00:00Seorang siswa SMP di bau-bau Sulawesi Tenggara menahan tangis saat mengikuti lomba gerak jalan indah.
00:07Ibunya meninggal hanya beberapa jam sebelum lomba dimulai.
00:11Ironisnya, dalam perjalanan menuju lokasi lomba, Alif berpapasan dengan ambulans yang membawa jenazah sang ibu.
00:23Di balik seragam dan gerakan yang harus tetap kompak,
00:26Alif, seorang pelajar di bau-bau Sulawesi Tenggara, menyimpan duka mendalam.
00:32Ibunda tersayang meninggal beberapa jam sebelum lomba gerak jalan memperingati hut RI.
00:39Meski hatinya hancur, anak enam dari tujuh bersaudara ini tetap menuntaskan perlombaannya.
00:46Bahkan dalam perjalanannya, Alif berpapasan dengan ambulans yang membawa jenazah ibunya.
00:53Kamu tahu itu, itu mobil ambulans dibuat jenazahnya mamamu?
00:59Tahu.
01:00Feelingmu atau bagitahu dari mana?
01:03Pas-pasan itu kakakku udah ikut juga mobil ambulans, jadi saya tahu kalau itu ambulansnya mau.
01:08Sedih, tahan, ditahan.
01:13Temanku juga udah bilang kamu harus kuat.
01:15Jadi saya kuat.
01:17Malahan temanku udah kasih tau-kitausah supaya saya tidak sedih.
01:22Di saat pasal Minangis itu, temanku udah peluk saya, dia bilang sudah ikhlas.
01:31Bagi Alif, ibunya adalah sosok yang sangat berarti.
01:36Almarhumah memiliki harapan agar Alif kelak menjadi tentara.
01:40Cita-cita ibunda itulah yang ingin Alif wujudkan sebagai ungkapan baktinya.
01:50Sulawesi Tenggara.
Komentar