari datang ke rumah kami.
04:41Jadi dengan keluarga kami, dengan ayahku sudah...
04:44Sudah tahu.
04:45Jadi tidak ada kekhawatiran.
04:47Kayaknya.
04:49Lalu ketika masuk?
04:50Kita masuk.
04:51Ketika masuk.
04:52Bisa jadi merinding.
04:53Yang pertama ketemu adalah sama adik saya.
04:57Oke.
04:57Dan adik saya nyariin ibunya.
04:59Kan saya...
05:00Yang mohon maaf saya cerita sedikit.
05:02Kalau...
05:02Hari-hari biasa itu...
05:05Saya tidur berempat.
05:07Ibu saya...
05:07Saya...
05:09Edi...
05:11Satu kamar berapa.
05:13Dari bulu lah.
05:14Tapi malam itu nggak tidur di situ.
05:17Karena nggak ada ibunya.
05:19Dan gitu.
05:20Saya laki nomor tujuh.
05:22Adik saya laki nomor delapan.
05:24Di atas saya enam perempuan.
05:28Lalu apa yang terjadi, Pak?
05:30Apa yang terjadi?
05:31Sampai ke penembakan.
05:34Ketemulah Edi dengan cakra birawai ini.
05:37Lima orang.
05:38Mereka bilang sama Edi.
05:40Tolong bangunin Bapak.
05:41Keadaan genting.
05:43Bapak dipanggil presiden.
05:45Tolong bangunin sekarang.
05:48Masuklah Edi ke dalam.
05:50Kamar.
05:51Bangunin lah Bapaknya.
05:53Bapaknya bangun.
05:54Dia cuma ngomong.
05:55Oh no.
05:55Bahasa Jawa ya.
05:56Oh no kok.
05:57Eh isu-isu.
05:59Ada yang datang.
06:01Dari cakra birawai.
06:02Tahu dia cakra birawai.
06:06Keluar nih.
06:07Pak Yani omak.
06:08Dari kamarnya nih sama Edi.
06:10Keluar sampai di belakang.
06:13Tempat biasa kita duduk-duduk.
06:16Terjadilah pertengkaran di situ.
06:19Pertengkaran?
06:19Iya.
06:20Bapak dengar tentang apa?
06:21Bapak dipanggil presiden.
06:23Terus Bapak bilang.
06:25Ini Edi yang ngomong.
06:26Karena di belakang dia.
06:28Dia bilang.
06:30Apa namanya.
06:32Bapak segera dipanggil presiden.
06:34Dan sekarang juga.
06:36Loh.
06:36Saya kan.
06:37Mesti ganti baju dulu.
06:38Paling tidak mandi.
06:40Atau cuci muka.
06:41Kan gitu.
06:42Iya.
06:42Dan itu dilarang.
06:43Seharusnya.
06:44Dilarang.
06:45Ini yang ngelarang apa?
06:46Pangkatnya.
06:47Sersan-sersan.
06:48Sersan.
06:49Kopral itu yang ngelarang.
06:50Ini yang dibangunin yang ditar tiga loh.
06:54Jauh jaraknya.
06:56Bentak-bentak.
06:57Siapa?
06:58Generalnya.
07:00Jauh jaraknya.
07:01Terlalu jauh.
07:03Iya kan?
07:04Nah si.
07:05Siapa namanya?
07:06Karena mereka terlalu kasar sama Pak Yanni.
07:11Dipukul lah salah satu.
07:13Sama Pak Yanni.
07:14Sama Pak Yanni.
07:15Dipukul itu.
07:15Dipukul dan jatuh ke nyamping lagi.
07:18Iya.
07:19Diambil senjatanya.
07:20Senjatanya cung yang diambil itu.
07:22Iya.
07:22Tapi.
07:23Dikasih kembali gitu.
07:24Kalau prajurit tau apa.
07:25Iya.
07:26Karena di general.
07:27Iya.
07:27Satu itu.
07:28Iya.
07:28Ada presiden Soekarno gak mandi ya bener aja.
07:32Pakai piyawa.
07:33Iya.
07:33Lalu.
07:34Dia bilang.
07:34Gak usah jadar.
07:35Langsung aja.
07:36Itu berangkat.
07:37Marah Pak Yanni itu.
07:39Dia tutup pintu.
07:42Mau prajurit tau apa.
07:44Dia bilang gitu.
07:45Iya kan.
07:45Tau prajurit tau apa.
07:47Dia tutup pintu.
07:47Pintu kaca.
07:49Langsung salah satu mereka itu.
07:52Bilang sama namanya.
07:55Dia ditembak.
07:57Tembak bener.
07:58Ditembak kan?
08:00Dari belakang.
08:01Dari belakang.
08:02Habis tutup pintu itu.
08:04Gak usah.
08:05Kena kacanya.
08:06Kena berarti kaca pecah.
08:07Tembus.
08:08Tembus.
08:08Ke badan.
08:09Berapa tembakan?
08:10Dari belakang.
08:10Ada tujuh.
08:12Tujuh tembakan.
08:13Pak Ahmad Yanni itu ditembak.
08:15Tujuh tembakan dari belakang.
08:16Iya.
08:17Sejatanya Thompson.
08:19Tahu saya.
08:20Karena saya ada di dalam.
08:22Saya bangun.
08:22Kenapa?
08:23Karena ribut nih kan.
08:25Rame gitu loh.
08:28Bangun.
08:28Kendaraan.
08:29Tahu loh.
08:30Bapak.
08:31Meninggal di tempat?
08:34Katanya sih.
08:35Katanya nih ya.
08:36Katanya meninggalnya di kendaraan.
08:39Setahu saya ceritanya.
08:40Saya lihat.
08:41Saya dengar.
08:41Kalau dari film kan.
08:43Banyak tambahan.
08:44Jadi kalau yang dari film itu.
08:46Kalau yang di rumah ya itu dia.
08:48Yang bener itu?
08:49Benerlah.
08:50Oke.
08:50Karena mereka nanya kita kan.
08:52Oke.
08:57Itu kan diseret keluar.
08:59Diseret kayak binatang kok.
09:01Bagaimana sih?
09:02Kakinya.
09:03Kalau di film.
09:04Nah ini yang gak bener.
09:05Kalau di film.
09:06Iya kan.
09:08Ditarik kakinya.
09:10Diangkat tangannya.
09:11Jadi orang yang begini.
09:12Sebenarnya?
09:13Sebenarnya dipegang kakinya langsung dibawa keluar kok.
09:16Pak Yam.
09:17Jendral Ahmad Yanni diseret kakinya.
09:20Seret?
09:20Kayak binatang.
09:24Dan setahu saya yang saya baca.
09:26Yang saya baca.
09:27Gak ada di film yang saya baca.
09:28Anak-anak pada saat itu sempat mau keluar.
09:31Menemani bapak.
09:32Itu betul.
09:33Bukan menemani.
09:34Iya pokoknya mau ngeliat bapak.
09:36Tidak mau ngeliat bapak.
09:37Kita mengejar bapak kita diseret-seret sama Catra Birawa.
09:40Tapi pada saat itu juga dibilang.
09:42Kalau keluar tembak.
09:43Tembak.
09:44Kan ada pintu belakang.
09:45Iya.
09:45Yang mereka masuk.
09:46Iya.
09:46Dari mulai mbak Ruli.
09:48Sampai.
09:49Eddie yang paling kecil.
09:51Kita nguber nih.
09:53Bapak kita.
09:53Dari belakang.
09:54Iya kan?
09:55Seret-seret terus.
09:56Sampai depan pintu itu.
09:58Catra Birawa.
09:58Satu orang Catra Birawa.
10:00Dengan siat atau kokang.
10:01Siapa yang keluar saya tembak.
10:03Itu.
10:04Itu dia.
10:06Itulah kejadian di rumah.
10:08Anaknya Pak Yanni.
10:09Yang paling besar.
10:10Cuma mbak Ruli sama mbak Inge.
10:11Yang sudah mahasiswa.
10:13Baru masuk mahasiswa.
10:14Kalau kami yang rentet-rentet kecil-kecil gitu.
10:17Tahu apa.
10:18Nggak tahu apa apa.
10:19Taunya cuma nangis dong.
10:21Nangis.
10:22Beruli gimana waktu itu?
10:24Saya memang paling belakang bangunnya.
10:28Karena semalam saya paling belakang tidurnya.
10:31Saya pulang dari Badu Jajar.
10:33Mas Dedi.
10:34Karena ada teman-teman yang wende.
10:36Nah saya pamit sama bapak.
10:38Laktu itu bapak bilang.
10:39Jangan pergi.
10:40Kamu kalau pergi.
10:42Ke Senayan aja.
10:43Tahun 5.
10:44Jadi aku bilang.
10:45Aku nggak mau pergi.
10:46Gimana ya kalau aku pergi mbak Ibu.
10:47Aku bilang sama ibu.
10:49Nggak bilang sama bapak.
10:50Aku mau pamit.
10:51Aku mau bantu jajar.
10:52Ya pergi aja.
10:53Aku bawa pengawal.
10:55Aku takut juga.
10:57Terus tapi.
10:58Aku bilang bapak.
10:59Bapak bilang nggak boleh.
11:00Nggak apa-apa lagi ibu yang bilang gitu.
11:02Jadi aku nggak ketemu bapak hari itu.
11:04Pulang-pulang jam 10 malam.
11:07Udah pada tidur semua.
11:09Nah ada 4-6 orang.
11:13AMN kan biasanya ke situ ya.
11:15Nah itu mereka nunggu aku sampai malam.
11:17Tapi kemudian mereka pulang.
11:19Nah waktu pulang.
11:20Jam 10 malam itu aku.
11:22Mau tidur.
11:22Ada telepon.
11:23Bunyi.
11:25Sekali dua kali.
11:27Tanya.
11:27Ini rumahnya Pak Yani atau bukan.
11:30Iya betul aku bilang.
11:31Ada apa sih.
11:32Ketawa-ketawa di sebelah sana.
11:34Nggak mbak cuma tanya aja gitu ya.
11:36Ya sudah aku tutup.
11:39Eh kira-kira 10 menit lagi.
11:41Telepon lagi.
11:42Dia tanya lagi.
11:43Ini rumahnya Senera Ahmad Yani.
11:44Iya betul.
11:45Menteri Panglima Angkatan Terak.
11:47Mangkel banget ya.
11:48Jangan mengganggu.
11:49Ini rumahnya men banget.
11:50Aku bilang.
11:51Kita tutup.
11:53Tenggara jasman banget saya.
11:54Betul nggak itu rumahnya Ahmad Yani.
11:56Ini tuh ada feeling atau firasat atau kode-kode tertentu nggak bahwa ini akan terjadi.
12:04Ya itu lah.
12:05Penambahan penjagaan di rumahnya.
12:08Tapi di sebuah-sebuah.
12:09Ayahku tuh orang yang terhadap anak-anak itu anak-anak itu nggak usah tahu apa-apa gitu.
12:15Nah dia hanya cerita sama ibu.
12:17Jadi ibuku aja yang tahu.
12:19Tapi aku nggak tahu apakah memang begitu.
12:21Cuman aku denger-dengar beberapa hari itu kayaknya bapak ini gerisah.
12:26Karena Bung Karno marah sekali ya sama Pak Yani ya.
12:28Ya itu karena ayahku tidak mau angkatan kelima itu.
12:34Dia nggak suka ya.
12:35Betul ada angkatan kelima pada saat itu ya.
12:37Mau dibentuk.
12:38Mau dibentuk.
12:39Mau dibentuk angkatan kelima.
12:40Dan itu ayahku juga.
12:41Ayahku nggak setuju sama sekali.
12:43Nah oke.
12:44Di luar perisiwa tentang Bapak.
12:49Ini kan sekarang banyak sekali.
12:51Ini fakta ya kalau saya ngomong karena sudah keluar di Marmarai juga.
12:55Ada yang mengatakan juga bahwa fakta-faktanya.
12:57Bahwa tidak benar tuh.
12:59Ketika di lubang buaya secara visum.
13:02Ada yang dicungkil matanya.
13:04Disilet dan sebagainya.
13:05Itu tidak benar.
13:07Benar.
13:08Karena ada saksinya.
13:10Saksi hidup.
13:11Dan dia adalah seorang pulisi.
13:14Angkatnya.
13:15Waktu itu masih perintis.
13:16Perintis dia.
13:17Dan kebetulan dia lewat waktu itu.
13:19Patroli dia.
13:20Patroli lewat rumahnya Pak Kandaitan.
13:23Nah dia ditangkep di situ.
13:25Dia ngak sepeda.
13:25Dibawa ke lubang buaya.
13:28Ditutup matanya di sana.
13:29Terus dimasukkan di salah satu rumah.
13:32Tapi rupanya dia tidak juga.
13:34Apa namanya dia bisa buka itu.
13:36Karena kemudian ditinggal sama mereka.
13:38Disitulah yang dia-dia.
13:39Tidak ditembak.
13:42Dia enggak ditembak enggak dia papain.
13:44Jenderal-Jenderal hidup.
13:46Kalau Jenderal.
13:47Yang hidup.
13:47Yang hidup di sana.
13:49Karena ada tiga ya.
13:50Yang satu perwira muda itu.
13:52Pak Prapto.
13:54Pak Parman.
13:56Sama Pak Sukoyo.
13:58Sama Tia Tendriak.
14:00Kan gitu.
14:01Yang masih hidup.
14:05Mereka diinterogasi lah.
14:06Karena interogasi.
14:07Boleh dekatkan dengan.
14:09Dewan Jenderal.
14:10Iya kan.
14:11Diinterogasi.
14:11Ini menurut Pak Kitman loh.
14:13Karena Pak Kitman ada di situ.
14:15Dia enggak diapa-apain dia.
14:17Duduk aja di situ di bawah.
14:19Oke.
14:20Ada surut-tandatangan satu surat.
14:23Ya.
14:24Surat bahwa memang benar ada Dewan Jenderal.
14:27Tiga-tiganya Jenderal ini.
14:29Tidak ada yang mau tanda-tanda.
14:30Tidak ada namanya.
14:32Dewan Jenderal ada.
14:33Cuman bukan urusannya.
14:34Bukan mokup apa sih.
14:35Lain yang buka.
14:37Urusannya lain.
14:38Untuk kenaikan pangkat.
14:39Dari kolonel ke.
14:41Brigjen.
14:42Salah satu yang tidak naik pangkat dari.
14:44Kolonel ke Brigjen adalah.
14:46Pak.
14:47Laktif.
14:49Nah itu.
14:51Ceritanya begini.
14:52Jadi ada penyiksaan.
14:53Apa sih kalau macam.
14:54Ya Pak Kitman yang mau.
14:56Pak Kitman itu yang lihat.
14:59Dia lihat.
15:00Pak Yanni disaret-saret lagi.
15:02Cemplungin di.
15:03Kok bang gue ya.
15:04Sumur.
15:05Tembak.
15:06Masuk.
15:07Oke.
15:08Iya kan.
15:09Pak Yanni masih hidup.
15:11Tidak mungkin lah.
15:13Jenderal tolong tanda tangan ini surat.
15:15Gak mungkin.
15:16Apa gak kopor apa sih kalau macam.
15:18Ya.
15:19Berarti menurut Bapak dan Ibu.
15:21Penyiksaan-penyiksaan itu ada.
15:23Ada.
15:24Ada bro.
15:25Ada.
15:25Mata dicungkil.
15:27Disilet.
15:28Gak tahu saya.
15:28Tapi pokoknya itu penyiksaan ada di situ.
15:30Karena menurut visum.
15:32Katanya ada visum yang mengatakan.
15:33Bahwa tidak ada penyiksaan-penyiksaan tersebut.
15:35Itu yang heran.
15:36Padahal.
15:37Di rumah juga kelihatan disiksaan kayak gitu kok.
15:39Mana mungkin sah.
15:41Dan itu betul lah ada.
15:42Berarti film tersebut yang ada di TV menurut Bapak dan Ibu benar.
15:48Benar.
15:4999 persen benar.
15:511 persen saya gak tahu.
15:52Benar seperti itu.
15:53Ya.
15:53Ada mata dicungkil.
15:55Disiliat.
15:55Di apa yang.
15:55Itu kan yang ngomong paket man.
15:57Kita mana tahu.
15:58Nah itu dia masalahnya.
15:59Yang jadi masalah adalah ketika ada berita juga yang mengatakan bahwa visumnya keluar tidak seperti itu.
16:04Memang visum yang tidak koris tapi ada juga visum yang lain.
16:08Oke.
16:08Berarti ada dua versi ini.
16:10Ya macem-macem.
16:11Macem-macem versinya.
16:12Oke.
16:14Oke.
16:15Nah.
16:16Saya juga baca bahkan ada berita penulisan yang mengatakan bahwa bahkan ini kemah saya baca di media gilat atau apa
16:26gitu ya.
16:28Dari Pak Hindroprionok.
16:30Oke.
16:30Dari ayah itu mengatakan bahwa ini ada sambut poten dengan CIA dan blablabla dan sebagainya.
16:36Ya mungkin.
16:38Mungkin.
16:38Mungkin.
16:39Saya tidak sampai ke sana.
16:41Kadang-kadang saya masih umur 11 tahun.
16:43Gak ngerti.
16:43Cuma dari rumahnya.
16:45Masuk akal maksud Anda.
16:46Masuk akal.
16:47Bapak temen-temen kan orang Amerika banyak.
16:50Bukan Amerika aja.
16:52Orang Korea Utara pun ada.
16:54Generali datang ke rumah ada.
16:56Dari Korea Utara.
16:57Kalau saya tanya nih menurut Ibu Bururi dan sebagainya.
17:01Apa tujuan ini semua?
17:03Tujuan apa?
17:04Tujuan ini semua kejadian.
17:06Tujuan ini kejadian.
17:07Karena Angkatan Darat melentang adanya Angkatan Kelima.
17:10Yaitu yang di ini sama Partai Komunis Indonesia.
17:14Pak Yanni bilang-bilang tentara Indonesia masih cukup.
17:17Karena waktu itu Dwi Kora kan dulu.
17:20Nah.
17:20Ini yang Bururi Tani ini.
17:23Alatnya ya hari capa pacu.
17:25Sawah.
17:26Ya kan.
17:27Betebun.
17:28Beternak.
17:29Itu Bururi Tani.
17:30Tidak buat penat.
17:31Kalau ini berhasil.
17:34Ya.
17:34PKI-nya berhasil.
17:36Ya dia jadi tentara.
17:37Inilah.
17:38Tentara jadi-jadi.
17:40Oke.
17:41Berarti ini beda dengan konteksnya sekarang ketika dibikin komcat ya.
17:44Komponen cadangan.
17:44Yang dilatih dulu.
17:46Udah gitu senjata diambil lagi.
17:48Komcat itu kan.
17:49Ya itu negara lah.
17:50Iya.
17:51Itu negara ini.
17:52Ini.
17:52Ini.
17:53Komunis mas.
17:55Komunis mas.
17:58Komunis.
17:59Ya.
17:59Namanya pemuda rakyat.
18:01Gerwani.
18:01Itu semua kan dilatih semua.
18:03Dilatihnya di Luang Guaya.
18:04Iya.
18:06Ya.
18:06Tapi bapakku juga punya.
18:08Dia cadangan istri-istri kerajulit.
18:11Semua dilatih juga.
18:12Jadi sukarelawati.
18:13Termasuk ibu saya.
18:15Nah.
18:16Jadi mereka latihan juga.
18:17Ya latihan lemah.
18:18Latihan baris.
18:19Ya pokoknya siap-siaplah kalau.
18:20Karena kita musuhnya besar gitu.
18:23Utama Malaysia.
18:24Kalau nggak sebetulnya.
18:25Kemudian dengan perpatasan.
18:27Nah itu yang dilakukan oleh ibuku.
18:29Mungkin ibuku juga nggak terlalu.
18:31Memikirkan yang sampai segitu.
18:33Ya.
18:33Jadi ini terjadi karena perbedaan politik.
18:36Iya.
18:36Iya.
18:39Ada salah satu yang mau.
18:42Mau.
18:42Ya coba mas Dedy bayangkan.
18:45Di kabinetnya presiden itu ada tiga partai kan.
18:48Komunis.
18:50Nasionalis.
18:51Sama.
18:52Nasakom.
18:52Nasionalis agama komunis.
18:55Iya.
18:55Iya.
18:56Nasionalis agama komunis.
18:58Nasakom.
18:58Si komunis ini yang paling gejar.
19:01Teman-teman dia nggak tahu juga.
19:02Paling dekat dengan Bung Karno.
19:05Bung Karno juga simpatisan PKI.
19:07Iya.
19:07Tapi dia bukan PKI.
19:10Simpatisan.
19:10Kalau kita lihat dari pidato-pidatonya.
19:12Bener tuh ada.
19:15Ada pidatonya juga.
19:16Ini ibu bicara begini berani sekali.
19:18Nggak apa.
19:19Karena ada di.
19:20Itu aku lihat.
19:21Memang ada buktinya di pidato-pidatonya.
19:25Mas Dedy kalau memang ada kesempatan.
19:28Ngawancaralah dengan kakak saya nomor tiga.
19:31Ibu Amelia.
19:32Itu dokumen dia kumpulin.
19:34Dia bikin buku.
19:36Ada lima buku.
19:37Dia wawancara dari senior-senior general.
19:40Yang waktu itu.
19:41Sampai Ibu Dewi.
19:43Ibu Fatmawati.
19:44Ibu Hartini.
19:45Pun dia udah wawancaranya.
19:46Dia bikin buku.
19:47Karena dia juga pengen tahu.
19:48Apa sih sebetulnya yang terjadi.
19:51Pada saat itu.
19:52Kalau nggak saya ingin menyatukan semua itu ya.
19:55Menyatukan apa?
19:56Ya itu kan pada saat itu ada Nasakom kan.
19:59Ya.
19:59Meminyatukan semua itu.
20:00Ya Bung Karnok ya.
20:01Ya.
20:01Supaya kekuatannya itu benar-benar.
20:03Benar satu gitu loh.
20:04Benar satu.
20:05Betul.
20:06Tujuannya itu sebenarnya.
20:07Ya tujuannya itu.
20:08Kan hebat kalau bisa nyatuin itu.
20:10Tapi kan nggak mungkin.
20:12Tapi kalau Bung Karnok sampai peninggal.
20:15Siapa nih gantinya?
20:16Kan gitu.
20:17Siapa gantinya?
20:19Dulu kan nggak ada istilah pemilu-pemilu gitu ya.
20:23Ditunjuk siapa ya dia gantinya.
20:26Itu.
20:26Ini yang namanya.
20:29Gosip sih ada.
20:31Pak Yani pengganti.
20:33Suka gosip ada.
20:35Gosip ada.
20:36Tapi yang namanya.
20:37Nah Edith juga pengen dong.
20:40Itu biasa lah ya.
20:42Di situlah.
20:43Itu biasa lah ya.
20:44Kemudian sekarang adu cepat nih.
20:45Adu cepat.
20:47Siapa yang cepat dia menang.
20:48Siapa yang gerak duluan ya.
20:50Dia gerak duluan.
20:54Tapi saya dengar bahwa ini kan ada keputusan kepres ya.
20:59Kepres in pres gitu ya.
21:00Yang mana ini yang baru.
21:02Yang baru.
21:03Saat.
21:03Tahun 2020.
21:06Kenapa kabar?
21:07Kacau.
21:09Kacau.
21:10Karena.
21:11Anak keturunan PKI katanya 4 generasi akan disantuni.
21:19Anak keturunan pahlawan revusi korban.
21:22Korban.
21:23Anak PKI korban juga katanya kan.
21:26Iya kan.
21:27Kalau anak PKI santuni.
21:28Anaknya pahlawan revusi dan yang lain-lain.
21:32Yang dibunuh di Surabaya.
21:34Jawa Timur.
21:35Jawa Tengah.
21:36Itu gimana?
21:37Bercerita.
21:38Jadi.
21:39Kalau memang mau bikin gitu.
21:42Bikinlah yang betul.
21:44Kalau bikin gitu.
21:44Buat semuanya.
21:45Harusnya adil.
21:46Iya kan.
21:47Harus yang adil.
21:48Buat semuanya maksudnya.
21:49Iya.
21:50Harus buat semuanya.
21:50Buat semuanya.
21:51Iya kan.
21:52Sekarang.
21:53Aku agak emosi.
21:54Siapa yang mulai duluan.
21:55Iya kan.
21:56Yang mulai duluan PKI-nya.
21:57PKI tidak bisa bergerak atau membunuh pada general ini.
22:03Yang menentang mereka.
22:12Dia harus punya tentara kan.
22:14Iya.
22:14Sedangkan tentara dia belum siap.
22:16Ini kan belum siap.
22:17Saya paham.
22:18Maksudnya begini.
22:18Kalau misalnya anak-anak cucu dan keturunan PKI.
22:22Maaf ya.
22:22Anak cucu dan keturunan PKI memiliki hak yang sama dalam memilih pekerjaan.
22:28Mendapatkan pekerjaan dan sebagainya.
22:31Oke dong.
22:31Gak ada masalah.
22:32Gak ada masalah kan.
22:33Cip tanding itu masuk DPR gitu juga gak ada masalah kan.
22:36Karena itu ya hak.
22:38Emang hak dia.
22:39Tapi kalau mendapatkan santunan.
22:41Itu yang jadi masalah.
22:42Enggak juga sebetulnya.
22:44Tidak.
22:44Cuman harus adil loh.
22:45Oke.
22:46Mendapatkan santunan gak apa-apa.
22:47Tapi banyak sekali orang-orang.
22:49Pahlawan-pahlawan.
22:49Anak cucunya dan sebagainya.
22:51Dan yang lain-lain yang dibunuh.
22:51Dan yang lain-lain yang dibunuh itu.
22:53Juga harusnya diberikan santunan.
22:55Iya.
22:55Oke.
22:55Saya paham jadi konteksnya.
22:57Jadi disini bukan memasalahkan anak PKI dapat santunan.
23:00Memasalahkan kalau anak PKI dapat santunan.
23:02Yang lainnya gimana gitu.
23:04Kenapa yang dianggap cuman mereka gitu.
23:06Kita juga gak mau ini.
23:08Gak.
23:09Males ribut.
23:10Cuman.
23:11Kemarin ada.
23:13Pak siapa.
23:14Pak M lah gitu.
23:16Aku sebutnya Pak M.
23:17Dia bilang.
23:19Dia bilang.
23:20Karena kakak saya bilang kan.
23:23Kami gak diajak bicara.
23:25Iya kan.
23:26Kami tidak diajak bicara.
23:28Oh enggak.
23:29Kami sudah.
23:30Kita sudah mengundang apa.
23:32Datang atau mengundang.
23:35Satu yang di.
23:38Di mana.
23:39Di Jakarta.
23:40Satu lagi yang di Jogja.
23:41Siapa yang diundang.
23:43Siapa.
23:44Enggak ada.
23:45Yang di Jogja kemarin saya tanya.
23:47Enggak mas.
23:47Enggak.
23:48Enggak.
23:48Saya enggak ngomong.
23:49Enggak ada itu.
23:50Siapa.
23:51Harusnya jelas.
23:52Kantor Komnas HAM itu cuman lima rumah.
23:55Dari rumah Pak Yani.
23:56Museum.
23:56Museum.
23:57Habis ini susahnya nanya.
24:01Dan gimana.
24:02Pak protes ini.
24:04Didengarkan kah.
24:06Kami ke M.
24:07Ya mas.
24:08Jadi.
24:09Kami ke M.
24:11Kami harus.
24:12Jangan.
24:13Karena kalau enggak.
24:14Wah habis kita.
24:16Habis di apa namanya.
24:20Enggak dianggap.
24:23Apa yang terjadi nanti.
24:25Hasilnya.
24:25Kita sih minta supaya dicabut lah itu.
24:27Enggak beres.
24:28Kalau emang bikin kepres.
24:30Enggak main tanda tangan aja dong.
24:32Yang bener gitu loh.
24:34Kakak saya nomor tiga itu.
24:36Berusaha ketemu sama.
24:38Men Umham.
24:40Pak.
24:41Mahfud.
24:42Enggak terima mas.
24:43Enggak terima.
24:44Enggak ada waktu.
24:46Enggak ada waktu.
24:48Dia mau menanyakan mengenai kepres ini.
24:53Akhirnya ketemu sama.
24:56Staffnya.
24:58Staffnya ngomong.
25:00Aduh.
25:01Lupanya udah ditahan tangan bu.
25:03Ya.
25:05Makanya kita ke M.
25:07Makanya ke M.
25:08Berarti next stepnya ya.
25:09Ya next stepnya.
25:10Walau-walau.
25:11Apa yang terjadi nanti ya itu.
25:13Ya tapi berjuang dulu.
25:14Kalau jadi rabe mas.
25:15Oh bisa keos ini.
25:16Bisa keos.
25:18Karena bukan kami aja yang ribut.
25:21Yang ribut.
25:22Ada petisi seratus.
25:24Ada ulama-ulama dari Jawa Timur.
25:27Ada juga yang dari Jogja.
25:29Yang tidak terima kan.
25:30Enggak terima.
25:31Mereka kan pejuang juga mas.
25:35Kalau menurut mereka kan.
25:36Menurut PKI-nya itu kan.
25:38Itu kan.
25:39G30S itu antara tentara.
25:40Tentara yang mana?
25:41Tentara yang berkhianat?
25:43Dia.
25:43Tentara yang mana dulu?
25:45Karena.
25:46Makanya saya bilang.
25:47Buru Tani kasih senjata mana bisa nembak.
25:49Dia belum bisa lah.
25:51Dia harus cari orang-orang atau tentara-tentara yang bisa dikuasai.
25:55Karena.
25:56Itu dia.
25:57Dari mulai 65 sampai sekarang.
26:00Kita tidak pernah minta dari pemerintah kok.
26:04Tolong kami dibantu.
26:06Tidak pernah.
26:07Cuman angkatan darat itu yang masih lihat kita.
26:11Dari mulai Pak Yani sampai Tendehan sampai Katamso pakai Sugiyono.
26:19Angkatan darat masih.
26:22Masih.
26:23Masih memperhatikan kita.
26:27Diajak umroh kita kemarin.
26:29Kali happy kita.
26:31Oh mereka masih.
26:32Masih.
26:33Masih.
26:33Masih liat ya kan.
26:35Iya kan.
26:36Jadi.
26:37Mereka bukan membiarkan kita begitu aja.
26:40Mati-matilah.
26:42Ini dari angkatan darat.
26:44Angkatan darat.
26:45Terutama Pak Dudung.
26:46Mohon maaf.
26:47Memang saya harus bicara.
26:48Pak Dudung.
26:52Mati.
27:11Waktu itu Pak Dudung pernah ke rumah kami juga di Jalan Lembang di museum.
27:18Kemudian dia melihat keadaan kami.
27:20Memperhatikan kami.
27:22Dan mulai dari itu.
27:23Kemudian dia diam-diam.
27:25Dia mengajak kita umroh.
27:27Tidak bilang-bilang juga.
27:28Tidak juga tajunya.
27:30Beberapa minggu baru kami tahu kalau kami mau diajak pergi.
27:37Yang lain-lain juga baik Pak.
27:47Yang lain baik.
27:48Cuman Pak Dudung memang baik.
27:49Iya.
27:53Ini maaf ya Pak saya.
27:55Enggak, enggak, enggak.
27:56Saya kadang-kadang suka.
27:58Ma untung kalau cerita suka gitu.
28:00Saya kalau ini mas.
28:01Saya bilang sama Pak Dudung.
28:03Waktu kita diundang ke Mabesat.
28:05Pak Dudung.
28:07Dari mulai tahun 65 sampai tahun kemarin itu.
28:132020.
28:15Dua.
28:16Dua ya.
28:18Baru dua klik ini kami keluarga Palawan Rufusi diundang.
28:23Kemabesat.
28:24Kemabesat.
28:25Satu tahun 65 kita cuma lihat peti jenazah.
28:29Hanya lihat peti jenazah.
28:31Hanya mengantarkan ayah-ayah kita yang sudah meninggal ke Taman Mabesat.
28:35Pak Kempahawan.
28:37Sekarang kami dipanggil Pak Dudung.
28:40Inilah.
28:41Memang diantara itu.
28:43Ya kasat suka undang tapi sedih sendiri.
28:46Tapi ini kita dijadikan satu.
28:49Diundang sama Pak Duk.
28:52Jenderal Dudung.
28:53Oh saya sangat terhaku.
28:58Yang lain pun gitu juga.
29:00Cuman ya sebatas ini aja.
29:03Cuman ini.
29:04Agak lebih.
29:05Agak lain.
29:07Agak lain.
29:10Kami.
29:12Saya sakit hati.
29:13Sakit saya.
29:15Ibu Ruli pun juga gitu.
29:17Yang lain-lain pun juga gitu.
29:19Sakit hati dengar?
29:20Oh siapa lagi mas.
29:21Kalau bapaknya ditembak depan kita bagaimana?
29:24Semua.
29:24Anak-anaknya.
29:25Ada yang istrinya juga lihat.
29:27Ayahnya dibunuh di depannya.
29:30Bapaknya ikan-kandai panjir.
29:31Kepalanya mas.
29:33Kepalanya itu mana di dekat.
29:35Pak Panjaitan.
29:38Pak MT Hariono di kamar tidurnya.
29:41Dia tutup pintu.
29:42Anak-anaknya suruh di dekat ke kamar sebelah.
29:46Ruangan gelap.
29:49Jadi sebetulnya bulan September itu merupakan bulan yang paling menyedihkan buat kami.
29:55Karena pada waktu itulah semua pasti akan interview ya.
29:59Itu dah dari jauh-jauh sebelumnya.
30:01Padahal bulan-bulan yang lain gak apa-apa.
30:04Saya jadi ngerasa bersalah nih.
30:06Oh gak, gak, gak mas.
30:07Gak apa-apa.
30:07Tapi perlu juga diungkap pada kali ya.
30:11Mungkin mereka kan gak tahu.
30:13Gak tahu.
30:14Loh ibu saya waktu ayah saya dibunuh abis itu turun bukan jadi.
30:19Makanya saya bilang kita mudah-mudahan happy, happy.
30:22Kita kerja-kerja biasa.
30:25Iya gak?
30:25Kerja-kerja biasa.
30:27Ibu Ruli aja sampai sekarang masih.
30:29Lajar.
30:29Masih ngajar.
30:30Padahal umurnya sudah.
30:32Gak banyak.
30:34Gak banyak.
30:35Gak usah kita ngomong lah.
30:38Iya kan.
30:39Mereka cuma diunjani itu bilang.
30:42Ibu Ruli jangan keluar dulu.
30:43Padahal udah.
30:44Saya tahu tuh masalah ibu Ruli ngajar diunjani.
30:47Jadi sebenarnya ibu Ruli itu ngajar diunjani sebenarnya harusnya udah pensiun ya Pak ya.
30:51Udah.
30:51Tapi surat pensiunnya gak diturun-turunin.
30:55Supaya ibu Ruli tetap ada di sana.
30:57Pensiun dari UI udah.
30:59Udah.
31:00Waktu aku 60.
31:01Kemudian loh diunjani kok ada nama Ahmadnya nih.
31:05Aku diminta di sana.
31:06Yaudah aku ke sana.
31:0812 tahun.
31:08Sampai 20 tahun gitu.
31:10Gak ada surat pensiun.
31:11Gak keluar keluar surat pensiun.
31:14Tapi gak apa-apa bu.
31:15Maksudnya bahagia.
31:16Karena bisa-bisa ngajar.
31:17Bisa apa.
31:18Membagikan.
31:19Dan namanya juga unjani.
31:21Iya.
31:21Jadi unjani itu.
31:23Ya sankati kayak kapaksi itu selalu ngundang.
31:26Kita harus hadir.
31:27Kalau ada mahasiswa baru.
31:29Mau ada.
31:30Apa namanya.
31:32Telulusan.
31:33Mau ada diasnatalis.
31:34Kita diundang.
31:35Iya.
31:36Iya betul.
31:36Kita diundang.
31:37Saya juga kemarin pada saat.
31:39Dengan si.
31:39Apa namanya.
31:40Ya kayak.
31:41Ini boleh.
31:42Boleh.
31:42Boleh pakai seminal terbuka.
31:44Disitu ketemu dengan.
31:45Dengan ibu kan.
31:46Pada saat itu unjani kan.
31:49Itu saya.
31:50Ini.
31:52Bener gak sih kalau.
31:56Manggilnya ibu ya.
31:57Kalau mama ibu ya.
31:58Bunda ibu.
31:59Ibu ibu bukan ibu.
32:01Bunda mas sekarang ya manggilnya.
32:04Anak SD biasanya tuh.
32:05Bunda sih.
32:06Kalau ibu pada saat itu.
32:09Melarang anak-anak jadi tentara tuh.
32:11Oh iya.
32:13Itu saya jawab langsung.
32:14Padahal saya kepengennya minta ampun.
32:16Takut sih.
32:16Gak boleh.
32:18Sudah cukup.
32:19Darah bapakmu untuk ibu Pertiwi ini.
32:22Sudah cukup.
32:22Jadi tidak ada lagi namanya Ahmad Yani yang.
32:25Masuk tentara.
32:27Selesai gitu.
32:28Selesai.
32:29Selesai.
32:32Itu dikumpulin.
32:34Itu dikumpulin.
32:36Tanggal 4 Oktober.
32:38Setelah Pak Yani diketemukan.
32:40Tama.
32:40Kumpulin kita.
32:41Tadi di kamar.
32:43Ajudan namanya Pak Bandi datang tuh.
32:46Lapa saya udah baju lusuh apa sih.
32:48Lala macem.
32:49Dia baru dari lubang buah ya.
32:51Dia lapor sama ibu.
32:53Pak Yani sudah ditemukan.
32:55Dan besok mau di.
32:57Atau hari ini digali.
33:02Disitulah ibu.
33:03Kamu bukan anak-anaknya.
33:06Menteri Panglimangatan Barat Jaya.
33:08Kamu sudah jadi anak-anaknya.
33:10Sudah jadi anak-anaknya.
33:12Jadi.
33:13Kamu yang penting sekolah.
33:16Selesai sekolah.
33:18Pulang.
33:19Tidak ada ngomong jajang.
33:21Makan di rumah.
33:23Ibu yang siapin.
33:24Ibu yang masakin.
33:25Itu mah.
33:27Kita pun gak bisa lihat jenazahnya ayah loh.
33:30Padahal padanya dijanjikan.
33:32Nanti sore.
33:33Kalau sudah dimandikan.
33:34Di RSPAD.
33:35Kita boleh ikut.
33:36Untuk lihat.
33:37Tapi kemudian dibatalkan.
33:39Itu karena sudah rusak.
33:41Jenazahnya.
33:42Sudah gak bisa dilihat lagi.
33:44Ya rusak karena.
33:45Sudah 4 hari.
33:464 hari dan juga.
33:47Itu bukan air aja mas.
33:50Sampah apa segala macem.
33:51Bekas mereka latihan apa-apa.
33:53Masuk itu.
33:56Lubang gue ya.
33:58Sakit mas.
33:59Sakit sebenarnya.
34:02Saya 11 tahun boleh lah.
34:04Saya 11 tahun.
34:05Cuman kita sudah mulai.
34:07Sudah punya.
34:08Memorinya sudah.
34:08Sudah mas.
34:09Saya kenal Pak Yadi cuma 5 tahun kok.
34:12Dari kelas 1 SD sampai kelas 5 SD.
34:15Itu yang saya kenal.
34:17Saya lebih kenal Pak Yani sekarang dari Unjani.
34:21Karena ada.
34:22Ada.
34:22Ada kurikulumnya.
34:23Kak Ahmad Yani ya.
34:25Saya tahunya dari situ.
34:27Oh kayak gitu ya.
34:29Jadi mereka selalu datang ke Jakarta.
34:31Suruh lihat museum.
34:32Suruh lihat ruang-ruang.
34:34Harus.
34:35Jadi.
34:36Maksudnya itu.
34:37Kau sekolah di Unjani.
34:39Menurut di jeraknya.
34:40Kau harus tahu.
34:41Namanya siapa.
34:42Dari siapa.
34:42Sejarahnya siapa.
34:44Nah.
34:44Itu aja.
34:45Kalau gak.
34:45Kalau gak.
34:46Kalau gak mengarahkan anak sekarang gak Pak Yani.
34:48Gak dong.
34:49Siapa.
34:49Aku tahu loh.
34:50Amat Yani.
34:50Itu nama jalan.
34:52Nama gedung.
34:54Iya kan.
34:55Itu aja.
34:57Bener juga.
34:58Saya tidak menertawakan itunya Pak.
35:02Itu kenyataan.
35:03Itu sih.
35:03Kalau nanya anak-anak sekarang.
35:05Siapa.
35:05Amat Yani.
35:06Makanya mereka dikasih.
35:07Nama Yala.
35:08Dikasih.
35:08Supaya lebih disiplin.
35:09Supaya lebih ngerti.
35:11Lebih dewasa.
35:11Karena dari biasa kan.
35:13Kalau dari SMA.
35:15SMA tuh masa yang bagus kan.
35:17Masa yang senang lagi.
35:18Ke mahasiswa.
35:20Ya masih dianggap.
35:20Harus memahami hal.
35:21Terus.
35:22Mungkin bertanya saya agak.
35:27Intinya gini.
35:28Saya mau nanya.
35:30Berapa lama.
35:31Ibu melihat.
35:33Ibu tidak melihat peristiwa.
35:52Saya tidak akan melupakan peristiwa itu.
35:58Karena saya lihat sendiri.
35:59Satu itu.
36:00Kedua.
36:01Kedua mas.
36:02Begitu saya mati nanti.
36:04Tutup patah.
36:05Ya kan.
36:06Disitulah selesai.
36:07Udah urusan saya.
36:08Tapi saya minta.
36:10Mudah-mudahan saya ketemu.
36:11Sama ayah dan ibu saya.
36:14Itu.
36:14Wan itu aja.
36:15Gak minta lebih-lebih lah.
36:17Gak minta lebih-lebih.
36:18Ya saya mau tanya.
36:20Ya benar.
36:20Jawaban ini udah dijawab.
36:22Ya benar Bapak.
36:24Saya mau tanya.
36:25Kalau trauma.
36:26Trauma ini.
36:27Tetap.
36:28Oh dia jawab.
36:29Tahu lagi kan saya dulu.
36:30Tetap.
36:31Karena saya sering ditanya mas.
36:33Bukan apa-apa.
36:34Adik saya itu.
36:36Begitu dia.
36:38Taginya lah.
36:39Datanglah wartawan-wartawan.
36:41Tanya sama adik saya.
36:42Namanya Edi.
36:43Kenapa kamu bangunin Bapak kamu.
36:45Kalau kamu gak bangunin Bapak kamu.
36:47Gak ada kejadian.
36:48Ada.
36:49Tetap aja ada.
36:49Ada.
36:51Tidak mau ngomong dia.
36:53Tidak bicara.
36:55Gak mau.
36:55Dia merasa seolah-olah.
36:57Karena dia bangunkan ayah.
36:58Enggak dong.
36:59Nah.
37:00Itu rumah pertanyaan gak masuk akal Pak.
37:02Itu dia.
37:03Mau dibangunin gak dibangunin.
37:04Satu kompi ya.
37:05Di beredel dari depan.
37:07Bisa sekeluarga Pak.
37:09Kalau ada ibu.
37:10Kalau ada ibu ya nih.
37:12Mungkin lebih sama.
37:12Iya.
37:13Makanya.
37:14Makanya.
37:15Tapi bagus ada Pak Harto.
37:17Kalau gak ada Pak Harto.
37:18Gak ada orang berjelotok.
37:20Di Jakarta atau di Indonesia.
37:22Gak ada.
37:22Komunis semua.
37:25Pak Harto dengan cepat.
37:26Mengambil tindakan.
37:28Iya kan.
37:29Mengambil tindakan dia.
37:31Iya.
37:31Bukan Pak Harto aja.
37:33Iya.
37:33Banyak.
37:35Apalagi ada Sarwa Edi.
37:37Sarwa Edi sama Pak Yanni.
37:38Waduh.
37:39Very close.
37:40Very close.
37:41Very close.
37:42Itulah dia.
37:44Apa namanya.
37:45Jadi down dia.
37:46Gitu.
37:48Temennya soalnya.
37:50Pak Yanni boleh.
37:51Pangkacar.
37:52Cepat naik.
37:54Pak Sarwa Edi.
37:55Eh.
37:55Situ-situ aja.
37:56Dia kemandan resimen RPKD waktu.
37:59Kolor deh.
38:05Berat mas.
38:06Berat.
38:07Mas Edi aja.
38:08Ambil lapas gitu.
38:09Kami setiap tahun.
38:10Ambil lapas juga mas.
38:13Tapi mungkin pertanyaan terakhir.
38:16Boleh gak cintai sedikit aja.
38:19Sosok Bapak.
38:20Amat yang dia.
38:22Kita gak tau kesempatan.
38:24Dia lebih tau.
38:25Karena dia lebih dewasa.
38:27Boleh.
38:28Pak Jij.
38:30Bapakku itu.
38:32Pengagumnya banyak.
38:33Dari dulu.
38:34Orang yang memang cakep.
38:36Aku belum lihat yang sekarang cakepnya kayak apa ya.
38:39Tapi Bapakku memang.
38:40Bagah.
38:42Pakaiannya itu selalu rapi.
38:44Waktu.
38:45Kita bahagum-agum selamat.
38:48Sama Bapakku.
38:49Apalagi waktu beliau.
38:50Kemudian jadi.
38:52Kepala Staf Akadang Tarat.
38:54Dari kemudian Menteri Panglima Akadang Tarat.
38:56Lagi.
38:56Keren-keren.
38:58Abis.
38:58Ya.
38:59Jadi.
39:00Bangga banget.
39:01Cuma ya.
39:01Enggak.
39:02Bukan gak bangga.
39:03Tapi.
39:04Sedihnya.
39:05Karena dia tentara.
39:06Nomor satu tuh negara buat dia.
39:08Waktu ya.
39:09Iya.
39:10Keluarga tuh nomor dua pak.
39:11Nah gitu lah masa.
39:14Bapakku tuh kayak gitu.
39:16Dan.
39:17Di rumah dia mencoba untuk.
39:19Anak-anaknya deket sama dia.
39:21Jadi caranya.
39:22Caranya ya itu.
39:23Kalau yang kecil-kecil dimandiin sama dia.
39:25Dikeramasin.
39:26Disiram dan sebagainya.
39:27Itu ayahku.
39:28Kemudian.
39:29Senengannya perginya.
39:31Ke tempat-tempat.
39:32Temen-temannya bapakku aja.
39:33Kayak Pak Nasution.
39:35Pak Gato Subroto.
39:37Dulu Pak Gato Subroto tuh paling.
39:38Dia sering dateng.
39:40Aku gak tau kenapa.
39:41Karena beliau.
39:42Pala setahun.
39:43Iya.
39:43Lebih tua.
39:44Dan juga.
39:45Sayang banget sama Pak Yani.
39:46Jadi.
39:46Bapakku tuh kalau pergi.
39:48Gak pernah gak membawa anak.
39:49Mobilnya kecil.
39:51Anaknya semua ikut.
39:52Harus.
39:53Kemudian kita ke rumah-rumah beliau.
39:54Padahal kita kepinginnya.
39:56Ya.
39:56Jajan es krim.
39:57Atau apa gitu ya.
39:59Bukan ke rumah temen ya.
40:00Iya ke rumah bapak.
40:01Tapi aku gak tau ya.
40:02Hobinya begitu.
40:04Saya gak tau apa tujuannya.
40:06Supaya.
40:06Kita bisa kenal.
40:07Sama mereka semua.
40:09Atau kalau ada tamu ke rumah pun.
40:11Pasti kita dipanggil satu-satu.
40:13Dikenalin.
40:14Nah gitu lah ayahku tuh.
40:16Ya.
40:17Hobinya.
40:18Setiap satu minggu ya jalan-jalan.
40:20Kecuali.
40:21Kalau ada tamu.
40:22Sehingga kita udah capek.
40:23Lama banget sih tamunya gak pulang-pulang.
40:25Kita.
40:26Sembaring dalam lah.
40:27Apa lah.
40:28Seperti yang ngusir.
40:29Kayak ngusir ulur.
40:30Kayak ngusir semut.
40:32Iya gitu.
40:33Karena lama sekali.
40:35Kemudian.
40:36Yang kedua.
40:37Kalau makan.
40:39Kita harus sama-sama.
40:40Iya.
40:40Makan siang itu.
40:42Biar jam tiga.
40:43Biar jam berapa.
40:44Di meja duduk bareng gitu ya.
40:45Duduk bareng.
40:46Pertanyaannya hanya tentang sekolah aja.
40:49Hobinya dia adalah.
40:51Kalau udah itu.
40:51Nanti yang ambil rapot bapak.
40:53Jadi.
40:53Di zaman saya.
40:55Bukan ibu yang menjadi tulang.
40:58Apa namanya.
40:59Yang mengajarin kita.
41:00Tapi bapak.
41:01Ambil rapot juga bapak.
41:02Ambil rapot juga bapak.
41:03Dengan semua kesibukannya.
41:04Kalau tidak.
41:05Baru dia telepon suster.
41:07Anakku.
41:07Saya gak bisa datang.
41:08Nanti anakku yang.
41:09Kalau mendadak ada urusan.
41:10Iya.
41:10Itu gitu.
41:11Jadi suster datang.
41:13Jadi.
41:14Memang dia yang lihat.
41:15Makanya kalau.
41:16Sore-sore itu.
41:17Ada di rumah.
41:18Pasti dia keliling.
41:19Meja.
41:20Ini mesanya.
41:21Ya lebih gede-gede.
41:23Delapan orang disini semua belajar.
41:25Jadi delapan.
41:26Delapan orang itu tadi.
41:27Yang masuk satu mobil.
41:28Masuk satu mobil.
41:29Tadi kayak pindah.
41:30Nanti dia sepuluh dong.
41:31Sepuluh kan sama ibu.
41:32Bapak ibu.
41:33Iya.
41:33Iya.
41:34Terus kalau itu.
41:35Mereka pergi ke toko.
41:37Turun.
41:37Bapak sama ibu.
41:38Anaknya di mobil semua kan.
41:40Sempit banget ya.
41:44Tapi senengnya kayak gitu.
41:45Iya.
41:46Tapi itu kebahagiaan.
41:47Makanya gak ada.
41:48Zaman sekarang yang aku lihat kayak gitu tuh.
41:50Iya.
41:51Iya.
41:51Iya sih saya juga ngalamin.
41:52Zaman dulu kayak gitu.
41:53Iya.
41:53Iya bisa mobil kecil.
41:55Saya pakai mobil starlet.
41:57Sama saudara-saudara saya.
41:59Bisa masuk lapan orang.
42:00Iya.
42:01Kalau dibikirkan sekarang.
42:02Gimana caranya.
42:03Masuk lapan orang.
42:04Tapi masuk-masuk juga pak ya.
42:07Iya bener.
42:08Gitu ayahku.
42:09Mungkin ini ibu.
42:11Satu kata untuk ayah.
42:15Waduh apa ya.
42:16Aku paling bangga lah sama ayahku.
42:18Sampai sekarang.
42:20Bangga banget.
42:21Bangga banget.
42:22Iya banget.
42:22Dan kepada negara itu.
42:25Nomor satu tuh tentara lah.
42:27Dari kecil yang udah seneng begitu.
42:30Pahlawan.
42:31Pahlawan ya.
42:33Dia ada motonya tuh.
42:34Coba kasih tau.
42:35Ada dua moto yang dia tulis sendiri.
42:37Apa itu.
42:39Apa yang satu.
42:41Coba.
42:42Kalau yang bapakku yang aku tahu.
42:44Meternya ada di fakultas psikologi juga.
42:46Ditaruh itu.
42:49Saya tanpa angkatan darat bukan apa-apa.
42:53Angkatan darat tanpa saya tidak mengapa.
42:57Jadi dia menjadi jenderal pimpinan sebagainya.
43:00Karena dia masuk tentara.
43:01Karena dia jadi TNI.
43:03Tapi kalau TNI gak ada saya.
43:05Banyak yang ganti saya lebih banyak.
43:10Satu lagi.
43:11Satu yang untuk.
43:12Kenapa saya menjadi prajurit?
43:14Karena saya patriot.
43:16Kenapa saya jadi patriot?
43:17Karena saya cinta tanah air.
43:19Itu dia tulis sendiri.
43:22Dia tulis sendiri.
43:23Kami sekarang ini.
43:27Beratnya adalah menjaga namanya beliau.
43:30Itu aja.
43:31Begitu kita macam-macam.
43:33Dia kan.
43:34Anaknya.
43:35Anaknya namanya.
43:36Namanya.
43:37Nama saya namanya.
43:38Nama sebetulnya bagus.
43:40Cuma nama saya sama-sama nama pengkhianatnya.
43:44Kalau untung.
43:44Sama persis.
43:46Saya mau ngomong gitu Pak.
43:47Tapi gak berani.
43:49Enggak.
43:50Ada satu lagi.
43:51Ini yang ngomong Pak.
43:52Pak Sarwa Eji.
43:53Sarwa Eji.
43:55Kamu dong.
43:56Kamu namanya pengkhianatnya kamu.
43:59Yang menumpas PKI.
44:01Namanya Edi.
44:02Sarwa Edi.
44:03Edi itu adik saya.
44:08Jadi G30S langsung jauh-jauh kemana.
44:10Di rumah udah semua.
44:13Ampun.
44:15Aduh.
44:18Aduh.
44:19Tapi ya.
44:20Oke.
44:20Terakhir Pak ya.
44:21Terakhir Pak ya.
44:22Cepet aja.
44:22Terakhir nih.
44:23Bener-bener terakhir.
44:23Cepet aja.
44:24Kalau perlu gitu tambah lagi.
44:27Terakhir cepet aja.
44:29Harapannya untuk negara.
44:30Apa yang harus dilakukan.
44:33Mudah-mudahan kami mendapat pemimpin yang baik lah.
44:36Yang tahu.
44:38Jangan jadi apa.
44:40Ya.
44:41Sekarang pun juga baik.
44:42Cuman harus yang lebih baik.
44:44Harus.
44:46Ke masyarakat harus.
44:47Yang penting harus adil.
44:49Udah itu.
44:49Adil ya.
44:50Balik lagi ke yang tadi.
44:51Adil.
44:53Gak adil bahaya.
44:55Bahaya mas.
44:57Kita udah capek lihat-lihat macam-macam.
44:59Udah capek gitu.
45:01Tadinya maunya sih udah berhenti.
45:02Tapi timbul lagi.
45:04Berjualan lagi.
45:05Berjualan lagi.
45:06Ada lagi.
45:07Masalahnya keluar lagi.
45:08Kalau gak.
45:09Kalau gak kan gak kesini.
45:10Kita juga.
45:13Pak untung.
45:14Ya.
45:15Terima kasih.
45:16Jadi ngomongnya enak itu.
45:18Pak untung.
45:18Itu kok.
45:19Gak apa-apa.
45:20Pak untung terima kasih banyak.
45:22Ibu Ruli.
45:22Terima kasih banyak.
45:23Masa bapak.
45:24Ini such an honor from me to.
45:26Dapat bapak dan ibu.
45:28Dan bisa menceritakan tentang.
45:29Karena begini.
45:30Mungkin buat saya.
45:32Anak-anak di bawah.
45:34Itu.
45:35Banyak sekali yang gak mengerti.
45:36Tentang sejarah.
45:37Apa yang terjadi.
45:38Ya kan.
45:39Tahunya ya oh.
45:40Dan mungkin bukan.
45:41Bukan tidak tahu.
45:42Tapi ya udah melupakan lagi.
45:44Dengan kesibukannya sendiri-sendiri.
45:45Tadi bapak bilang.
45:46Amat Yani siapa?
45:47Nama Jalan.
45:48Udah.
45:48Begitu doang.
45:49Nama Jalan gak tahu tuh.
45:50Sejarahnya ceritanya seperti apa.
45:52Nama Jalan.
46:16Tidak tahu.
46:19Membuat Indonesia jadi Indonesia ini ya.
46:21Jangan tinggal di Indonesia.
46:22Masa menurut saya.
46:24Tapi aku setuju Pak Deddy.
46:25Baru sadam Mas Deddy.
46:26Mas Deddy.
46:28Sebarlah.
46:29Sebarkan itu.
46:29Gak ada bilang.
46:30Mas Deddy disitu.
46:31Jadi.
46:32Percayalah Indonesia itu.
46:34Yang paling indah dari semuanya.
46:36Seluruh dunia gak ada yang sebagus.
46:37Seperti ini ya.
46:38Gak ada.
46:39Seperti Indonesia.
46:39Saya keliling dunia.
46:40Aku setuju.
46:41Udah keliling dunia.
46:42Tapi.
46:43Pengen balik lagi ke sini.
46:45Dilihat dari mananya.
46:47Indahnya.
46:48Ya kalau.
46:49Ya.
46:50Ini keras loh Mas.
46:51Di Indonesia ini keras.
46:52Iya.
46:53Keras.
46:54Emang keras.
46:55Cuman kan kalau kita pelihara dengan baik.
46:58Banyak sekali.
46:59Indah-indah.
46:59Tetap aja di pelihara dengan baik.
47:00Ada aja nih yang.
47:03Kalau itu kan memang.
47:04Gimana banget suka ada.
47:06Gitu.
47:09Tapi kami siap.
47:10Udah beda ceritanya ya Bu.
47:12Beda ceritanya doang ya Bu.
47:14Kalau ada.
47:14Kami siap lah.
47:15Siap aja udah gitu.
47:16Asal jangan mengajak.
47:17Asal jangan mengajak.
47:18Oke.
47:18Untuk Indonesia yang lebih baik lagi.
47:20Amin.
47:20Untuk terima kasih banyak.
47:21Ibu Ruli.
47:22Terima kasih banyak.
47:23Sama Mas.
47:23Eh.
47:27Saya bingung nutupnya.
47:28Jujur aja.
47:29Tapi ya mudah-mudahan ini bisa.
47:30Ngebuka.
47:30Banyak mata.
47:31Dan mudah-mudahan kalau yang nonton.
47:33Karena penonton saya banyak milenial juga nih.
47:35Penonton saya banyak milenial juga.
47:36Itu yang penting.
47:37Dan itu yang paling penting.
47:38Jadi mereka bisa tahu.
47:39Mungkin geng saya juga tahu.
47:40Dan panjang lebih banyak lagi tentang sejarah-sejarah di Indonesia.
47:43Tadi saya bilang.
47:44Kalau Anda masih bisa menghirup nafas.
47:46Duduk di Indonesia.
47:47Berdiri di tanah Indonesia.
47:49Bumi Indonesia.
47:50Tapi Anda tidak tahu tentang Indonesia.
47:52Anda bukan orang Indonesia.
47:53Bumi Indonesia.
47:53Bumi Indonesia.
47:53Bumi Indonesia.
47:53Bumi Indonesia.
47:54Bumi Indonesia.
47:54Bumi Indonesia.
47:54Bumi Indonesia.
47:54Bumi Indonesia.
47:54Terima kasih.

Dianjurkan