00:00Dan saudara untuk mengetahui kondisi warga di tengah pekatnya kabut asap di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
00:06Petang ini kita sudah terhubung dengan salah satu warga setempat, ada Ibu Erli Santi dan juga ada perwakilan dari BPBD
00:12Kota Banjarbaru,
00:14Bapak Harun Arashid, saya akan ke Bu Erli Santi terlebih dahulu.
00:19Bu Erli, selamat petang dengan Maidob.
00:22Selamat petang, Bu.
00:23Oke, Bu Erli, bisa Anda ceritakan kepada kami seberapa buruk dampak kabut asap di Banjarbaru di tempat Ibu tinggal saat
00:34ini, Ibu?
00:35Buruk benar, Bu.
00:3824-nya, kami sirup, hirup asap, hirup asap, hirup asap, hirup asap.
00:44Setiap pagi, Bu, kabut, ada kelihatan ke Bapak.
00:52Baik.
00:53Kami akan coba perbaiki sambungan telepon kami, kami mengalami feedback di sini.
01:00Saya mau ke Pak Harun.
01:02Pak Harun, apakah per hari ini ada titik baru api atau ada titik baru Pak hari ini di Banjarbaru?
01:13Baik, terima kasih Mbak May.
01:15Mbak May ya namanya?
01:17Ya, betul.
01:17Baik.
01:19Sampai dengan hari ini, kita memang sudah mencoba mengkompilasi data, ada sekitar 960 hektare yang terbakar.
01:29Kalau dibicara tentang titik api baru, hampir setiap hari ada terjadi kebakaran, baiknya skalanya kecil, menengah maupun yang besar.
01:37Nah, terkait dengan kabut asap yang tadi diberitakan di awal, memang dalam beberapa hari ini ada eskalasi kebakaran.
01:49Ya, ya, kebakaran di daerah Landasan Ulin Kelatan, Landasan Ulin Tengah, dan Landasan Ulin Timur yang puluhan hektare, lahan gambut,
01:58sehingga menimbulkan kepulan asap yang lumayan tebal.
02:05Nah, jadi kalau kita bicara tentang kebut asap, tentunya kita bicara tentang jarak pandang dengan indeks polutan, indeks polusi udara.
02:15Memang dua hari ini, indeks polusi udara itu berkisar antara 170-an mikrogram per meter kubik, sampai dengan terparah di
02:24480-an mikrogram per meter kubik.
02:29Sehingga kategorinya memang sudah sangat-sangat tidak layak untuk tidak sehat.
02:37Titik api selalu bertambah setiap harinya, nanti saya akan tanyakan soal penanganan, tapi saya mau kembali ke Bu Erli sebagai
02:43warga yang tadi mengaku dampaknya sangat-sangat buruk, bahkan di rumah Anda sendiri Anda harus menggunakan masker ya, Ibu.
02:50Seberapa parah, Bu, dampak abut asap yang Ibu alami setiap hari?
02:55Sampai kabut asapnya itu masuk ke rumah, jadi kadang-kadang bermasker, menggambung aktivitas, Bu, Ay.
03:07Oke. Ibu, bagaimana Ibu dan juga keluarga dalam melakukan aktivitas di tengah pekatnya kabut asap, Bu Erli?
03:17Kadang-kadang melakukan aktivitas, Bu, Ay. Soalnya kan kabut asap itu terlalu tebal, jadi kadang-kadang beraktivitas, jarak pandangnya terganggu,
03:29Bu, Ay.
03:33Kalau untuk aktivitas di rumah, Bu, kalau di luar kan memang sudah pasti ada kabut asap, Bu, tapi kalau sampai
03:38di rumah, di rumah kualitas udaranya bagus, Bu, di dalam rumah untuk Ibu dan keluarga?
03:45Kabut asapnya itu masuk ke rumah.
03:53Seluruh area rumah begitu ya, Bu?
03:55Ini, seluruh area rumah.
03:57Oke. Setelah kabut asap, sampai bisa menjangkau ke dalam rumah, apakah sudah ada ibu atau anggota keluarga atau juga mungkin
04:06tetangga ibu tahu sudah mengalami gangguan kesehatan, Bu Erli?
04:11Belum.
04:13Kalau ulang sendiri belum, Bu, Ay.
04:19Artinya tidak mengganggu kesehatan, Bu, ya, asap?
04:24Karena apa, Bu? Menggunakan masker, artinya untuk aktivitas sehari-hari, terus menggunakan masker, ya?
04:35Iya.
04:37Selama 24 jam, Bu, selama di dalam, menggunakan masker, di dalam rumah?
04:42Di dalam rumah menggunakan masker, Bu, ay, bilanya terlalu asap, kecuali anuh, enak guring, mata, pedih.
04:51Kalau ibu, setiap hari aktivitas bekerja atau anak-anak juga tetap sekolah di tengah bencana ini, Bu?
04:59Uang kadang kalau bekerja, Bu, ay, soalnya kelandungan.
05:03Kalau anak-anak bagaimana, Ibu?
05:08Uang kadang kalau bekerja, Bu, ay, soalnya kan kelandungan.
05:12Tengah terlalu siang.
05:16Kalau anak-anak sekolah bagaimana, Bu Erli?
05:21Anak-anak asrama, Bu, ay.
05:24Oh, asrama. Dan informasinya tidak terganggu. Kalau anak-anak sekitar, Bu?
05:29Anak-anak sekitar ya, paksa-anak sekolah itu telan dulu, sedikit tolaknya jam sembilanan, sampai kabutnya hilang, Bu, ay.
05:39Oh, tetap berangkat sekolah, tapi menunggu kabut hilang begitu, agak lebih siang begitu berangkat?
05:45Iya, tetap berangkat sekolah, tapi siang.
05:49Menghilangkan kabutnya dulu.
05:52Oke, baik. Saya mau pindah ya, Bu Erli, ke Pak Harun.
05:55Pak Harun, Anda tadi mengatakan setiap hari ada titik baru, api yang, titik api baru gitu, yang bertambah setiap harinya.
06:04Apakah karhutlah ini, kabut asap ini semata-mata hanya penyebabnya karena kemarau panjang atau ada penyebab lain?
06:13Baik, sampai saat ini kami tidak berani menyimpulkan bahwa ada penyebab lain selain daripada kebakaran yang akibat kemarau panjang.
06:22Jadi memang salah satu ciri khas wilayah di tempat kami adalah bahan gambut yang didominasi tanaman seperti tanaman pakis ya,
06:32kurun.
06:33Dan kemudian ada pohon-pohon galam yang kalau dalam tangan kering sangat mudah terbakar.
06:38Jadi bawahnya lahan gambut sehingga kalau tercapai dari kebakaran, dia tidak bisa dipadamkan dengan cara yang mungkin konvensional seperti kebakaran
06:46di lahan mineral.
06:47Dia perlu waktu berhari-hari untuk bisa dipadamkan secara keseluruhan.
06:52Nah, itu yang mungkin bisa kami sampaikan.
06:54Kalau ternyata, kalau ada anggapan bahwa apakah ada aktivitas lain yang berkaitan dengan ini atau disengaja atau tidak, kami tidak
07:00berani menyimpulkan.
07:01Yang jelas sampai saat ini kebakaran sudah meluas dari Januari sampai dengan kemarin kami sudah ada mendatang setelah 960-an
07:10hektare yang lahan yang terbakar.
07:13Lebih demikian.
07:15Oke, oke, oke.
07:17Pak, kebakaran ini kan terus meluas begitu.
07:20Apakah karena kesulitan air di Banjarbaru pemadamannya atau ada kendala akses ke lokasi kebakaran, Pak Harun?
07:30Baik.
07:31Untuk kebakaran, memang ada beberapa yang wilayahnya yang inaccessible, tidak bisa diakses ya, Mbak May.
07:41Titik api jauh berada di tengah, jauh berada di tengah hutan yang tidak mungkin diakses oleh sejati-sejati kendaraan pemotor
07:49maupun apa namanya, tangki-tangki pemadam.
07:53Kalau ditanya sumber air, untuk sumber air yang alami ya, seperti sungai-sungai kecil, rei dan sebagainya sudah semakin surut.
08:01Ada tapi semakin surut.
08:04Namun kembali lagi ke permasalahan awal.
08:06Titik api seringkali jauh sekali dari sumber air.
08:09Seringkali jauh sekali.
08:10Kemudian kendala-kendala lain, selainnya itu ya, adanya kebakaran di beberapa titik secara bersamaan.
08:23Jadi, kami sangat-sangat berkoordinasi melalui platform radio maupun platform whatsapp, melalui koordinasi dengan BPP di kota, provinsi, TNI, Polri,
08:34dan semua airawan.
08:35Sehingga pemadaman itu sedapat mungkin terkoordinir.
08:39Sedapat mungkin terkoordinir.
08:41Namun memang ada beberapa kebakaran yang memang tidak bisa dipadapkan karena jauh sekali titik.
08:47Nah, di situ biasanya heli bombing yang bisa masuk.
08:49Kurang lebih demikian.
08:51Oke, Pak Harun.
08:53Ada satu tambahan tadi.
08:56Kebetulan saya baru selesai rapat dengan Pak Sekda dan seluruh SKPD terkait di Kota Bajan Baru tentang apa langkah-langkah
09:06taktis, strategis yang akan kami ambil terkait menghadapi ancaman kebut asap yang semakin mengkhawatirkan ini.
09:17Jadi, terkait tadi masalah edaran anak-anak sekolah mungkin nanti sudah ada edaran dari binas pendidikan.
09:24Akan ada dimundurkan, dimundurkan jam pembelajaran sampai dengan 9.30.
09:30Nanti edarannya juga akan, apa namanya.
09:33Masuk sekolah lebih siang ya?
09:35Oke.
09:35Oke.
09:36Ada catatan penting di Bajan Baru tidak seluruh daerah, kali lagi tidak seluruh daerah terkena kabut.
09:42Parahnya jadi pas sangat variatif.
09:44Cuma yang memang sangat parah itu di daerah Pandasan Ulin, Selatan, Tengah, dan Timur.
09:50Oke.
09:50Tadi Anda mengatakan titik api jauh, tapi kan tadi ada warga, Bu Erli tadi mengatakan bahwa asap sudah masuk ke
09:55permukiman mereka.
09:56Update persore hari ini, seberapa dekat kabut asap sudah masuk ke permukiman warga, Pak Harun?
10:05Baik.
10:06Kabut asap kalau sore cenderung lebih ini ya, lebih tipis dibandingkan pagi.
10:12Pagi mungkin karena pengaruh pembun ya, jadi ditekan oleh pembun, jadi kabut asap berada di bawah pembun yang menekan kabut
10:21asap untuk tetap di bawah sekitar 10-20 meter di atas pembukaan tanah.
10:26Namun begitu menginjak tengah hari, kabut asap langsung menghilang.
10:30Namun itu tidak menutup indeks pencemaran udara yang masih tetap di atas ambang batas.
10:36Kalau sampai sore ini, ya memang betul ada, memang di sana masih bertahan asap-asap terutama yang masih sisa kemarin,
10:41dan juga kebakaran-kebakaran yang masih ada.
10:45Sekali lagi, masih ada, dan di lahan gabut ini agak susah menghentikan sampai dengan betul-betul.
10:53Nah, jadi operasi pemadaman sekarang lebih berfokus kepada jangan sampai ada properti milik penduduk,
11:02baik itu rumah, dudang, atau yang sifatnya dekat untuk jangan sampai terbakar.
11:10Jadi, sudah demikian.
11:10Oke, Bu Erli, kalau kondisi kabut asap, persore hari ini bagaimana, Bu?
11:17Atau ada waktu-waktu tertentu yang asapnya lebih pekat, Bu?
11:22Ada waktu-waktu tertentu, Bu, asapnya lebih pekat.
11:29Tentu waktunya sore.
11:31Sore, kalau kondisi sore hari ini bagaimana, Bu?
11:35Berasap, Bu.
11:40Berasap, Bu.
11:41Oke.
11:42Kalau pagi itu lebih parah.
11:45Ini kan memang kabut asap terjadi sejak awal tahun, begitu ya, dan terus-terus bertambah titik apinya.
11:50Ya, bagaimana Anda menilai upaya pemerintah Kabupaten Banjarbaru dalam menangani kabut asap di sana, dan apa harapannya, Bu?
12:04Harapannya, supaya kalau ada lagi kebakaran hutan, Bu.
12:15Baik, Ibu.
12:16Terima kasih.
12:17Bantuan, Bu.
12:17Oke, bantuan.
12:18Bantuan air bersih.
12:20Bantuan air bersih.
12:23Apalagi, Bu Erli?
12:24Karena kemarau, Bu, sumur kami keringan.
12:28Tempat-tempat yang tidak senang kucing baju, atau tidak senang supiring, itu kering, Bu.
12:35Karena disedot.
12:38Buat memadamkan api.
12:40Jadi kami memerlukan air bersih, Bu.
12:43Oke, baik.
12:45Dampak kemarau panjang memberikan banyak sekali dampak kepada warga di Banjarbaru.
12:50Ada kebakaran hutan dan lahan.
12:51Asap pekat sudah masuk ke permukiman warga.
12:53Kita tunggu nanti penanganan.
12:55Lebih lanjut dari pemerintah Kabupaten Banjarbaru.
12:57Terima kasih.
12:57Bu Erli Santi sudah bergabung bersama kami.
12:59Dan juga Pak Haruna Rashid.
13:02Terima kasih.
13:02Sehat selalu, Bapak Ibu.
Komentar