Skip to playerSkip to main content
  • 6 weeks ago
Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim stands by his remarks on Taiwan despite the backlash, arguing that China’s position was consistent with the United States’ refusal to allow any of its territories to secede following the American War of Independence.

Anwar said Malaysia had adhered to the One China policy since the administration of second prime minister Tun Abdul Razak Hussein and would continue to uphold that position.

Read more at https://tinyurl.com/3k6ts5bx

WATCH MORE: https://thestartv.com/c/news
SUBSCRIBE: https://cutt.ly/TheStar
LIKE: https://fb.com/TheStarOnline

Category

🗞
News
Transcript
00:30Saya tak tentu. Itu yang saya bagi contoh kalau di Malaysia. Amerika sejak beratus tahun terkasut, ratusan tahun dulu bila
00:39ada American War of Independence, itu dia tak izinkan perpecahan mana-mana negara pun. Jadi oleh itu, saya hanya ikut
00:48yang konsisten.
00:49Tentunya kita hormat pandian negara Cina, tapi jalur damai terbaiklah. Itu yang sekarang dilakukan. Tapi apakah dasar Malaysia yang tiraf?
01:02Kita satu China itu bukan baru. Itu dipersuju pertubuhan masa-masa bersatu.
01:09Sebab itu kalau tengok dalam negara, Cina itu hanya satu. Yang satu lagi itu dia letakkan entiti ke Taiwan begitu
01:17saja. Jadi tidak pengiktirafan. Jadi bukan perkara baru.
01:21Cuma cara mempunyai jadi tekan oleh Al-Jazeera itu mungkin menimbulkan satu reaksi yang negatif.
01:29Baik. Terima kasih banyak.
01:31Terima kasih.
01:32Terima kasih.

Recommended