Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Untuk mengetahui kondisi warga di tengah pekatnya kabut asap di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kami telah terhubung dengan warga setempat, Ibu Erli Santi, serta perwakilan dari BPBD Kota Banjarbaru, Bapak Harun Arrasyid.

Dalam wawancara ini, Erli Santi akan menceritakan kondisi kabut asap yang dirasakan warga, termasuk seberapa buruk kondisi udara, aktivitas sehari-hari yang tetap harus dilakukan di tengah pekatnya kabut asap, hingga kondisi udara di dalam rumah.

#banjarbaru #karhutla #BPBD

Baca Juga Warga Panik! Gempa Susulan Terjadi di NTT | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/686624/warga-panik-gempa-susulan-terjadi-di-ntt-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686626/full-bpbd-warga-banjarbaru-ungkap-kondisi-kabut-asap-akibat-karhutla-kompas-petang
Transkrip
00:00Dan saudara untuk mengetahui kondisi warga di tengah pekatnya kabut asap di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
00:06Petang ini kita sudah terhubung dengan salah satu warga setempat, ada Ibu Erli Santi dan juga ada perwakilan dari BPBD
00:12Kota Banjarbaru,
00:14Bapak Harun Arashid, saya akan ke Bu Erli Santi terlebih dahulu.
00:19Bu Erli, selamat petang dengan Maidob.
00:22Selamat petang, Bu.
00:23Oke, Bu Erli, bisa Anda ceritakan kepada kami seberapa buruk dampak kabut asap di Banjarbaru di tempat Ibu tinggal saat
00:34ini, Ibu?
00:35Buruk benar, Bu.
00:3824-nya, kami sirup, hirup asap, hirup asap, hirup asap, hirup asap.
00:44Setiap pagi, Bu, kabut, ada kelihatan ke Bapak.
00:52Baik.
00:53Kami akan coba perbaiki sambungan telepon kami, kami mengalami feedback di sini.
01:00Saya mau ke Pak Harun.
01:02Pak Harun, apakah per hari ini ada titik baru api atau ada titik baru Pak hari ini di Banjarbaru?
01:13Baik, terima kasih Mbak May.
01:15Mbak May ya namanya?
01:17Ya, betul.
01:17Baik.
01:19Sampai dengan hari ini, kita memang sudah mencoba mengkompilasi data, ada sekitar 960 hektare yang terbakar.
01:29Kalau dibicara tentang titik api baru, hampir setiap hari ada terjadi kebakaran, baiknya skalanya kecil, menengah maupun yang besar.
01:37Nah, terkait dengan kabut asap yang tadi diberitakan di awal, memang dalam beberapa hari ini ada eskalasi kebakaran.
01:49Ya, ya, kebakaran di daerah Landasan Ulin Kelatan, Landasan Ulin Tengah, dan Landasan Ulin Timur yang puluhan hektare, lahan gambut,
01:58sehingga menimbulkan kepulan asap yang lumayan tebal.
02:05Nah, jadi kalau kita bicara tentang kebut asap, tentunya kita bicara tentang jarak pandang dengan indeks polutan, indeks polusi udara.
02:15Memang dua hari ini, indeks polusi udara itu berkisar antara 170-an mikrogram per meter kubik, sampai dengan terparah di
02:24480-an mikrogram per meter kubik.
02:29Sehingga kategorinya memang sudah sangat-sangat tidak layak untuk tidak sehat.
02:37Titik api selalu bertambah setiap harinya, nanti saya akan tanyakan soal penanganan, tapi saya mau kembali ke Bu Erli sebagai
02:43warga yang tadi mengaku dampaknya sangat-sangat buruk, bahkan di rumah Anda sendiri Anda harus menggunakan masker ya, Ibu.
02:50Seberapa parah, Bu, dampak abut asap yang Ibu alami setiap hari?
02:55Sampai kabut asapnya itu masuk ke rumah, jadi kadang-kadang bermasker, menggambung aktivitas, Bu, Ay.
03:07Oke. Ibu, bagaimana Ibu dan juga keluarga dalam melakukan aktivitas di tengah pekatnya kabut asap, Bu Erli?
03:17Kadang-kadang melakukan aktivitas, Bu, Ay. Soalnya kan kabut asap itu terlalu tebal, jadi kadang-kadang beraktivitas, jarak pandangnya terganggu,
03:29Bu, Ay.
03:33Kalau untuk aktivitas di rumah, Bu, kalau di luar kan memang sudah pasti ada kabut asap, Bu, tapi kalau sampai
03:38di rumah, di rumah kualitas udaranya bagus, Bu, di dalam rumah untuk Ibu dan keluarga?
03:45Kabut asapnya itu masuk ke rumah.
03:53Seluruh area rumah begitu ya, Bu?
03:55Ini, seluruh area rumah.
03:57Oke. Setelah kabut asap, sampai bisa menjangkau ke dalam rumah, apakah sudah ada ibu atau anggota keluarga atau juga mungkin
04:06tetangga ibu tahu sudah mengalami gangguan kesehatan, Bu Erli?
04:11Belum.
04:13Kalau ulang sendiri belum, Bu, Ay.
04:19Artinya tidak mengganggu kesehatan, Bu, ya, asap?
04:24Karena apa, Bu? Menggunakan masker, artinya untuk aktivitas sehari-hari, terus menggunakan masker, ya?
04:35Iya.
04:37Selama 24 jam, Bu, selama di dalam, menggunakan masker, di dalam rumah?
04:42Di dalam rumah menggunakan masker, Bu, ay, bilanya terlalu asap, kecuali anuh, enak guring, mata, pedih.
04:51Kalau ibu, setiap hari aktivitas bekerja atau anak-anak juga tetap sekolah di tengah bencana ini, Bu?
04:59Uang kadang kalau bekerja, Bu, ay, soalnya kelandungan.
05:03Kalau anak-anak bagaimana, Ibu?
05:08Uang kadang kalau bekerja, Bu, ay, soalnya kan kelandungan.
05:12Tengah terlalu siang.
05:16Kalau anak-anak sekolah bagaimana, Bu Erli?
05:21Anak-anak asrama, Bu, ay.
05:24Oh, asrama. Dan informasinya tidak terganggu. Kalau anak-anak sekitar, Bu?
05:29Anak-anak sekitar ya, paksa-anak sekolah itu telan dulu, sedikit tolaknya jam sembilanan, sampai kabutnya hilang, Bu, ay.
05:39Oh, tetap berangkat sekolah, tapi menunggu kabut hilang begitu, agak lebih siang begitu berangkat?
05:45Iya, tetap berangkat sekolah, tapi siang.
05:49Menghilangkan kabutnya dulu.
05:52Oke, baik. Saya mau pindah ya, Bu Erli, ke Pak Harun.
05:55Pak Harun, Anda tadi mengatakan setiap hari ada titik baru, api yang, titik api baru gitu, yang bertambah setiap harinya.
06:04Apakah karhutlah ini, kabut asap ini semata-mata hanya penyebabnya karena kemarau panjang atau ada penyebab lain?
06:13Baik, sampai saat ini kami tidak berani menyimpulkan bahwa ada penyebab lain selain daripada kebakaran yang akibat kemarau panjang.
06:22Jadi memang salah satu ciri khas wilayah di tempat kami adalah bahan gambut yang didominasi tanaman seperti tanaman pakis ya,
06:32kurun.
06:33Dan kemudian ada pohon-pohon galam yang kalau dalam tangan kering sangat mudah terbakar.
06:38Jadi bawahnya lahan gambut sehingga kalau tercapai dari kebakaran, dia tidak bisa dipadamkan dengan cara yang mungkin konvensional seperti kebakaran
06:46di lahan mineral.
06:47Dia perlu waktu berhari-hari untuk bisa dipadamkan secara keseluruhan.
06:52Nah, itu yang mungkin bisa kami sampaikan.
06:54Kalau ternyata, kalau ada anggapan bahwa apakah ada aktivitas lain yang berkaitan dengan ini atau disengaja atau tidak, kami tidak
07:00berani menyimpulkan.
07:01Yang jelas sampai saat ini kebakaran sudah meluas dari Januari sampai dengan kemarin kami sudah ada mendatang setelah 960-an
07:10hektare yang lahan yang terbakar.
07:13Lebih demikian.
07:15Oke, oke, oke.
07:17Pak, kebakaran ini kan terus meluas begitu.
07:20Apakah karena kesulitan air di Banjarbaru pemadamannya atau ada kendala akses ke lokasi kebakaran, Pak Harun?
07:30Baik.
07:31Untuk kebakaran, memang ada beberapa yang wilayahnya yang inaccessible, tidak bisa diakses ya, Mbak May.
07:41Titik api jauh berada di tengah, jauh berada di tengah hutan yang tidak mungkin diakses oleh sejati-sejati kendaraan pemotor
07:49maupun apa namanya, tangki-tangki pemadam.
07:53Kalau ditanya sumber air, untuk sumber air yang alami ya, seperti sungai-sungai kecil, rei dan sebagainya sudah semakin surut.
08:01Ada tapi semakin surut.
08:04Namun kembali lagi ke permasalahan awal.
08:06Titik api seringkali jauh sekali dari sumber air.
08:09Seringkali jauh sekali.
08:10Kemudian kendala-kendala lain, selainnya itu ya, adanya kebakaran di beberapa titik secara bersamaan.
08:23Jadi, kami sangat-sangat berkoordinasi melalui platform radio maupun platform whatsapp, melalui koordinasi dengan BPP di kota, provinsi, TNI, Polri,
08:34dan semua airawan.
08:35Sehingga pemadaman itu sedapat mungkin terkoordinir.
08:39Sedapat mungkin terkoordinir.
08:41Namun memang ada beberapa kebakaran yang memang tidak bisa dipadapkan karena jauh sekali titik.
08:47Nah, di situ biasanya heli bombing yang bisa masuk.
08:49Kurang lebih demikian.
08:51Oke, Pak Harun.
08:53Ada satu tambahan tadi.
08:56Kebetulan saya baru selesai rapat dengan Pak Sekda dan seluruh SKPD terkait di Kota Bajan Baru tentang apa langkah-langkah
09:06taktis, strategis yang akan kami ambil terkait menghadapi ancaman kebut asap yang semakin mengkhawatirkan ini.
09:17Jadi, terkait tadi masalah edaran anak-anak sekolah mungkin nanti sudah ada edaran dari binas pendidikan.
09:24Akan ada dimundurkan, dimundurkan jam pembelajaran sampai dengan 9.30.
09:30Nanti edarannya juga akan, apa namanya.
09:33Masuk sekolah lebih siang ya?
09:35Oke.
09:35Oke.
09:36Ada catatan penting di Bajan Baru tidak seluruh daerah, kali lagi tidak seluruh daerah terkena kabut.
09:42Parahnya jadi pas sangat variatif.
09:44Cuma yang memang sangat parah itu di daerah Pandasan Ulin, Selatan, Tengah, dan Timur.
09:50Oke.
09:50Tadi Anda mengatakan titik api jauh, tapi kan tadi ada warga, Bu Erli tadi mengatakan bahwa asap sudah masuk ke
09:55permukiman mereka.
09:56Update persore hari ini, seberapa dekat kabut asap sudah masuk ke permukiman warga, Pak Harun?
10:05Baik.
10:06Kabut asap kalau sore cenderung lebih ini ya, lebih tipis dibandingkan pagi.
10:12Pagi mungkin karena pengaruh pembun ya, jadi ditekan oleh pembun, jadi kabut asap berada di bawah pembun yang menekan kabut
10:21asap untuk tetap di bawah sekitar 10-20 meter di atas pembukaan tanah.
10:26Namun begitu menginjak tengah hari, kabut asap langsung menghilang.
10:30Namun itu tidak menutup indeks pencemaran udara yang masih tetap di atas ambang batas.
10:36Kalau sampai sore ini, ya memang betul ada, memang di sana masih bertahan asap-asap terutama yang masih sisa kemarin,
10:41dan juga kebakaran-kebakaran yang masih ada.
10:45Sekali lagi, masih ada, dan di lahan gabut ini agak susah menghentikan sampai dengan betul-betul.
10:53Nah, jadi operasi pemadaman sekarang lebih berfokus kepada jangan sampai ada properti milik penduduk,
11:02baik itu rumah, dudang, atau yang sifatnya dekat untuk jangan sampai terbakar.
11:10Jadi, sudah demikian.
11:10Oke, Bu Erli, kalau kondisi kabut asap, persore hari ini bagaimana, Bu?
11:17Atau ada waktu-waktu tertentu yang asapnya lebih pekat, Bu?
11:22Ada waktu-waktu tertentu, Bu, asapnya lebih pekat.
11:29Tentu waktunya sore.
11:31Sore, kalau kondisi sore hari ini bagaimana, Bu?
11:35Berasap, Bu.
11:40Berasap, Bu.
11:41Oke.
11:42Kalau pagi itu lebih parah.
11:45Ini kan memang kabut asap terjadi sejak awal tahun, begitu ya, dan terus-terus bertambah titik apinya.
11:50Ya, bagaimana Anda menilai upaya pemerintah Kabupaten Banjarbaru dalam menangani kabut asap di sana, dan apa harapannya, Bu?
12:04Harapannya, supaya kalau ada lagi kebakaran hutan, Bu.
12:15Baik, Ibu.
12:16Terima kasih.
12:17Bantuan, Bu.
12:17Oke, bantuan.
12:18Bantuan air bersih.
12:20Bantuan air bersih.
12:23Apalagi, Bu Erli?
12:24Karena kemarau, Bu, sumur kami keringan.
12:28Tempat-tempat yang tidak senang kucing baju, atau tidak senang supiring, itu kering, Bu.
12:35Karena disedot.
12:38Buat memadamkan api.
12:40Jadi kami memerlukan air bersih, Bu.
12:43Oke, baik.
12:45Dampak kemarau panjang memberikan banyak sekali dampak kepada warga di Banjarbaru.
12:50Ada kebakaran hutan dan lahan.
12:51Asap pekat sudah masuk ke permukiman warga.
12:53Kita tunggu nanti penanganan.
12:55Lebih lanjut dari pemerintah Kabupaten Banjarbaru.
12:57Terima kasih.
12:57Bu Erli Santi sudah bergabung bersama kami.
12:59Dan juga Pak Haruna Rashid.
13:02Terima kasih.
13:02Sehat selalu, Bapak Ibu.
Komentar

Dianjurkan