00:04Intro
00:05Anda menghasilkan Breaking News Kompas TV bersama saya, Bremana Atenaya,
00:09Saudara pengungsi korban gempa NTT yang mengungsi di tenda,
00:12butuh bantuan sembako, makanan siap saji, dan air bersih.
00:21Seperti pengungsi di kejabatan Lamba, Leda, Utara,
00:25Kabupaten Manggari Timur yang mengungsi di perbukitan,
00:27mereka mengungsi kedataran yang lebih tinggi
00:30juga karena khawatir gempa susulan dan potensi tsunami.
00:34Dari keterangan anggota Polsek Lamba, Leda, Utara,
00:37sekitar 6.500 warga korban gempa mengungsi,
00:40tak sedikit mengungsi dengan tenda seadanya.
00:43Sementara akibat gempa akses di dua desa lumpuh total,
00:47sehingga distribusi bantuan nantinya harus melalui akses jalan
00:50yang hanya bisa dilalui kendaraan kecil.
01:10Sementara di pengungsian saudara ada warga yang luka-luka akibat gempa.
01:16Kini selain membutuhkan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari,
01:19warga juga khawatir gempa susulan karena hampir semua rumah
01:23di desa kecamatan Lamba-Lambaleda, Utara.
01:27Hancur, warga pun memilih mengungsi kedataran yang lebih tinggi
01:31seperti perbukitan dan pegunungan.
01:33menunggu bantuan makanan.
01:37Semua mencari makanan.
01:40Rata-rata makan mie instan.
01:45Siap, masing-masing desa ada satu desa, empat dusun.
01:50Masing-masing dusun itu ada satu titik berkumpul.
01:53Satu titik berkumpul itu sekitar 700 jiwa.
01:58Di dua desa ini ada sekitar 6.500 jiwa yang mengungsi.
02:06Oke, untuk pengungsi paling banyak terkonsentrasi di titik mana dan berapa, Pak, jumlahnya?
02:13Di titik dusun wasu sekitar 1.500 jiwa.
02:17Di titik dusun ronti sekitar 1.300 jiwa.
02:21Di titik Lambaleda, Satar Padut, sekitar 4.000 jiwa.
02:27Oke, Bapak, itu tadi dikatakan yang saat dibutuhkan,
02:30terutama adalah dari sisi logistik untuk makanan, sembako, air, dan lain sebagainya.
02:36Kondisinya seperti apa di sana, Pak, saat ini?
02:39Apakah juga untuk kebutuhan air bersih ini juga sudah tercukupi di sana?
02:47Sangat minim, Bu.
02:48Kami butuh air bersih, air mineral untuk minum, mie instan yang cepat saji,
02:54karena sekarang sudah stok habis di kiosk-kiosk kecil.
02:58Kami butuh sembako untuk dimakan, Bu.
03:02Untuk kondisi tenda pengungsiannya sendiri saat ini,
03:06seperti apa, Pak?
03:06Ada berapa?
03:07Dan kemudian apa yang paling dibutuhkan?
03:10Selimutkah?
03:11Bantal?
03:15Semua jangan dibutuhkan.
03:16Ini kondisi sekarang tenda-tenda itu tenda-tenda yang lubang,
03:19yang rusak terpalnya, karena daurat.
03:22Jadi warga masyarakat membutuhkan tenda, selimut, tikar,
03:26makanan minuman yang siap saji.
03:33Sementara itu, pasca gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah flores di Nusa Tenggara Timur,
03:38Korem 161 Wira Sakti langsung menggerakkan seluruh personelnya
03:42untuk tanggap darurat dan fokus pada evakuasi warga,
03:46penderian tenda pengungsian, dan penyaluran bantuan untuk kebutuhan dasar.
03:50Tanggap darurat langsung dilakukan Korem 161 Wira Sakti,
03:54Saudara, personel diterjunkan untuk menyiapkan lokasi pengungsian
03:58serta mendukung pemenuhan kebutuhan bagi warga yang terdampak.
04:02Dukungan juga datang dari YONIF Teritorial Pembangunan atau YONTP
04:05yang berada di wilayah Nagekeo.
04:08Kini personel YONTP bersama anggota Kodim dan Polres tempat sudah bergerak
04:12menuju wilayah yang membutuhkan bantuan.
04:23Kita punya batal YONTP, tadi anggota YONTP sudah bergerak.
04:27YONTP kan ada di Nagekeo, dia sudah bergerak bersama-sama anggota Kodim
04:31dengan anggota Polres.
04:32Semuanya sudah bergerak di sana.
04:35Yang pertama yang disalahkan adalah peran korban.
04:37Korban juga tidak dipengisi, kemudian mungkin bikin dapur lapangan.
04:41Kalau sudah jadi bencana kan masyarakat mungkin bingung
04:45untuk bagaimana cari makan dan bagaimana.
04:48Ini dapur-dapur lapangan sudah mulai disirikan.
Komentar