Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BIAK NUMFOR, KOMPAS.TV - Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian bersama Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra dan pengurus WASI, melaksanakan upacara dan parade bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Biak, Papua.

Untuk mengingat sejarah penting Indonesia, Wanita Selam Indonesia (WASI) mengibarkan bendera Merah Putih di dasar laut Pulau Biak, Papua.

Kegiatan diikuti Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian bersama Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, pengurus WASI dan penyelam setempat.

Pemilihan lokasi upacara di Biak bukan sekadar karena lautnya yang jernih dan terumbu karang yang memesona.

Pulau Biak menyimpan sejarah penting Perang Dunia II sebagai pangkalan militer Jepang dan tentara Sekutu.

Selain itu, Pulau Biak merupakan pangkalan militer utama Belanda yang menjadi target infiltrasi Operasi Trikora TNI saat pembebasan Papua.

Penyelaman dilakukan di dua lokasi, yaitu Catalina Point dan Dede Point, yang menyimpan reruntuhan pesawat pengebom amfibi Catalina milik tentara Sekutu dan pesawat angkut Scottish Aviation Twin Pioneer peninggalan Belanda.

Keunggulan lain Pulau Biak adalah wilayah daratan dan lautannya yang sangat bersih.

Tidak heran, Biak telah dianugerahi Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut sebagai kota kecil terbersih dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Setelah upacara bawah laut, dilakukan pula kegiatan pembersihan pantai dan penanaman mangrove oleh penyelam, pelajar dan komunitas lingkungan Trash Hero yang merupakan non-governmental organization internasional.

Baca Juga Rayakan HUT ke-81 RI di Riyadh, WNI Gelar Lomba Tradisional hingga Kenalkan Budaya Indonesia di https://www.kompas.tv/internasional/685966/rayakan-hut-ke-81-ri-di-riyadh-wni-gelar-lomba-tradisional-hingga-kenalkan-budaya-indonesia

#hutri #17agustus #bendera

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685970/momen-wasi-kibarkan-bendera-merah-putih-saat-upacara-hut-ke-81-ri-di-bawah-laut-pulau-biak
Transkrip
00:00Saudara Ketua Wanita Selam Indonesia atau Wasi, Tri Tito Karnavian bersama Bupati Biak Numfor, Markus Mans Nembra dan juga pengurus
00:11Wasi melaksanakan upacara dan parade bendera merah putih di bawah laut di Pulau Biak, Papua.
00:21Ketua Wanita Selam Indonesia, Wasi, Tri Tito Karnavian bersama para pengurus Wasi dan para penyelam setempat melaksanakan upacara dan parade
00:31di bawah laut biak.
00:33Kegiatan yang ikonik ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan pada tanah air yang merupakan negara maritim, karena hampir 80% wilayah
00:43Indonesia adalah lautan.
00:44Untuk itu, sebagai bentuk semangat bela negara, kita sebagai warga negara wajib menjaga dan mencintai laut Indonesia.
00:54Pemilihan lokasi upacara di biak bukan sekedar pulau dengan laut jernih dan terumbu karang yang mempesona.
01:00Pulau ini merupakan wilayah strategis yang berhadapan dengan laut pasifik dan memiliki jejak sejarah penting sejak Perang Dunia II dan
01:09Operasi Trikora.
01:11Penyelaman di Pulau Biak terasa berbeda dan berkesan, karena di dalam birunya laut tersimpan reik atau bangkai pesawat peninggalan Amerika
01:19Serikat dan Belanda.
01:21Pada pengibaran dan parade bendera kali ini dilakukan di dua lokasi, yaitu Catalina Point dan Dede Point.
01:29Di kedua lokasi ini ada dua reik jenis pesawat pembuam Amfibi Catalina dan pesawat angkut Scourish Aviation Twin Pioneers.
01:39Keunggulan lain, Kota Biak sangat bersih, sehingga tidak heran telah dianugerahi penghargaan Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut sebagai
01:47kota kecil terbersih dari Kementerian Lingkungan Hidup.
01:51Dilihat dari potensi keindahan alam dan sejarahnya, Kota Biak diharapkan menjadi salah satu destinasi tujuan wisata unggulan untuk wisatawan Indonesia
02:01dan mancanegara.
02:02Setelah upacara bawah laut dikilar, dilakukan pula kegiatan pembersihan pantai dan penanaman mangrove oleh para penyelam, pelajar, dan komunitas lingkungan
02:13dari Trash Hero, NGO Internasional.
02:16Dirgahayu Republik Indonesia
Komentar

Dianjurkan